
Rey mengacuhkan omelan Ana, ia hanya fokus menyetir agar cepat sampai di tempat tujuan
Sekitar lima belas menit berkendara sampailah mereka di sebuah restoran mewah yang sudah tidak asing lagi bagi Ana
“kenapa kita makan di sini lagi?” Ana merasa heran, Rey mengajaknya makan di restoran yang sama dengan Terakhir kali mereka makan malam di sana saat Ana mendapatkan hukuman lembur dari Rey beberapa hari lalu
“ini Restoran milik keluaraga Mom Zanna. Kita makan disini agar Mom Zanna tidak curiga dan percaya kita benar-benar pacaran karena pasti karyawan disini akan melapor kepada Mom Zanna kalau aku datang kemari bersamamu” Rey keluar dari mobil
“Apa? Jadi Anda memanfaatkan saya untuk itu?!”
“bukan kan mulai sekarang kita harus bersikap seolah-olah seperti sepasang kekasih agar mereka tidak merasa curiga?” tanya Rey membukakan pintu mobil Ana
“Eeee.. benar juga sih” Ana meraih uluran tangan Rey, yang menuntunya keluar dari mobil
“lalu pacar mana yang menyebut pasanganya dengan Tuan, Anda, Bos?” Rey melingkarkan tangan Ana ke lengannya sambil berjalan masuk kedalam restoran
“APA?”
“kau dari tadi menyebutku Tuan, Anda. Itu terlalu formal”
“Lalu aku harus memanggil Anda apa?” Ana duduk di salah kursi dimana Rey yang menarikkan kursi itu untuk Ana
“panggil saja nama ku langsung” Rey duduk tepat di sebrang Ana
“baik Tu.., eh Rey”
“kita harus lebih sering menunjukkan kedekatan kita, kau tidak mau kan mereka curiga?”
“tentu saa tidak...”
“mulai sekarang dan seterusnya, kita harus makan siang dan makan malam bersama saat weekend kita jalan seperti pasangan pada umumnya”
“HAH???”
Niat hati hanya menghindari kencan buta agar ia memiliki waktu lebih untuk menullis novel tetapi perkiraan Ana meleset, dirinya harus ikut berpartisipasi berperan di hubungan palsu ini
__ADS_1
jika Ana tahu harus meluangkan waktu sebanyak itu hanya demi sebuah hubungan palsu pastinya Ana akan berfikir dua kali sebelum menerima ajakan Rey
"Apa di restoran ini tidak ada menu lain? " tanya Ana kepada Rey, saat pelayan menyajikan steak untuk mereka
terakhir kali Ana datang ke restoran itu, mereka juga makan steak. masa iya di restoran semahal ini menunya hanya steak saja? Ana kan ingin mengesplor makanan mahal (mumpung ada yang bayar hihihi)
"ini menu best seller di restoran ini, selain best seller menu ini juga murah" jawab Rey datar
"cih, ngakunya orang kaya tapi tetap saja cari yang murah" ejek Ana
"aku sanggup membeli semua menu termahal di restoran ini. kau tahu kan, restoran ini adalah milik mommy ku?"
"lalu kenapa setiap kita datang ke sini kau selalu memesan makan ini? " tanya Ana heran
"karena hanya menu ini yang mampu kau beli"
"maksudmu?" tanya Ana mengerutkan dahinya bingung
"kau harus membayar makananmu sendiri dan aku akan memotong dari gaji bulanan mu"
"iya benar"
"lalu kenapa aku juga harus membayar?"
"kau sendiri kan yang bilang tidak ingin di bayar? kita melakukan ini karena memikiki tujuan yang sama, sama-sama tidak ingin menghadiri kencan buta. hubungan kita itu simbiosis mutualisme sama-sama saling menguntungkan jadi sangat tidak benar bagi ku harus membayar makanmu, jadi agar kita adil kau bayar makanan mu sendiri aku bayar makanan ku sendiri "
Ana terbengong mendengar penjelasan Rey, Ana tidak pernah bertemu dengan pria se-picik, se-licik Rey. tahu akan serumit ini Ana tidak akan menerima tawaran Rey
"kalau begitu saya mundur dari hubguan ini! permisi" Ana beranjak duduknya dan hendak pergi dari sana namun Rey mencegahnya
"tidak bisa seperti itu"
"kenapa tidak bisa?"
"kita sudah memberi tahu orang tua kita bahwa kita pacaran"
__ADS_1
"bilang saja kita putus"
"tidak semudah itu!"
"aku tidak mau tahu! cari saja wanita lain yang mau melakukan ini! " Ana melepaskan gengaman tangan Rey, lalu berjalan keluar ruangan sambil komat-kamit mengerutu sebal, mentang-mentang memiliki tujuan yang sama. pacaran saja dengan modal uang sendiri -sendiri
sementara itu Rey yang masih berada di ruangan memijat kepala pusing, ia harus membujuk Ana agar tetap mau melanjutkan hubungan palsu mereka
di saat Rey pusing memikirkan cara agar Ana mau menjalankan hubungannya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuklah seorang wanita menundukkan kepalannya
"kau?? " Rey terkejut saat Ana kembali lagi masuk ke ruangan privat mereka, tadinya Ana sangat marah sampai Rey pusing memikirkan cara untuk membujuk Ana, namun kanapa kali ini Ana yang justru datang menghampiri Rey terlebih dahulu?
"aku setuju melanjutkan hubungan ini" lirih Ana namun Rey tidak begitu jelas mendengarnya
"apa? aku tidak bisa mendengarnya... "
"Aku setuju melanjutkan pacar bohongan ini!!" Triak Ana kesal karena ana berfikir Rey sedang mengodanya dengan berpura-pura tidak mendengar
Rey yang tersentak mendengar suara Ana sampai memegangi dadanya, jantungnya berdetak lebih cepat karena terkejut. untung Rey tidak memiliki riwayat jantung, bisa-bisa ia mati karena serangan jantung
"tidak bisa kah kau bicara pelan-pelan?" Rey masih menelus-elus dadanya "kebapa kau tiba-tiba berubah pikiran? " tanya Rey saat Ana duduk kembali di tempatnya
"bukankah kita memiliki tujuan yang sama? " Ana bergaya Cool, ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Rey
bebrapa menit lalu ia marah-marah memutuskan hubungan palsunya, lalu satu menit kemudian dia harus memohon-mohon agar melanjutkan kan kebohingan ini? mau di taruh mana harga diri Ana?
"beberapa saat lalu kau marah-marah menolak ku dan meminta ku untuk mencri gadis lain, tetapi lima menit kemudian kau kembali dan menyetujuinya, apa kah ini tidak terlalu aneh?" tanya Rey ingin mengetahui alasan Ana yang sebenarnya
"jika kau tidak ingin melanjutkan tidak masalah, aku akan cari yang lain" acam Ana, hendak pergi dari sana
"sial" umat Rey "tunggu!! oke oke aku setuju "
trik Ana berhasil, dirinya menggunakan trik yang sama seperti saat ingin menandatangani kontrak dengan Investor yaitu mendesak pihak lain agar segera mengambil keputusan dan ilmu di dunia kerja ternyata berhasil di dunia percintaan, Ana mendesak Rey untuk membuat keputusan iya, terbukti Rey mau tidak mau menyetujuinya
"tapi syarat ku tadi tetap berlaku " ucap Rey mengingatkan Ana jika dirinya harus membayar makananya sendiri
__ADS_1
"tidak masalah" ucap Ana acuh, memulai makan siang yang penuh drama ini