Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
part 40


__ADS_3

sudah tiga puluh menit Ana duduk menemani Rey, setelah Mom Zanna dan Dad Alvan pamit pergi. belum ada tanda-tanda Rey siuman, matanya masih saja setia terpejam


Ana menatap wajah pucat Rey, dia semakin merasa bersalah. dia pikir Rey orang yang sombong yang tidak bisa makan makanan sembarangan karena dia adalah anak orang kaya tentu saja tidak level dengan makanan pinggiran. namun setelah kejadian tadi siang Ana menjadi paham jika Rey tidak bisa makan makanan sebarangan yang mengandung kacang wijen dan berbagai olahanya


"maafkan aku Rey, aku tidak tahu kau mengidap penyakit itu " batin Ana


“Angell..Angel..Angel jangan pergi” Rey memnagil-mangil seseorang namun matanya masih tertutup rapat


"Rey.. Rey... kau sudah sadar? Rey!" panggil Ana “Rey! Rey bangun ...Rey” Ana mengoyangkan bahu Rey berusaha membangunkan Rey


“Aaangel..!!!.” triak Rey terbangun dari tidurnya, dengan reflek Rey menarik menarik tangan Ana dan


Cup


Rey menempelkan bibirnya ke bibir Ana, perlahan lahan Rey kemudian mulai melamut bibir itu dengan lembut


Ana yang shok mendapat serangan itu, dia tidak bisa berfikir apa-apa. dia tidak bisa membalas atau pun menolak ciuman Rey, ini adalah ciuman pertama Ana. Rey melakukanya dengan sangat lembut dan penuh kasih sampai Ana begitu terbuai dengan hal itu


Ana hanya diam mematung, pikiran Ana kosong. dia bahkan binging harus mendorong Rey agar melepaskan ciumanya atau dia harus menikamti saja ciumanya?


mereka masih saling bertautan sampai Dad Alvan dan Mom Zanna kembali, mereka masih asik bercumbu


"Ana lebih baik kau pulang sa-" ucapan Mom Zanna terhenti karena terkejut


saat membuka pintu dan langsung di suguhkan dengan pemandangan seperi itu. di dalam hati Mom zanna mengatakan jika mereka masuk di waktu yang salah


Rey yang mendengar suara Mom Zana seketika itu menutus tautanya, dia begitu terkejut saat menatap Ana ada di sana dan itu artinya bibir yang barusan ia cium adalah milik Ana?


Ana yang masih blak, matanya memandang lurus dan tatapanya kosong. Ana seperti orang yang tetkena hipnotis

__ADS_1


"Ee.... Rey kau sudah sadar?" tanya Mom Zanna berjalan mendekati anak laki-lakinya itu


"iya Mom"


Ana cukup lama terbengong, sampai ia tersadar saat Rey menjetikkan jarinya tepat dimukanya


"Woii... " Rey menyadarkan Ana


"Ha? iya???" Ana seperti orang ling lung, sedetik kemudian ia mengingat apa yang baru saja terjadi. Ana memengangi bibirnya yang terasa panas, rasa panasnya itu perlahan mulai menjalar ke wajah Ana, wajahnya berubah menjadi merah tomat karena malu"pe-permisi sa-saya ke kamar mandi dulu" pamit Ana berlari sekencang mungkin ingin segera menyembunyikan wajahnya


"kau baik-baik saja? " tanya Dad Alvan santai, pura-pura kejadian tadi tidak pernah terjadi


"aku baik-baik saja Dad, hanya masih terasa lemas saja"


"seharunya kau mencium Ana lebih lama lagi, pasti kau akan segera pulih total" ejek Mom Zanna sambil tersenyum malu


"Ck, Mom... aku tadi tidak sengaja" ucap Rey jujur


"sengaja juga tidak apa-apa. lagi pula kalian juga akan bertunangan. berciuman itu wajar sayang antar pasangan, itu pertanda kalau kalian saling mencintai satu sama lain " ucap Mom Zanna merasa bahagia anaknya akhirnya bisa Move on dari masa lalunya


"kalian pulang saja, biar Ana yang menemaniku malam ini" usir Rey secara halus


Rey tidak ingin orang tuanya melihat, Rey yang terpuruk. setelah kejadian ciuman tadi Rey merasa bersalah kepada Ana dan kedua orang tuannya. dia merasa bersalah kepada Ana karena sudah lancang mencium bibirnya, dan Rey merasa bersalah kepada Mom Zanna karena nyatanya dia mencium Ana lantaran Rey menganggap Ana adalah Angela


"baiklah.. baiklah...Mom tidak akan menggau kalian lagi" ucap Mom Zanna benar-benar bahagia "capat sembuh ya sayang" Mom Zanna mengusap lembut rabut Rey kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan bersama dengan Dad Alvan


Rey menatap punggung Dad Alvan dan Mom Zanan yang sudah menghilang di balik pintu, seketika itu Rey menjatukan diri di tempat tidur. dia sepeti orang bodoh yang terjebak di masa lalu, hanya karena bermimpi mantan pacarnya dia bisa berhalusinani dan menganggap wanita lain sebagi mantan kekasihnya


"dimana ke dua orang tua mu? " tanya seseorang yang tidak asing bagi Rey

__ADS_1


"apa kau habis tercemplung di air got? " ejek Rey melihat Ana yang basah kuyup. rambutnya yang kribo itu menjadi kurus karean basah. dengan penampilan rambut Ana yang lurus sempat membuat Rey tidak bisa mengenali Ana namun karena baju dan suara yang sangat Familiar barulah Rey sadar jika itu adalah Ana


"A-aku tadi kenapasan, jadi aku merendam kepala ku" selepas Rey merenggut ciuman pertama Ana. Ana begitu terbakar sampai wajahnya memerah terlihat dari terpantul kaca toilet


malu keluar toilet dengan wajah yang masih memerah, Ana menguyur terus wajahnya agar cepat dingin dan jadilah seluruh kelapa Ana bayah kuyup


"Apa tadi adalah ciuman pertama mu? " tebak Rey


"A-apa? ti-tidak! " Ana menjadi salah tinggkah, dan kini wajahnya kembali memerah


Rey tersenyum melihat ekspresi Ana, salah tingkahnya Ana sudah jelas membuktikan jika tadi adalah benar-benar ciuman pertamanya


"maaf... " ucap Rey


"Apa? " tanya Ana ulang karena tidak begitu jelas mendengar


"Maaf, aku sudah lancang mencium mu. aku tidak sadar melakukannya" ucap Rey tulus meminta maaf kepada Ana


"Ee... iya gak apa-apa" sakit hati Ana saat Rey mengatakan jika itu diluar kendalinya, di tambah sebelum Rey mencium Ana Rey sempat mengigau memanggil-manggil nama wanita lain. apakah ada wanita lain di hati Rey? Wanita penyebab Rey sampai saat ini belum juga membuka hatinya?


"Ana sadar!!! kau itu bukan siapa-sipaa Rey! kenapa kau marah dan kecewa kalau di hati Rey ada wanita lain?! kau itu hanya pacar palsunya! kau tidak pantas mendapatkan Rey! kau tidak pantas cemburu terhadapnya!" ucap Ana dalam hati menyadarkan dirinya sendiri jika dirinya tidak berhak cemburu


"kau malam ini harus menemaniku" sambung Rey


"Ha? Apa? kenapa harus aku? "


"apa kau lupa, siapa yang telah menbuat aku menjadi seperti ini? " Rey mengingatkan kembali "apakah kau akan lari dari taggung jawabmu?"


"tapi itu bukan 100% salah ku! kau sendiri yang tidak hati-hati. sudah jelas alergi kacang wijen masih saja memakannya, memangnya kau tadi buta sampai tidak melihat kacang wijen? " berontak Ana tidak terima di salahkan

__ADS_1


"ck!! kau itu suka sekali membantah ku! "


__ADS_2