
"Dasar anak tidak tahu di untung! " Agela terusulut emosinya saat Gibran menyebut orang yag sudah membuatnya menderita "kau akan mendapat Daddy yang lebih kaya dan lebih baik dari pada David!" Agela mulai memukul dan mencubit Gibran dengan kesalnya
semenatar Babysister itu tidak bisa berbuat banyak, dia hanya melihat semua kekerasan itu sambil menangis bergarap ada seseorang yang menolongnya
"Ampun Maa... Ampun... Huuaaa.. Hua.. " Gibran menangis sejadi-jadinya merasakan sakit di sekujur tubuhnya
setelah meluapkan semua kekesalanya, Agela muali membelai wajah anaknya itu dengan wajah tanpa berdosanya
"Mulai sekarang, Daddy Gibran bukan Daddy David tapi Daday Rey. Gibran mengeti? " tanya Agela dengan nada selembut mungkin
"hiks...hiks.. iya Maa.. " jawab anak lima tahun itu dengan lemahnya
"anak baik... " Agela mengusap pucuk kepala Gibran dengan puas sudah mengajari anaknya, kemudian keluar dari kemar mandi
"Urus dia dan antarakan dia ke sekolah, aku sangat lelah. aku ingin tidur, jadi aku tidak ingin mendengar suara tangis nya lagi!" perintah Agela kepada Babysister
"Ba-baik Nyonya" Babysister itu patuh lalu mengambil alih Gibran
Gibaran yang usianya masih lima tahun, begitu trauma dengan apa yang di lakukan ibunya itu kepadanya. dia menangis di sudut ruang kamar mandi sambil memeluk kedua lututnya
"Gibran... Gibran tidak apa-apa? " tanya Babysister itu langsung memberikan handuk kepada Gibran untuk menghangatkan tubuh mungil itu
"Hikss.. Hiksss.. " Gibran hanya bisa menangis, ia sendiri tidak berani berbicara apa yang sudah mama-nya lakukan padanya, karena jika Mama-nya tahu dia mengadu kepada orang lain maka dia akan di tambah di pukuli
Babysister itu tahu perasaan Gibran, dan langusng membawa Gibran keluar dari sana dan melaksanakan perintah nyonya-nya. sebenarnya Babysister itu melihat prilaku kasar Agela pada Gibran namun ia tidak bernai melaporkannya kepada polisi, selain ia baru saja bekerja dengan Agela. Angela sendiri juga mengancam akan memecatnya jika mengurusi, urusannya, sementar Babysister itu sedang membutuhkan uang untuk biaaya keluarganya di kampung
Gibran terus saja menangis, anak mana yang akan langsung diam menangis setelah apa yang baru saja ia alami. sekujur tubuhnya sakit, hatinya pun juga sakit, melihat teman-temanya di sekolah sangat di sayang oleh ke dua orang tuanya berbeda dengan Gibran yang mendapat perilakuan kasar oleh ibunya sendri
"BRISIKKK!!! " triak Agela dari dalam kamar, dia tidak bisa kembali tidur karena masih mendengar suara tangis Gibran
sedangkan Gibran terperanjat mendengar suara ibunya, Gibran menutupi mulutnya dengan kedua tanganya berharap suara tangisnya tidak terdengar oleh sang ibu
"Hikss... hiksss... " suara tangis Gibran tertahan oleh tanganya
__ADS_1
"Gibran... kita makan di luar saja ya sebelum berangkat sekolah? " tanya Babysister itu sudah selesai memakaikan baju seragam kedapa Gibran
Gibran pun menganggukkan kepalanya bertanda setuju, lalu Babysister itu mengandeng tangan Gibran untuk keluar dari Apartemen mewah itu
baru juga Agela bisa tidur sepuluh menit, kali ini tidurnya harus tergangu dengan suara bel pintu Apartemennya
"Aaggghhhh... siapa sih yang menganggu tidurku?! " kesal Agela mengacak -acak rambutnya sendiri
awalnya tamu itu menyalakan bel karena tidak ada jawaban dia mulai mengetuk pintu apartemen milik Aglea, yang awalnya ketukan pintu itu pelan lama-kelamaan ketuakan itu berubah menjadi sebuah gedoran
"Siapa sih pagi-pagi buta bertamu tidak sopan! " keluh Agela berjalan kearah pintu dengan marah
"kau mau apa? tidak lihat orang sedang tidur-" awanya Agela ingin marah-marah kepada tamu yang tidak tahu diri itu, namun kata-katanya langsung ciut saat ia tahu siapa yang bertamu
"selamat pagi Nyonya Agela.." sapa seorang polisi memberikan salam hormat kepada Agela
"pa-pagi, Ada apa ya tuan -tuan polisi ini datang kemari? " Tanya Agela terkejut saat melihat dua orang pria, polisi datang ke apartemennya
"Apa?!! ini tidak benar! Rey sendiri yang memberikan kartu kredit itu kepada ku! " Tolak Agela
"bukti sudah ada pada kami, anda bisa mencari pengacara untuk persidangan" kedua polisi membawa Agela dari sisi kanan dan kiri nya
"Tunggu dulu... ini pasti salah paham! aku adalah tunagan Rey, mana mungkin Rey menunduh ku mencuri kartu kreditnya!" Agela masih saja membela diri
"Kalian tidak tahu siapa aku?! Aku Agela! awas saja kau! akan ku tuntut balik kalian semua!" ocehnya
"siapa namanu?! akan aku pastiakan kalian akan di pecat dari posisi kalian" acam Agela
suara ribut Agela mulai terdengar oleh tetangga apartemen, mereka yang kepo dengan apa yang terjadi muali menonton Agela yang di bawa paksa oleh polisi
"Lepaskan!! lepaskan! " berontak Agela muali malu di lihat orang banyak. apalagi penampilanya saat ini sangat berantakan
Agela di seret polisi saat dia masih menggunakan baju tidurnya berwarna putih, rambutnya acak-acakan, bahkan dia tidak mengunakan alas kaki
__ADS_1
"Lepaskan! capat hubungi Rey, dan kalian akan tahu kebenaranya! " triaknya lagi saat dia berada di Lobi hendak dimasukkan ke dalam mobil polisi
"silahkan beri keterangan nanti di kantor polisi" sahut salah satu polisi itu, tidak bergeming dengan ancaman dan oceh Agela
"Lepaskan! lepaskan! " berontak Agela saat dipaksa masuk ke dalam mobil
tak jauh dari mobil polisi yang terpakir di depan Apartemen, terdapat sebuah mobil mewah di sebrang jalan sedang menikmati tertangkapnya Agela
"berikan semua video bukti itu kepada polisi. aku ingin wanita itu mendekam selamanya di dalam penjara " printah Rey
"tapi Tuan, dia adalah warga negara Amerika. polisi kita tidak bisa berbuat banyak " sangah Jay
Agela yang menikah dengan orang asli Amerika, sebabnya itu statusnya sekarang adalah WNA mengikuti warga negara mantan suaminya
"kau sudah mendapatkan kontak mantan sumainya? "
"sudah tuan"
"berikan video penyiksaan anaknya kepada mantan suaminya itu, kita lihat apakah mantan suaminya itu akan memaafkan Agela setelah apa yang di lakukannya terhadap putranya"
tanpa sepengetahuan Agela, Rey sudah menempatkan kamera tersembunyi di seluruh ruangan di Apartemen milik Agela. sehingga Rey tahu apa saja rencana dan kegiatan Agela di dalam apartemen itu
sekuat tenaga Rey menahan diri saat melihat video Gibran yang di pukuli Agela. sebagai pria sejati hati nurani Rey tidak tega melihat penyiksaan itu
sejak awal Rey sudah mengetahui rencana busuk Agela, Rey hanya ikut memainkan perannya saja dengan baik
Flasback on
sesaat Rey mendapat telefon dari Agela bahwa, Gibran sedang mengamuk. Rey langsung masuk kedalam mobilnya lalu memerintahkan Jay untuk mengecek CCTV.
sepeti dugaanya Agela melempar semua barang-barang dan dia berpura-pura terluka untuk mendapatkan simpati Rey
"jadi ini cara licik mu untuk mencari pertahian ku? baiklah, kau akan berperan sangat baik kali ini" ujar Rey tersenyum licik
__ADS_1