Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
part 37


__ADS_3

Onne House Cafe


kini Ana dan Rey sedang di sidang oleh mom Zanna untuk mempertanggungkan jawabkan apa yang baru saja terjadi


“jelaskan kepada mom sedang apa kalian barusan?” Mom Zanna memulai interogasinya


“tante salah paham, ini buka seperti yang tante bayangkan” sanggah Ana


Ana tidak ingin kesalahpahaman ini berlanjut dan Ana tidak ingin Mom Zanna berfikiran jelek tentangnya


Ana menjelaskan kejadian sesungguhnya,


Saat itu Rey hendak mengambil air minum yang berada di sudut ruangan, namun Rey tidak menyadari jika Ana berada di bawah meja sedang memunguti berkas dan Brakkkkk tabrakan tidak bisa di hindari lagi


Rey pun tersandung dan jatuh menimpa Ana, sialnya rambut kribo Ana yang mudah sekali nyangkut, menyelip di retseleting celana millik Rey


Rey berusaha untuk mengeluarkan rambut Ana dari retseletingnya dengan menggunting rambut Ana, namun Ana yang bersi kukuh tak ingin rambut warisan nenek moyangnya di potong mengajak debat Rey


Rey dalam posisi bimbang, Ana yang tidak ingin rambut kribonya di potong sementara Rey tidak ingin membuka celananya di Depan Ana jika ingin mengeluarkan rambutnya. bisa-bisa hilang nanti ke berjakaan Rey


Rey tidak ingin berdepabat lebih lama lagi dengan posisi mereka sepeti itu, bisa saja orang lain akan salah paham


karena tidak ingin menarik perhatian karyawan lain dengan posisi aneh mereka, Rey akhirnya membawa Ana ke dalam ruang istirahatnya


Di dalam sana mereka masih saja berdebat anatara memotong dan tidak memtong


setelah Ana melancarkan ancaman akan memebongkar hubungan palsu mereka kepada orang tua Rey, akhirnya Rey melunak dan tidak jadi memotong rambut Ana


Rey mua melepaskan rambut Ana tapi dengan satu syarat yaitu Ana dilarang membuka matanya. bisa bahaya nanti


(ya kali Rey mengijinkan Ana melihat miliknya)


Petakannya di saat Rey berusaha mengelurakan rambut Ana tiba-tiba Mom Zanna dan Jay datang dan langsung mendobrak pintu, cerita selanjutnya kalian sudah tahu sendiri


"begitu tante ceritanya" terang Ana setelah menjelaskan panjang lebar "kami ber dua tidak melakukan apa-apa" imbuhnya


“apa pun alasannya, tindakan kalian sudah keterlaluan! Mom tidak ingin tahu kalian harus menikah segera” desak Mom Zanna


mom Zanna mencari Rey sebenarnya memang ingin membicarakan pernikahan Rey dan Ana, namun ia yakin jika dirinya langsung berbicara to the poin Rey pasti akan memberikan banyak sekali alasan

__ADS_1


Beruntung karena insiden tadi, Mom Zanna jadi memiiki alasan yang kuat untuk mendesak mereka menikah


“Apa?!” teriak Ana dan Rey bersama


“apa kalian tidak malu jika nanti ada gosip yang beredar? Bos dan sekertaris di dalam satu ruangan? Oh..no.no..Mom tidak ingin tahu kalian harus menikah secepatnya” tandasnya


Ana dan Rey saling memandang meminta jawaban satu sama lain. Ana sangat bingung sekali sampai ia tidak bisa berkata-kata, ia menatap Rey untuk meminta jawaaban


“tidak bisa mom, kita baru saja berkenalan beberapa bulan” Rey berusaha melobi


“tiga bulan untuk saling mengenal Mom rasa sudah cukup, Mom sudah mengetahui asal usul keluarga Ana. Ana anak yang baik dan berasal dari keluarga yang baik pula. Jadi tidak perlu di khawatirkan lagi”


“tapi menikah itu adalah suatu hal yang penting tante, jadi saya akan diskusikan dulu dengan keluarga saya” alibi Ana agar ia mendapatkan sedikit waktu untuk memikirkan jalan keluar berikutnya


“tidak perlu cantik, Mom sudah berbicara dengan mama mu dan dia juga setuju jika kalian segera menikah”


“Apa?” Ana sangat susah menelan silivanya sendiri, dirinya tidak menyangka jika Mom Zanna dan Mama Iren sudah sangat akrab sampai-sampai membicarakaan pernikahannya


...🍂🍂🍂...


di sebuah ruangan berdesain clasik, di dominasi cat berwara putih dengan pantulan kaca yang bening membuat ruangan itu mewah dan bersih


"kenapa kau bilang kita akan bertunagan? " Ana tidak terima jika Rey membuat keputusan secara sepihak


"apa kau memiliki jalan keluar yang lain? " tanya balik Rey "kita tidak punya pilihan lain selain berpura-pura tunangan, kita sementara jalani saja hubungan ini sembari kita mencari alasan agar kita tidak jadi menihah"


Ana tidak menyangka jika hubungan palsunya kini semakin rumit, dan kini dirinya harus berpura-pura tunagan? sampai kapan Ana hidup dalam ke pura-puraan?


percakapan tempo hari denagn Mom Zanna. Mom Zanna terus mendasak Rey untuk segera menikahi Ana. Karena sudah terpojokkan Rey memutuskan untuk pura-pura bertungan terlebih dahulu sambil ia memfikirkan alasan yang tepat untuk menolak pernikahannya


untuk sementara menurut Rey, pura-pura tunangan adalah ide yang bagus dari pada menikah


“bukankah itu sama saja?” Ana berfikir tunangan bukanlah ide yang bagus


Rey menyor kepala Ana “tentu saja berbeda! kalau menikah kita terkait satu sama lain”


“memangnya kalau tunangan kita tidak terikat satu sama lain?”


“paling tidak kita masih bisa berpisah”

__ADS_1


Mendengar kata berpisah entah mengapa membuat hati Ana menjadi sakit, setelah beberapa bulan bersama apakah Rey tidak merasakan apa-apa?


Perubahan raut wajah yang sedih Ana tertangkap oleh mata tajam Rey


“jangan-jangan kau...kau menganggap hubungan kita ini serius?” tanya Rey pelan-pelan agar tidak menyingung perasaan Ana, sejujurnya Rey juga masih belum yakin dengan perasaannya sendiri


“Mimipi!” elak Ana


“Lalu kenapa kau berseedih?”


“aku bersedih karena harus mengeluarkan uang untuk hal yang tidak penting seperti ini” alibi Ana


"Ya..ampun aku kira apa! Tenang saja cincin ini aku yang bayar, lagi pula kita tidak punya solusi lain selain berpura-pura tunangan”


“ada satu solusi”


“apa?” tanya Rey antusias


“kita bilang jujur saja ke orang tua kita masing-masing”


“apa? Apa kau bercanda?”


“aku sudah tidak ingin memainkan hubungan palsu ini” Ana hendak pergi dari sana


“tunggu...” Rey menahan tangan Ana “kau itu kenapa?”


“dengar ya Rey, aku tidak ingin membohongi orang tua kita terus”


“baiklah, bagaimana jika kita tunagan sunguhan?”


“Apa?” Ana tersentak saat Rey mengajaknya serius bertunagan apa jangan-jangan Rey sudah menyukainya?


“ya, jika kua tidak ingin hubungan palsu maka kita bertunangan sungguhan”


“dan me-menikah?” tanya Ana pelan-pelan dan penih harap


“ck, aku itu mengajak mu tunangan bukan menikah! Kita masih bisa putus setelah tunangan”


"Apa?! kalau ujung-ujungnya akan berpisah kenapa tidak sekarang saja?! " kesal Ana. menurutnya berpisah sekarang atau setelah bertunagan itu sama saja

__ADS_1


"itu berbeda! kita sudah berjalan sejauh ini, tidak mungkin kita menyudahinya begitu saja" Rey tidak terima jika dirinya harus di jodohkan dengan anak sahabat Daddynya


__ADS_2