Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 31


__ADS_3

Pagi hari Ana sengaja bermalas-malasan, plan hari ini dia ingin menyelesaikan tulisannya karena beberapa hari ini Ana tidak bisa menulis karena pikirannya buntu gara-gara masalah hubungan palsu nya. kini hari ini dirinya free, ia ingin habiskan di depan leptop kesayanganya


baru juga Ana hendak berkhayal melanjutkan novelnya, Mama Iren sudah mengetuk pintu kamar Ana dengan sangat keras nya


"Ana... Ana... " Panggil-panggil Mama Iren sambil terus mengetuk pintu kamar


"ada apa sih Ma! " Ana sedikit kesal, karena rutinitas paginya di ganggu


"ini Anak! kenapa belum siap-siap?!"


"siap-siap??? siap-siap kemana? " tanya Ana bingung


"kau ini bagaimana?! bukankah kau sudah janjian dengan Rey akan pergi dengannya hari ini? "


"Rey? aku tidak memiliki janji dengannya" Ana merasa tidak memeiliki janji apa pun dengan Rey


"ck, cepat kau mandi! Rey sudah menunggu dari tadi "


"Apa?! Rey ada disini?! " tanya Ana terkejut


"dia di depan bersama Lyla, cepat kau mandi!"


Rey duduk di ruang tamu di temani dengan Lyla yang dari tadi nyerocos mempresentasikan proposal miliknya, serta ada beberapa ibu-ibu di depan rumah Ana yang kepo dengan pacar baru Ana


Ana yang baru saja bangun tidur masih menggunakan piamanya, dirinya segera mendatangi Rey untuk menayakan maksud dan tunjuannya datang ke rumahnya


"Rey kenapa kau kesini? " Ana tidak terima jika Rey tidak memberitahunya terlebih dahulu jika ingin ke rumahnya


bagaimana angin segar, Rey sudah risi dengan Lyla yang dari tadi membahas pekerjaan dan Rey yang memang dari tadi menunggu Ana langsung beralih menghampiri Ana. meninggalkan Lyla yang masih mempresentasikan proposalnya


"bukankah aku sudah mengatakan akan mengajak mu keluar"


"keluar? kita mau keluar ke mana di jam tujuh pagi? "


"cepat kau mandi, dan ganti baju SpongeBob itu dengan yang lebih baik "

__ADS_1


Ana menggunakan piama tidur bergambar SpongeBob, kartun kesukaannya


"Ana kenapa kau belum mandi juga? kasian Rey sudah menunggu" Ucap Mama Iren dari belakang sambil membawa nampan berisi minuman untuk Rey


mau tidak mau, Ana harus mandi dan merias diri. dirinya tidak ingin mempermalukan Rey dengan penampilannya, meskipun Ana berias tidak merubah seratus presen penampilannya paling tidak dengan Ana berias lebih terlihat baik dari pada tidak sama sekali


tiga puluh menit kemudian Ana sudah siap, meski Ana jarang sekali berias tapi tetap saja dirinya adalah wanita, membutuhkan waktu untuk mendandani dirinya sendiri


meski Ana sudah berdandan semaksimal mungkin tapi tetap saja tidak sebanding dengan Rey yang tetap tampan meski hanya menggunakan kaos dan celana casual


"kau ingin membawaku kemana? " tanya Ana sesaat Rey memakirkan mobilnya di salah satu taman wisata Ancol


"kita akan berlibur" ucap Rey santai


"berdua saja?"


"tentu saja, bukankah kita sudah sepakat akan melanjutkan hubungan ini? "


"oh.. ya ampun" Ana memutarkan bola matanya Malas


sepertinya Ana harus mengucapkan salam selamat tinggal kepada hari minggu, sebagai pasangan pada umumnya, dirinya harus berpura -pura keluar untuk berkencan dengan pacarnya di hari weekend


setelah lelah bermain mencoba semua wahana di sana, Rey mengajak Ana untuk makan siang bersama kemudian melanjutkan untuk menonton di bioskop, sungguh hari minggu ini mereka habiskan seperti pasangan kekasih sesungguhnya


Rey memesan tiket filem bergenre romansa, untuk mereka tonton ber dua. tapi sebenarnya Ana lebih suka filem bergenre horor


baru juga lima belas menit filem itu di putar, entah karena Ana kelelahan sebelumnya atau filemnya yang membosankan. Ana tertidur di bahu sebelah kanan Rey


Rey yang sudah terbiasa melihat muka bantal Ana, ada sedikit rasa hangat di hatinya. tanpa ia sadari bibir Rey mengulas senyuman dan tangannya mulai menyikap rambut Ana yang menutupi wajahnya


sedetik kemudian Rey tersadar, jika dirinya sudah mulai terhanyut dengan permainannya sendiri. kini Rey lebih memfokuskan diri ke layar, dirinya tidak ingin lagi terhanyut dengan perasaan anehnya itu


dua jam kemudian, Ana yang sudah terbangun dan saat ini berada di dalam mobil di antar pulang oleh Rey


"kenapa kau tidak membangunkan ku? " tanya Ana kesal karena tadi dirinya terbangun saat sumua orang sudah keluar dari bioskop

__ADS_1


"sepetinya kau kelelahan, aku tidak ingin mengangumu"


"ck, memalukan sekali" Ana menutupi wajahnya dengan jaket karena malu ketiduran saat nonton


"bukankah kau sering berbuat malu? " ejek Rey


"Ck, sialan! " Ana memukul-mukul bahu Rey


"Hei!! hentikan! kau ingin celaka?! " Rey tidak bisa mengendalikan kemudinya gara-gara Ana memukulinya


"Kau itu sangat menyebalkan! " rajuk Ana, memasang wajah juteknya namun di mata Rey itu terlihat sangat lucu dan diluar dugaan Rey tertawa renyah


"kau terlihat semakin tampan saat tertawa " ucap Ana


seketika itu Rey menghentikan tawanya "aku tidak tahu kau bisa tertawa seperti itu" ucap Ana jujur, baru pertama kalinya Ana melihat Rey tertawa sebahagia ini terlebih saat mereka bermain di wahana komedi putar tadi


Rey sendiri juga bingung dengan prilaku yang di luar kendalinya sendiri, dirinya juga tidak menyangka kehadiaran Ana di kehidupanya tanpa ia sadari perlahan-lahan mengobati rasa sakit hati yang ia derita, mencairkan hati yang sudah lama membeku. kehadiran Ana dalam hidup Rey perlahan-lahan mengubah Rey kehidupannya sebelumnya penuh cinta dan tawa


selepas mengantar Ana pulang, Rey segera masuk ke dalam kamar dirinya ingin mandi. di bawah kemucur air shower Rey mengingat semua kenangan hari ini, dirinya bingung dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba lepas kendali, Rey sudah lama tidak merasakan kebahagian seperti hari ini


"tidak! aku hanya kurang berlibur aja!" ucap Rey pada dirinya membantah perasaannya yang tiba-tiba timbul


"aku tidak mungkin jatuh cinta dengan si buruk rupa itu! " enlaknya


Rey segera menyudahi mandinya, dirinya mengambil bathrobe lalu berjalan ke walk in closet untuk berganti baju


saat Rey hendak berjalan menuju walk in closet ponsel Rey berbunyi, dan menampilkan pesan dari Ana


Ana : "Apa kau sudah sampai di rumah dengan selamat? "


Rey : "Hem. aku baru saja sampai"


Ana : "terimakasih untuk hari ini"


Rey : " aku melakukannya demi hubungan palsu kita"

__ADS_1


Ana : "iya aku tahu, tapi tetap saja aku harus berterimakasih kepadamu karena kau adalah pria pertama yang mengajak ku keluar berlibur"


Rey membaca pesan Ana yang terakhir dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di tebak, ia mengegam erat posel miliknya


__ADS_2