Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 89


__ADS_3

pagi hari ini di rumah Ana di awali dengan sebuah kegembiraan, Mama Iren yang semangat empat lima ingin memasak masakan kesukaan Ana. beliau sengaja membeli di abang-abang tukang sayur dari pada harus pergi kepasar karena pasti tetangganya ingin tahu wanita cantik yang menginap di rumahnya tadi malam, secara tidak langsung Mama Iren membuat pres koom press dadakan di depan rumah


"bang, ndak ada cabe? " tanya Mama Iren suaranya sengaja ia tinggikan, agar para ibu-ibu yang kepo mendekat


"ada bu ini.... "


rencana Mama Iren berhasil, setelah mendengar suara Mama Iren semua ibu-ibu langsung mengruduk abang-abang tukang sayur pura-pura beli sayur tapi nyatanya hanya pengen tahu update berita terbaru


"Eh jeng.. wanita cantik yang nginep kemarin siapa? "


"kenapa tidak lapor RT sih jeng, bisa di tindak lanjuti lho... "


oceh ibu-ibu itu belum mengetahui jika wanita cantik itu adalah Ana. Ana yang di bicarakan keluar, ia meregangkan badanya sejenak saat bangun tidur di depan teras rumahnya


"kau sudah bangun? " tanya Mama Iren


"sudah ma..."


"sini, Kau ingin Mama masakin apa? " Mama Iren sengaja mengajak Ana, sekaligus ingin memberi tahu ibu-ibu itu, jika wanita cantik itu adalah Ana. Ana pun mendekat, dan ikut memilih sayuran di sana


semua ibu-ibu itu berbisik satu sama lain, membicaran Mama Iren dan wanita cantik itu, kenapa mereka menggunakan panggilan Mama?


tak lama kemudian, Rani dan Akira datang ikut nimbrung. semalam Rani di kabari Lyla jika kakaknya Ana sudah pulang, Rani dengan grecepnya datang ke rumah Ana


"tante.. tante...Tante bilang Ana sudah pulang? " tanya Rani ngos-ngosan karena ia berlari sambil menggendong Akira. belum sempat Mama Iren menjawab, mata Rani melihat ke arah Vika, dia bingung kenapa tunangan bos nya berada di rumah sahabatnya? terlebih saat ini dia memakai pakaian Ana


"Nona Vika? Nona Vika ada apa kemari? " tanya Rani heran


"kau kenal dengannya? " Mama Iren sengaja memancing Rani


"iya saya kenal, dia adalah penulis terkenal. buku-bukunya selalu terjual habis, membuatnya menjadi penulis paling kaya di dunia. semua investor berebut bekerja sama dengannya, dan beruntung BOS saya bisa bekerja sama dengan dia, nona Vika ini bukan hanya partner kerja saja melainkan tunangan dari BOS saya" jelas Rani membuat ibu-ibu kepo itu tersentak dengan pencapaian Ana


"Ooo...iya aku baru ingat, aku pernah melihat mu di TV beberapa kali" seru bu Siti pengerak gosip desa


"Oo.. iya aku juga baru ingat, video yang Viral saat di lamar Tuan Rey kan? mantan calon mantunya Bu Iren? " sahut yang lain

__ADS_1


"sekarang juga masih menjadi calon menantu Mama kok bu... " sahut Ana memotong rumpian mereka, sebelum mereka berbicara lebih jauh lagi yang menyakitkan tentunya


"kita borong saja Ma.. Rey bilang dia akan datang lagi dengan ke dua orang tuannya "


"benarkah? "


"hem"


"tunggu... tungguu...kenapa Tuan Rey akan datang ke mari bersama orang tuanya? dan kenapa nona Vika berada di sini? " tanya Rani tambah bingung


"Hissst... kau itu bagaimana sih Ran! masak sama sahabat sendiri lupa! " ujar Ana "ini aku Ana! ibu siti, ibu.., ibu... " Ana sengaja menyebut Semua nama ibu-ibu di sana agar mereka tahu jika dirinya benar-benar Ana


Rani dan Ibu-ibu di sana nelongo tidak percaya. Ana yang ia kenal itu jauh berbeda dari ekspektasinya seratus delalan puluh derajat dari yang saat ini merrka lihat


"sudah jangan melongo, nanti aku jelaskan di dalam" ujar Ana mengajak Rani masuk ke dalam


setelah memboronh dagangan abang tukang sayur, Ana memberikan uang tips lebih kepada abangnya "bantuin masukin sayuran ke rumah ya bang" ucap Ana


"siap mba... " ujar abang tunkang sayur itu gembira, baru juga keluar jualan kini daganganya sudah habis terjual, terlebih ia mendapatkan tips yang bisa ia gunakan untuk bertahan selama satu bulan ke depan tanpa jualan sayur


"Rey? " Ana tetkejut dengan ke datangan Rey yang pagi-pagi sekali ke rumahnya, dia saja masih belum mandi, masih menggunakan daster khas ibu-ibu


"Ana...! " panggil Rey keluar dari mobilnya langsung memeluk Ana "aku merindukan mu" gombal Rey


"kemarin juga ketemu, kau tidak perlu lebai begitu! " kesal Ana menyudahi pelukkannya


"Rey tidak lebay cantik, Rey sangat mencintai mu sampai dia tidak bisa tidur dan memaksa kami untuk segera melamar mu" ujar Mom Zanna berjalan mendekat


"tante...tante apa kabar? " Ana langsung memeluk menyambutnya dengan ramah


"kabar baik cantik... kau semakin cantik saja" seru Mom Zanna


"tente bisa aja.. " Ana tersipu malu


...***...

__ADS_1


Ana membawa keluarga Rey untuk masuk ke dalam, mereka untuk pertama kalinya bertemu duduk bersama. Ayah Ana yang tiba-tiba saja sembuh juga ikut berdiskusi mengenai pembahasan pernikahan Rey dan juga Ana, sementara Lyla dan Rani berada di dapur memasak, makanan yang tadi ia beli di abang tukang sayur


"jadi kalian ingin melaksanakan pernikahan kapan? " tanya Dad Alvan


"pekan depan... Bulan depan.. " seru Rey dan Ana bersama


"jadi yang mana? bulan depan atau pekan depan? "


"pekan Depan Dad! "


"jagan gila kau Rey, kita belum mempersiapkan segeala sesuatunya " kesal Ana


"kau tenang saja semua akan siap, pekan depan "


"tapi-"


"Mama Iren dan Ayah Edwin bagaimana? setuju? " tanya Rey menotong pembicaraan Ana


"Mama setuju-setuju saja Rey, umur Ana tahun ini mau menginjak 33th jadi semakin cepat semakin bagus tapi Mama ingin setelah menikah Ana harus segera hamil"


"Maa! "


"siap Ma, akan Rey laksanakan segera" ujar Rey dengan senang hati menatap Ana dengan tatapan nakal


"ayah.. " Ana memanggil ayahnya dengan manja, berharap ayahnya itu membelanya


"kami serahkan segala sesuatunya kepada kalian " Jawab Ayah Edwin mempersiapkan semua kebutuhan pernikahan kepada keluarga Rey


"Ayah... " Ana kesesal dengan Ayahnya yang malah menyetujui menikah dalam waktu dekat ini, ia masih ingin bersama ayahnya setelah sekian tahun berpisah


"Ana..., cepat atau lambat kau juga harus menikah, kau harus pergi dari rumah ini ikut bersama suami mu. kepergian mu kemarin mambuat Ayah belajar melepaskan mu bersama suami mu dan sekarang ayah sudah terbiasa, kau masih bisa sering kemari" jelas Ayah Edwin panjang lebar menyentuh hati Ana yang palinh dalam


"ayah... " Ana memeluk ayahnya dengan penuh cinta, Ayah Edwin pun membalasnya dengan tak kalah hangatnya


"dengar Rey, jangan sekali-sekali kau menyakiti putri kesayangannya ayah. jika kau berani menyakiti putri ayah, kau berhadapan dengan ayah langusng " titih ayah Edwin

__ADS_1


"tidak akan ayah" jawab Rey mantap


__ADS_2