Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 25


__ADS_3

Di Kantor


Ana tidak tahu harus memulai bicara dengan Rey dari mana, dirinya benar-benar bingung. ini kali pertamanya Ana mengajak seorang laki-laki menemui teman-teman Mama Iren


Ana mondar mandiri di depan pintu ruangan Rey, berdebat dengan dirinya sendiri antara masuk atau tidak masuk


dipikir Rey tidak bisa melihatnya? Rey bisa melihat ke bingungan Ana dari dalam ruangannya. ruangan Rey memang terbuat dari kaca satu arah jadi Rey bisa melihat semua gerak gerik Ana dari dalam


sementara Ana yang masih mencoba menyusun kata-kata yang tepat untuk mengajak Rey


"Ee.. mau tidak kau menolong ku? ...tidak! ini tidak bagus, itu terlalu memohon" Ana berbicara sendiri


"Apanya yang memohon? " terdengar suara barito dari belakang


"Ya Ampun Jay! kau mengejutkan ku saja! " Ana memangani dadanya, ia hampir saja terkena serangan jantung,ia pikir yang tadi di belakangnya adalah Rey


Jay tersenyum melihat wajah lucu Ana yang terkejut "Nona ngapain mondar mandir di depan pintu? "


"Apa?? memangnya terlihat ya dari dalam?? " tanya Ana polos


" Ya ampun Nona, kau sudah sering masuk kedalam, masih belum menyadari kalau kaca ini satu arah?"


"iya ya? " Ana membuat ekspresi lucu Karen malu dan lagi-lagi Jay tertawa melihat itu "kau jangan tertawa! "


"maaf.. maaf Nona, saya tidak bermaksud demikian" Jay langsung menghentikan tertawanya "oh iya..Nona disuruh tuan masuk "


"ada apa?"


"entah lah... "


Jay dan Ana masuk kedalam ruangan Rey, Ana yang malu karena sudah ketahuan momdar mandir di depan pintu tidak berani menatap langsung wajah Rey


"Jay, berikan laporan keuangan dari perusahaan cabang kita bulan ini" perintah Rey sesaat Jay berdiri di depannya


"baik tuan" Jay pamit undur diri segera melaksanakan perintah Rey


Ana yang masih merasa sangat malu dan tidak ingin berduan saja dengan Rey, mengikuti Jay dari belakang


"Kau mau kemana? " tanya Rey pada Ana


"Saya akan membantu Jay untuk membuat laporan"


"tidak perlu, kau lebih baik ikut aku" Rey beranjak dari kursi kebesarannya lalu memakai jas yang ia taruh di sanadaran kursi

__ADS_1


"kita mau kemana? " tanya Ana bingung


"apa kau tidak melihat jam mu?sekarang ini jam istirahat makan siang, apa kau tidak lapar? " ucap Rey sambil mengancingkan baju Jasnya


"kau ingin mengajakku makan siang lagi? "


"bukan kah kita kemarin sudah sepakat? kita akan kebih sering keluar makan siang untuk meyakinkan kedua orang tua kita?"


"aku masih mengingatnya, tapi kalau kita lebih sering keluar masuk kantor bersama pasti karyawan yang lain akan curiga"


"lalu apa mau mu? "


"Kita bertemu di ujung jalan saja, aku akan pergi dari sini menggunakan ojek kau tunggu aku di sana" setelah mengucapkan itu Ana pun keluar dari ruangan Rey, dirinya segera bersiap-siap dan langsung keluar dari gedung untuk mencari pangkalan ojek terdekat


Restoran Mom Zanna


seperti biasa Rey telah memesan ruangan privat untuk Mereka berdua, dengan menu yang sama. kali ini Ana seperti tidak nafsu makan, di dalam pikirannya hanya berkutat bagaimana cara mengajak Rey untuk hadir ke acara Mama Iren


"Apa kau sudah bosan dengan menu ini? " tanya Rey melihat Ana yang hanya memandangi potongan daging itu dengan hampa


"Ee.. tidak, aku hanya sedang tidak nafsu makan"


"apa kau ingin menu yang lain? "


"tidak! tidak perlu" tolak Ana langsung "menu yang lain lebih mahal" batin Ana


keduanya sama-sama terkejut, saat ucapan mereka sama


"kau duluan" ucapnya lagi, secara bersama


"wanita duluan "


"tidak! kau duluan"


setelah berdebatan panjang anatara siapa yang akan bicara duluan akhirnya Ana mengalah dan memulai pembicaraannya


"akhir pekan ini, Mama ingin memperkenalakan mu ke teman-teman arisannya. tapi kalau kau tidak mau tidak apa-apa, aku bisa beralasan kau sedang sibuk... "


Ana pesimis, Rey mau menghadiri acara khusus ibu-ibu dari kampungnya. secara derajat mereka berbeda jauh


"aku akan datang.. " Rey memotong ucapan Ana


"Apa? "

__ADS_1


"aku akan datang, tapi sebagai gantinya kau juga harus hadir ke jamuan makan malam di Mansion nanti malam"


"Mansion? itu daerah mana? " tanya Ana dengan polosnya, ia kira Mansion adalah nama sebuah daerah. dia tidak tahu jika Mansion yang sesunggunhnya adalah rumah istana super mewah


Rey hanya bisa menghela nafasnya dengan kepolosan Ana "aku akan menjemput mu nanti malam jam 7"


"hem" Ana mulai memakan steaknya dengan lahap, ia merasa lega bisa mengajak Rey. ternyata tidak sesusah yang ia pikirkan sebelumnya


Rey juga didesak oleh Mom Zanna untuk mengajak Ana makan malam keluarga, sebenarnya Rey juga bingung, ingin bagaimana mengajak Ana


mereka baru saja memulai hubungan, sudah pasti baik Rey atau Ana belum mengetahui sifat masing-masing dan masih ada rasa cangung satu sama lain


untung saja Ana juga ingin mengajak Rey ke jamuan teman-teman Mama Iren, jadi Rey tidak perlu lagi memohon-mohon kepada Ana. hanya perlu batter saja, memang hubungan mereka adalah simbiosis mutualisme (saling menguntungkan satu sama lain)


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


di rumah Ana


Mama Iren dan Lyla sedang menonton Tv bersama di runangan tengah, sambil menunggu jam makan malam


"kau mau kemana? " tanya Mama Iren saat melihat Ana menggunakan baju kaos, celana jeans dan tas selempang serta rambut kribo yang hanya di ikat biasa. gaya outfitnya Ana jika di ajak keluar oleh Rani


"aku akan pergi makan malam dengan Rey" Jawab Ana hendak berjalan keluar


"Apa? kau ingin memakai baju seperti itu? "


"memangnya kenapa? baju ku bagus kok"


"tidak! tidak! masuk kedalam ganti baju mu dengan baju yang mewah, pinjam baju Lyla"


"tapi ma... "


"tidak ada tapi.. tapi... " tolak Mama Iren keras "Lyla bantu kakak mu untuk berdandan"


"memangnya kakak benar-benar punya pacar? " tanya Lyla ragu dengan kakaknya yang memiliki pacar sungguhan "kakak tidak menyewa orang untuk jadi pacar bohongan kan? " tebak Lyla asal


"Lyla! " bentak Mama Iren "kau itu kenapa? bukannya mendukung kakaknya malah menghina!"


"bukan seprti itu ma, aneh saja kakak tiba-tiba punya pacar" nyali Lyla langsung ciut saat di bentak Mama Iren


"tidak ada yang Aneh! kau pikir kakak mu itu tidak bisa punya pria?! cepat batu kakak mu berdandan" perintah Mama Iren tidak mau di debat lagi


Ana yang sangat bahagia, akhirnya ia di bela oleh mama iren menjulurkan lidahnya kepada Lyla untuk mengejeknya. selama tiga puluh tahun Ana selalu di banding-bandingankan dengan Lyla, Ana selalu disuruh mengalah. kadang Ana berfikir jika Lyla lah anak sesungguhnya Mama Iren

__ADS_1


namun saat ini, Ana secara langsung melihat bagimana Mama Iren salalu membelanya. jika ada orang yang mengina dirinya termasuk saudara kandungnya sendiri


Lyla mau tidak mau menuruti perintah Mama Iren "Kakak ingin pergi makan di restoran mana?" Lyla menanyakan tempat makan malam mereka agar Lyla bisa memadukan dengan gaun yang akan di pakai Ana


__ADS_2