
"Kakak ingin pergi makan di restoran mana?" Lyla menanyakan tempat makan malam mereka agar Lyla bisa memadukan dengan gaun yang akan di pakai Ana
"Aku tidak tahu, tapi dia bilang akan makan di Mansion" jawab jujur Ana yang memang benar-benar tidak tahu "kau tahu Mansion di mana? " tanya Ana polos
"Apa Mansion?? " tanya Lyla terkejut karena di Indonesia hanya ada dua Mansion yaitu milik keluarga Mirzan dan Keluarga Wily (orang tua dari Mom Zanna)
"Kakak benar-benar tidak tahu Mansion? " tanya Lyla memastikan
Ana yang memang tidak tahu menjawab dengan gelengan kepala "memang itu tempat makanan apa? " Ana mengira Mansion adalah tempat makanan yang menyajikan makanan khusus (tertentu) seperti restoran Jepang yang hanya menyajikan makanan khas Jepang
"OMG Ka!! Mansion itu bukan tempat makan"
"lalu? "
"Mansion itu rumah super besar, bisa di bilang istana!! dan di Indonesia baru keluarga besar Mirzan dan Wily yang memilikinya"
"Kau jagan berlebihan seperti itu" Ana tak percaya
"coba kakak lihat foto ini" Lyla memberikan ponselnya kepada Ana yang memeperlihatkan Mansion milik keluarga Rey. di foto tersebut terdapat foto Rey beserta orang tuannya
"ya Ampun, Ana kau akan kesana? " tanya Mama Iren juga ikut terkejut melihat rumah milik calon mantunya itu
" benar ini milik keluarga Mirzan? " tanya Ana kepada Lyla, karena dirinya sendiri masih belum percaya jika Rey yang dia anggapnya bunglon itu memikiki kekayaan yang fantastis. terlihat dari Mansion yang ia tinggali super mewah
"100% persen yakin! dan aku ragu kakak benar-benar pacaran dengan Tuan Rey"
Plak!!
Mama Iren menempuk bahu Lyla cukup keras, karena lagi-lagi anak keduanya itu tidak percaya jika Ana menikiki pria yang lebih tampan, lebih kaya dan lebih-lebih lainnya dari pria-pria yang pernah di kenalkan Lyla sebelum-sebelumnya
"kau itu! bukannya mendukung kakaknya sendiri malah mengejeknya! " kesal Mama Iren memarahi Lyla
"bukan seperti itu Ma! aku hanya belum percaya saja. selama ini Kakak selalu di tolak oleh pria tiba-tiba kakak menyatakan punya pacar, apalagi pacarnya orang terkaya di kota ini. bukan kah Mama tidak merasa Aneh?"
"Aneh apanya? memang aku Alien?" kesal Ana
"jangan-jangan kakak main dukun ya? " tebak Lyla asal
"kau... " belum sempat Ana membela diri terdengar suara bel pintu, petanda ada seorang tamu datang
"itu pasti Rey" ucap Mama Iren langsung bergegas membukakan pintu, diikuti Ana dan Lyla
benar saja Rey datang ke rumah Ana dengan setelan jas rapi, menambah nilai ketampanan Rey yang langsung di sambut hangat oleh Mama Iren
__ADS_1
"selamat malam tante" sapa Rey ramah
"ehh... Nak Rey sudah datang, silahkan masuk"
"iya terima kasih tante, saya kesini mau menjemput Ana. Ana nya ada tante? " tanya Rey sopan
"Ada... " jawab Ana, berjalan menghampiri Mama Iren dan Rey
Rey yang melihat penampilan Ana yang sederhanya sedikit tertegun, dirinya menatap Ana dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ana ingin di perkenalkan kepada kedua orang tuanya namun Pakainnya seperti akan pergi ke pasar malam berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Rey yang berpenampilan ber-Jas rapi
"ya Ampun, Ana kenapa kau masih belum menganti baju mu?! " Mama Iren pahan tatapan Rey yang sedikit kecewa dengan penampilan sederhana Ana "Lyla! cepat bantu kakak mu berdandan!"
Lyla yang belum pernah ketemu secara langsung dengan Reydra Ardana Mirzan, seorang CEO muda yang pernah maraih pemimpin CEO terbalik se-Asia, hanya bisa menatap Rey dengan tidak percaya
"Lyla!! " panggil Mama Iren menyadarkan lamunan Lyla
"i-iya Ma..?"
"cepat bantu kakak mu berdandan"
"tidak perlu tante, kita sudah terlambat "
"tapi nak... "
"ya sudah kalau begitu, kalian hati-hati"
"iya tante"
"Ma, aku pamit dulu ya" Ana menjabat tangan Mama Iren lalu menciumnya
Rey yang baru pertama kali melihat itu sedikit heran, karena jika ia dengan Mom Zanna tidak pernah seperti itu. kalau pun ingin pergi pasti Jay yang akan melaporkannya kepada Mom Zanna
"saya pamit dulu tante" Rey sedikit ragu mencium tangan Mama Iren namun ia tetap malakukaknnya
"iya, bawa mobilnya pelan -pelan, tidak perlu ngebut, kalau pulang jangan malam-malam" wejangan Mama Iren
"iya ma"
selepas kepergian Rey dan Ana, Lyla kembali menanyakan apa yang baru saja ia lihat
"Ma, benaran itu tadi Tuan Reydra Ardana dari keluarag Mirzan?"
"dari Foto yang Mama lihat tadi, dia memang mirip " Mama Iren ingat foto yang diberikan Lyla tadi saat menunjukkan Mansion milik Rey
__ADS_1
"Mama tidak curiga, kalua kakak Ana main dukun? bagaimana bisa orang buruk rupa mendapatkan pria setampan Tuan Rey?"
"APA KAU BILANG?!! kurang ajar ya kamu bilang anak mama buruk rupa!! " Mama Iren tidak suka jika Anaknya di hina seperti itu
plak plak plak
Mama Iren memukuli Lyla dengan ganasnya, barani-braninya dia dengan entengnya menghina kakak kandungnya sendiri
"Ampun Ma..Ampun.... " Lyla berlarian menghindari pukulan Mama Iren. jadilah Tom dan Jery yang saling kejar-kejaran
...***...
Rey menyetir mobil sportnya dengan fokus tidak terlalu banyak bicara, Ana yang tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana, diam seribu bahasa. membuat suasana di dalam mobil super duper canggung. sampailah akirnya mobil mereka terpakir di sebuah tempat
"katanya kita akan ke Mansion kenapa kita malah ke salon? " tanya Ana bingung, saat Rey menghentikan mobilnya di depan sebuah Salon ternama
"kau pikir, kau akan bertemu orang tua ku dengan pakaian seperti itu? "
"memangnya ada yang salah dengan pakaianku? " Ana menatap dirinya sendiri dari atas sampai bawah
"jangan banyak bicara cepat keluar"
Rey dan Ana langsung masuk ke Salon itu, dan mereka langsung di sambut hangat oleh Hair stylist di sana
"selamat malam Tuan Rey, ada yang bisa kami bantu? " tanya Hai Stylist
"aku ingin rambut dia dirapikan dan berikan sedikit polesan make up di wajahnya " Rey menunjuk Ana yang berdiri di sampingnya
"baik Tuan" jawab Hair stylist paham yang di maksud Rey "mari nona silahkan ikut saya" Hair stylist itu menyuruh Ana mengikutinya ke sebuah ruang privat, sepertinya Rey sudah menjadi pelanggan VVIP di sana sehingga tersedia ruang privat
"tunggu...." ucap Rey
"iya Tuan, ada yang ingin di tambahkan? "
"pakaikan dia baju yang terbaik yang kalian punya "
"baik Tuan, Ada lagi Tuan? "
"tidak! cepak kerjakan"
"silahkan Nona ikut saya"
Ana pun dengan pasrah mengikuti Hair stylist itu, sementara Rey menunggu di ruang tunggu sambil menyibukkan dirinya dengan pekerjaan kantor
__ADS_1