
"oh.. jadi ini alasan Rey mengajakku berhubungan palsu? "
"apa? jadi noan baru tahu alasan Tuan Rey melakukan hubungan palsu dengan Anda? "
"iya" jawab Ana polos tanpa berdosa
"Dasar licik! " secara tidak langsung Jay sudah membocorkan rahasia keluarga Mirzan kepada orang lain, bisa-bisa dia di hukum gantung
"weeekkk..." Ana mengoda Jay dengan menjukurkan lidahnya
"Nona aku mohon kepadamu, masalah ini jangan sampai bojor keluar" pinta Jay dengan sangat memelas
Jay pikir Rey sudah membuka hatinya terhadap Ana, sebab banyak kepribadian Rey yang sedikit banyaknya berubah karena Ana, maka dari itulah Jay berani menceritakan rahasia besar keluarga Mirzan kepada Ana tapi nyatanya dia telah di tipu
"entahlah, kita lihat saja nanti " goda Ana
"Nona aku mohon πππ" Jay memohon sampai berlutut di depan Ana, namun bukanya iba Ana malah menghindar, dia lari ke sana ke mari menghindari kejaran Jay
"Nona aku mohon" kejar Jay
"aku tidak mau... " Ana tertawa lepas, mengerjai Jay
mereka saling kejar-kejaran seperti anak kecil, sampai Ana tidak hati-hati dan menabrak pengunjung lain yang sedang membawa nampan makananya
Brukkk
nampan makanan berisi makanan yang baru orang itu pesan terjatuh ke lantai semua, beserta dengan air minunnya. bunyi jatuhnya cukup keras sampai menyita perhatian pengunjung lainnya
"maaf... maaf aku tidak sengaja" ucap Ana meminta maaf secara tulus
"tidak apa-apa" jawab pria itu dengan suara beratnya
"maaf Tuan, Anda tidak Apa-apa? " tanya Jay mendekati Ana dan orang tersebut
"aku tidak apa-apa" jawabnya
"aku sungguh menyesal" ucap Ana benar-benar bersalah
"ini uang untuk menganti makanan Anda" Jay mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang lima puluh ribu
"harga makanan ini tidak semahal itu, aku bisa membelinya lagi. kalian tidak perlu Mengantinya" ucap pria itu sangat bijak. jarang sekali orang seperti dia di jaman sekarang, kalau orang lain pasti sudah marah jika makananya di tumpahkan sama orang yang tidak kita kenal
"sekali lagi kami minta maaf Tuan, kami permisi dulu " pamit Jay menarik Ana untuk segera pergi menjauh dari sana
"pria tadi tampan sekali ya? " tanya Ana pada Jay saat mengingat wajah tampan pria yang baru saja ia tabrak
__ADS_1
"Anda jangan coba-coba berselingkuh dari tuan Rey, nona!" Jay mengingatkan Ana
"Ck, dari mana aku selingkuh? apa kau lupa jika hubungan ini hanya palsu? jadi masih ada jalan lebar untuk ku mendapatkannya" canda Ana lari menjauhkan diri dari kejaran Jay sambil tertawa
"jangan lari...lari! nanti kau menabrak orang lain lagi! " triak Jay namun tidak di gubris oleh Ana
tanpa Ana dan Jay sadari, dari tadi mereka telah diamati oleh seseorang. orang itu nampak marah melihat ke akrapan mereka berdua
...πππ...
Isaac Group
pagi hari ini di awali dengan sangat menegangkan, entah terkena santet apa. dari tadi Rey marah-marah kepada semua orang yang ia temui. semua orang salah di matanya, bahkan orang yang tidak berbuat salah, Rey akan mencari-cari kesalahannya. entahlah apa mungkin Rey tadi sarapan rica-rica granat? kenapa meledak-ledak sekali?
yang paling sialnya adalah Jay, dia yang selalu di samping Rey sepanjang hari ini. diam saja Jay masih saja salah, apalagi jika dia bergerak.
saat ini Jay sedang mejalankan hukuman pus up yang sebenarnya bukan dia yang berbuat salah namun dia yang harus menanggung hukumannya (namanya juga bos se-enak enak jidat saja kalu ngasih hukuman)
"jam berapa kau mengantar Ana pulang semalam? " tanya Rey mulai mulai kepo dan Jay harus menjawab sambil terus pus up
"Jam delapan malam Tuan" jawab Jay bohong
"Bohong!!! aku kemarin melihat kalian ber dua tertawa-tawa di restoran cepat saji di Mall"
"APA???! tu-tuan ada di sana? " Jay terkejut sampai ia reflek berdiri menghampiri Rey, bagaimana Rey bisa mengetahuinya?
"tapi tuan... " protes Jay
"kerjakan!!!" perintah Rey tegas
"baik Tuan" Jay tidak memiliki pilihan lain selain melaksanakan perintah Tuan muda nya itu
"kalian ngapain saja kemarin?!" Rey mulai menginterogasi, sakit hati pernah di khianati membuatnya terus waspada dengan celah-celah perselingkuhan meskipun hubungannya dengan Ana hanya lah hubungan palsu
"kami hanya menonton filem tuan"
"APA?!!! " marah Rey mengebrak meja
"Nona Ana yang memaksa Tuan, karena saat saya menjemput nona Ana filemnya sudah mulai dan nona Ana menarik saya untuk melihatnya " jujur Jay
"hukuman mu, aku tambah seratus kali lagi! "
"tapi tuan, saya sudah berbicara juju. kenapa saya di hukum?" protes Jay. bicara bohong salah, bicara jujur tambah salah. di posisi Jay memang serba salah
tok tok tok
__ADS_1
belum sempat Rey menjawab, ada suara ketuk pintu dari luar. nampak Ana berjalan masuk
"Jay? kau ngapain? " tanya Ana melihat Jay sedang melakukan pus up
"saya sedang olahraga Nona" ucap Jay tidak ingin bilang kalau dia sedang di hukum
"oh.. " Ana hanya ber oho ria
"ada apa kau kemari? " tanya Rey berjalan di depan mejanya dan duduk di sana
"Ee.. ini Tuan. di depan ada Nona Agela yang mencari Anda"
Dek
seketika itu jantung Rey berdetak lebih kencang, entah mengapa Rey merasa bersalah di depan Ana dan hantinya sedikit sakit saat mengetahui Ana dan Agela sudah bertemu
"sepuluh menit, sepuluh menit suruh dia masuk" jawab Rey kembali duduk di kursi kebesarannya
"baik Tuan" pamit Ana berjalan keluar dari ruangan Rey
"tuan, Anda masih berhubungan dengan Nona Agela? " tanya Jay mendekat kepada Rey, melupakan hukumannya
Rey yang pikirannya sedang ruwet tidak merespon pertanyaan Jay. entah mengapa hatinya merasa bersalah kepada Ana. seolah-solah si mantan tunangan dan tunaganya saling bertemu, untungnya merka tidak mengetahui hubungan masing-masing jika tahu pasti akan terjadi perang dinia ke lima
"Jay, tetap rahasiakan kedatangan Agela ke kantor dan tetap rahasiakan hubungan ku dan Agela kepada Ana" perintah Rey
'mampus loe Jay! baru juga semalam kau sudah mengali kuburan mu sendiri' batin Jay menelan ludanya dengan susuah payah
"ba-baik Tuan"
"sekarang kau keluar lah! "
"baik Tuan"
Jay hendak keluar dari ruangan Rey, bertepatan dengan Agela yang ingin masuk kedalam Sehingga tanpa sengaja Jay membukakan pintu untuk Agela
"Hai Jay, sudah lama sekali kita tidak bertenu? " sapa Agela ramah
"selamat siang Nona, silahkan masuk" jawab Jay acuh tak acuh
"terimakasih telah membukakan pintu untukku" Angela berjalan ke arah Rey
"tidak masalah saya juga hendak keluar" ucap Jay
Jay tidak bisa mendengar pembicaraan meraka, dia hanya mendengar satu kalimat saja dari Rey saat dirinya hendak keluar
__ADS_1
'kanapa kau kemari lagi? bukankah sudah aku bilang untuk tidak datang ke kantor?! '