
di pusat permainan anak-anak yang ada di Mall tampak seorang pria tampan, duduk mengamati bocah laki-laki usia lima tahun yang sedang asik bermain mandi bola
"terima kasih Rey kau sudah mengatar Gibran kemari" ucap Agela
"tidak masalah "
falsback on
Rey dibuat panik dengan telefon dari Angela, yang mengatakan jika anaknya mengamuk melempari semua barang-barang. Rey yang khawatir terjadi sesuatu dengan Agela langsung berlari pergi ke apartemen Agela
sesampainya di sana Rey di buat terkejut karema semua barang-barang sudah berserakan di lantai dan Rey melihat Agela duduk di sudut ruangan, menangis sambil memengai keningnya yang berdarah
"Ada apa ini? " tanya Rey menghampiri Agela
"Gibran meminta bermain di luar tapi aku menolakknya karena tidak punya uang untuk membawanya ke taman bermain. dia mulai menangis dan mengamuk, dia melempari ku semua barang -barang yang Ada di hadapanya,dan ini.... " Agela memperlihatkan luka di dahinya yang berdarah "ini luka terkena salah satu barang yang ia lemparkan"
"sekarang dimana dia? " Tanya Rey
"aku menguncinya di kamar, aku takut dia akan lebih mengamuk lagi"
"kau tenang saja, aku akan menbujuknya"
Rey berjalan ke arah kamar Gibran, sementara Agela dengan ekspersi senangnya pergi kekamarnya untuk bersiap-siap pergi belanja
sebenarnya situasi ini sudah di buat Agela, langkah pertama yaitu melakukan panggilan dengan Rey, Angela dengan sengaja menyakiti putranya agar dia menangis dan bisa memancing Rey untuk datang ke Apartemennya
langkah ke dua, agar situasi semakin dramatis. Agela dengan sengaja menebar semua prabotan rumah tangganya ke lantai dan menjedotkan kepalanya sendiri ke tembok bira lebih natural lukanya
langkah ke tiga, Agela akan beralasan jika anaknya rewel karena meminta bermain permainan yang ada di Mall. menyelam sambil minum air, selain mengajak anaknya bermain. Agela akan merayu Rey untuk menbelikannya sebuah barang mewah
dengan memanfaatkan rasa cintanya Rey, Agela yakin Rey akan memberikan apa yang ia mau
flasback off
Agela duduk di sebalah Rey sambil melihat anaknya yang asik bermain, Agela sesekali melirik ke bawah, atau kebih tepatnya melirik ke arah paper bag yang ia letakkan di samping tempat duduknya
Agela begitu tidak sabar, ingin segera memakai tas brand yang baru saja Rey belikan untuknya
__ADS_1
"Mama.. Mama... " panggil Gibran berlari menghampiri Agela dan Rey
"iya sayang? " sapa Agela dengan ke ibuan (pura-pura karena di depan Rey)
"Giblan udah lapel.. " ucap anak lima tahun itu masih cadel
"kau lapar? ini saja belum masuk jam makan siang" ucap Rey, belum sadar jika dia sudah menghabiskan waktu tiga jam dengan mereka. Rey bahkan sampai melupakan janjinya dengan Ana
entah mengapa saat bertemu dengan Gibran, Rey merasa suka dengan bocah itu. bahkan selama Gibran bermain Rey tidak pernah memalingkan wajahnya ke arah lain. seolah Rey terhipnotis dengan tingkah lucu Gibran
"Rey, wajar saja Gibran lapar ini sudah hampir jam satu siang. kita melewatkan makan siang" ucap Agela
"Apa?! " sotak Rey melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. di sana nampak jelas menunjukkan pukul satu kurang sepuluh menit
Rey langsung teringat dengan Ana, Rey mengecek ponselnya ia khawatir jika Ana berusaha menghubunginya namun rasa khawatir itu berubah menjadi kecewa saat tidak ada pesan atau pun panggilan masuk dari Ana
"aku harus pergi dulu, ada urusan yang mendadak" pamit Rey
"tunggu Rey... " cegah Ana mengapai tangan Rey "kita makan siang bersama dulu" pinta Agela
Rey memacu kendaraannya dengan sangat kencang, di pikirannya hanya satu. Ana pasti sudah menunggu sangat lama di sana
lima belas menit, Rey sudah sampai di tempat biasanya ia menjembut Ana, Rey mencari ke sana kemari tak kunjung menemukan Ana "Apa mungkin Ana sudah kembali ke kantor? tentu saja dia sudah kembali, kau sudah telat satu jam. mana ada orang akan menunggu satu jam lamanya di terik matahari seperti ini! " Rey bermonolok dengan dirinya sendiri
dengan perasaan bersalah Rey kembali masuk kedalam mobilnya, saat Rey hedak masuk mobil, Rey baru menyadari jika ada sebuah benda yang asing tergeletak di kursi penumpang sebelah kemudi. septinya dompet itu bukan miliknya
Rey membuka dompet itu, dan benar saja dompet itu milik Agela. terdapat kartu tanda pengenal dan beberapa kartu kredit
kecewa karena sudah ngebut, tapi orang yang ingin segera ia temui tidak ada ditempat , Rey memilih untuk kembali ke Mall untuk mrngembalikan dompet milik Agela
namun saat Rey hendak menyalakan mensin mobilnya, Rey melihat Ana dari pantulan kaca sepion sedang asik berbincang dengan seorang pria di belakang sana
Rey tidak tahu apa yang mereka bicarakan, namun tampaknya Ana sangat nyaman di samping pria itu. bahkan pria itu dengan lancangnya memegang rambut Ana dengan lembut (itu bukan megang Rey! Zen hanya menyingkirkan daun gugur yang jatuh di kepala Ana. tahu sendiri kan, rambut kribo mudah sekali benda-benda bersarang di sana)
Rey mencengkram erat stir kemudi, ingin rasanya Rey menonjok muka pria itu dan mematahkan tanganya karena telah berani memegang wanitanya
...***...
__ADS_1
setelah kepergian Rey, Agela langusng menelfon babysister untuk menjaga dan mengawai Gibran (tentunya Rey tidak mengetahui jika Agela menyewa seorang babysister, setahu Rey Agela tidak memiliki cukup uang untuk mengaji Babysister) . sementara Agela dan teman-teman lainya nongkrong di cafe yang tidak jauh dari sana
Agela ingin memamerkan barang barunya yang baru saja di berikan Rey kepada teman-temannya
"Gila!! Kau hebat baget bisa mengaet seorang Reydra Ardana Mizan? " kagum salah satu teman Agela
"sudah aku bilang, Rey itu tidak bisa move on dari ku! dia masih sangat mencintaiku. buktinya meski aku sudah memiliki satu orang Anak, Rey masih mau menerima ku"
"bagaimana bisa kau menundukkan seorang Rendra Mirzan? "
"ini keberuntungan ku, aku tidak tahu jika Rey menyukai anak-anak. jadi aku bisa memperalat Gibran untuk membantuku memiliki apa yang aku mau "
prok prok prok
teman-teman Agela bertepuk tangan. mereka mengagumi otak licik milik Agela
"tidak sia-sia kau kabur dari Inggris ke Indonesia " sahut teman Agela satunya
"kau bernar, dulu Rey tidak se-kaya ini. setelah kepergian ku sepertinya Rey berusaha sangat keras. sampai Dia membuktinnya, dia sekarang orang terkaya se-Asia Tenggara " lanjut Agela
"kau memang ratu pengaet laki-laki konglomerat!" puji salah satu teman Agela
"tentu saja aku tidak ingin hidup miskin hahahaha.... " Agela dan teman-temanya tertawa bersama
ting tung ting
terdengar suara pengumuman dari Mall tersebut
"Mohon perhatiannya, telah ditemukam dompet dengan KTP atas Nama ibu Agela. bagi ibu Agela, Dompet bisa di ambil di sumber suara"
ting tung ting
merasa namanya di sebut, Agela langsung mengecek tas nya dan benar saja Dompetnya ternyata tidak Ada
"aku ambil dompet ku dulu ya" pamit Agela kepada teman-temannya
"hem"
__ADS_1