Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 52


__ADS_3

"maaf aku tidak bermaksud menyakiti mu.. " ucap Rey merasa bersalah menyentuh tangan Ana yang memerah karena cengkramanya


Ana menarik tanganya menjauh " Apa peduli mu aku pergi dengan pria lain atau tidak?! "


"Apa? " Rey terkejut dengan amarah Ana, dia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Ana seharian ini "Apa maksudmu, apa peduliku? tentu saja aku peduli karena kau adalah tunangan ku! " Rey balik marah kepada Ana


"Sementara! " Ana mengingatkan Rey "pertunangan kita hanya sementara! kita berdua sudah sepakat akan berbisah setelah satu bulan. beberapa hari lagi akan genap satu bulan, mau sekarang atau besok tetap saja kita akan berpisah jadi lebih baik kita akhiri saja hubungan ini sekarang juga!" ucap Ana berapi-api


Rey yang belum pernah melihat Ana semarah ini merasa ada hal yang salah "kau itu kenapa? kenapa tiba-tiba minta putus? " tanya Rey mulai melebut


"aku sudah capek Rey! aku capek menjalankan hubungan palsu ini lebih baik kau jalani hidup mu yang baru bersama dengan Agela dan aku akan menjalani hidupku sendiri"


mendengar nama Agela di sebut-sebut, membuat Rey merasa bersalah karena tidak membicarakan masalah Agela kepada Ana


"apa kau cemburu? " tanya Rey


"cemburu? apa hak ku untuk cemburu? dari awal hubungan kita tidak sedalam itu"


"Ana tenanglah dulu, aku bisa menjelaskan semuanya" bujuk Rey


"tidak! aku bukan siapa-siapa yang harus mendengarkan penjelasan dari mu. keputusan ku sudah jelas kita akhiri saja hubungan ini"


setelah mengucapkan itu Ana, meninggalkan Rey sendirian. Rey berusah memanggil Ana dan hendak menjelaskannya namun rupanya Ana sudah terlanjur marah


Rey menatap punggung Ana yang menghilang di balik pintu, Rey meremas rambut kepalanya dengan frustrasi, awalnya dia yang ingin marah karena Ana pergi dengan pria lain tanpa sepengetahuannya namun nyatanya Rey yang malah di marahi balik


Ana melakukan itu karena perintah Dad Alvan yang memintanya untuk menjaihi Rey, jujur jauh di lubuk hati Ana, hatinya sakit. Ana mengira Dad Alvan merestui hungan Rey dan Agela sehinga Ana harus dipaksa mundur


sejak berdebat dengan Rey Ana sudah berusaha menahan air matanya, makanya tadi ia segera menyudahi perdebatan sebelum Rey melihatnya menangis


Ana langsung masuk ke dalam toilet, ia mengunci diri di sana. sekitar tiga puluh menit Ana menangis dalam diam di dalam toilet, sampai Ana sudah merasa tenang dan sudah bisa mengontrol hatinya Ana mulai keluar dan menjalani pekerjaanya seperti bisa, seolah-olah tidak terjadi sesuatu pada dirinya


Ana memulai pekerjaanya, dia sengaja tidak eye contack dengan Rey yang lewat di depannya


sama seperti Ana, selepas pertengkarannya dengan Ana. Rey memilih menyendiri di rotoof, Rey merenung langkah apa yang harus ia buat untuk kebaikan mereka berdua. cukup lama Rey memutuskan keputusannya, sampai ia yakin dengan keputusannya

__ADS_1


hampir satu jam Rey berda di atas gedung, Rey akhirnya kebali ke ruangannya. saat keluar dari lift, mata Rey langsung menatap ke arah Ana


ingin sekali Rey menghampiri Ana dan meminta maaf, namun Rey menahannya.saat itu Ana sedang bersama dengan karyawan lain sehingga Rey melewati ruangan Ana begitu saja


meski begitu, manik mata Rey tidak terlepas dari sosok Ana. Rey sudah berada di dalam ruangannya, matanya sesekali melirik ke arah meja Ana


"Anda ingin berbicara dengan Nona Ana, Tuan? " tanya Jay yang kebetulan berada di sana, sedang meminta tanda tangan Rey


"tidak" jawab singakat Rey, langsung menandatangani dokumen itu tanpa membacanya terlebih dahulu


"Apa ada sesuatu yang sedang menganggu pikiran Anda Tuan? "


"apa maksudmu? " mendapat pertanyaan itu, mata Rey kini fokus kepada Jay


"tidak biasanya Anda menandatangani dokumen tanpa membaca ulang terlebih dahulu"


Rey menghela nafasnya panjang, tentu saja Rey tidak bisa menyembunyikan kegelisahanya kepada Jay yang sudah menemaninya hampir lima belas tahun


"tinggalkan aku, aku ingin sendiri " perintah Rey


Rey memijat pangkal hidungnya, berharap dengan melakukan itu lelahnya bisa sedikit berkurang. tidak terasa waktu istirahat makan siang telah tiba, ini kesempatan bagus untuk meminta maaf kepada Ana


Rey melihat Ana sedang bersiap-siap untuk keluar makan siang, kebetulan juga di sana sudah sepi karna karyawan yang lain sudah pergi ke restoran kantor terlebih dahulu


dengan semangat empat lima Rey berjalan mendekati ruangan Ana, ia bermaksud untuk mengajak Ana makan siang bersama, sekaligus ia ingin menjelaskan sesuatu


namun rencana tingal lah rencana, Rencana Rey harus gagal saat seseorang yang tidak di undang, juga datang ke meja Ana


"Tuan Zen? ada apa Anda kemari? " tanya Rey heran kenapa mintra bisnisnya datang tiba-tiba tanpa membuat janji temu dengannya terlebih dahulu


"Oh.. maaf Tuan Rey, saya kesini bukan bertemu dengan Anda tapi saya kesini untuk betemu pacar saya" jawab Zen ramah


"pacar?? "


"iya" Zen menarik pinggang Ana untuk mendekat kepadanya "perkenalkan Tuan, Ana adalah pacar saya" ucap Zen memperkarakan Ana Kepada Rey

__ADS_1


"Apa?! " Rey membelalakna matanya terkejut


"saya permisi Tuan, saya mau makan siang dengan pacar saya dulu" pamit Ana, membungkuk memberika hormat kepada Rey yang masih diam mematung karena terkejut


"Ayo babby" ajak Zen, tanpa melepaskan rangkulan tangannya di pinggan Ana


Rey menatap punggung kedua sejoli itu dengan tatapan tidak percaya, kenapa hidupnya menjadi rumit!


...***...


Malam hari akhirnya datang, Rey yang tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Ana di kantor, sengaja mencegat Ana di jalan arah pulang ke rumahnya


sekitar lima belas menit Rey menunggu, akhirnya Ana muncul juga, dia berboncengan dengan Zen menggunakan motor sport. terlihat jelas Ana sangat bahagia bersama Zen, namun senyum Ana itu mampu membakar hati seorang Rey


setelah saling berpamitan, Zen pun pulang dan di sana kesempatan Rey untuk menarik Ana masuk ke dalam mobil


"Rey! kau itu apa-apaan! lepaskan! " brontak Ana


"sepertinya kita harus bicara! "


"bicara? kau mau bicara apa lagi?"


"tentang hubungan kita"


"hubungan kita? tidak ada yang perlu di bahas lagi, hubungan kita sudah berakhir dan aku sudah memiliki kekasih baru"


"kau sengajakan berhubungan dengan Zen, agar bisa membuat alasan untuk mengakhiri hubungan kita kan?"


"apa maksudmu? " Ana mengerutkan dahi bingung


"kau sengaja berguna palsu dengan Zen kan? agar aku menjauh dari mu? "


"dengar ya Rey. aku dan Zen adalah hubungan asli, kami berdua benar-benar pacaran. aku sudah lelah dengan hubungan palsu. lebih baik kita akhiri saja semua ini, aku akan bicara dengan Mama ku dan kau bicara dengan orang tua mu. lebih baik kita jalani hidup kita dengan pasangan masing-masing, kau dengan Angel dan aku dengan Zen"


Ana keluar dari mobil Rey, dan langsung masuk ke dalam ruamhnya

__ADS_1


__ADS_2