
Ana hampir saja terjatuh, sangat sulit menyeimbangan tubuh dengan satu kaki di situasi berdesak-desakan seperti itu, beruntung
Rey dengan sifat gentleman langusng pasang badan melindungi Ana. Rey mengunakan tubuh dan tangannya untuk memblokir orang-orang
“peganglah jas ku” pinta Rey
“APA?"
“berpeganganlah ke baju jas ku, agar kau tidak terjatuh” Rey menyuruh Ana berpenganan ke Jasnya karena dirinya tidak bisa memegangi tubuh Ana, tangannya sedang sibuk menahan desakan orang-orang agar ana memiliki ruang yang cukup untuk berdiri nyaman
“Ba-baik lah” Ana patuh. ia memegang baju jas Rey untuk berpenganan
jantung Ana berdetak sangat kencang bahkan Ana tidak berani menatap wajah Rey yang berada tepat hidapannya, Ana lebih memilih memalingkan wajahnya kesamping sambil terus menghela nafasnya berusaaha menahan detak jantungnya yang ingin keluar
Tiga menit berdesakan di dalam lift, Ana bisa bernafas lega saat lift mereka sudah sampai di lobi hotel, dengan cepat Ana keluar dari lift menghirup udara segar
“kau tidak apa-apa?” tanya Rey khawatir, karena Ana bernafas seperti oarang yang terkena penyakit asma “apa kita perlu kerumah sakit?”
“tidak perlu! Aku baik-baik saja”
“tapi nafasmu tersengal-sengal seperti itu”
“itu semua gara-gara kau telalu dekat dengan ku” batin Ana dalam hati, mana berani Ana mengutarakannya langsung! mau di taruh mana itu muka? “I’am good, aku hanya sesak karena banyak orang saja tadi”
“kau yakin?”
Ana memberikan simbol ‘Ok’ dengan jari tangannya, menandakan ‘iya, aku baik-baik saja’ .Ana menggunakan isyarat karena dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara, dia harus segera menetralkan irama jantungnya
Rey adalah bos yang sanagat perhatian, ia menyuruh Ana untuk duduk di salah kursi lobi hotel, sementara dirinya mencari air mineral untuk Ana, agar dia bisa merasa lebih tenang
Ana yang tidak pernah diperlakukan manis seperti itu, semakin dibuat terklepek-klepek. Seumur hidupnya dirinya hanya tahu rasanya di tolak seorang laki-laki dan Rey lah satu-satunya pria yang memperlakukaknya layaknya seperti seorang tuan putri raja
“Te-terima kasih” ucap Ana mengambil botol mineral dari tangan Rey
__ADS_1
“kau yakin tidak perlu ke rumah sakit?” tanya Rey sekali lagi
“Hem... ke-kenapa kau sepertinya sagat menghawatirkan ku?” Ana memberanikan diri untuk bertanya
“tentu saja aku khawatir, kau kan karyawan ku. Jika kau terluka dan tidak masuk kerja, bagaimana aku bisa mengerjakan project yang baru saja kita dapatkan, sendirian?”
“APA?” Ana kira Rey mamperlakuannya manis karena memiliki perasaan terhadapnya, ternyata itu semua hanya khayalan Ana semata
Menjadi prawan tua, memang membuat Ana sensitif. Satu sikap manis dari seorang pria saja sudah cukup membuat Ana jatuh cinta. Bahkan Ana juga pernah mabuk kepayang kepada abang-abang tukang parkir yang bersikap baik mengambilkan motor untuknya (lah.. itu kan emang tugasnya tukang parkir! dasar perwan tua mudah oleng)
“hah, aku kira kau suka pada ku” lirih Ana namun tidak begitu jelas di telinga Rey
“Apa? Kau bilang apa?” tanya Rey karena tidak terlalu mendengar ucapan Ana
“Tidak! bukan apa-apa”
“baiklah, kalau kau baik-baik saja maka aku ajak kau untuk lembur”
“APA? Le-lembur?”
“hutang?!” Tanya Ana bingung
“apa kau lupa? Kau berhutang tiga ratus ribu uang tips yang aku berikan kepada staf hotel lima beas menit yang lalu, serta tupangan kendaraan yang akan membawa kita ke bandara”
“Apa? Apa maksud Anda Tumpangan? Bagaimana dengan mobil Anda?”
“Jay sudah membawanya kemabli ke Jakarta, jadi mau tidak mau kau harus menyewa mobil”
“Aku tarik semua kata-kata ku, bos baik apanya! Bos licik? iya, bagaimana bisa ia menjebak karyawannya sendiri yang tidak memiliki uang dan sedang terluka untuk membayar sewa mobil, padahal dia juga ikut menaiki mobil itu!”
Ana tercengang dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Rey. beberapa saat yang lalu dirinya telah jatuh cinta dengan sikap manis Rey namun siapa sangka sikap manisnya itu memiliki niat yang terselubung
“tunggu tuan, jika Anda menyewa mobil kenapa aku harus membayarnya? Bukankah Anda juga ikut naik satu mobil dengan saya?” tanya Ana tidak terima jika beban uang sewa di beratkan kepadanya
__ADS_1
jika ingin menyewa mobil, tetentu saja Bos yang akan membayarnya bukan sebaliknya karyawan yang gajinya belum turun yang harus bertanggung jawab
“aku kira kau itu cerdas, tapi ternyata dungu” ejek Rey
“APA?!”
“jika kita menyewa dua mobil, memangnya kau bisa menyetir dengan keadaan kaki mu yang terluka? Tidak bisa kan? seharusnya kau berterima kasih kepada ku karena aku mau menjadi supir mu, gratis! jarang-jarang seorang CEO menyupiri karyawannya sendiri! Karena aku sudah menyupir, sebagai gantinya kau yang membayar uang sewa mobilnya..sementara aku yang akan membayar semuanya karena aku yakin kau tidak memiliki uang tapi sebagai gantinya kau harus bekerja lebur hari ini. Bagaimana aku baik bukan?”
Ana hanya bisa bengong mendengar penjelasan dari Rey, didalam hatinya dirinya sudah mengutuk, memaki, menyumpahi, mengumpat atasan berengsek nya itu. Bagaimana bisa ada orang hidup, se picik Rey?! menguap sudah rasa cinta yang sempat bersinggah di hati Ana
...🍂🍂🍂...
Rey dan Ana saat ini berada di atas kapal persiar, mereka sedang berayar di laut lepas sambil menikmati pemandangan hamparan lautan yang berwarna biru, angin bertiup kencang ke arah wajah Ana dan di dampingi beberapa cemilan dan makanan seafod. Ana sangat menikmati pekerajaannya atau liburannya?
“Tuan, kenapa kita kemari? Katanya kita akan bekerja?”
“memang ini tidak bekerja?”
“tapi, project yang kita dapatkan tidak ada kaitanya dengan laut”
“memang tidak ada, aku hanya ingin mendapatkan inspirasi saja dan aku harap setelah ini kau juga mendapatkan inspirasi, memiliki ide-ide cermelang untuk project kita kedepannya”
“ini namanya liburan bukan bekerja” lirih Ana
“Apa? Kau mengatakan sesuatu?” tanya Rey karena suara Ana tertutup dengan hebusan angin
“Apa Anda selalu berpakaian formal saat bekerja? Seperti saat ini?”
“memangnya ada yang salah dengan pakaian ku?” tanya Rey balik
“tidak! tidak ada yang salah hanya saja berpakaian casual lebih cocok di saat bekerja di lapangan seperti ini dari pada menggunakan setelan jas”
Rey melihat ke arah dirinya sendiri, mentap memangnya salah menggunakan setelana jas di kapal persiar? Rey rasa itu cocok - cocok saja
__ADS_1
“HAH!!! Aku ingin segera pergi istirahat tapi Dia menyuruhku untuk menemaninya berlibur!" gruty Ana dalam hati "Eee ...tunggu dulu, Jangan bilang kapal persiaar ini aku juga yang harus membayar sewannya?” Ana baru menyadarinya