Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 33


__ADS_3

Rey berjalan Cool kembali ke dalam ruangannya


Drt


Drt


ponsel Rey bergetar pertanda subuah pesan telah masuk ke penselnya


'waktu satu bulan mu sudah berakhir, segera tentukan tanggal pertunangan mu dengan Ana atau kau akan ku nikah kan dengan anak sahabat daddy'


Pesan dari Dad Alvan mengingatkan Rey, jika waktunya satu bulannya sudah habis.


Rey membaca pesan itu dengan raut wajah yang susah di artikan, dirinya kembali ke ruang rapat ingin berbicara dengan Ana secara empat mata


namun di luar dugaan Rey dengan telinganya sendiri mendengar Ana di bully oleh karyawan yang lain. kini ia mengerti mengapa Ana merahasiakan hubungan palsu dari yang lain. karena sudah pasti mereka tidak akan percaya


Rey cukup lama berdiri di luar ruangan, sehingga ia mendengar semua percakapan orang-orang menghina Ana


"Jay, cari tahu siapa saja orang yang telah menghina Ana dan berikan dia Surat pemecatan" ucap Rey berlalu dari sana, sesaat sebelum Ana dan Rani keluar


"tapi Tuan apakah itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Jay mengekor di belakang Rey


Rey menghentikan langkahnya lalu menatap tajam ke arah Jay


"laksanakan perintah ku! " ucap Rey menyeringai


"Ba-Baik Tuan" ucap Jay takut gemetaran jika Rey sudah seperti itu. Rey kembali melanjutkan jalannya


"oh iya, panggil Ana untuk datang ke ruangan ku" perintanya lagi


"baik Tuan"


...***...


tok tok


"Anda mencari saya tuan? " tanya Ana menongolkan kepalanya di balik pintu


"masuklah.." pita Rey

__ADS_1


Ana pun berjalan menghadap Rey "iya Tuan, Ada yang bisa saya bantu?"


"kita hari ini akan pergi manajemen Casper"


"Apa? kenapa mendadak sekali? saya belum sempat membuat surat permohonan"


"setelah aku pikir-pikir, lebih cepat kita menemukan identitas Casper akan lebih baik lagi. sebelum perusahan yang lain menemukan terlebih dahulu"


"tapi apa Anda yakin dapat menjalin hubungan kerja sama dengan Casper? saya dengar Casper selama ini tidak pernah mau menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan mana pun"


"jika kita tidak mencoba kita tidak akan tahu, cepat kau bersiap lima menit lagi kita berangkat "


"baik tuan"


*


*


Kini Ana, Rey dan Jay sedang berada di perusahan Wiley, sebuah perusahan percetakaan raksaksa yang mencetak novel-novel best seller, mereka menampung semua penulis pemula maupun penulis senior yang ingin menerbitkan buku mereka termasuk penulis legendaris Casper


Mereka bertiga sengaja datang kesana, untuk bernegosiasi dengan manager Casper. sudah sekitar tiga puluh menit Ana, Rry dan Jay menunggu manager yang menaungi Casper itu


"maaf sudah membuat kalian menunggu" sapa seorang wanita kisaran umur empat puluh tahunan namun masih terlihat cantik


Rey, Jay dan Ana yang merasa di sapa langsung berdiri menyambut balik sapan wanita itu


"perkenalkan saya Margereta manajer Casper" wanita itu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan


"perkenalkan nama saya Reydra dari perusahan Isaac group" Rey membalas jabat tangan Ibu Margareta


“saya sudah tahu Anda Tuan" Perusahan Isacc Group memang sudah tidak di ragukan lagi nama besarnya "Ada yang bisa di bantu Tuan?” tanya Ibu Margareta ramah


“kami kesini bermaksud untuk mengajukan kerja sama dengan Casper, dan kami akan membiayai semua perencanan percetakan novel yang Casper butuhkan. Bisakah saya bertemu dengan Tuan Casper untuk membicarakan ini?” Rey langsung to the point


“Maafkan saya sebelumnya Tuan Rey, bukanya saya tidak ingin mempertemukan Anda dengan Casper tetapi Casper sendiri adalah penulis kami yang misterius. Dia belum pernah mengungkapkan identitasnya ke publik bahkan saya sendiri yang sudah menangani beliau selama dua belas tahun belum pernah bertemu dengannya. kami selalu berkomunikasi lewat email. saya tidak tahu jenis kelaminya, wajah atau pun umurnya dan saya rasa beliau tidak tertarik dengan tawaran Anda, karena beliau selalu menolaknya"


"tidak bisakah Anda menghubunginya terlebih dahulu? " tawar Rey "saya akan memberikan proposal penawarannya"


"maaf Tuan, beliau sudah bertahun-tahun menolak semua penawaran dari perusahaan lain. jika Anda berkenan saya akan memberikan rekomendasi penulis yang tidak kalah hebatnya dengan Casper" usul Manager Margereta

__ADS_1


"tidak! aku hanya ingin bekerja sama dengan Casper"


"maaf tuan, saya tidak bisa membantu banyak" Ibu Margareta pergi dari sana, ia merasa membahas itu akan sia-sia saja karena Casper tidak pernah ingin memiliki sponsor yang hanya numpang dengan nama besarnnya


“Sial!" umpat Rey kesal "Tunggu...” Rey merasa pembicaraannya belum selesai


“sudahlah Tuan Rey, dia tidak akan menerimamu” Ana berusaha menenangkan Rey


“Aku kesal bukan masalah itu, tapi aku kesal karena dia pergi begitu saja sebelum pembicaraan ini selesai” Rey kesal kepada Ibu Margareta yang pergi dengan tidak sopanya di tengah-tengah pembicaran mereka


“mungkin dia sudah lelah, karena menolaki ratusan perusahaan“ celoteh Ana


“bagaimana Nona Ana tahu Casper menolak ratusan perusahan yang ingin kerja sama dengannya?” tanya Jay heran


“Eee... kan sudah aku katakan aku ini adalah fans nya jadi aku tahu karakter Casper” alibi Ana


“aku tidak peduli! tugas mu sekarang meminta tanda tangan kerja sama dengan Casper” perinta Rey mutlak, kemudian berjalan keluar dari perusahan Wiley sementara Ana sudah mengepakan tanganya di udara siap untuk memukul wajah Rey yang bisanya selalu memerintah saja


sebelum pergi dari sana Rey sempat melihat poster 'workshop bedah buku Casper' yang terpajang di papan pengumuman. acara itu di selengarakan akhir pekan ini


ini kesempatan yang bagus untuk Rey bertemu dengan Casper, siapa tahu Casper hadir di sana


...🍂🍂🍂...


Akhir pekan kali ini Rey mengajak Ana untuk 'bekerja' dalam tanda kutip. biasanya Rey dan Ana akan menghabiskan waktu sepeti pasangan kekasih pada umumnya namun kali ini karena tuntutan pekerjaan Rey membawa Ana ke workshop bedah bukunya Casper


Rey berharap Casper hadir di acara itu dan Rey bisa melobi langsung tanpa perantara menager


“apa kau yakin dia akan datang kemari?” tanya Ana dengan tidak semangat ikut duduk di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang sangat antusis mengikuti acara itu


“ini acaranya tentu saja dia akan hadir” ucap Rey dengan percaya dirinya


“walau pun dia hadir, apa kau bisa mengenali Casper?”


“tentu saja-..” ucapan Rey terhenti saat ucapan Ana masuk akal, meski pun Casper hadir di acaranya tersebut belum tentu Rey bisa mengenali Casper di antara ribuan orang yang hadir di sana


“Casper adalah nama penanya, tidak ada seorang pun yang mengetahui identitasnya. Kau hanya membuang-buang waktu saja” Ana beranjak dari kursinya hendak keluar dari acara sana


“tunggu.. kau mau kemana?” susul Rey

__ADS_1


Rey sedikit merasa aneh, dari kemarin Ana dengan jelas mengatakan jika ia adalah fans berat Casper lalu kenapa ia tidak tertarik sama sekali dengan bedah buku ciptaan Casper, idolanya?


__ADS_2