
"Nona Agela, anda telah resmi di cabut dari status warga negara Amerika" ucap perwakilan keduataan itu kepada Agela
"What?? apa maksudmu, aku dideportasi dari AS? "
"kami sudah Menerima laporan tentang anda yang melakukan kekerasan terhadap Anak, mantan suami Anda mengajukan gugatan hak asuh dan juga pembatalan kewarganegaraan Amerika. jadi kami ke sini sebagai perwakilan AS menyerahkan dokumen pembatalan kewarganegaraan. mulai detik ini Anda sudah buka warga negara Amerika Serikat"
Agela menatap hampa deretan tulisan itu, dia mulai mengingatkan apa yang di bicarakan Rey tadi. Ternyata ini adalah hadiah yang di maksudkan Rey tadi
"tidak...tidak mungkin! hidupku tidak mungkin hancur seperti ini!!! Dasar David Brengsek!! " triak Agela, menyobek dokumen yang ia pegang menjadi bagian paling kecil
"Agghhh!!!!! hidupku tidak mungkin hancur semudah ini" Agela mencengkram kerah baju duta besar Amerika tersebut
Agela sudah berada di puncak amarhnya, ia akan membunuh siapa saja yang berada di dekatnya. seakan tidak peduli hukuman akan bertambah berat jika dia melukai seseorang
"diamana David?! Diamna Dia? akan kubunuh dia!!! " ujar Agela menyeringai, matanya sudah memerah karena marah. tatapanya tajam, menusuk lawanya. membuat duta besar itu ngeri bertatapan langsung dengan Agela
para polisi yang berjaga di sana tidak tinggal diam, mereka segera melumpuhkan Agela sebelum ada korban nantinya
"Aaggghhhh!!!!! lepaskan aku!!! akan ku bunuh kalain semua!!! " triaknya berontak, setelah polwan berhasil melumpuhkan tidak Anarkisnya
para polwan itu tidak Punya pilihan lain selain mengikat Agela dengan tali tambang kembali. sepertinya malam ini Agela akan tidur dengan tubuh yang terikat lagi
...***...
di luar kantor polisi Rey menatap gedung kepolisi itu dengan perasaan lega. tugas utamanya sudah selesai, kini ia tidak perlu datang lagi kemari
"sudah waktunya pergi tuan" Jay mengingatkan Rey
"hem " jawab singkat Rey
Jay membukakan pintu penumpang untuk Rey, sementara dia berjalan ke depan dan duduk di bangku kemudi
"kita ke kantor dulu" perintah Rey
__ADS_1
"baik Tuan" Jay mulai menyalakan mesin mobil tersebut, dan mengendarainya pergi dari halaman kantor polisi
Di Kantor
Mom Zanna yang sudah menunggu Rey di ruanganya dengan perasaan khawatir, Rey sudah dua hari tidak pulang ke Mansion. perasaanya menjadi tidak karuan setelah mendengar keputusan Rey yang akan tinggal di Jerman
"duduk lah, Rey sedang dalam perjalanan kemari" ujar Dad Alvan duduk di kursi kerja yang biasanya Rey duduki
Mom Zanna yang sangat khawatir dengan anaknya yang sudah dua hari ini tidak ia lihat. mondar mandiri di depan meja kerja Rey
"bagaimana aku bisa tenang? aku tidak pernah jauh dari Anak ku! sudah dua hari Rey tidak pulang"
"Rey sudah bukan anak kecil lagi, kau tidak lihat bagaimana dia menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan kita? " Dad Alvan mengingatkan Mom Zanna jika Rey sudah bisa menjaga dirinya sendiri. buktinya dia mampu mengatasi Agela sendirian
"tapi... aku masih tidak tenang jika Rey sendiran di luar sana"
"sudah lah.. Rey sudah dewasa dia tahu apa yang dia pilih. kita sebagai orang tuanya hanya bisa mensuport keputusannya" Dad Alvan mengampiri Mom Zanna, membawanya dalam pelukan hangat, agar wanita itu sedikit lebih tenang
"Mom? Dad? kalian di sini? " Rey membuka pintu ruangkerjanya dan terkejut Ada Mom dan Daddy-nya yang sedang bermesraan
"sedang apa kalian di ruangan ku? " tanya Rey
Mom Zanna yang sudah tidak mendapat kabar Rey, dua hari langsung menghampiri Rey dan memukulnya dengan gemas "dasar anak kurang ajar! bikin orang tua khawatir saja! "
"Mom...! " Rey berusaha menahan tangan Mom Zanna
Rey kesal dengan Mom Zanna yang memukulnya, baru juga bertemu sudah di hadiahi pukulan namun rasa kesal itu seketika hilang saat sedetik kemudian Mom Zanna menangis di dalam pelukan Rey
"Mom? Are you Cry?" Rey tidak menyangka Mommy-nya akan menangis sesenggukan seperti itu
"dasar anak jahat! kanapa kau tidak bilang rencanamu menghancurkan Agela kepada mom? hiks" Mom Zanna yang masih kesal, karena tidak di libatkan dalam Masalah Agela masih memukul-mukul dada bidang anaknya dengan kasih sayang
"Mom yakin bisa menjaga rahasia ini jika aku cerita kepada Mom? " Rey yang paham dengan rasa khawatir Mommy-nya langsung memeluknya menenangkan wanita pertama dalam hidupnya
__ADS_1
"Ck, kau ini meremehkan Mommy" Mom Zanna memukul lengan kekar Rey dengan sebal
"sudahlah Mom, semua sudah berlalu. Agela sudah mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang ia perbuat "
"tapi Rey... kenapa kau harus pergi? kau tahu Mom tidak bisa hidup tanpa mu? " Mom Zanna mendongakkan kepalanya menatap wajah Rey
"Ayolah Mom... aku ini sudah dewasa. aku sudah bisa menjaga diri ku sendiri. lagi pula Mom kan juga bisa mengunjungi ku Di Jerman" Rey melepas pekukkannya
"apa Ana tahu kau akan pergi? "
Deg
saat nama Ana di sebut, hati Rey tiba-tiba gemetar. namun ia sadar Ana sudah bukan siapa-siapanya lagi, Ana sebentar lagi akan menikah. Rey cepat atau lambat harus melupakannya
"Mommy tahu sendiri hubungan ku denganya adalah palsu, tidak ada untungnya aku memberi tahunya"
"Mom tahu sekarang, kau pergi karena Ana kan? kau tahu Ana akan menikah dengan orang lain. maka dari itu kau ingin pergi dari sini sejauh mungkin, seperti keinginan mu yang ingin jauh -jauh membuang semu kenangan kalian? "
"Mom.. sudah lah. aku pergi karena aku mengingatkannya" Rey memalingkan wajahnya, menutupi kebohongan
"lihat wajah Mom Rey" Mom Zanna menangkap wajah Rey, agar melihat ke dalam matanya "kau pergi, karena tidak ingin melihat Ana menikah dengan orang lain kan? "
"Mom.. " jawab Rey gugup, memang itu alasan utama Rey pergi dari Indonesia. dia tidak ingin melihat wanita yang sangat ia cintai menikah dengan pria lain
"jawab Rey... " desak Mom Zanna
"aku harus jawab apa Mom? mencegahnya agar tidak menikah dengan Zen? dan memaksa menikah dengan Rey? aku tidak ingin Mom! saat aku menikahinya tapi perasaanya tidak untuk Rey.dia mencintai pria lain Mom!" Rey melepas tangan Mom Zanna yang ada di wajahnya
"tidak Rey! itu tidak benar! Mom sangat yakin jika Ana juga mencintai mu"
"Cih, mencintai ku? kalau dia mencintaiku, dia tidak akan mengundurkan diri Mom! dia tahu betul saat hubungan palsu kita terbongkar, hanya hubungan kerja yang bisa membuat kita bisa saling bertemu dan berkomukasi. tapi dia memilih untuk mengundurkan diri.demi pria itu! itu artinya Ana tidak memiliki perasaan terhadap Rey! "
"tapi Rey... "
__ADS_1
"sudahlah Mom...keputusan Rey sudah bulat. dua puluh menit lagi penerbangan Rey. Rey harus pergi kebandara sekarang juga" Rey segera mengalikan topik pembicaraan. jika dia terus-terusan membahas Ana, Rey pasti akan berat untuk pergi "jaga diri kalian Mom, Dad" pamit Rey kemudian keluar dari ruangan tersebut
Mom Zanna hanya menangis menatap kepergian Rey, Dad Alvan yang dari tadi berdiri di sana segera memeluk Mom Zanna memberinya kekuatan