
di pagi yang cerah, awan putih bergerombol menghiasi langit yang biru. di sertai udara yang sejuk membuat semua orang bersemangat untuk mengawali hari
seperti hal nya dengan Ana yang semangat untuk masuk kerja, berbanding terbalik dengan kemarin yang galau karena tunangannya lebih memilih pergi dengan mantanya
untuk saat ini, Ana sudah bisa mengelola hatinya. namun jika dia disuruh bertemu dengan Rey, rasanya Ana belum siap. meski bukan Ana yang berbuat salah tapi hati Ana masih belum siap untuk bertemu dengan Rey (begitulah resiko jika bekerja dengan perasaan)
Ana selama di kantor sebisa mungkin menghindari Rey. mungkin Ana lupa jika dia adalah sekretaris Rey, tentu saja dia tidak bisa bersembunyi terus
Ana di panggil Rey untuk datang menghadap ke ruangannya, Rey ingin melihat perkembangan kerja samanya dengan Casper
"bagaimana kelanjutan kerja sama dengan Casper? " tanya Rey dengan mata yang fokus menatap Ana, membuat Ana sedikit gugu (atau salah tingkah?)
Ana berusaha profesional, dia menarik nafasnya dalam-dakan dan mulai menjelaskan
"Kita akan ada rapat lagi dengan sponsor yang lain esok hari di hotel yang kemarin dan bla... bla.. blaa.... " Ana menjelaskan panjang lebar "Ada yang ingin di tanyakan? " tanya Ana dengan nada jutek
"ada"
"silahkan"
"apa kau marah? " tanya Rey tiba-tiba menanyakan hal pribadi
"maaf? " Ana pura-pura tidak paham
"apa kau masih marah dengan ku karena kemarin aku tidak makan siang dengan mu? "
"untuk apa saya marah? saya tidak berhak marah" Ana membuang pandanganya ke sembarang, pertanda ia sedang merajuk
Ana sebenarnya sudah bisa mengendalikan emosinya, namun Rey terus memancingnya sehingga kekesalan Ana kembali muncul dan hampir saja Ana ingin menitihkan air matanya
"dia Agela, saat ini dia sedang dalam kesulitan. dia bercerai dengan suaminya dan dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan anaknya. aku sebagai teman masa lalunya hanya ingin membantu" jelas Rey panjang lebar, berjalan mendekati Ana "maaf, kemarin aku lupa mengabari mu"
Hati Ana yang panas tiba-tiba berubah menjadi dingin setelah Rey menjelaskan semuannya. apa mungkin karena Ana belum pernah berpacaran sehingga Ana tidak tahu rasanya cemuburu? Ana percaya saja ucapan Rey dan Ana juga merasa iba dengan masalah yang sedang di hadapi Agela (jika Ana ketemu buaya darat pasti Ana adalah tipe orang yang mudah di bohongi)
"tidak perlu minta maaf aku sudah memaafkan mu" ucap Ana
"terima kasih.., sebagai gantinya hari ini kita makan siang bersama. aku yang traktir"
__ADS_1
"tidak perlu! Anda tidak perlu membaut janji jika pada akhirnya Anda akan mengingkarinya" ucap Ana masih kesal, kelaur dari ruangan Rey. Ana sudah tidak tahan lagi satu ruangan dengan Rey
boleh dikata Ana minus pengalaman berpacaran, tapi Ana tetaplah seorang perempuan yang memiliki sifat manja. Ana sengaja bersikap marajuk, berharap Rey membujukknya seperti pasangan kekasih yang lainnya
namun ekspektasi dan realita berbanding terbalik, Rey hanya mendiamkan Ana bahkan Rey seolah-olah mengangap Ana tidak ada, Rey dari tadi mondar mandir di depan meja kerja Ana tanpa menegur atau pun hanya sekedar eye contact, dia sibuk dengan urusannya sendiri bersama dengan Jay
tidak tetasa waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, harapan Rey yang akan membujukknya untuk makan siang bersama pupus sudah. Ana lebih memilih pergi ke ruangan Rani dan mengajaknya makan bersama di restoran kantor
Restoran Kantor
sambil menunggi pesanan datang biasa mereka akan mengobral
"Ana kenapa kau cemberut? kau sedang bertengkar dengan pacar mu ya? " tanya Rani
"sudah jangan bahas dia aku sedang tidak mood"
"cie... teman ku yang sudah punya pacar " goda Rani
"Ck! Ran hentikan! " bentak Ana seketika Rani mengunci rapat mulutnya, sambil menahan rasa ketawanya karena saat Ana ngambek dia seperti anak SMA yang sedang puber "oh iya dimana Lala dan Dila? " tanya Ana saat tidak melihat teman satu team Rani
"apa kau tidak mendengar kabar? " tanya Rani heran
"mereka langsung di pecat, tepat saat mereka menghina mu waktu itu" ucap Rani tanpa merasa bersalah dengan keluarnya dua orang temanya
"APA??! " Ana benar-benar terkejut mendengarnya "tapi kenapa mereka di pecat? "
"entahlah mungkin karena menginamu"
"apa Rey yang melakukannya? "
"mungkin... " Rani menatap Ana dengan aneh
"sudah gila itu orang! main pecat pecat anak orang saja! " omel Ana, yang tidak terima jika Rey main pecat sembarangan orang
"tunggu dulu... " Rani menggantikan ucapan Ana "kenapa kau memanggil tuan Rey hanya menyembut namanya saja? kanpa tidak menggunakan embel embel tuan? " tanya Rani menyelidiki
"Eee...karena.. karena aku seharian ini sudah di buatnya kesal, jadi aku memanggil nama langsung untuk meluapkan kekesalan ku" alibi Ana
__ADS_1
"kau yakin tidak ada hal yang kau tutup tutupi kan? "
"Eee..apa yang aku tutup tutupi? " Ana gugup
"jadi simapanan mungkin" Rani asal tebak
"gila ya kau!! memangnya aku ini apaan?! " kesla Ana tidak terima di tuduh seperti itu
"maaf... maaf... tadi hanya bercanda" Rani tertawa puas bisa membuat Ana kesal
"bercanda mu tidak lucu! " ucap Ana masih kesal
"Nona Ana tidak mungkin menjadi wanita simpanan, karena saat ini pacarnya datang untuk menemuinya" ucap pak Indra menujuk ke arah pintu di mana Zen sedang berdiri di sana mencari keberadaan Ana
pak Indra mengira jika Zen adalah kekasih Ana karena kemarin siang, Pak Indra melihat Zen mengatarkan Ana kembali ke kantor
"untung kau belum makan siang " ucap Zen menghampiri Ana dan langsung duduk di bangku sebelah Ana yang kosong
"kau? kau ngapain ke sini? " tanya Ana heran
"aku ingin makan siang bersama mu" jawab Zen dengan percaya dirinya
"Wah... Ana kau tidak bilang kalau pacar mu itu ganteng banget? pantas kau tidak mau memperkenlakan kepada ku" ucap Rani mengagumi ketampanan Zen, namun Rani belum sadar jika Zen adalah teman SMA nya dulu
"Ck, dia bukan pac-" belum sempat Ana membantah, ucapnya tertindih dengan ucapan Zen
"terima kasih atas pujiannya"
"perkenalan aku Rani teman dekatnya Ana" Rani mengulurkan tangannya
"nama ku Zen, senang bertemu dengan mu"
"Ran dia adalah teman -" lagi-lagi ucapan Ana harus terpotong saat karyawan yang lain mulai kepo dan menghampiri meja Ana
"kak Ana ini benaran pacar kakak? " tanya salah seorang karyawati, tidak percaya jika Ana yang menurutnya tidak memiliki daya tarik untuk pria mendapatkan pacar super Cool
"Eee.. dia-" Ana benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk bicara, kali ini ucapnya harus terpotong gara-gara Zen
__ADS_1
"perkenalkan nama ku Zen, pacar Ana" Zen memperkenalkan dirinya sebagai pacar Ana. sontak membuat Ana membulatkan matanya sempurna karena terkejut "Mohon perhatian semuanya! kali ini aku akan mentraktir kalian, silahkan ambil makanan yang ada di sini sepuasnya" lanjut Zen