
“jadi bagaiama? berapa uang yang kau minta? pasti akan aku penuhi” tanya ulang Rey
“aku setuju menjadi pacar bohongan mu, kau tidak perlu membayar ku. tapi aku memiliki syarat”
“Apa syaratnya?”
“karyawan di kantor tidak boleh mengetahui hubungan fake kita, tidak boleh ada rumor yang beredar di kantor, jadi di kantor kita sebagai karyawan dan Bos pada umumnya”
"mana ada bohong di ketahui orang? kalau semua orang tahu kita bohong, itu namanya bukan bohong!" kesal Rey
"bukan itu maksudku! kita pura-pura pacaran hanya di depan orang tua kita saja, kalau di depan karyawan lain kita bisa seperti atasan dan bawahan"
“Ok, setuju”
*
*
keesokan harinya
Hari ini adalah hari pertama mereka menjalankan hubungan palsu, semua berjalan lancar sesuai kemauan Ana, Rey bersikap seperti biasanya moodnya sulit di tebak kadang perhatian kadang juga mera-marah hanya dia seorang yang tahu moodnya sedang bagus atau jelek
Hubungan palsu mereka belum tercium untuk hari pertama bahkan Jay juga belum menyadari, mungkin karena baru hari pertama semua masih berjalan normal
namun saat jam istirahat makan siang, Rey hampir saja membuka rahasianya. dia dengan PD nya mengajak Ana makan siang bersama di depan seluruh karywan yang lain, sontak mereka langsung menjadi pusat pontonan
“Ayo kita makan bersama” ajak Rey berdiri di depan pintu rungan Ana
“A-apa?” Ana terkejut tiba-tiba Rey datang kerungannya dan mengajak makan
Ana sudah keringat dingin saat tatapan seluruh karyawan menatap kearahnya, ruangan yang ia tempati hanya terhalang kaca tembus pandang tentu saja karyawan yang lain tahu apa yang terjadi
“Maaf Tuan saya sudah ada janji dengan Rani” lebih baik Ana kabur menuju ke ruangan Rani, sebelum ia menjadi bahan gosip seisi kantor
selama perjalanan menuju ruangannya Rari, bibir Ana selalu komat-kamit mengerutu, karena tindakan bodoh Rey. dirinya hampir saja menjadi bahan gosip lambe turahnya kantor
“dia itu bodoh atau bego sih? malah mengajak makan di depan seluruh karyawan, apa dia sengaja melakukannya? Kan sudah aku bilang untuk merahasiakan hubungannya” gurutu Ana dalam hati
Beruntung saat Ana hampir sampai di ruangannya Rani, bertepatan dengan Rani dan teman-teman teamnya sedang keluar dari ruangannya untuk makan bersama
__ADS_1
“Rani...!” panggil Ana langsung mengandeng tangan sahabatnya itu
“kau sudah disini?”
“Ayo kita makan bakso, aku pengen makanan berkuah” Ana ingin makan di luar
“aku dengar bakso pak Bejo enak, ayo kita makan di sana” saran Rani
“Ayo!” Ana dan Rani sangat antusias
mereka berdua berjalan bersama ke rumah makan bakso, tetapi baru juga maju beberapa langkah kaki mereka harus terhenti saat ada seseorang yang memanggil dari belakang
“Nona Rani..” terdengar suara berat seorang pria memanggil Rani
“Tuan Rey? Ada apa?” tanya Rani terkejut namanya di panggil bos "Apa dia melakukan kesalahan? " batinnya
“saya ingin meminjam Ana, bisakah kalian menunda makan bersamanya?"
jika Rani terkejut karena takut berbuat salah, Ana lebih terkejut lagi sampai ia membuka mulutnya karena tidak percaya Rey dengan terang-terangan memita ijin didepan sahabatnya sendiri
"A-apa? me-minjam Ana?" tanya Rani terbata-bata. dirinya masih berusaha mencerna situasi saat ini, awalnya ia kira akan di marahi oleh Bosnya tapi ternyata bosnya itu malah meminjam sahabat baiknya
“ada perlu apa tuan dengan saya?” Ana berusaha tenang dan bersiakap seolah hubungan mereka hanya seebatas bos dan karyaawan
tatapan Ana sebenarnya membuat Rey gugup namun ia tetap berusaha cool, gengsi dong terlihat lemah di depan bawahan sendiri terutama di hadapan wanita
“Tuan Rey yang terhormat, saat ini adalah jam istirahat kantor dan saya ingin istirahat makan siang terlebih dahulu, untuk masalah procjek nati saya akan membahasnya saat jam istirahat selesai” tolak Ana secara halus agar Rey tidak memaksakan diri untuk makan siang bersama lagi
"kau bisa menjelaskan sambil makan"
"Apa? "
"aku mengajak mu untuk makan siang sambil menjelaskan project kita, bukan menyuruh mu bekerja" bela Rey
"tapi tetap saja ini jam istirahat, saya mau istirahat makan siang dengan tenang "
Sekak mat Rey sudah tidak bisa berkata apa-apa, usahanya ingin membahas lebih dalam masalah hubungan palsu mereka gatot alias gagal total
mereka semua saling terdiam karena cangung
__ADS_1
Disaat suasana yang cangung ini tiba-tiba lengan Ana dipukul oleh Rani
Palk
“Ran, kenapa kau memukul ku?” Ana memengai lenganya yang terkena gamparan Rani
“Kau itu bagaimana? Tuan Rey ingin membahas project! Ini pertama kalinya perusahan kita mendapatkan project besar jadi kau tidak boleh mengecewakan beliau, jadi sekarang kau pergi saja denngan Tuan Rey” bsisik Rani mendorong Ana kesisi Rey
“Ran..??!”
“kita makan baksonya lain kali saja" ucap Rani tersenyum nakal "saya permisi dulu Tuan” pamit Rani, lagsung ngibrit lari meninggalkan Ana dan Rey
"Rani! Tunggu.... " Ana sebenarnya ingin menyusul Rani tapi tanganya di gengam erat oleh Rey yang menyeretnya ke arah lift
“Tuan, lepas! malu jika dilihat oleh yang lain” Ana berusaha melepaskan cengkeraman Rey
“tidak akan! pasti kau akan kabur lagi kan?” jawab Rey dengan suara datarnya
“kita sudah berada di dalam Lift, bagaimana aku bisa kabur?" bela Ana "Cepat lepaskan keburu ada orang yang masuk”
Rey pun melepaskan gengamannya. selama perjalanan lift mereka berdua saling terdiam sampai akhirnya Lift mereka terbuka di lantai basement, Ana langusng masuk kedalam mobil tapa perlawana lagi
Ana pasrah di ajak makan siang kemanapun oleh Rey, dirinya masih setia mengunci mulutnya rapat -rapat karena masih merasa kesal dengan Rey yang melanggar janjinya
“bukan kah kita sudah sepakat untuk merahasiakan hubungan palsu kita kepada seluruh orang?” ucap Ana pada akhirnya, dirinya sudah tidak bisa lagi memendam kekesalannya
“Hem” jawab singkat Rey
“apa Anda sengaja melakukanya?”
“melakukan? Melakukan apa?”
“mengajak saya makan siang bersama di depan karyawan lain! Anda bisa merusak rencana!” kesal Ana, karena Rey pura pura tidak mengerti
“bukan kah tadi aku sudah membuat alasan?”
“lain kali jangan seperti itu! mata mereka lebih jeli”
Rey mengacuhkan omelan Ana, ia hanya fokus menyetir agar cepat sampai di tempat tujuan
__ADS_1
Sekitar lima belas menit berkendara sampailah mereka di sebuah restoran mewah yang sudah tidak asing lagi bagi Ana
“kenapa kita makan di sini lagi?” Ana merasa heran, Rey mengajaknya makan di restoran yang sama dengan Terakhir kali mereka makan malam di sana saat Ana mendapatkan hukuman lembur dari Rey beberapa hari lalu