Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 30


__ADS_3

"Mama, dan ibu-ibu yang lain saya minta maaf. Rey dan saya harus pergi karena ada rapat yang harus kita hadiri, jadi untuk jumpa fans nya kita akhiri sanpai disni ya" alibi Ana agar bisa keluar dari sana


"yahhh.... baru juga sebentar" keluh yang lain tidak terima Rey pergi dari sana


"iya, Ana minta maaf. sebagai gantinya kalian bisa makan sepuasnya di sini, Rey yang akan membayar semua tagihan makanannya"


"yang benar?? Ye... ye... " sorak gembira para ibu-ibu dapat makanan gratis


"Apa kau sudah gila? aku membayar semua makanan? " bisik Rey


"kau ingin terbebas dari mereka atau tidak?" Ana balik tanya "kau itu kaya raya, makanan murahan di cafe ini masak tidak bisa kau beli? " tantang Ana, mau tidak mau Rey harus menurutinya lebih baik Rey membayar semua makanan yang di makan ibu-ibu itu dari pada di harus menjadi brondong di sana


"saya dan Rey pamit dulu ya... " Ana mengandeng tangan Rey untuk keluar dari Cafe


selepas mereka berdua keluar dari Cafe Rey langsung menarik Ana untuk masuk kedalam mobil, Rey membawa Ana ke taman kota agar mereka bisa berbicara leluasa


"kenapa kau membawaku ke sini?" ucap Ana setelah dirinya dan Rey duduk di salah satu kursi taman di sana "kau ingin membahas mengenai tadi? bukan kah kau sudah setuju untuk datang di acara Mama Iren? lagi pula aku juga sudah datang ke acara makan malam keluarga mu kemarin, jadi kita impas" cerocos Ana


"bukankah kita harus membahas hubungan kita? "


"apa maksudmu? kau ingin aku melanjutkan hubungan palsu ini? No... No.. aku tetap tidak ingin melanjutkannya"


"lalu kau akan menceritakannya kepada Ibu mu? "


"te-tentu saja, enatah kapan itu tapi aku akan menceritakannya"


"kau ingin ibu mu malu? "


"Malu?" tanya Ana bingung


"Apa kau tidak melihat betapa bahagiannya ibu mu memerkenalkan ku sebagai calon mantunya kepada teman-temannya? bayangkan saja jika ibu mu tahu kalau hubungan ini hanya kebohongan apakah ibu mu tidak akan malu kepada teman-temannya? "


apa yang di ucapkan Rey ada benarnya, hubungan palsu mereka kini sudah membuat masalah. jika Ana mengatakan kejujurannya sekarang dirinya tidak bisa kebayang malu yang di alami orang tuannya, apa lagi kabar tentang dirinya memiliki pacar pasti saat ini sudah beredar dan menjadi trending topik di tetangganya

__ADS_1


"pikirkan baik-baik, lebih baik kita tetap menjalani hubungan palsu ini sembari mencari jalan keluar bersama-sama" desak Rey


Rey yang memahami situasi Ana, memberi Ana waktu untuk menjawab


meski apa yang di bicarakan Rey benar adanya, namun kali ini Ana tidak ingin gegabah mengambil keputusan. dirinya harus memfikirkannya dengan matang dirinya tidak ingin berfikiran sempit lagi


lima jam sudah berlalu, Ana masih terus memikirkan tawaran Rey. kini dirinya sedang tiduran di dalam kamarnya, memandang ke langit-langit dengan galau. keputusan apa yang harus ia ambil


tok


tok


suara pintu kamar Ana di ketuk, menyadarkan Ana dari lamunannya. ternyata Lyla yang sepertinya ingin menganggu Ana


"kak, bisakah Kak Rey menandatangani kerja sama dengan perusahaan ku?" Lyla langsung to the point


"Apa maksudmu? "


"kalian kan berpacaran, kakak bisa kan membujuk kak Rey untuk menandatanganani kontrak dengan perusahan ku? " bujuk Lyla dengan mata puppy easy nya berharap kakaknya itu luluh dan mengabulkan permohonannya


"hem" jawab Lyla mantap "kak Rey adalah calon kakak ipar ku, jadi aku harus memanggilnya Kak Rey mulai dari sekarang"


"Aneh sekali, kemarin kau meragukan aku berpacaran dengan Rey tapi sekarang kau sendiri yang bilang jika Rey adalah calon kakak ipar mu? "


"kemarin aku belum begitu yakin, tapi setelah ibu-ibu bergosip mengenai kak dan Kak Rey aku jadi percaya " sepulang kerja Lyla mendengar ibu-ibu di tetangganya sedang bergosip mengenai Rey yang mentraktir makan tadi siang


"jangan pernah berita ini keluar sampai ke kantor, kakak merahasiakan hubungan kakak dengan Rey" pinta Ana


"Aman" Lyla melakukan gestur mengunci mulutnya dengan tangan "jadi mau kan kakak membujuk kak Rey untuk memandatangani kontrak dengan ku? "


"tidak!" Jawab Ana tegas


"kenapa? "

__ADS_1


"kakak tidak ingin memanfaatkan hubungan ini, dengan pekerjaan. lebih baik kau belajar lebih giat lagi agar bisa tandatangan kontrak dengan perusahaan besar" Ana mengusir Lyla dari kamarnya


"tapi kak...kak.. dengarkan dulu proposalnya"


"lebih baik kau ajukan jadwal pertemuan dengan Rey, siapa tahu Rey tertarik" Ana menutup pintu kamarnya lalu menguncinya dari dalam


"kak Rey susah di temui, tolong bantu aku sekali ini saja, kak...!! kak... buka pintunya kak... " Lyla mengetuk -ngetuk pintu tapi tidak di hiraukan oleh Ana


sejenak Ana berfikir jika kabar hubungannya dengan Rey kini sudah menjadi konsumsi public, dan akan sangat sulit jika Ana berkata jujur kepada Mama Iren, pasti Mama Iren akan sangat malu


lebih baik dirinya mengikuti saran Rey untuk melanjutkan hubungan palsunya sembari mencari jalan keluar


Ana mengambil ponselnya dan mulai mengetik pesan kepada Rey


Ana : "aku setuju untuk melanjutkan hubungan ini, tapi kau harus janji akan mencari jalan keluarnya"


tidak berselang lama Rey langsung membalas pesan Ana


Rey : "kau tenang saja, aku pasti akan mencari jalan keluarnya"


Ana : "tapi tetap, hubungan kita harus di rahasikan dari karyawan yang lain, aku tidak ingin menjadi bahan gosip di kantor"


Rey : "selama kau bisa menjaga batasan mu, rahasia ini tidak akan terbongkar "


Ana :" enak saja kau menyalahkan ku! yang mengajak makan siang bersama di depan karyawan yang lain siapa? kau yang hampir saja membongkar rahasia! malah menyalahkan orang lain" kesal Ana tidak terima di tuduh biang kerok


Rey : "sudahlah..., aku masih ada pekerjaan lain, kita berjumpa besok"


Ana : " hem"


Ana membalas singkat, berharap Rey juga membalas pesannya. namun setelah satu jam menunggu Ana tidak menerima pesan balasan dari Rey, sampai dirinya sudah tidak tahan menahan rasa kantuknya


"Apa dia benar-benar sibuk? " Ana berbicara pada dirinya sendiri sembari mengecek layar ponselnya sekali lagi barang kali Rey membalas pesannya, sebelum ia tidur

__ADS_1


"'sampai ketemu besuk?' memangnya kita akan bertemu dimana? besukkan hari minggu, kantor tutup " Ana bermonolog dengan dirinya sendiri sembari memahami isi pesan dari Rey


tidak ingin ambil pusing dengan pesan singkat Rey, Ana lebih memilih untuk segera tidur. besuk adalah hari libur Ana berencana untuk tidur seharian di kamar mengecas tenaganya yang terkuras karena masalah jodoh


__ADS_2