Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 32


__ADS_3

Hubungan Ana dan Rey sudan berjalan satu bulan, kini mereka semakin akrab dan setiap malam mereka saling bertukar pesan singkat, hubungan mereka lebih intens


setiap hari mereka akan makan siang dan makan malam bersama serta di akhir pekan mereka habiskan untuk jalan-jalan atau pun nonton filem


jika di kantor, Ana masih menutupi hubunganya dengan Rey. jadi saat istirahat kantor makan siang, seperti biasa Ana akan memesan gojek terlebih dahulu lalu menyuruh mas gojek untuk mengantarkannya ke prempatan jalan, dimana Rey sudah menunggu di sana lalu mereka akan pergi ke restoran bersama


pepatah mengatakan jika bangkai di tutup -tutupi maka baunya akan tercium juga, interaksi yang tidak biasa antara Ana dan Rey tercium juga oleh karyawan lain, mereka mencurigai ada hubungan sepecial antara asisten dan atasanya itu


saat ini Rey sedang memimpin rapat untuk membahas project berikutnya, dirinya ingin bekerja sama dengan salah satu penulis legendaris yang belum tahu identitasnya


Rey memimpim rapat dengan sangat keren, Ana sampai engan untuk memalingkan wajahnya, sepertinya sangat di sayangakan wajah setampan Rey hanya di anggurin saja


Ana masih tidak percaya jika pria yang ada di depan adalah prianya, Ana pasti sangat bahagia memiliki Pria setampan Rey dan Ana berharap kebahagiaan ini tidak akan cepat berlalu


sepertinya sudah ada cinta yang tumbuh di hati Ana, itu sangat wajar. Ana yang tidak pernah berhubungan dengan seorang pria dan memiliki julukam prawan tua, akan sangat mudah bagi hati Ana untuk menerima kehadiran Rey


Ana harus segera sadar! jika ini hanyalah hubungan palsu, dimana mereka akan berpisah setelah satu sama lain sudah tidak membutuhkan lagi dan saat itu terjadi pasti Ana yang akan paling terluka


"Ada yang ingin ditanyakan Nona Ana? " tanya Rey setelah menyudahi presentasinya "Nona Ana! " panngil Rey untuk ke dua kalinya


Presentasi Rey sudah berakhir dua menit yang lalu, anggota presentasi yang lain sudah mulai membaca berkas yang dibagigan sementara Ana masih setia menatap ke arah Rey


"Nona! Nona Ana! " Jay mengoyang-goyangkan bahu Ana dengan lembut, membuat Ana menyudahi lamunannya


"Ee... iya ada apa? " Ana yang sudah tersadar, menatap bingung ke sekelilingnya karena semua orang menatap kearahnya


"Tuan Rey, bertanya apakah Anda miliki pertanyaan tentang project baru kita? " bisik Jay


“Oooo... tidak! tidak Ada, idenya bagus. Aku setuju” Ana tersenyum kaku plus malu karena ketahuan melamun di hadapan bos dan karyawan yang lain


Untuk menutupi rasa malunya Ana membaca berkas yang ada di hadapannya dan seketia Ana berdiri terkejut saat membaca siapa yang ingin Rey ajak kerja sama


“Nona Ana ada apa?” tanya Jay yang di samping Ana ikut terkejut juga


“kau ingin mengajukan kerjasama dengan casper?” tanya Ana kepada Rey masih dengan rasa terkejutnya


“iya” jawab Rey dengan santainya

__ADS_1


“apa kau tahu siapa Casper itu?


“dia adalah penulis buku yang terkenal, bukunya pernah diterjemahkan kedalam dua puluh bahasa dan buku originalnya terjual sebanyak satu milyar buku sedangkan buku terjemahannya terjual lima ratus juta buku. Jika kita bisa kerja sama dengannya nama perusahan kita akan meninngkat”


“apa kau tidak mengetahui facta yang lain?”


“apa maksudmu?”


“dia selalu menyembunyikan identitasnya. Tidak ada satu orang pun yang tahu tempat tinggal, wajah atau namanya. Lalu bagaimana kita bisa mengajukan permohonan kerja sama?”


“dia tergabung dalam satu manajemen, kita bisa meminta bantuan managernya untuk bertemu casper”


“dia aja belum pernah ketemu sama managernya” cepolos Ana


“Apa?..”


“bukan!.. bukan apa-apa” Ana merutiki mulutnya yang suka ceplas ceplos


“bagaimana kau tahu Casper belum pernah ketemu sama Managernya?” tanya balik Rey


Rey menatap Ana dengan tatapan curiga, jika benar Ana adalah fans berat Casper tentu saja dia akan sangat antusias ingin bertemu dengan idolanya atau minimal ia senang bisa datang ke agensi tempat nama idolanya itu di besarkan


“Cepat kau buat surat permohonannya lalu kita pergi ke agensinya” Rey berjalan keluar ruangan rapat dan di ikuti Jay di belakangnya


Sementara Ana menghentak-hentakkan kakinya kesal karena tugasnya kini akan bertambah lagi


“Kau senang atau hanya pura-pura saja?” sinis salah seorang karyawati di devisi Deal maker


Sebenarnya mereka sudah iri sejak Ana di angkat menjadi sekertaris Rey, mereka menahanya namun emosi mereka meledak saat Ana menatap Rey tanpa berkedip tadi


Mereka ingin sebatas mengingatkan Ana jika muka hitam, rabut kribo tidak akan bisa mendapatkan pangeran tampan seperti Rey


“apa maksudmu?” tanya Ana bingung


“jangan munafik, kau pasti suka kan dengan tuan Rey?”


“tentu saja! Setiap hari bisa bersamnya, wanita mana yang tidak jatuh hati kepadannya?” sambung yang lain

__ADS_1


“sebenarnya kalian itu ngomong apa sih?” tanya Ana yang tidak tahu maksud dan tujuan mereka berbicara seperti itu


“Kau jangan sok cantik! Mending lihat di kaca! Betapa buruk rupanya muka mu itu! kau tidak pantas bersanding dengan pageran seperti tuan Rey” ucajarnya


“Jaga mulut kalian!” Rani tidak terima jika sahabat baiknya di rendahkan seperti itu


“kau! tdiak usah ikut campur”


“Rani sudah..” lerai Ana


“Asal kau tahu ya, Ana sudah memiliki pacar jadi tidak perlu khawatir prices Rey kalian akan diambil Ana” bela Rani


“Apa pacar?? Wkwkwk....buta kali mata cowok itu! Bisa pacaran dengan si buruk rupa ini” olok-olok mereka


“awas ya kalian! Sini kalau brani!” Rani sudah mempersiapkan tinju dan kuda-kudanya siap memberi bogem mentah kepada pembuly sahabatnya itu


belum juga Rani melayangkan pukulannya Ana sudah menyeret Rani keluar ruangan duluan


“Ana lepas..lepaskan!” berontak Rani


“kau mau apa? Kau mau memukul mereka? Ingat mereka itu team mu, jika sesama team saja bertengkar seperti itu, akan mudah perussahan ini hancur! Kau mau itu?”


“tentu saja tidak! mereka yang mulai duluan, mereka sudah sangat keterlaluan apa kau tidak sakit hati dengan ucapan mereka?


“di dunia kerja, sangat wajar orang suka dan tidak suka! Biarin saja anjing mengogong yang penting kita fokus dengan pekerjaan kita” ucap Ana bijak


Sekejap Rani terbengong dengan ucapan Ana, pasalnya Rani sudah terjun di dunia kerja belasan tahun sedangkan Ana hanya beberapa bulan bagaimana bisa Ana mengucapkan kata-kata bijak seperti itu?


“Ran! Hie... malah bengong nih Anak”


“Ana, sepertinya ucapan tante Iren benar, kau harus segera menikah”


“Apa?”


“kata-kata mu sudah sepeti orang tua” ejek Rani


“silan! ngatain aku tua? memang kau tidak?!” Ana memukul gemas Rani. mereka pun terbawa bersama

__ADS_1


__ADS_2