
"dengar Ana, kita sudah berjalan sejauh ini. kita tidak bisa mundur lagi, lagi pula aku sangat yakin jika saat ini orang tua ku sekarang berada di rumah mu untuk membahas pertunangan kita"
"tapi Rey aku semakin bersalah, jika harus terus membohongi orang tua kita"
"satu bulan! beri aku waktu satu bulan akan aku akan mencari cara untuk mengakhiri semua ini" bujuk Rey
Ana nampak ragu, ingin melajutkan atau menyudahi ini semua. karena jujur saja Ana juga tidak sangup mengutarakan kebenarannya, dirinya tidak sampai hati menucapkan kepada Mama Iren
karena Mama Iren sudah sangat menyukai Rey, Rey adalah mantu idaman semua orang. sudah kaya, muda, tampan, baik, pakat complite. tidak heran jika Mama Iren menyanjung-nyanjung, membanga-bangakan Rey di depan teman-teman arisanya
"jadi bagaimana? " tanya Rey memastikan
"kau janji hanya satu bulan saja?" Ana mengacungkan jari kelingkingnya
"janji" Rey membalas acungan kelingking Ana dengan suka cita, mereka pun lalu membuat janji, hubungan mereka akan berakhir satu bulan kemudian
tidak ada salahnya Ana mengikuti rencana Rey. siapa tahu rencana Rey bisa berhasil
setelah sepakat Ana dan Rey duduk kembali sambil memilih desain cincin pertunangan mereka
Ana terkejut dengan nominal harga persatu cincinnya yang dijuaal di toko tersebut, harga cincin paling murah saja dibandrol lima ratus juta rupiah sementara cincin yang dipilih Rey saat ini \seharga satu koma dua milyar
“kita cari cincin di tempat lain saja” bisik Ana kepada Rey takut terdengar oleh mba pramuniaga yang melayani mereka
“kau tenang saja, aku yang bayar” balas Rey berbisik di telinga Ana
“tapi satu koma dua milyar itu terlu mahal”
“kau tinggal pakai saja, aku tidak meyuruh mu untuk mengantinya, lagi pula toko ini sudah langanan keluarga Mirzan jadi kalua kita beli di tepat lain Mom Zanna akan curiga”
“OMG langanan keluarga Mirzan kenapa mahal-mahal sih” meronta-ronta jiwaa miskin Ana “kalau begitu kita cari yang paling murah saja” eyel Ana
“maaf mba, kita ambil yang ini ya” Ana langsung mengambil desain yang paling murah
Satu koma dua milyar adalah angka yang fantastis untuk sekedar hubungan palsu. Untuk jiwa miskin seperti Ana uang segitu bisa ia buat beli rumah yang bisa ia tempati dari pada melingkar dijari manisnya
Setelah selesai memilih cincin pertunangan, mereka melanjutkan untuk mencari makanan, disini mereka kembali berdebat
Rey ingin makan di tempat biasa restoran milik keluarga mom Zanna sedangkan Ana ingin makan makanan yang murah
Setelah menghaabisakan lima ratus juta hanya untuk sekedar cincin berlian kecil, Ana tidak ingin menghabiskan lebih banyak uang lagi untuk sekedar makan. Ia masih bisa kenyang makan bakso dengan harga dua puluh ribu preporsi
__ADS_1
"kita makan di tempat lain saja ya" pinta Ana
"kenapa? "
"aku sudah bosan makan di restoran milik keluarga mu, aku ingin suasana baru"
"aku tidak bisa makan, makanan sembarangan " tolak Rey secara halus
"Ck, ayolah! aku dengar ada restoran baru dekat-dekat sini, karena ini restoran baru pasti ada promo" Bujuk Ana
“dasar jiwa miskin” sindir Rey
“aku itu bukannya miskin, tapi realistis! Untuk apa makan menghabisakan dua juta perporsi kalau dengan lima puluh ribu saja kita sudah bisa kenyang” pembelaan Ana, Ana tidak terima dirinya di hina miskin
...***...
Ana menajak Rey makan di restroran baru, restoran itu memasak masakan khas Jepang
Rey yang terlihat pasrah hanya duduk manis di hadapan Ana. Setelah memesan makanan mereka menunggu makannya datang sambil membahas tentang pertunangan palsu mereka
"rencana mu apa untuk mengakhiri hubungan Ini? " tanya Ana membuka obrolan
"emhh.. " Ana menempelkan telunjuknya ke dagu sambil berfikir "bagaimana kalau kita membuat drama perselingkuhan? jadi salah satu di antara kita pura-pura selingkuh. Pasti itu akan berhasil" usul Ana
"aku tidak setuju! " jawab Tegas Rey
"kenapa? padaha itu ide bagus"
"aku bilang tidak setuju ya tidak setuju!! " Rey sedikit emosional disini. masa lalunya yang pernah dikhianati karena perselingkuhan masih sangat membekas di hati Rey
"lalu rencana apa yang ingin kau lakukan? "
"aku tidak tahu"
"ck, aku beri ide tapi malah ditolak, padahal kau sendiri belum memiliki ide"
"cari ide yang lain, kau tidak suka perselingkuhan "
"itu hanya pura-pura, bukan sungguhan"
"tetap saja aku tidak suka!"
__ADS_1
"lalu apa? "
"entahlah, saat ini aku belum memiliki ide"
setelah perdebatan mereka apa yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga, Beef teriyaki khas Jepang sudah tersaji di depan meja mereka berdua
Ana yang memang sudah lapar langsung melahap makamannya, berbeda dengan Rey yang tampak masih melamun
membahas masalah perselingkuhan membuat pikiran Rey sejenak flashback ke masa lalu, dimana Saat itu Rey di khiananti oleh mantan pacar yang sangat Rey cintai. penghianatan itu sangat membekas di hati Rey sampai -sampai Rey masih sendiri di usianya yang sudah sangat matang untuk menikah
tidak heran jika Mom Zanna terus -terusan mendesak Rey untuk segera menikah, selain ingin membantu Rey melupakan masa lalunya. Mom Zanna juga ingin segera mengendong cucu
"Rey! Rey!... malah bengong! " Ana melambaikan tanganya di wajah Rey untuk menyadarkannya "makanannya sudah sampai dari tadi, capat kau makan keburu dingin nanti tidak enak"
Rey yang sudah tersadar langsung mengaduk makannya sambil pikiranya terus berkelana di masa lalu
mengingat mantan memang sangat menyakitkan, Rey sampai tidak sadar memasukkan makanan ke mulutnya
satu dua tiga menit Rey mulai merasakan suatu hal yang aneh kepada dirinya, lalu ia pun tersadar dengan apa yang baru saja ia makan
"apa makanan tadi mengunakan wijen? " tanya Rey
"tentu saja! apa kau tidak melihat biji wijen disitu? " Ana heran, padahal biji wijen terlihat jelas di piringnya sebagai toping masih saja bertanya
"sial! " umat Rey
"kenapa? apa tidak enak? " tanya Ana heran melihat ekspresi Rey yang sangat kesal dan marah
Rey tidak memperdulikan ucapan Ana, ia fokus mencari ponselnya dengan sedikit merasa berat pernafasnya
"Rey kau kenapa? " tanya Ana sedikit panik, melihat tangan Rey yang gemetaran memegang ponsel
Rey semakin lama semakin kesulitan bernafas, sekarang ini Rey seperti orang yang terjangkit penyakit asma, bulir bulir keringat mulai membasahi dahinya
"Rey kau kenapa? " Ana semakin khawatir dengan kondisi Rey yang seperti itu
Mata Rey sudah tidak bisa fokus lagi, Rey tidak dapat lagi menghubungi seseorang karena ponselnya terjatuh, tanganlnya sudah tidak sanggup lagi untuk sekedar mengegam posel, tanganya sudah mulai melemas, nafasnya semakin berat, tubuh Rey seperti sangat ringan hingga ia tumbang begitu saja
"Rey! " teriak Ana terkejut saat melihat Rey terjatuh dari kursinya
Ana segera menghampiri Rey, dan memposisikan kepala Rey di pangkuannya
__ADS_1