
saat ini Rey, Ana dan Jay sedang berada di Balleroom sebuah hotel terkenal, mereka sedang menghadiri pembukaan sponsor buku Casper
Rey sangat yakin bisa memenangkan project ini, karena sudah satu bulan lamanya Rey menganalisis dan mempelajari mengenai Casper
"kalian berdua pergi ke pendaftaran, aku ingin berbincang dengan yang lain" printah Rey
setelah tiba di hotel mereka harus mendaftar terlebih dahulu di meja resepsionis. gengsi dong jika CEO yang ngantri mendaftar, lebih baik Rey mengobrol dengan CEO lainya dari pada ngantri berdesak-desakan
karena ini adalah iven yang sangat langka dan di tunggu-tunggu, para perusahaan sangat atusias. sampai -sampai kapasitas Balleroom menjadi membeludak. Ana dan Jay yang mengatri sampai kehabisan nafas karena banyakknya orang yang mendaftar
semua orang berdesak-desakan, Ana yang memiliki tubuh mungil sangat mudah sekali terdesak, dia samapai menabrak seseorang yang ada di depannya dan hampir terjatuh
"Maaf Tuan.., " ucap Ana tidak sengaja menabark seseorang pria di barisan depan
"kau tidak apa-apa? " tanya orang itu
"saya baik-baik saja"
"kau ingin mendaftar juga? "
"iya"
"isi lah" orang itu memberikan sebuah formukir pendaftaran kepada Ana
"lalu bagaimana dengan Anda? "tanya Ana. karena formulir itu dibagikan setiap perusahaan satu
"aku mengambilkan untuk mu" ucap pria itu lalu pergi dari sana
"Apa?!...tunggu Tuan.. tuan! " panggil Ana, namun sayang orang itu sudah hilang dalam kerumunan
"Nona Anda sudah mendapatkan formulirnya? " tanya Jay menghampiri Ana
"ini"Ana memberikan formulir itu kepada Jay
"bagus! cepat kita bertemu Tuan Rey"
setelah mendaftar merekapun bisa masuk ke dalam Balleroom, sekitar dua jam acara itu berlangsung akhirnya selesai juga
Rey sedikit kecewa tidak bisa menenangkan project itu sebagai sponsor utama, memilih untuk protes kepada panitia bersama dengan Jay meninggalkan Ana sendirian di meja. sungguh terkejutnya mereka saat mendapati seseorang yang tidak asing di balik ke gagalan Rey
"Kau?! "ucap Rey
__ADS_1
"Iya Tuan Rey terhormat! Ada yang bisa saya bantu?! " sapa Dara
"nona Dara? bagaimana bisa anda ada disini? " Jay Heran melihat Dara berada di acara Caster. terakhir dari cerita Rey, Dara sedang kesulitan mencari pekerjaan karena tidak ada satu pun perusahaan yang menerimanya karena reputasinya yang buruk namun kenapa saat ini dia berada di acara Casper dan menjadi Deal Makar dari pihak Casper?
"aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu, aku ingin menemui ketua acara ini" Ucap Rey malas meladeni perdenatan dengan Dara, karena saat ini yang terpenting dia protes kepada ketua panitia di sana
"saya Tuan, saya ketua panitia sekaligus pemegang penuh Deal Makar Seponsor untuk Casper" ucap Dara lantang, dia merasa bisa nembalikkan ke adaan. dulu dia pernah terjatuh begitu dalam karena perbuatan Rey, kali ini situasinya berbalik. Dara memegang kendali penuh tentang diterima atau tidaknya sponsor milik Rey
"Apa?!" Kejut Rey dan Jay bersama
"Apa casper buta menerima mu sebagi Deal maker nya?! " Rey meragukan ke akuratan penilaian Dara sebagai Deal maker yang mewakili Casper
"Tuan Casper tidak salah menilai saya, saya memang seseorang yang competen dalam bidang ini" seru Dara
"Apa kau sengaja melakukan ini, karena alasan balas dendam? "tuduh Rey
Rey begitu tidak terima kehilangan project ini, terlebih project ini di menangkan oleh saingan bebuyutan yaitu Thomson Gtoup diamana Dara pernah bekerja di sana sebelumnya
Dara tersenyum sinis "Tuan Rey yang terhormat, jika saya adalah orang pendendam maka saya tidak akan menerima proposal dari Anda! saya sudah memilih dengan profesional, perusahaan pesaing Anda lebih banyak menawarkan keuntungan dari pada perusahaan Anda. sudah untung Anda saya tetima sebagai sponsor tambahan, kalau tidak Anda bisa saja saya tolok" ucap Dara dengan percaya diri
"kurang ajar!" Rey ingin membungkam mulut Dara dengan bogem mentahnya namun ia dihalangi oleh Jay. Jay mengingatkan posisi Rey sebagai pria tidak etis jika memukul seorang wanita, apa lagi pemukulan ini bisa berdampak buruk bagi perusahaan Rey karena Dara bisa saja mencabut sponsor untuk buku Casper
ternyata orang yang ia lihat di Mall waktu itu benar-benar Rey, dan wanita yang tengah menangis adalah mantan pacaranya yang bernama Agela. Ana mengetahuinya dari cerita Jay yeng menceritakan jika Rey melihat mereka semalam di Mall
jika Rey tidak bisa menepati janji untuk menonton bersamanya kenapa juga Rey harus berbohong dengan mangatakan ada rapat? padahal dia ber duaan dengan mantanya?
Ana berusah tabah dan kuat, karena ia sadar dia tidak berhak merasa kecewa. karena Ana tahu betul hubungannya dengan Rey tidak sejauh itu, cepat atau lambat mereka akan segera berpisah
"boleh aku duduk disini ?" sapa Seorang pria dengan suara khas baritonya, menbuyarkan pemikiran Ana
"Og... kau? " sepertinya Ana tidak asing dengan pria itu
"apa kau sudah mengenalku? " tanya pria itu
"tentu saja aku mengenal mu, kau yang telah memberikan formukir tadi kan? "
pria itu tersenyum kecut lalu bertanya lagi "coba perhatikan baik-baik"
Ana menajamkan penglihatannya, berushaa untuk mengenali pria itu lebih dalam lagi "OMG!!!..." teriaknya
"kau sudah ingat sekarang? "
__ADS_1
"iya... kau orang yang aku tabarak kemarin di mall kan? " Ana menginggat pria yang kemarin ia tabrak, dan menumpahkan makannya
"haha.. Yap" pria itu hanya mengiyakan, padahal bukan itu jawaban yang di harapkan
"aku sangat menyesal" ucap Ana
"i'ts Oke" jawab pria itu "oh iya kenana pacar mu itu?"
"pacar?! aku tdiak punya pacar"
"pria yang semalam bersama mu"
"oh.. Jay? dia bukan pacarku, dia hanya petner kerja"
Jay menarik Rey kemabli ke mejanya. Rey yang masih kesal dan marah memaki-maki Dara
"kuranganjar! dia ingin menyingkirkan ku?! lihat saja nanti apa yang akan aku perbuat pada wanita ular seperti nya! " geram Rey
"tenang tuan, marah-marah tidak akan menyeslesaikan masalah" Jay menenagkan Rey
"kita kembali ke kantor sekarang juga! " printah Rey
saat Rey hendak bernjak pergi, sudut matanya menangkap Ana sedang berbincang dengan seorang pria. nampak Ana sangat menikmati obrolan itu, Rey melihat Ana tertawa lepas berbincang dengan pria itu
trauma penghianatan yang sudah tertanam di hati Rey kembali kambuh, mukanya merah padam matanya menatap tajam ke arah Ana dan pria itu
Jay yang menggetahui Tuannya sedang marah besar, berinisiatif menghampiri Ana dan mengajakknya untuk kembali ke kantor
"Nona Ana, Ayo kita kembali " ucap Jay pelan
"kalian sudah selesai? "
"tunggulah sebentar lagi, kita makan siang bersama" cegah pria itu
"maaf tuan kami tidak bisa"
"kenapa?" tanya Ana
"Tuan Rey sedang marah besar lebih baik kita segera kembali" bisik Jay di telinga Ana
Ana yang mendengar itu langsung melihat ke arah Rey, benar saja Rey menatapnya dengan sangat tajam, aura dingin sangat kuat! . mau tidak mau Ana harus kembali ke kantor
__ADS_1