
Supuluh menit kemudian Ana sudah selesai di dandani, Hair stylist membawanya ke hadapan Rey
"Tuan, Nona Ana sudah siap"
"ya, tunggu dua menit aku ingin mengirim email terlebih dahulu" jawab Rey masih fokus dengan I-pad nya
Hair stylist pun meninggalkan Ana dan Rey berdua saja di ruangan itu. Ana dengan sabarnya menunggu Rey menyelesaikan pekerjaannya
"Ayo kita jalan... " Rey menatap ke arah Ana, seketika Rey terkesima dengan penampilan Ana yang menawan menggunakan gaun
"kenapa kau menatap ku seperti itu? " Ana menjadi salah tinggah saat Rey tidak berkedip menatapnya
"tidak apa" Rey memutus kontak matanya "Ayo kita jalan, kita sudah terlambat " Rey berjalan keluar duluan, mininggalkan Ana di belakang
"siapa suruh mampir ke sini dulu" grutu Ana menyincing gaunnya yang melambai sampai kebawah, lalu berjalan keluar menyusul Rey
sekitar lima belas menit mereka berkendara, sampailah Rey dan Ana di sebuah bangunan besar super mewah, sama persis dengan foto yang di perlihatkan Lyla
"Astaga, ini benar rumah mu? " tanya Ana dengan mulut terbuka, mengagumi keindahan Mansion milik keluarga Mirzan
"cepat turun, Mom dan Dad pasti sudah menunggu kita" ucap Rey melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil
benar saja, suara mobil Rey terdengar sampai dalam Mansion dan Mom Zanna seketika itu langsung bergegas ke depan untuk menyambut calon mantunya
"Hai Cantik.., kenapa terlambat? " Sapa Mom Zanna menghampiri Ana dan langsung mengandengnya masuk kedalam, Rey yang melihat itu memutar bola matanya malas sambil terus berjalan di belakang kedua wanita bede generasi itu
"kau terlihat semakin cantik mengenakan gun" Puji Mom Zanna
"terima kasih tante" Ana hanya ikut saja arah Mom Zanna yang membawanya ke ruang makan
"Daddy mana Mom? " tanya Rey saat mereka telah sampai di ruang Makan dan melihat Daddy nya belum ada di sana
"mungkin masih di atas, sebentar lagi juga turun"
"maaf tante toilet sebelah mana ya? " tanya Ana yang sejak di jalan sudah menahan buang air kecil
"sebentar ya cantik.. " Mom Zanna memanggil Bi Una kepala pelayan di Mansion "Bi.. Bi Una..! "
"Iya.. Nyonya" ucap Bi Una berlarian, menghampiri Mom Zanna
"tolong antarkan Ana ke Toilet"
__ADS_1
"baik Nyonya" patuh Bi Una "silahkan Nona" Bi Una mempersilakan Ana
selama perjalanan ke arah Toilet, Ana mengajak ngobrol Bi Una dan juga melepaskan semua rasa penasarannya dari tadi ia tahan
"Bi, yang tinggal di sini berapa orang?"
"hanya Nyonya, Tuan dan Den Rey. Non"
"Apa? hanya tiga orang saja? kalau anggota keluarga hanya kecil kenapa harus membuat rumah sebesar ini?"
"rumah ini adalah mahar dari orang tua Nyonya Zanna, Non. jadi jika Tuan Alvan ingin menikah dengan Nyona Zanna, beliau harus membangun rumah ini"
"Wahh...!! hebat juga ya..." Ana mengagumi kesungguhan Dad Alvan yang serius menikahi Mom Zanna " tapi apa tidak capek, memberaihkan rumah sebesar ini? "
"di sini ada sekitar dua puluh pelayan yang bekerja di bidangnya masing-masing nona, ada yang memasak, menyapu, mengepek, berkebun dan pekerjaan yang lainnya"
"Ck, ck, ck, ck aku rasa ini bukan rumah keluarga Mirzan melainkan rumah kalian, anggota keluarga aja lebih sedikit dari pada pelayan disini"
"Nona bisa saja... "Bi Una tertwa dengan lelucon yang di buat Ana
Jarang wanita yang di bawa Rey ke Mansion memiliki rasa humor yang sama dengan pelayan, karena wanita yang datang ke sana pasti ia merasa seperti ratu yang harus di perlakukan baik dan baru Ana wanita yang mau bercengkerama dengan seorang pembantu dengan tidak memandang derajat seseorang
"nona kita sudah sampai " Bi Una mempersilakan Ana untuk masuk ke dalam toilet
"Gila!!! Rey benaran seorang sultan? kramiknya saja berlapis emas?" Ana menelusuri setiap inci kamar mandi di sana
Tok tok
"Nona, Anda sudah di tunggu Tuan dan Nyona di ruang makan" Bi Una memperingatkan Ana agar segera bergabung untuk makan malam
"i-iya Bi " jawab Ana
Ana berasa seperti sedang berwisata sekolah melihat dekorasi -dekorasi mewah, sekejab tersadar dengan tujuannya ke sini saat Bi Una mengetuk pintu mengingatkannya
Ana yang baru pertama kali menggunakan gaun, sedikit binggung bagaimana caranya dirinya membuka baju untuk buang air kecil
setelah perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya Ana bisa menuntaskan hajatnya
*
*
__ADS_1
Kini Ana sudah bergabung makan malam bersama dengan keluarga Mirzan, Ana sedikit canggung dan gugup karena ini pertama kalinya ia bertemu langsung dengan pemimpin sekaligus pendiri Isaac Group yaitu Dad Alvan
"siapa tadi nama mu? " tanya Dad Alvan di tengah-tengah kegiatan makan malam mereka
"A-Ana Tuan" jawab Ana tergagap-gagap
"Jangan terlaku formal, panggil aku Dad saja, lagi pula kau adalah calon istri anak Rey..."
ukhuk ukhuk
Ana tersedak dengan makananya saat Dad Alvan mengatakan calon istri Rey
"kau tidak apa -apa? " tanya Rey perhatian memberikan air minum untuk Ana
Ana menerima air yang di berikan Rey, dan langsung meminumnya sampai habis
"Maaf.. "lirih Ana meresa tidak enak hati karena sudah berbuat malu, dengan tersedak
"kau tidak apa -apa? " Rey mengelap mulut Ana dengan nampin. ia sengaja melakukan ini di hadapan ke dua orang tuanya
"aku baik-baik saja" Ana yang tidak terbiasa di perlakukan seperti itu, dan malu diperlakukan seperti itu di depan orang tua Rey segera mengambil alih nampin yang di pegang Rey
"kapan kalian segera menikah? " tanya Dad Alvan lagi
"tidak perlu buru -buru Dad, ayah Ana masih berada di Amerika"
seketika itu Ana membelalakkan matanya sempurna menatap ke arah Rey, karena belum pernah sekalipun Ana memberi tahu Rey jika ayahnya sekarang ini berada di Amerika
"Apa pekerjaan orang tua mu? " tanya Dad Alvan kepada Ana
"Ee.. "
"beliau bekerja di perusahaan tambang minyak, beliau di tugaskan untuk memegang kendali di cabang Amerika " potong Rey
lagi-lagi Ana di buat tercengang dengan pengetahuan Rey mengenai keluarganya, masalahnya tetangga Ana tidak ada yang mengetahui ayahnya bekerja di mana, mereka hanya mengetahui jika Ayah Ana merantau di luar negeri tapi mengapa Rey mengetahui semunya dengan detail?
"dari mana kau tahu semua informasi tentang ayah ku? " bisik Ana
"informasi sekecil itu tentu saja bisa aku dapatkan dengan mudah" jawab Rey sombong
"tidak perlu langsung menikah kalian bisa bertunangan dulu" nimbrung Mom Zanna
__ADS_1
"Tu-tunangan? " jawab Ana terbata-bata