Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 21


__ADS_3

Drt


Drt


Ponsel Ana berdering, menampilkan satu nama yang selalu mendesaknya untuk menikah


“Mama mau ingetin kencan buta nati malam? Ana ingat Ma, nanti di restoran jam tujuh kan?” ucap Ana sesaat setelah ia mengangkat panggialn telefon dari Mama Iren


sudah menjadi kebiasaan Mama Iren setiap hari menelfon hanya sekedar mengingatkan Ana untuk tidak terlambat datang ke kecan buta, namun kali ini berbeda Mama Iren menelfo karena suatu hal yang lain


“kamu tidak bilang kalau sudah punya pacar?” tanya mama Iren di sebrang sana, membuat Ana membelalakkan matanya karena terkejut


“Pacar??? ...Pacar dari mana? kalau pun aku punya pacar aku tidak akan datang ke acara kencan buta Ma, lagian Mama kan juga tahu bagaimana aku selalu di tolak para laki-laki. Mama jangan mengarang cerita"


“Mama awalnya juga tidak percaya tapi tadi ada orang yang datang kerumah mengaku sebagai orang tua Rey, pacar kamu?”


“REY? aku tidak kenal dengan namanya Re-“ ucapan Ana terhenti saat ia mengingat seseorang pemiik nama itu


Ana melihat ke arah Bos nya, Rey yang juga sedang menelepon pun melihat ke arah Ana. mereka saling tatap tatapan, lewat tatapan itu mereka seolah mengisyaratkan jika Rey saat ini sedang berada di situasi yang sama dengan Ana


Seketika itu Ana tahu siapa orang tua yang di maksud oleh Mama Iren yang datang kerumahnya, pasti Mom Zanna ibu dari Reyndra Ardana Mirzan


“Hallo..Hallo..Ana!” panggil Mama Iren dari sabungan telefon, membuyarkan lamunan Ana yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi


“Eee..I-iya Ma”


“jangan-jagan Rey yang di maksud ibu tadi adalah Rey yang pernah mengatar kamu pulang kan?” tebak Mama Iren, mama iren masih mengingatkan dengan jelas nama pria yang mengantarkan Ana sepulangnya dari Bali


“Ana tidak yakin ma...”


“ya sudah, untuk memastikannya nanti malam kita ketemuan saja di restoran dekat kantor mu”


“Apa?”


"kalian pulang jam berapa? kami akan ke sana sepulang kerja"


"Ka-kami? Mama mau pergi dengan siapa? jangan bilang Mama akan ke sini bersama Lyla? "


"tidak! Lyla ada rapat di kantor. Mama akan ke sana bersama ibu..?.ibu...? Aduhh...! Mama lupa nama ibu itu. pokoknya orang tua dari pria itu, kami tunggu di restoran. ya sudah, Mama tutup dulu telfonnya, Mama mau siap-siap ke sana”

__ADS_1


Tut


tut


“Hallo..Halooo!..Ma!..Ma!”


“Apa tadi orang tua mu?” tanya Rey tiba-tiba di hadapan Ana, membuat Ana loncat karena terkejut


“I-Iya”


“sepertinya ada salah paham”


“salah paham? Maksudanya”


“baru saja Mom Zanna menelepon, sepulang kantor kita disuruh untuk ketemuan di restoran depan kantor”


“APA? Jadi benar Nyonya yang datang kerumah?” Ana terduduk di kursinya dengan tatapan kosong, ia tidak mengetahui permasalahan yang rumit ini


Bagaimana bisa Nyonya Zanna perfikiran ia dengan anak laki-lakinya memiliki hubungan special? Ini tidak bisa di biarkan Ana harus menjelaskan semuanya sebelum menjadi tambah parah


Onni House Cafe


“katakan ada hubungan apa diantara kalian?” Mom Zanna dan Mama Iren memulai introgasinya


“Ka-kami tidak ada hubung....”


“benar kami berpacaran” potong Rey, sontak membuat Ana membulatkan matanya sempurna karena terkejut


“kapan kalian bertemu?” tanya Mama Iren


“di perjodoahan tiga bulan lalu, waktu Ana dan saya masing-masing salah pasangan”


“Lalu kapan kalian jadian?” tanya Mom Zanna


“seperti Mom tahu, beberapa minggu lalu kita pergi berlayar di Bali dan di sana kami memutuskan untuk berpacaran”


“kenapa kalian tidak memberitahu kami?”


“hubungan kami masih baru berjalan, kami tidak ingin sesumbar” Rey mengegam tangan Ana agar Mom Zanna dan Mama Iren benar-benar percaya jika mereka pacaran

__ADS_1


Namun wajah bingung yang ditunjukkan Ana, dia tidak tahu, apa yang sedang di lakukan Rey, kenapa dia berbohong jika mereka berpacaran? Seandainya saja Ana bisa memilih Ana tidak ingin Rey menjadi pacar bohongannya


mendengar pengakuan dari Ana dan Rey, di luar dugaan para ibu-ibu jombloawa itu, mereka malah berSorak soraya riang gembiraan, bahkan suara mereka mengalahakan penyanyi biduan yang sedang menyayi di sana


Harap maklum anak-anak mereka selalu menolak untuk menjalankan kencan buta, tiba-tiba mengenalkan pacarnya tentu saja Mom Zanna dan Mama Iren sangat senang. paling tidak tahap awal sudah di lalui tinggal tahap berikutnya mendesak Rey dan Ana segera menikah dan mereka akan mendapatkan apa yang mereka idam-idamkan selama ini yaitu cucu


Makan malam waktu itu adalah makan malam yang paling indah bagi Mom Zanna dan Mama Iren. mereka berdua menikmati makan malam waktu itu, dalam sekejap hubungan Mama Iren dan Mom Zanna seketika menjadi akrab layaknya seperti besan. mereka saling bertukar cerita mengenai anak mereka masing-masing bahkan mereka sudah membahas masalah pernikahan


dari keempat orang di meja sana, yang tidak bernafsu makan adalah Ana. dia merasa tidak enak hati telah berbohong kepada Mama Iren, meskipun Rey sudah mengatakan akan menjelaskan semuanya setelah mereka selesai makan malam


Setelah makan malam penuh suka cita bersama dengan ibu-ibu yang tidak sabaran menjadi nenek itu, Rey dan Ana akhirnya berpamitan untuk pegi jalan-jalan berdua saja, tetapi sebenarnya mereka ingin membahas tentang hubungan palsu yang Rey buat


Taman Kota


kini mereka berada di tengah-tengah kota duduk di kursi taman sambil melihat lalu lalang kendaran di jalan


“kenapa kau berbohong tentang hubungan kita? Apa mau mu sebenarnya?” tanya Ana langsung to the poin


“aku tidak ingin menghadiri kencan buta, itu membuang-buang waktu saja” jawab Rey enteng


“terus hubungannya dengan ku?? apa?”


“untuk menghindari itu, aku harus mempunyai kekasih”


“maksud mu?”


“berapa harga yang kau minta?”


“A-aPa? kau kira aku ini apa?!” Ana Marah berdiri dari duduknya, berkacak pinggang


“tenang dulu... bukan itu maksudku, berepa yang uang kau minta untuk menjadi kekasih bohongan ku?” terang Rey


“kenapa harus aku? Kenapa tidak wanita lain?” Ana duduk kembali


“Apa kau tidak melihat, betapa mudahnya mereka langsung mempercayainya?”


“tapi kan berbohong kepada mereka sama saja berdosa, apa lagi mereka berharap kita bisa menikah”


“itu hanya sementara saja, lalu kita akan berpisah. aku hanya tidak suka membuang-buang waktu ku untuk kencan buta”

__ADS_1


“benar juga sih, aku hampir tidak memiliki waktu untuk menulis novel baru gara-gara setiap malam harus hadir ke kencan buta” batin Ana


__ADS_2