
Setelah lega sudah mentuntaskan hajat, Ana langsung keluar dari restoran tersebut dan bermaksud untuk segera kambali bergabung dengan teamnya.
Tetapi tuhan berkehendak lain saat dirinya keluar dati restoran itu, tiba-tiba tanganya di gengam oleh seseorang
“Cantik..cantik.. tolongin tante” sapa seseorang yang tidak asing lagi Ana
“Maaf tante ini siapa?” tanya Ana bingug, Ana merasa Dejavu, Adegan seperti ini rasanya pernah Ana alami sebelumnya.
“Anda mengenalnya Nona?” tanya satpam di sana, Ana yang tidak begitu ingat wajah tante-tante yang mengengam tanganya itu sepontan mengelengkan kepala
“cantik.. ini tante yang kemarin membelikan mu baju” ucpa Mom Zanna mencoba mengingatkan Ana
Ana yang memiliki ciri khusus (rambut kribo) memudahkan semua orang dapat langsung mengenali Ana dalam sekali lihat dan diantara mantan teman kencan Rey, Ana adalah teman kencan yang berkesan, selain penampilannya yang unik Ana adalah wanita pertama yang menolak barang-barang mewah dan tidak tertarik dengan harta Rey, sehingga Mom Zanna masih mengingatkan wajah Ana
Ana memperhatikan wanita seumuran dengan Mama Iren dengan seksama
“Tante?” Ana sudah bisa mengingat wajah tante-tante itu
“Iya cantik, ini tante..”
“tante kenapa di sini dan ini? dan Ada apa ini?” Ana bingung dengan situasi saat ini karena sekarang tangan Mom Zanna sedang di pegangi oleh security restoran
“Tante sedang mengitai anak tante yang ada di dalam restoran, karena tidak terlihat tante keluar dari mobil. sialnya tante lupa jika kuncinya masih berada di dalam mobil sehingga mobilnya terkunci dari dalam. Tante berusaha mengambil kuncinya tapi malah dikira maling oleh satpam-satpam ini! Tolong kau jelaskan kepada mereka jika tante ini orang baik-baik” jelas Mom Zanna panjang kali lebar
Mom Zanna tidak bisa minta tolong Rey, karena Rey sudah pergi dari restoran itu. Mom Zanna juga tidak bisa menghubungi suaminya karena dompet dan ponselnya masih berada di dalam mobil
“Ee...iya pak saya mengenal tante ini, dia orang baik dan juga kaya. jadi tidak mungkin rasanya tante ini mencuri mobil”
“Kalian sudah dengar kan?! Sekarang sudah percaya kalau aku membuka mobilku sendiri? Sekarang lepaskan tangan ku!” bentak Mom Zanna melepaskan diri
“baik, maafkan kami atas kesalah pahaman ini” ucap security itu kemudian pemit pergi
“terima kasih cantik, kau sudah membantu tante”
__ADS_1
“Iya tante, sama-sama. Kalau begitu saya permisi dulu”
“Ehh..tunggu! sebelum kau pergi bisa temani tante makan dulu? Tante lapar”
"tapi tante saya baru saja makan dan teman-teman saja sudah menunggu di restoran seberang . .. "
"Ist... jangan menolak! "
Mom Zanna meminjam ponsel Ana untuk menelfon supir pribadinya untuk membawakan kunci cadangan, sambil menunggu supirnya datang Mom Zanna meminta Ana untuk menemaninya makan malam, jujur Mom Zanna merasa lapar dari tadi namun ia tahan karena harus memantau kencan anaknya
Sebenarnya Ana ingin menolak, selain dirinya sudah kenyang, pasti teman-teman teamnya sedang mencari dirinya. tapi hati kecilnya tidak bisa mengatakan kata tidak. jadilah Terpaksa Ana menemani Mom Zanna makan malam namun sialnya bagi Ana, dialah yang harus membayar seluruh makanan yang di pesan oleh Mom Zanna karena dompet Mom Zanna masih di dalam mobil
Ana harus membayar sebesar gaji sebulannya hanya untuk beberapa porsi makanan saja, meski Mom Zanna berjanji akan mengembalikannya tapi tetap saja gaji sebulan yang baru saja ia terima beberapa jam yang lalu, raib segitu saja.
Ana yang sudah di tunggu oleh teman-temanya terpaksa undur diri, sebelum supir pribadi Mom Zanna datang. Karena ini adalah pertemuan mereka yang kedua kalinya, baik Ana dan Mom Zanna belum memiliki no kontak masing-masing
Ana menuliskan no posnelnya di atas selembar tisu agar Mom Zanna bisa menghubungi Ana untuk mengembalikan uangnya
*
“Rey dimana alamat rumah wanita itu?” tanya Mom Zanna di tengah-tengah kegiatan sarapan mereka
“Wanita? Wanita siapa?” tanya balik Rey acuh tak acuh menangapi pertanyaan Mom Zanna
“aduh... siapa nama wanita itu, Mom lupa. Dia adalah teman kencan mu, yang rambutnya unik" hal yang paling diingat Mom Zanna adalah rabut kribo Ana "Bukan kemarin kau mengantrkannya pulang kan?”
“kenapa Mom cari wanita itu?”
“Mommy berhutang kepdanya, cepat berikan alamatnya kepada mommy”
Mom Zanna menaruh tisu bertuliskan no Ana di dalam saku bajunya dan ART di sana sedang mencuci baju Mom Zanna tanpa memeriksanya terlebih dahulu. al-hasil tisu itu rusak dan no ponsel milik Ana juga tidak dapat diselamatkan
"aku tidak tahu" jawab singkat Rey
__ADS_1
"Apa? kau tidak tahu? bagaimana bisa? "
"aku sudah lupa jalan menuju kesan"
"yah... bagaimana dong " tanya Mom Zanna bingung sendiri, bagaimana cara membayar hutang kepada Ana? satu petunjuk pun ia tidak punya, lalu bagainana bisa ia menemukan Ana di dunia seluas ini?
...🍂🍂🍂...
Isaac Group
“Jay, perintahkan perwakilan devisi deal maker untuk dinas bersama kita di Bali besok dan pastikan orang itu adalah si penulis surat ini. kita tidak boleh kehilangan kontak kerjasama penting ini”
Rey sangat yakin dengan membawa karyawannya yang berbakat itu pasti Rey akan mendapatkan project ini dengan mudah, ditambah kini perusahanya sedang di atas angin pastinya banyak investor tertarik bekerja sama dengan perusahaannya
“Maaf tuan, tidak bisa”
“Kenapa?”
“Orang yang tuan maksud adalah karyawan magang, sesuai peraturan perusahaan kita karyawan magang tidak diizinkan untuk dinas keluar kota apalagi sampai menginap beberapa hari”
“APA?! Kenapa tidak ada laporan masuk tentang karyawan baru?”
“dia hanya karyawan magang tuan, jadi laporan tidak masuk ke data karyawan. Biasanya karyawan magang akan berhenti setelah tiga atau emat bulan bekerja”
“Jadi maksudmu perusahan kita akan melepaskan orang bertalenta seperti dia?" hadrik Rey kesal, karyawan berpotensi seperti itu bisa-bisanya hanya diterima sebagai karyawan magang? "Tidak! Tidak bisa! aku tidak akan membiarkannya! segera pindahkan dia menjadi sekertaris ku”
“A-Apa Tuan...?”
“pindahkan dia dan aku ingin dia berada di ruanga ku hari ini” keputusan mutlak Rey, tidak bisa di ganggu gugat lagi
“Baik Tuan”
Karena talenta Ana di bidang menulis sangat luar biasa, Rey tidak ingin melepasnya begitu saja. Sangat jarang orang memiliki bakat seperti itu dan Rey tidak ingin kehilangan karyawan berpotensi seperti itu
__ADS_1
Kabar pemindahan jabatan Ana menjadi sekertaris sudah terdegar di seluruh karyawan kecuali Ana, karena terlalu fokus mengerjakan tugas dari pak Indra, Ana sampai tidak tahu jika dirinya menjadi gosip karyawan lain.
Ada yang iri, dengki dan cemburu dengan keberuntungan Ana. Bagaimana tidak iri, dirinya saja baru masuk kerja satu bulan tapi langsung sudah di anggkat sebagai sekertaris CEO, padahal CEO itu terkenal dengan anti sekertaris karena semua urusan sudah bisa di handel oleh asistennya