
“benar kau seketariis baru nya Rey?” tanya Mom Zanna lagi
“I-iya tante”
“memang dia tidak salah pilih” Mom Zanna duduk di sebelah Ana sambil terus membelai wajahnnya dengan mata yang berbinar-binar
“tidak salah pilih? maksud tante?”
“tidak apa-apa, lupakan ucapan tante barusan...oh iyaa kamu kenapa disini? Kau tidak berangkat kerja?”
“saya mengambil cuti tante, mau memeriksakan kaki saya”
“OMG!! Kau kenapa cantik?” terik Mom Zanna saat melihat kaki Ana yang di balut perban, sampai Ana tersentak terkejut
“tidak apa-apa tante, ini hanya terkilir saja”
“permisi..benar ini rumah Nona Ana” tanya seorang pria menghampiri Mom Zanna dan Ana
“Kau siapa?” tanya Mom Zanna dengan tatapan tidak suka kepada pria itu
“saya ojek online nyonya" jawab pria itu sopan memperkenalkan dirinya "benar ini dengan nona Ana yang tadi memesan ojek mobil?” tanya pria itu
“iyaa, mas benar saya yang pesan” jawab Ana siap-siap untuk berdiri
“tunggu dulu” cegah Mom Zanna memegangi tangan Ana “kamu mau kemana cantik?”
“maaf sekali tante, harus saya tinggal dulu, saya mau ke rumah sakit untuk cek up”
“kau mau kerumh saakit di antar dia?” Mom Zanna sedkit tidak terima jika calon mantunya beduaan dengan pria lain
“iya tante”
“tidak bisa!..Mom tidak bisa membiarkan Calon menantu Mom pergi dengan pria lain"
"A-apa? Calon? calon apa...? " Ana terbata-bata saat mendengar orang tua dari Bos nya itu mengaku-aku sebagai calon mertuannya
"cantik kau batalkan saja pesanannya!...lebih baik kau pergi saja biar dia saya yang antar” tukang ojek itu diusir oleh Mom Zanna
“tidak bisa begitu tante, kasian abang tukang ojol nya sudah datang kemari” bela Ana
__ADS_1
“baik lah, ini uang untuk pembatalan pesanannya” Mom Zanna memberikan uang gambar pak seokarno sebanyak lima lembar
“tan-tante...” Ana tidak bisa berkata-kata, ia terkejut dengan uang yang di berikan mom Zanna karena uang yang di berikan itu sepuluh kali lipat dari tarif taxi online yang ia pesan, terlebih lagi Ana takut jika harus menganti uang itu
“baik nyonya saya permisi dulu” pamit abang ojol dengan senyum sumringah karena mendappat rejeki nomplok
"Mas! mas! kenapa malah pergi! " panggil Ana,
"cantik, kenapa kau memanggil dia? kau kan Mom yang antar"
“tante kenpa melakukan itu?”
“kan sudah Mom bilaang aku ingin mengantarmu periksa”
“tapi..tapi..”
“tidak ada tapi-tapi, sudah buruan masuk ke mobil” Mom Zanna berjalan duluan masuk ke dalam mobil yang tidak jauh terpakir di depan rumah Ana
“apa semua orang kaya suka menghambur-hamburkan uang?” lirih Ana berjalan ke arah mobil Mom Zanna
Ana heran tidak anak, tidak juga ibunya selalu memberikan uang kepada orang lain dengan mudahnya. membuat jiwa miskin Ana tidak terima
Rumah Sakit Internasional
beliau menganti dokter yang sebelumnya sudah membuat janji dengan Ana, dengan dokter ahli sepesialis saraf yang satu kali konsultasi tarifnya bisa jutaan rupiah
Harga yang sangat fantasis bagi Ana yang hanya berkonsultasi tentang kakinya yang keseleo
Ana sudah berusaha menolaknya tapi apa adaya Mom Zanna tidak membiarkan dirinya kesempatan berbicara, mau tidak mau Ana hanya bisa pasrah dan menurut
“HaloTuan, tidak bisakah ibu Anda tidak melakukan ini?” ucap Ana mengurung diri di salah satu kamar mandi rumah sakit pasca ia selesai di periksa, ia ingin mengadu kepada Rey lewat sambungan telefon
“ibu ku?” Rey agak bingung saat Ana mengucap kata ibu karena Rey lebih sering memanggil Mom dari pada ibu
“iya, ibu Anda”
“memangnya apa yang dia lakukan?”
“beliau melakukan banyak hal! tadi beliau mengatar saya cek up ke dokter, kemudian menganti dokter saya dengan dokter sepesialis, bahkan beliau juga membayar semua tagihan rumah sakit..saya menjadi tidak enak tuan”
__ADS_1
“APA?”
“Tuan tolong saya, tolong bilang ke ibu Anda jangan seperti ini” wajar saja Ana merasa takut, ia baru tiga kali bertemu dengan Mom Zanna tapi sudah sebaik ini? Bagaimana Ana harus menebusnya? jagan bilang Ana akan di jual di pasar gelap kan? Karena biasanya penjahat memperlakukan mangsanya dengan baik
“Kau terima saja, anggap saja ini sebagai bentuk perhatian perusahaan kepada karyawannya” ucap Rey enteng
“Apa? Perhatian? Tapi tuan....”
“sudah dulu, aku ada rapat sebentar lagi”
Tut tut
Rey memutus sambungan telefonnya
“Ada apa Tuan?” tanya Jay penasaran
“Mom Zanna bergerak lebih cepat dari yang aku kira”
“Nyonya?”
“dia pergi ke rumah sekertaris itu” Rey melihat ruang kerja Ana yang ada tepat di depan kantornya
“jadi yang tadi telefon adalah nona Ana?”
“Hem, dan Mom Zanna percaya jika aku memiliki hubungan dengan dia, bahkan Mom Zanna sekarang mengantar dia ke rumah sakit” Rey berdiri dari duduknya, merapikan jasnya kemudian berjalan keluar ruangan untuk menghadiri rapat
“Apa? Bagaimana nyoya dengan mudah mempercayainya?” tanya Jay mengekor di belakang Rey
“sejak awal bertemu Mom Zanna sudah tertarik padanya,karena dia adalah satu-satunya gadis yang tidak tertarik dengan harta”
Ting
Suara notif pintu lift terbuka, Rey dan Jay masuk kedalamnya
“tapi tuan, menurut ku Anda sudah sangat keterlaluan mempermainkan nona Ana. Bagaimana jika nona Ana tahu Anda yang memanipulasi ini? Bagaimana dengan perasannya? Aku dengar nona Ana sudah sering di tolak oleh pria dan bisa jadi Anda adalah pria pertama yang mendekatinya, jika nanti nona Ana jatuh cinta sungguhan dengan Anda bagaimana? tapi anda hanya pura-pura menyukainya” Jay terus saja memperingati Rey
Jay masih memiliki sedikit hati nurani daripada Rey. Gadis polos seperti Ana memang sangat mudah jatuh cinta, meski umur sudah lumayan tapi tetap saja urusan hati Ana masih nol pengalaman
Rey yang tidak suka mendengar itu, menatap Jay dengan sangat tajam, untung itu hanya sebuah tatapan jika itu pisau pasti Jay sudah di mutilasi sekarang juga
__ADS_1
“kenapa kau sangat peduli kepadannya?” tanya Rey Penasaran
“Eeee..saya hanya mengutarakan opini saya tuan, saya tidak ingin dua belah pihak terluka dan tersakiti hanya karena masalah seperti ini. seandainya saja Nona Ana mengetahuinya kemudian nona Ana marah terus dia menggundurkan diri lalu bergabung ke perusahaan seberang maka kita yang akan rugi Tuan. seperti yang Tuan tahu Nona Ana sangat berbakat, akan berbahaya jika nona bergabung dengan Thomsom Group" jelas Jay mengutarakan kemungkinan yang bisa saja terjadi