
cukup membutuhkan waktu tiga hari semua persiapan pernikahan Ana dan Rey sudah rampung. semua yang serba dadakan namun masih terlihat mewah dan elegan, bagi seorang perencana seperti Rey pasti pernikahan ini juga sudah ia rencanakan jauh-jauh hari
meski terkesan dadakan semua persiapana nyaris sempurna, semua tamu undangan dari rekan bisnis Rey dari berbagai macam negara, teman-teman Ana dari SD-SMA, tidak lupa para tetangga Ana yang suka bergosip tak luput di undang Ana
pernikahan Ana dan Rey membuat kekayaan keluarga Mirzan akan naik ke Top five keluarga paling kaya di dunia. pernikahan Ana di selenggarakan di hotel paling mewah di Jakarta, Rey memesan seluruh gedung hotel hanya untuk melaksanakan pernikahannya. kamar-kamar hotel sengaja Rey sediakan untuk tamu dari jauh menginap
saat ini adalah saat-saat paling mendebarkan, Ana kini sedang duduk di sebuah tenda yang di tutupi dengan kain. sisi kiri dan kanannya ada Rani dan juga Lyla menemaninya di sana. sekitar tiga puluh menit acara akad nikah telah usai, Ana dan Rey sudah sah menjadi suami Istri. waktunya mempertemukan ke dua mempelai
Ana dibantu Rani dan Lyla mengankat gaun pernikahan Ana, untuk keluar dari tenda tersebut bertemu dengan Rey yang sudah menunggunya di luar. saat Ana keluar Rey langsung mengulurkan tanganya untuk membatu istrinya itu
"kau sangat cantik... " puji Rey, matanya tidak bisa berpaling dari wajah Ana
Ana yang dipuji tidak bisa berkata-kata. ditatapnya wajah suaminya itu, air matanya tumpah membasahi pipinya, ia merasa haru akhirnya statusnya kini sudah bukan si prawan tua lagi, kini dia sekarang sudah menikah, dia sekarang memiliki suami!
"Hei sayang ... kenapa kau menangis? " tanya Rey mengusap air mata di pipi Ana
"aku bahagia, bisa menikah dengan Mu Rey... "
"aku juga sangat bahagia, bahkan aku orang yang paling beruntung di dunia ini yang bisa menikah dengan mu Ana" Rey mengecup kening Ana dengan kasih. membuat semua orang yang melihat menitihkan air matanya haru termasuk Mama Iren
Mama Iren merasa bahagia setelah berbagai cobaan yang di lalui oleh Ana, akhirnya putri pertamanya itu telah menemukan pangeran hatinya. acara di lanjutkan dengan berfoto-foto bersama keluarga, sahabat, teman, rekan kerja. tak lupa Rey memperkenalkan Ana kepada kolega-koleganya. Rey juga mengadakan sesi wawancara dengan para wartawan
acara pernikahan Rey di gelar sangat meriah sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam, sebenarnya acara masih berlanjut sampai jam dua belas malam nanti namun, sebagai pengantin baru Rey ingin segera mungkin mengajak istrinya itu istirahat
"Ma,Mom kita istirahat dulu ya... " pamit Rey kepada keluarganya
"iya Rey, jangan lupa buatin cucu buat Mama... " goda Mama Iren menaik turunkan alisnya
__ADS_1
"Histtt.. Mama apaan sih!" Ana malu
"siap.. Ma.. " jawab Rey dengan senang hati
Rey mengandeng Ana sampai masuk ke dalam lift, Rey benar-benar tidak ingin melepas tangan Ana meski sesaat. padahal saat ini tangan Ana sudah mulai berkeringat, dan pegal
"Rey kita mau kemana? " tanya Ana bingung, karena Rey memecet lantai paling atas alias atap gedung hotel tersebut
"kita akan bulan madu sayang... "
"bulan madu? di atap gedung?" Ana tambah bingung
"kau lihat saja sendiri nanti... " ucap Rey
saat sampai di atap gedung, lagi-lagi Ana terkejut saat ada sebuat helikopter sudah terpakir di sana
"Rey kita mau kemana? "
"iya..,tapi kita mau ke kota mana sampai menaiki Heli segela? "
"nanti kau juga tahu? " Rey membantu Ana untuk menaiki Heli tersebut
tanpa persiapan, tanpa bekal mereka berdua langsung lepaslandas dari sana. Ana yang pasrah, menyerahkan segala sesuatunya kepada Rey hanya bisa mengikuti kemauan suaminya itu yang penuh dengan teka teki, tanda tanya dan kejutan
sekitar sepuluh jam mereka mengudara, sampailah mereka mendarat di sebuah gedung perkotaan. jika di lihat dari desain gedung, mereka telah sampai di sebuah gedung di Eropa
"Rey ini dimana? " tanya Ana melihat sekeliling
__ADS_1
"welcome to Italia... " seru Rey merentangkan keduap tangannya
"Apa? Itali? " Ana melongo tidak percaya, baru juga kemrin dia akad nikah tapi sudah di bawa kabur ke Italia?
"kita akan berbulan madu satu minggu di sini sayang... "
Rey lagi-lagi menggandeng Ana untuk menuruni tangga. mereka mendarat di sebuah gedung hotel mewah di Italia dan di hotel itu juga mereka akan menhinap untuk menghabisakan bulan madu mereka
Ana yang sudah sangat lelah, kemarin habis resepsi, terus mengudara mengunakan helikopter langusng merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. baru juga lima menit tubuh Ana menyentuh bantal dan memejamkam matanya, kini tidurnya harus tetganggu dengan tangan Rey yang menyentuh lebut wajahnya
"Rey?! kau mau apa? " tanya Ana panik saat wajah Rey begitu dekat dengannya
"apa lagi? kita disini akan berbulan madu" jawab Rey dengan nada sensasional, membuat Ana bergidik negeri. Ana semakin gugup saat tangan Rey yang awalnya berada di pipi perlahan-lahan berjalan di pundak Ana hendak membuka prngait gaun pengantin Ana
"Mandi! " triak Ana bangkit dari tidurnya "aku rasa aku harus mandi, badan ku terasa tidak nyaman" Ana mengalihkan topik pembicaraan, sesungguhnya Ana masih belum siap melakukannya
Ana segera berlari ke arah kamar mandi, dia segera mengunci kamar mandi dengan jantung yang berdetak kencang. dia basuh mukanya yang terasa panas, pikirannya sudah tidak karuan
"bagaimana caranya aku menghindar dari Rey? " tanya Ana kepada dirinya sendiri di pantulan cermin di Wastafel
Ana akan memikirkan jalan keluarnya setelah ia mandi yang terpenting saat ini dia bisa menjauh dari Rey jika perlu ia harus bersembunyi di dalam kamar mandi selamanya, namun sialnya saat Ana hendak membuka baju pengantinnya, tanganya tidak sampai ke pengiat bajunya. mau tidak mau Ana harus meminta bantuan Rey untuk membukakan baju itu, perlahan lahan Ana membuka pintu kamar mandi. ia terkejut saat Rey sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi
"Astaga Rey! kau mengejutkan saja! " Ana memengangi dadanya
"kau sudah selesai mandi? "
"belum, aku tidak bisa membuat gaun ku. bisa kah kau membukkan untuk ku? " Ana pun membalikkan badanya membelakangi Rey
__ADS_1
Rey dengan senyum nakalnya membuka pengait gaun itu, tanapa permisi Rey mencium pundak istrinya. membuat si pemilik bergeliat geli sampai ke ubun-ubun
"Rey! " bentak Ana malu, kemudian ia segara masuk kembali ke dalam kamar mandi. Rey hanya menatap lapar wanitanya yang kesal itu