Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 13


__ADS_3

Rey melihat ke arah dirinya sendiri, mentap memangnya salah menggunakan setelana jas di kapal persiar? Rey rasa itu cocok - cocok saja


“HAH!!! Aku ingin segera pergi istirahat tapi Dia menyuruhku untuk menemaninya berlibur!" gruty Ana dalam hati "Eee ...tunggu dulu, Jangan bilang kapal persiaar ini aku juga yang harus membayar sewannya?” Ana baru menyadarinya


Saat Rey sedang merenungi pakaiannya, Ana sedang bermonolog dengan dirinya sendiri


“Tuan..Eee..apa a-aku harus membayar sewa kapal ini juga?” tanya Ana pelan-pelan takut menyinggung bos nya


“Apa kau ingin membayarnya? Aku akan sangat berterimakasih jika kau ingin...”


“TIDAK! Tentu saja tidak! dari mana aku mendapatkan uang untuk membayar kapal semewah ini... hehehehe” Ana tertawa canggung “Hufft..., seharusnya aku tidak menanyakan ini,dia sangat mengerikan...tapi paling tidak aku tahu kalau aku tidak harus membayar kapal ini”


“Kau tenang saja, aku tidak akan membuat kau membayar semua ini. Sudah aku katakan kita ini sekarang sedang bekerja tentu saja perusahan yang akan membayar semuanya”


“Oh..begitu ya “ Ana tiba-tiba merasa canggung “Tuan! lihat ada lumba-lumba” Ana menujuk kesisi kapal, dia melihat segerombolan lumba-lumba yang sedang bermigrasi


“yah..batrai ponsel ku habis” Ana kesal saat dirinya hendak ingin memotret lumba-lumba batrai ponselnya lupa ia chas semalam


“Kenapa?”


“Aku ingin mengabadikan ini, tapi batrai ponselku habis" Ana mengrucutkan binirnya dengan lucu "Tuan, boleh kah aku pinjam ponsel mu untuk memfoto lumba-lumba?”


"tentu" Rey meminjamkan posel miliknya


Ana sangat senang sekali seperti anak kecil ini adalah kali pertamanya Ana melihat lumba-lumba secara langsung dan sebayak ini


“kau juga ingin berfoto dengan mereka?” tanya Rey


“ingin sih, tapi seperti yang Anda lihat aku tidak bisa bergerak bebas”


“berikan ponselnya”


“Ee..kenapa?”

__ADS_1


“Aku akan memfoto mu bersama lemba-lumba”


“T-tapi....” Rey mengambil ponselnya, lalu memindahkan tubuh Ana kesisi kapal dimana lumba-lumba itu muncul. Karena Rey memaksa, Ana duduk manis sambil berpose saat lumba-luma itu muncul dan loncat ke udara


Ckrek Ckrek


Suara jebretan foot Rey, Rey mengambil banyak gambar, tidak hanya dengan lumba-lumba, Rey juga mengambil foto Ana bersama dengan hamparan pemandangan gunung di belakang Ana


“sudah tuan, biar aku juga yang memfoto Anda” tawar Ana karena dari tadi dirinya yang terus berfoto


“tidak perlu! aku sudah sering melihat ini, tidak seperti anak kecil yang belum perah ke laut” ejek Rey


“apa anda mengatai ku sebagai anak kecil?” Ana memanyunkan bibirnya sebal


Dimata Rey bibir manyun Ana terlihat sangat lucu dan tanpa ia sadari Rey tersenyum manis melihat itu


sejenak Ana terposona dengan senyuman manis Rey, baru pertama kalinya Ana melihat Bos nya itu tersenyum


“jika tersenuyum, dia tambah tampan” ceplos Ana


“Eee..bukan apa-apa” Ana langusng memalingkan wajahnya, sambil merutuki kebodohannya yang bisa-bisannya keceplosan mengagumi ketampanan Bos nya sendiri di hadapan orangnya langsung


Setelah cukup lama berlayar, mereka akhirnya kembali ke daratan. namun sebelum mereka ke bandara, mereka singha dulu di pasar oleh-oleh Ana ingin membeli beberapa sovenir serta oleh-oleh khas Bali sebelum mereka kembali ke Jakarta


Harga diri Rey terluka saat Ana mengatakan jika dirinya tidak bisa bersenang-senag (berlibur), maka dari itu Rey diam-diam memesan kapal persiar untuk kado sepecial bagi Ana karena telah bekerja keras untuk meendapatkan procejt penting ini. Tapi keadaan diluar dugaan malam hari kaki Ana terluka, dan karena panik Rey lupa akan hal itu


pesan singkat yang diterima Rey saat menunggu mobilnya di lobi hotel bersama jay, sebenarnya adalah pesan dari kapten nahkoda yang sudah menunggu di tepi laut. seketika itu Rey teringat dan menyuruh Jay untuk kembali ke Jakarta terlebihdahulu sementara dirinya kembali masuk kedalam hotel menemui Ana


Rey ingin membuktikan kepada Ana jika dirinya juga bisa bersenang-senang diwaktu yang teapat yaitu setelah pekerjaannya semuanya beres


Rey mengunakan alasan lembur dalam tanda kutip untuk mengajak Ana, tidak mungkinkan Rey mengajak Ana secara terang-terangan naik kapal persir berdua saja? gengsi dong! Mereka saja tidak memiliki hubungan khusus hanya sebatas Bos dan karyawan saja


Merek berdua menghabisakan waktu berdua di atas kapal, awalnya canggung tapi seiring berjalannya waktu mereka sudah bisa saling beradaptasi, bahkan mereka juga pergi kepusat pembelanjaan oleh-oleh untuk membelikan buah tanggan untuk keluarga mereka, meski Rey harus terus mengendong Ana karena saran doter kakinya tidak boleh bayak bergerak dulu

__ADS_1


di pusat pembelajaan Ana yang paling banyak membeli oleh-oleh di bandingkan dengan Rey. Ana yang baru pertama kali keluar kota lansung membeli semua barang yang berkaitan dengan Bali, sampai ia lupa jika barang-barang yang ia beli menggunakapan uang kredit Rey (tamatlah riwayat mu Ana! pasti hutang mu menumpuk?)


meski begitu Mereka berdua menghabisakan waktu seharian untuk bersenang-senang, mungkin orang-orang akan mengira jika mereka adalah pasangan kekasih


waktu dini hari barulah pesawat mereka sampai di Jakarta. Untuk ke dua kalinya Rey mengatar Ana pulang kerumah dan untuk ke dua kalinya pula Rey melihat wajah bantal Ana yang tertidur pulas karena kelelahan


meskipun Rey lah yang seharusnya kelelahan karena harus mengendong Ana kemana-mana mencari oleh-oleh


“Apa kita sudah sampai?” tanya Ana dengan suara khas bangun tidurnya


“Hem”


“kenapa kau tidak membangunkan ku?!”


“Kau tidur sangat pulas aku tidak ingin membangunkan mu"


“aduhh..memalukan seklai, kenapa aku selalu ketiduran di hadapan dia?” bantin Ana, sambil mengusap sudut bibirnya barang kali ada sesuatu yang keluar dari sana


“telefonlah seseorang di dalam rumah untuk membawakan barang belanjan mu”


“baik” Ana menelfon Mama Iren


Ana keluar dari mobil dengan di bantu oleh Rey "terima kasih" ucapnya, yang masih terpesona dengan ketampanan Rey di pagi hari. Ana sampai berpikir kapan bos nya itu terlihat jelek?


setiap kali Ana memandang wajahnya, jantungnya tidak mau diam! hati yang sudah lama kosong ini mudah sekali untuk jatuh cinta dengan sikap manis laki-laki


Klek


suara pintu terbuka, membuyarkan lamunan Ana yang membayangkan bagaimana jadinya jika dirinya kelak berumah tangga dengan Rey


Mama Iren membukakan pintu, seketika ia panik saat melihat Ana berdri di samping mobil mengunakan bantuan tongkat


“Ana kamu kenapa?!” triak Mama Iren menghampiri Ana dan langsung mengecek kondisi putri pertamanya itu

__ADS_1


“aku tidak apa-apa Ma, ini hanya kesleo saja” ucap Ana, menenangkan Mama nya


__ADS_2