
setelah pembicaraan semalam kini Ana lebih menjaga jarak terhadap Rey, baik di kantor maupun di dinia maya, dirinya tidak memperdulikan atau membalas semua pesan singkat dari Rey. meski demikian Ana belum membuka kebohongannya kepada Mama Iren, dirinya menunggu waktu yang tepat untuk bicara, entah itu kapan namun ia akan membicarakannya segera
Rey yang sudah kesal karena dari kemarin pesannya di abaikan Ana, mendatangi Ana di ruangan kerjanya
"bukankah kita harus bicara" ucap Rey berdiri di depan meja kerja Ana
"bicara tentang apa?" tanya balik Ana dengan dinginnya
"kita bicara di luar" ucap Rey memperhatikan sekeliling, dimana karyawan masih berada di meja masing-masing bersiap untuk istirahat makan siang
"jika kau ingin membujukku mengenai hubungan palsu kita, percuma keputusan ku sudah bulat dan aku tidak akan goyah. namun jika kau ingin membicarakan tentang pekerjaan tunggulah sampai aku selesai istirahat makan siang...permisi" ucap Ana keluar rungan meninggalkan Rey sendirian
"sial!! " unpat Rey menatap punggung Ana menghilang di balik kerumunan karyawan lain yang sedang mengatri lift
di tengah-tengah kerumitan masalah yang Rey buat sendiri tiba-tiba Jay datang, tergesa-gesa
"Tuan, Ada yang mencari anda"
"aku sedang tidak ingin di ganggu, suruh dia membuat jadwal ulang " ucap Rey buntu, dirinya tidak bisa berfikir meski tentang pekerjaan sekalipun
"tapi Tuan, dia datang per orangan" Jay membisikkan nama seseorang di telingga Rey
"siapa kau bilang? "
"dia sudah menunggu Anda di lobi"
seketika itu wajah Rey yang dari tadi cemburut langsung sumringah, saat Jay memberitahu nama orang yang mencari dirinya. Rey rasa dirinya memiliki senjata untuk menekan Ana agar tetap mau melanjutkan hubungan palsu mereka
"biarkan dia naik" Rey berjalan Cool kembali ke ruangganya, dirinya kembali duduk di kursi kebesarannya siap menyambut tamu penyelamatnya
*
*
Ana kini berada di Restoran kantor untuk makan siang, dirinya duduk bersama Rani dan teman-teman semasa Ana bekerja di devisi deal maker
__ADS_1
"kau tumben makan di sini, biasanya juga makan di luar? " tanya Rani
"aku sedang malas keluar saja, lagi pula aku kangan tidak bertemu kalian" jawab Ana ringan
"kau yakin? "
"tentu saja, memangnya kenapa? "
"kau sedang tidak marahan dengan pacar mu kan? "
"Maksudmu?! "
Deg seketika itu jantung Ana berhenti, tubuhnya sudah keringat dingin. dari mana Rani mengetahui hubungan palsunya dengan Rey?
"Apa?! Ana punya pacar? " sahut salah satu temen makan mereka "benar kamu punya pacar, Ana?
"beberapa hari ini kau tidak makan siang bersama kami, pasti kau makan siang bersama pacar mu kan? " imbuh yang lain
"hahahaha... " Ana tertawa canggung untuk menutupi kegugupannya "pacar apanya.. aku tidak punya pacar, kau tahu dari mana kabar palsu itu?" ucap Ana berusaha untuk tetap tenang
"aku mengetahuinya dari Lyla" jawab Rani, yang memang Lyla telah memberitahu Rani tentang Ana yang sedang menjalin kasih dengan seseorang
"A-apa? ka-u su-dah me-me-nge-tahui pria itu? " tanya Ana terbata-bata. dirinya sudah keringat dingin takut jika Rani mengetahui pria yang menjadi pacar Ana adalah Rey. bisa-bisa Ana tidak bisa terlepas dari jeratan Rey karena akan semakin banyak orang yang mengetahui hubungan mereka akan semakin sulit Ana untuk bicara jujur, banyak orang yang akan kecewa dan marah termasuk fans Rey
"Lyla tidak bilang nama pria itu, tapi boleh lah di kenalkan kepada kita-kita" ujar Rani
"Iya Ana, kenalakan pada kami" desak yang lainnya, yang kepo pria mana yang mau menerima Ana yang super unik ini
"sudah aku katakan, aku tidak punya pacar " elak Ana
"kau jangan berbohong, adik mu saja sudah mengakuinya. kami janji, kami tidak akan tergoda pria mu" bujuk Rani
"bukan sperti itu.... "
ting
__ADS_1
belum sempat Ana menjelaskan kepada teman-temannya jika itu hanya hubungan palsu agar dirinya terbebas dari kencan buta, ucapan Ana terhenti saat notifikasi ponselnya berbunyi dan menampilkan pesan dari Rey, seketika itu Ana membulatkan matanya sempurna karena terkejut
'cepat datang ke Onni House Cafe sebelum aku uangkapkan semua rahasia hubungan kita di hadapan merkeka'
itulah pesan dari Rey yang di serati foto Mama Iren beserta teman-teman arisannya
"sial! " umpat Ana membuat Rani dan teman-temanya saling memandang bingung
"Ada Apa ?" tanya Rani ikut khawatir
"aku harus pergi, ada sesuatu yang harus aku urus" Ana berlari keluar dari Restoran kantor, padahal makanan yang ia pesan belum datang
Ana segera berlari ke Restoran seberang, menemui Rey, Mama Iren dan temen-teman arisannya
"Mama! " teriak Ana dengan nafas yang ngos-ngosan karena berlari, melihat Rey duduk di tenggah di kerumuni oleh tante-tante ABG
"Ck, kenapa kau terlambat? Rey dan Mama sudah dari tadi menunggumu"
"Mama dan Tante Siti kenapa bisa ada di sini? " Ana melihat Bu Siti adminnya lembe turah di kampungnya juga ikut duduk di sana
"Ck, kau itu bagaimana sih! Mama kan sudah bilang akan memperkenalkan calon mantu mama kepada teman-teman Arisan Mama, tadi Mama menjemput Rey di kantornya tapi kau malah pergi makan siang bersama Rani" ucap Mama Iren yang tadi menjemput Rey di ruanganya lalu mengajaknya untuk makan siang bersama
"Apa?" Ana sendiri lupa akan hal itu
"sayang, sepetinya aku harus mengurangi beban pekerjaan mu, kau jadi lupa hari penting seprti ini" ucap Rey berdiri menghampiri Ana
"oh.. So sweet" triak Tante-tente secara bersama saat Rey meraih pinggan ramping Ana
"cepat keluarkan aku dari situasi menyedihkan ini" bisik Rey di telinga Ana, sejujurnya Rey sedikit risi berada di tengah-tengah teman-teman Mama Iren, dirinya berasa seperti Pria brondong yang di rebutkan oleh tante-tante
Baru juga dirinya lima belas menit duduk di tengah-tengah temen-tema Mama Iren, sudah ada yang agresif, ada yang meraba dada bidangnya, mencubit pipi tirusnya, mencium aroma wangi parfumnya dan segala tindakan yang tidak bisa Rey ungkapkan lebih lanjut lagi
"Mama, dan ibu-ibu yang lain saya minta maaf. Rey dan saya harus pergi karena ada rapat yang harus kita hadiri, jadi untuk jumpa fans nya kita akhiri sanpai disni ya"
"yahhh.... baru juga sebentar" keluh yang lain tidak terima Rey pergi dari sana
__ADS_1
"iya, Ana minta maaf. sebagai gantinya kalian bisa makan sepuasnya di sini, Rey yang akan membayar semua tagihan makanannya"
"yang benar?? Ye... ye... " sorak gembira para ibu-ibu dapat makanan gratis