
ke esokan paginya, Jay dan Rey yang sudah berdandan rapi, keluar dari kamar hotel. mereka sudah siap memulai aktifnya yang padat di pagi hari ini. saat mereka berada di dalam lift mereka tidak sengaja bertemu dengan Zen, beruntung lift saat itu sangat ramai sehingga Zen tidak melihat Rey yang berdiri di belakang terhalang orang lain
"Apa agenda ku hari ini? " tanya Zen kepada asistennya
"hari ini Anda bla... bla.. bla... " asisten Zen menerangkan semuanya "oh iya tuan, nyonya memaksa ikut dengan Anda, sekarang beliau berada di lobi hotel"
"hem " jawab singkat Zen
Rey yang mendengarkan percakapan antara Zen dan asisten, tiba-tiba mulai berdebar-debar
"Nyonya? itu artinya istri Zen? jadi Ana juga ada di sini? " tanya Rey dalam hati
"Apa anda ingin saya carikan kamar hotel yang lain Tuan? " bisik Jay, memahami perasaan Rey
"tidak, tidak perlu"
Ting
suara pintu lift terbuka, mereka sudah berada di lantai lobi hotel. kaki Rey gemetar saat akan keluar dari lift karena ia tahu wanita pujaanya berada di sana juga, Rey ragu untuk keluar atau tidak. seandainya saja ia bertrmu Ana pasti hatinya tidak akan siap karena Ana sudah menjadi milik Zen. namun ia juga begitu merindukan rambut kribo Ana
dengan mengambil nafas panjang kemudia ia keluarkan perlahan, dia siap untuk keluar dari lift. meski Rey memutuskan untuk tidak bertemu Ana, namun matanya sibuk berkeliling mencari keberadaan Ana. tidak masalahkan jika Rey memandang Ana dari jauhkan? dia hanya ingin melihat wanita itu. rambut kribo Ana yang sangat iconik akan mudah Rey temukan di kerumunan orang-orang, namun dia sudah mencarinya kemana-mana, dia tidak melihat rabut kribo milik Ana
"Apa dia sudah pergi dengan Zen? " tebaknya merasa kecewa karena tidak bisa melihat Ana
"Tuan Rey! " panggil seseorang dari belakang, Rey pun balik badan
Deg
jantungnya berdetak lebih kencang saat tahu siapa yang memanggilnya
"sudah lama tidak bertemu, Anda apa kabar? " tanya Zen mengulurkan tanganya untuk bersalaman
"kabar ku baik" Rey menerima uluran tangan Zen "bagaimana dengan mu? " tanya Rey balik
__ADS_1
"kabar ku baik-baik saja. oh..iya Tuan, Apa kau memiliki waktu luang? aku ingin bicara dengan mu tentang Ana"
"Ana? kenapa dia ingin membicarakan istrinya dengan ku? apa dia masih cemburu? bukankah kita sudah tidak saling berhubungan? " begitu kira kira isi hati Rey, sejujurnya dia belum siap jika bertemu dengan Ana
"Tuan Rey...? "
"baiklah"
"Terima kasih"
"sayang....! " panggil suara wanita dari belakang Rey. Rey melihat reaksi Zen yang ada di depannya, pria itu melambaikan tangannya ke arah belakang "jangan bilang kalau dia adalah Ana? akankah kita bertemu di saat seperti ini? " Rey belum siap bertemu Ana
hati Rey semakin tidak karuan, dia tiba-tiba saja terserang gugup, dia semakin gugup, bertambah gugup seiring dengan langkah kaki wanita itu yang semakin mendekat, langkah heals wanita itu sangat terdengar jelas di telinga Rey. ingin rasanya Rey kabur dari situasi ini, namun ia tidak bisa
"sayang..." panggil wanita itu langsung mengandeng lengan Zen dengan mesra
"Apa? siapa wanita ini? kenapa bukan Ana? apa jangan -jangan Zen berselingkuh? " tanya Rey kepada dirinya sendiri, dia begitu terkejut saat mengetahui wanita yang memanggil Zen dengan sebutan sayang, namun bukan Ana?
"Luna, perkenalkan ini Tuan Rey dari Isaac Group. Tuan Rey..perkenalkan ini Luna, istri saya"
Rey yang masih shok dengan apa yang terjadi menatap Luna dengan tatapan tidak percaya, Luna yang di tatap seperti itu merasa tidak nyaman
"Luna, pergilah ke kamar terlebih dahulu, aku masih ingin bicara dengan Tuan Rey" pinta Zen, membuat Rey memutuskan kotak matanya kepada Luna
"baiklah" jawab Luna patuh, dia segera pergi meninggalkan Rey dan Zen
"sebenarnya apa yang terjadi? kenapa bukan Ana yang kau nikahi? " tanya Rey begitu Luna pergi dari sana
"kita cari tempat untuk bicara... " ajak zen
Zen mengaka Rey di tepi kolam renang hotel, di sana nampak sepi. mungkin karena penghuni hotel ini datang untuk bekerja bukan untuk bersantai, jadi kolam renangnya nyaris tidak ada orang
"jelaskan kepada ku ada apa ini sebenarnya ? " tanya Rey tidak sabaran
__ADS_1
"..... " Zen menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir bagaimana dia dan Ana bisa putus dan alasan kenapa dia menikah dengan Luna "setelah pertemuan terakhir kita, Ana tiba-tiba menghilang. sudah dua tahun ini keluarganya mencari tapi dia tidak ada kabar. apa mungkin kau mengetahuinya? atau pernah di hubungi Ana sebelumnya? "
Zen mengetahui jika Ana menghilang, dia merasa bersalah. perginya Ana pasti semua di sebabkan oleh dirinya, maka dari itu sampai sekarang Zen pantang menyerah untuk mencari Ana
"tidak, setelah aku pindah ke Jerman, aku tidak pernah mendengar kabar darinya" Rey menatap hamparan air kolam dengan tatapan kosong
"jika kau mendapatkan informasi atau mengetahui keberadaan Ana, tolong hubungi aku" pamit Zen meningglakan Rey yang masih shok
"jadi selama ini Ana tidak pernah menikah dengan Zen? " Rey begitu bingung dengan situasi saat ini
"Tuan... ternyata Anda disini? saya mencari Anda kemana-mana" Jay berjalan mendekat kepada Rey
"Jay! perintahkan seseorang orang untuk mencari Ana! "
"Apa? " Jay terkejut dengan perintah Tuannya yang tiba-tiba "Apa Nona Ana hilang Tuan?"
"dia pergi dari rumah "
"kenapa Tuan khawatir?pasti tuan Zen sekarang sendang mencari istrinya itu"
"Ana tidak penah menikah dengan Zen"
"APA?! "
"cepat kau perintahkan orang mu untuk melacak keberadaan ana" Rey begitu bersemangat ingin mencari Ana, sampai ia lupa jika dia datang ke paris untuk acara lain. Rey melangkahkan kakinya pergi dari sana, di otaknya saat ini hanya satu yaitu 'menemukan Ana'
"tapi Tuan, saya baru saja mendaftarkan perusahaan kita. dan nanti malam akan ada pertemuan antar seponsor dan Casper"
Rey menghentikan langkahnya, dia tahu betul jika acara ini juga sangat penting. sejenak ia bergikir
"apa kau sudah mencari kamar hotel lain? " tanya Rey membalikkan badanya menghadap Jay
"be-belum Tuan"
__ADS_1
"kau fokus saja, mencari Ana. aku yang akan menangani project ini" Rey tidak akan menyerah untuk mencari Ana, dia juga tidak akan melepas kesempatan kerja sama dengan Casper. jadi Rey memutuskan untuk membagi tugas
Jay dan Anak buahnya ditugaskan untuk mencari keberadaan Ana, sementara itu Rey akan lebih bisa fokus dengan poject Casper ini