Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 85


__ADS_3

Berita lamaran Rey kemarin benar-benar sangat Viral. Mom Zanna yang mengetahui anaknya melamar seorang perempuan dari siaran Televisi langsung menghubungi Rey, dia ingin menanyakan kebenaran hal itu karena selama dua tahun ini Rey selalu menolak untuk menjalani kencan buta namun kenapa tiba-tiba anak semata wayangnya itu melamar seorang perempuan?


"Hallo Mom, kenapa pagi-pagi sudah mengaggu ku? " lirih Rey dengan suara khas bangun tidurnya


"...."


"bukankah Mom, minta aku segera menikah? kenapa Mom yang ribut aku melamar seorang?" Rey mulai beranjak dari tidurnya


"...."


"tidak ada rencana apa pun, tidak ada hubungan palsu! dia sungguh calon istriku Mom... " Rey berjalan ke arah balkon kamarnya, Apartemennya yang berlantai sepuluh menyuguhkan pemandangan indah saat pagi hari


"..."


"Mom tidak perlu khawatir bibit bebet bobot nya, Mom sudah tahukan seberpa hebatnya dia? "


"...."


"sudahlah Mom tenang saja, Mom akan segara bertemu dengannya. hari ini aku dan dia akan kembali ke Indonesia " Rey menutup sabungan telfonnya. dia menatap ke arah samping melihat balkon tetangganya, tak lama tetangganya itu juga keluar ke balkon


"hai sayang.... " sapa Rey tersenyum ramah


"Rey?? kanapa kau ada di sana? " Ana terkejut sejak kapan Rey menjadi tetangga apartemennya?


"Rey!! apa kau sudah Gila??!!! " Ana sangat shok saat Rey memanjat pembatas balkon dan melompat pindah ke balkon milik Ana


"Apa kau sudah Gila?! kau bisa mati kalau terjatuh!! "Kesal Ana, tentu saja Ana kesal apa yang di lakukan Rey memang sangat berbahaya! mereka saat ini berada di lantai sepuluh, akan sangat mustahil jika orang terjatuh dari sana akan selamat


"tenang saja, aku tidak ingin mati dalam waktu dekat ini. karena aku ingin menikahi mu" jawab Rey santai berjalan masuk ke dalam apartemen Ana


Ana hanya bisa memutarkan bola matanya malas, Rey selalu saja berbuat seenaknya sendiri

__ADS_1


"Jadi ini tempat persembunyian mu selama dua tahun? " tanya Rey mengitari Seluruh sudut apartemen Ana, kemudian ia duduk di sofa ruang tamu


"tidak. aku baru pindah ke mari sekitar satu tahun lalu... " Ana berjalan ke dapur membuatkan Rey minuman hangat


"lalu selama ini kau dimana? "


"aku membeli rumah dekat pantai di Indonesia, selama satu tahun aku di sana. menenangkan diriku mendangar gremricuk air laut" ana berjalan mengampiri Rey, kemudian memberikan minuman hangat yang tadi ia buat untuk Rey


"Lalu kenapa kau memutuskan untuk ke Parancis?"


"Tentu saja untuk pekerjaan "


" Lalu kenapa membuka jati dirimu sebagai Casper?"


"aku hanya ingin membuktikan jika aku bisa sukses! kepada orang -orang"


"kenapa kau baru membuktikannya sekarang? kenapa tidak dari dulu? aku yakin waktu itu kekeyaan mu sebagai penulis Casper melibihi kekayaan keluarga Mirzan"


"apa yang terjadi dengan mu setelah kau pergi dari rumah? kenapa kau mematikan semua saluran komunikasimu? "


Ana menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjelaskan semua pengalaman menyakitkan dalam hidupnya itu


"batalnya pernikahan ku dengan Zen sangat tersebar luas, di desa ku. mereka mengolok-ngolok aku sebagai perawatan tua yang tidak laku! aku bisa menerima semua hinaan itu namun aku tidak bisa menerima jika Mama dan ayah dihina juga, aku tahu mereka juga sangat sakit hati mendengar Anaknya di hina namun mereka tidak mengatakannya. suatu malam aku bertekad untuk mengubah hidupku dan membuktikan kepada mereka jika aku adalah wanita mandiri, kaya dan cantik.... "


Falsback on


malam itu setelah berbicara dengan Rani, Ana selalu terngiang-ngiang dengan salah satu ucapan Rani 'jika saja kau terlahir kembali sebagai orang kaya' . Ana bisa melakukanya, Ana menggunakan identitas Casper untuk melawan mereka


sejak saat itu Ana memutuskan ingin mengungkapkan identitasnya sebagai Casper ke publik. Malam itu juga Ana pergi dari rumah. dia hanya mengambil lepop yang bisa membuktikan jika dia Casper ke Manajer Margaretha


Malam itu Ana pergi ke rumah Margaretha dan mengrus semua harta yang ia kumpulkan selama ini secara diam-diam atas nama Casper ke namanya yang asli

__ADS_1


kabar kemunculan identitas Casper langsung terdengar ke telinga Dara. selain penasaran dengan identitas Casper, Dara sangat berhutang budi kepada Casper karena saat perusahaan lain menolaknya untuk bekerja tapi Casper mengulurkan tangannya membantu Dara, Dara tidak kenal siapa itu Casper dan kenapa dia ingin membantunya? tapi yang jelas Dara sangat berterimakasih atas bantuan Casper memberikannya pekerjaan, dia Bisa membiayai sekolah putranya, Dara juga bisa membiayai keluarganya


"Jadi kau Casper? " Dara terkejut saat Ana baru saja selesai mandi, Dara sudah duduk di sofa mentap dirinya


malam itu sudah sangat larut, Ana memutuskan untuk menginap semalam di rumah Ibu Margaretha baru ke esokan harinya dia akan mengadakan jumpa fans untuk mengakui identitasnya sebagai Casper


"kau sudah datang? cepat kau urus wawancara ku besok" acuh Ana, bejelan hendak masuk kedalam kamarnya


Ana tahu jika Dara tidak menyukainya, dan saat ini Mood Ana juga sedang buruk. dia tidak ingin ada keributan


"kenapa kau membantu ku? kenapa kau baik padaku? padahal aku selalu jahat kepadamu?! " tanya Dara


"itu tidak penting lagi! cepat urus saja pekerjaan mu... " Ana yang engan untuk meladeni debatan Dara


Keesokan paginya


Ana sudah bersiap untuk mengungkapkan identitasnya namun ada suatu hal yang tidak terduga terjadi, wartawan tidak datang!


Dara mengetahui sebab kepergian Ana dari rumahnya dan Dara bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh Ana saat ini hanya ingin membuktikan jika dirinya sukses. namun Dara tidak ingin Dara keluar dengan penampilan kribo seperti itu


"Apa maksud mu ini bukan waktu yang tepat? " tanya Ana


"jika kau keluar dengan penampilan mu itu, orang akan semakin menghujat mu. bukan katena kesuksesanmu namun karena penampilanmu. jika kau ingin membuktikan kau adalah orang hebat buktikaan, dengan cara yang habat juga! bungkam semua mulut -mukut itu dengan kehebatanmu.. sekali ini saja kau percaya padaku" mohon Dara kepada Ana untuk mempercayainya. karena saat ini Dara benar-benar ingin menolong Ana. rasa dengki iri hati yang pernah tertanam sewaktu sekolah kini sirna saat Dara mengetahui kebaikan Ana


setelah diskusi, menimbang dan di bujuk oleh ibu Margaretha Ana memutuskan untuk menunda pengakuannya. Ana membeli rumah atau lebih tepatnya pulau kecil dekat panatai di sekitaran Jakarta untuk tempatnya tinggal


selama satu tahun lebih Ana berusaha keras membentuk tubuhnya. setiap hari Ana habisakan untuk berolahraga, mempoles dirinya agar mendapatkan tubuh ideal dan cantik


Ana sengaja memutus komunikasi mengenai keluarganya. karena jika dia mendapat kabar atau melihat foto keluarganya Ana pasti akan menyerah dan lebih memilih kembali kepada keluaraganya. Cacian, makian, hinaan dan rasa sakit hati dijadiakanya sebagai motivasi Ana setiap harinya untuk menjadi lebih baik


flasback Off

__ADS_1


__ADS_2