
Karena Ana tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkannya segala sesuatunya, maka hari ini Ana harus lembur. Tidak terasa waktu menunjukan pukul enam sore, Ana yang berjibaku di depan leptop lima jam nonstop akhirnya kelahan dan tertidur di atas leptopnya yang masih menyala
“kau harus menambahkan anggaran dana di bagian...”ucapan Rey terhenti saat melihat Ana tertidur pulas
Rey segera meletakkan berkas yang ia bawa kemudian membantu memindahkan tubuh Ana diatas shofa agar tidurnya lebih nyenyak dan tidak meresakan sakit pungung karena posisi tidur yang salah
“Tuan, ini kopi Anda” Jay masuk dengan dua cangkir kopi ditanganya
“taruh saja di meja, lalu kau boleh pulang”
“Nona Ana bagaimana?”
“Aku akan mengantarnya pulang setelah dia bangun”
“baik Tuan, saya permisi dulu” pamit Jay
“Hem”
Lima belas menit ana tertidur dan saat dirinya terbangun matanya dimanjakan dengan pemandangan bidadara surga yang sangat tampan
"tampan sekali" ceplos Ana ditengah-tengah antara sadar dan tidurnya
“kau sudah bagun?” tanya bidadara itu
“Hem” Jawab Ana belum sepenuhnya tersadar
“Jika kau sudah bangun aku akan mengantar mu pulang” Rey memberesakn berkas-berkas di atas meja
sedetik kemudian Ana baru menyadari jika dirinya masih berada di kantor “APA?” Ana langsung terduduk
“Kenapa Anda tidak membangunkanku?” kesal Ana, memegangi area pipinya barang kali ada sesuatu yang mengalir dari sana “sungguh memalukan sekali ketiduran dihadapan Bos sendri“ lirihnya
“aku bukan Bos kejam yang melarang karyawanya tidur”
“bukan itu maksudku, aku sangat malu tertidur di hadapan seorang pria” lirih Ana tapi tidak terdengar oleh Rey
“Apa kau tidak ingin pulang?” tanya Rey sudah bangkit dari duduknya, sementara Ana masih linglung serta malu
“Aaa..??Iya, iya, tunggu sebentar”
Restoran
__ADS_1
Sebenarnya Rey ingin langsung mengantar Ana pulang, namun saat di jalan, sekali lagi Ana di buat malu oleh tubuhnya yang berhianant.
Tanpa permisi perut Ana yang kosong selalu berbunyi meminta segera diisi, apa boleh buat Rey akhiya memarkirkan mobilnya di sebuah restoran malah, searah jalan pulang ke rumah Ana
“Maaf, sudah merepotkan anda” sudah kesekian kalinya Ana meminta maaf,karena malu
“tidak masalah, saya telah membuatmu bekerja lembur sampai melupakan makan malam, jadi sewajarnya saya mentraktir makan”
“iya, terimakasih” Ana menunundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Rey. Hari ini adalah hari memalukan seumur hidup Ana, sudah ketiduran di hadapan bos, perutnya juga tanpa dosa meminta makanan
“setelah makan sebaiknya kau segara tidur, karena kita akan berangkat ke Bali pukul lima pagi”
“baik...” ucapan Ana terhenti saat otaknya menangkap suatu hal yang salah “apa jam lima pagi? Apa kau bilang ke Bali?!”
Ana terkejut saat mengetahui bawaha besok mereka akan berangkat ke Bali, Ana tahu jika project itu di laksanakan di Bali namun Ana tidak mengetahui perihal keberangkatannya
seorang perfeksionis seperti Rey, mempersiapkan materi presentasi hanya satu hari? rasanya tidak mungkin! apa lagi ini adalah project besar
“Hem, proyek yang kita kerjakan tadi diadakan besok di Bali”
“kenapa Anda tidak bilang?”
“Aku dengar, tapi maksudku kenapa Anda tidak memberi tahu ku lebih awal?”
“persiapan mateti kita harus matang, jadi aku ingin kau fokus untuk membuat materi besok. kita akan di Bali tiga hari dua malam, jangan ada kesalahan. Aku ingin memenangkan Project ini”
“Kenapa Anda baru bilang, saya belum mengemasi barang-barang ku”
“bawa baju yang perlu-perlu saja, tidak usah banyak-banyak”
“dasar bos gila, bagaimana bisa menyamakan keperlun pria dengan wanita? Tentu saja keperluan barang wanita itu banyak” umpat Ana dalam hati
Bali
Rey, Ana dan Jay sudah sampai di hotel dimana tempat mereka akan melaksanakan acara. Hotel terebut sangat dekat dengan bibir pantai terlebih kamar Ana langsung menghadap ke hamparan lautan biru
Ana terpukau dengan keindahan pantai kuta Bali, seumur hidupnya dirinya pergi ke pantai bisa di hitung dengan jari. Jangankan ke pantai dirinya keluar jalan-jalan saja jarang, dirinya lebih sering menghabiskan watunya di dalam kamar berkhasal membuat novel
Kebiasan Rey jika sedang berpergi dinas keluar kota ia akan langsung menuju kamar hotel dan mempersiapkan segela sesutunya untuk presentasi, berbeda dengan Ana yang tidak pernah ke Bali, kesempatan yang sangat langka ini, ia manfaatkan dengan sebaik mungkin, jarang-jarang pergi bekerja seklaigus berwisata
Ana tidak akan menyia-nyiakan kesematan tersebut, setelah meletakan barang-barangnya, Ana langsung menuju pantai menikmati keindahan hamparan air berwara biru, suara obak yang menenangkan hati, serta deru angin yang lembut menghempas kulit eskotisnya.
__ADS_1
saat Ana menikmati kesendiriannya, Tidak lama kemudian datanglah Jay ikut bergabung dengan Ana menikmati pemandangan pantai kuta
“Kau datang sendirian?” tanya Ana kepada Jay
“Anda ingin, saya datang dengan siapa?” tanya balik Jay
“CEO mu tidak ikut?”
“Tuan berada di kamar. kebiasan Tuan Rey, dia akan mendalami presentasisnya untuk nanti malam”
“CK, Tuan mu itu terlu kaku ya?”
“siapa yang kau sebut kaku?” tanya seseorang dari arah belakang mengejutkan Ana dan Jay
“Kau?,Tuan?” pekik Ana dan Jay bersama saat melihat Rey ada di belakang mereka
“siapa yang kau sebut dengan Kaku?” tanya Rey lagi mengulangi pertanyaanya
“Eee..itu..” gugup Jay
“Anda” jawab lantang Ana
“Aku?”
“iya, Anda tidak tahu cara bersenang-senang”
“APA?”
“Nona Ana, kita disini sedang bekerja bukan lagi sedang berlibur” sela Jay
“aku tahu, tapi tidak ada salahnya kan kita bersenang-senang saat bekerja? Mereka memilh Hotel ini sebagai tempat acara karena dekat dengan pantai itu artinya mereka juga menginginkan hal yang sama. Bekerja sambil berlibur, lagi pula kita kan sudah mempersiapkan presentasinya. Jadi sekarang waktunya bersenang-senang”
Ana kemudian berlari mengejar ombak lalu berlari lagi ke arah berlawanan saat ombak itu mulai mengejarnya, Ana menjadi seperti anak kembali saat bermain lari-larian dengan ombak. Ana tidak merasakan kebahagian berlibur gratis seperti ini
“dasar wanita aneh” lirih Rey , melihat tingkah Ana seperti anak kecil yang baru pertama kalinya melihat pantai lalu berlalu pergi dari sana
Setelah lelah bermain lari-larian dengan ombak, Ana mengajak Jay untuk minum air kelapa muda, serta Ana ingin mencoba mengubah stayle rambutnya
di pantai seperti ini banyak sekali jasa mengepang rambut, Ana sangat ingin sekali mencobanya. sambil meminum air kelapa muda Ana mengepang rambut kribonya di temani oleh Jay
tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatiak setiap kegiatan mereka. orang itu sedang berdiri di balkon kamarnya, dengan ekspresi tidak terbaca
__ADS_1