
Acara pertemuan
Rey, Ana dan Jay sedang berada di aula hotel bersiap untuk mempresentasikan project mereka. satu persatu para perwakilan perusahan lain sedang mempresentasikan peroject mereka
Saat ini sedang berlangusung presentasi dari persusahaan saingan Isaac Group yaitu Thomson group, perusahan dimana Dara bekerja. setelah perusahan itu selesai maka gilirannya Ana untuk presentasi mewakili Isaac Group
Ana sangat gugup sekali dan takut, bukan karena dia nervous ingin presentasi melainkan dirinya lupa membawa materi prsentasi, karena keberangkatan yang sangat mendadak Ana terburu-buru sehingga ia hanya mempersiapkan bajunya dan melupakan hal paling penting tujuanya ia datang ke Bali
jangan ditanya bagaimana reaksi Rey, tentu saja dia sangat marah. Dia sudah jauh-jauh datang kesini jika kehilangan kontrak kerja, sebagai pembisnis tentu saja dia akan rugi besar
“kasih saya waktu lima belas menit, saya akan membuat materi baru” ucap Ana bertanggung jawab atas kelalaianya
“apa kau pikir, kau itu bisa?!” ucap Rey menyeringai
“kita tidak punya banyak waktu nona, sebentar lagi giliran perusahan kita” timpal Jay
“aku akan berusaha! tolong ulur waktunya” pinta Ana
Rey dan Jay saling memandang meminta jawaban satu sama lain. Rey menanggukkan kepalanya menyetujui permintaan Ana untuk mengulur waktu. Rey tidak punya pilihan lain, selain memberikan Ana kesempatan dan tidak ada salahnya mereka mencoba
Rey mulai mengajukan pertanyaan kepada team Dara. disini Rey mengeksploitasi team Dara, Rey terkesan ingin menjatuhkan lawan namun kenyataannya Rey ingin mengalihkan perhatian semua orang agar mereka semua tidak menyadari kekurangan di teamnya
Saat Rey terus menerus mengulur-ulur waktu, tangan Ana sangat lincah bermain di keybord leptopnya. Pengalaman bertahun-tahun menulis sangat memudahkan Ana mengetik, dalam waktu singkat, Ana sudah bisa mengetik dua puluh lembar halaman dan saat ini dia sudah siap maju presentasi
Dengan penampilan rambut yang di kepang tadi, Ana maju kedepan dan langsung mempresentasikan hasil karya dadakanya. dalam sekejap Ana mampu memikat semua orang dengan peresentasinya
__ADS_1
kecakapan Ana sudah tidak diragukan lagi, kepandaian Ana berbicara membuat para investor tidak menyadari jika mereka belum menerima salinan materi yang saat ini sedang di presentasikan Ana
biasanya sebelum presentasi, para anggota akan menerima salinan materi presentasi hal ini bertujuan agar anggota bisa mempelajarinya terlebih dahulu
Karena presentasi Ana baru ditulis lima belas menit yang lalu tentu saja Ana tidak bisa mengandakan materinya, tetapi dengan kecerdasan Ana kekurangan itu akan diubah menjadi sebuah kelebihan bagi Ana
“demikian presentasi kami, jika ada pertanyaan silahkan” ucap Ana menyudahi presentasinya
satu dua menit tidak ada satu orang pun yang mengajukan pertanyaan, mereka dibuat terpukau dengan kelihaian Ana, bahkan mereka tidak bisa berkata-kata “jika tidak ada pertanyaan,saya akan memberikan hardcopy procet ini secara rinci setelah kita tanda tangan kontrak” ucap Ana kemudian
Ana sengaja mengubah kelemahanya menjadi kekuatannya, kelemahan karena tidak punya waktu mengandakan materi diubah menjadi kekuatan, Ana akan memberikan materi terperinci setelah mereka tanda tangan kontrak
Salah satu keuntungan tidak memberikan hardcopy terlebih dahulu adalah orang-orang akan fokus terhadap presentasi mu, kamu bisa menyampakian semua keunggulan dan keuntungan project yang sedang kamu presentasikan, sehingga mereka tidak bisa menemukan satu kekuranga di projectmu
jika kau memberikan hardcopy mu terlebih dahulu, anggota dapat membaca prcoject mu dan mereka akan bisa menyadari kekurangan atau kelemahan di dalam projectmu
“Saya hanya akan membuka lima tanda tangan kontak saja” lagi-lagi Ana mengunakan sklils nya untuk mendesak para Investor untuk segera mengambil keputusan
Strategi Ana berhasil, para investor mulai tertarik dengan pesentasi Ana dan merekapun bersedia tanda tangan kontark tanpa pikir panjang
Baru pertama kali ini Rey mendapat tender project besar dan di tandatangani oleh beberapa investor, keputusan yang tepat meminta Ana sebagai sekertarisnya. Terbukti baru saja kerja satu hari Ana sudah bisa memenangkan tender besar bahkan membuat malu lawan sangiannya
“tidak saya sangka Anda sangat luar biasa nona Ana” puji Jay
“terimakasih atas pujianya” Ana juga merasa bangga terhadap dirinya sendiri
__ADS_1
Rey juga ingin memuji kecerdasan Ana dalam bekerja serta bagaimana ia bertanggung jawab atas kelalaiannya, namum saat Rey ingin membuka suaranya ia terdahului oleh Ana
“bagaimana sudah terbuktikan saya mampu melakukannya?" Ana membanggakan dirinya sendiri "setelah ini kita akan bersenang-senang kan? Misal Bermain di pantai, naik kapal persiar?” tanya Ana bersemangat
Rey ingin menjawab pertanyaan Ana, tapi lagi-lagi dirinya kalah cepat karena Jay sudah nyerocos duluan
“Tidak Nona, Tuan biasanya akan langsung pulang dan mempersiapkan project barunya” jawab Jay
“Ck, Tuan mu itu tidak tahu cara beresenang-senang?” Ana yang tiba-tiba moodnya buruk, berjalan meninggalkan Jay dan Rey diruangan tersebut.
Rey yang marah karena tidak diberi kesempatan bicara serta dikatai tidak bisa berseng-senang menatap tatapan kearah Jay, membuat Jay bergidik ngeri sekaligus ketakutan
“apa aku salah bicara?” lirih Jay menatap punggung Rey yang berjalan keluar rungan
*
CEO di Perusahaan Dara sangat marah dan kecewa karena tidak dapat memenangkan procjet tersebut, beliau memarahi semua orang termasuk Dara yang dianggap tidak pecus bekerja
Dara bisa menerima amarah CEO tapi ia tidak bisa menerima jika ia di banding-bandingkan dengan Ana, harga dirinya terluka. CEO nya sendiri memuji kecerdasan Ana dan Dara disuruh belajar banyak dari Ana karena CEO nya mengetahui jika Ana dan Dara teman sekolah sewaktu SMA.
tapi beliau tidak mengetahui jika Ana dan Dara tidak pernah akur, dari awal masuk sekolah sampai ia lulus kuliah, mereka seperti anjung dan kucing
Jika mereka saling bertemu sudah seperti di medan perang, apabila ditambah Rani pasti akan ada genjatan senjata dan pertumpahan darah, Sama seperti mereka terakhir bertemu di cafe waktu itu
karena pertarungan itu Rani dan Ana harus selalu mengguakan kacamata hitam setiap pergi kekantor untuk menutupi luka lebam di wajahnya. sementara Ana, dimarahi habis-habisan oleh Mama Iren yang merasa curiga karena Ana selalu menggunakan kaca mata hitam setiap saat mereka makan bersama, terpaksa Ana menceritakan kronologi cara ia mendapat luka lebam itu dan sebagai hukumannya Mama iren memberikan dua puluh daftar nama teman kencan buta yang harus Ana hadiri
__ADS_1
setiap malam sepulang bekerja Ana harus menghadiri kencan buta sesuai jadwal, dari sekian jadwal kencan buta yang Ana hadiri tetap saja tidak ada yang serius