Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 41


__ADS_3

tiga hari setelah Rey di perbolehkan pulang dari runah sakit, Mom Zanna dan mama Iren mendesak agar Ana dan Rey segera melaksanakan pertunangan


jadilah mereka saat ini di restoran keluarga Mirzan untuk melaksanakan pertunangan dengan sederhana, hanya di hadiri keluarga inti tanpa pihak ketiga. Dad Alvan, Mom Zanna, Mama Iren, Lyla serta tidak lupa si calon tunangan yang hadir di sana


acara pertunangan Rey dan Ana di gelar secara sederhana dan tertutup, sesuai dengan permintaan si calon mempelai. mereka tidak ingin semakin banyak orang yang tahu hubungan mereka


Ana sengaja tidak mengundang Ayahnya, dia engan memberitahu kegiatan ini kepadanya, selain Ana tidak bisa berbohong kepada Ayahnya. Ana juga tidak ingin ayahnya kecewa karena ini semua hanya lah palsu belaka


acara benar-benar di gelar secara sederhana, setelah pertukaran cincin. kedua belah keluagra hanya mengobrol sambil makan bersama


"cantik kenapa ayah mu tidak datang? " tanya Mom Zanna kepada Ana yang duduk di sebelah Rey, menggunakan gaun kebayak dan rambut kribonya di cepol seperti sanggul


"ayah, masih sibuk di Amerika tante.."


"ayah Ana sangat sibuk Mom, beliau akan datang di acara pernikahan kita" lanjut Rey


"Ck! kenapa kau masih panggil tante? kau kan sudah resmi jadi calon menantu Mommy, panggil Mom dong sepeti Rey" pinta mom Zanna yang sudah menganggap Ana sebagai anak mantunya


"Iya Ana panggil dia Mom, dan kamu Rey panggil aku Mama" sahut Mama Iren ikut nimbrung pembicaraan


"Ee.. Iya Mom, Iya Ma" ucap Rey dan Ana secara bersama


"kalau boleh tahu kalian berdua awal bertemu bagaimana? " tanya Lyla Kepo, bagaimana bisa kakaknya yang ibaratnya nol pengalaman tentang laki-laki bisa mendapatkan laki-laki dengan kwalitas super? sedangkan mantan-mantan Lyla tidak ada yang bisa menyaingi Rey bahkan seujung kuku jari tangangya


tampang pria yang menjadi pecar Lyla semua standar, selain standar keuanganya juga pas-pasan. tidak heran jika Lyla selalu gonta ganti pasangan sampai-sampai ia di juluki Play gilrs karena banyaknya cowok yang pernah ia pacari. bahkan tadi pagi sebelum dia berangkat ke acara pertunangan Kakaknya dia baru saja putus dengan pacarnya yang ke Dua puluh lima


"itu semua karena takdir " ucap Rey sambil mengenggam erat tangan Ana di depan seluruh keluarganya "jika waktu itu kita tidak salah pasangan kencan, mungkin kita tidak pernah bertemu" lanjutnya


"Oh so sweet" ucap Mama Iren dan Mom Zana sempontan saat melihat keromantisan pasangan baru itu


"Rey lepaskan! " bisik Ana, berusaha melepaskan genggaman tangan Rey


Ana bukanya tidak suka hal romantis, tapi Ana tahu betul apa yang dilakukan Rey saat ini hanyalah sekedar sandiwara di depan keluarganya saja


"kapan kalian akan melangsungkan pernikahan? " tanya Dad Alvan


"segera Dad, setelah aku bertemu dengan ayah Ana aku akan langsung melamar Ana menjadi istriku " ucap Rey sambil menatap Ana dengan penuh kasih


wanita mana yang tidak klepek-klpek mendengar itu? Rey dengan jantanya berucap

__ADS_1


akan segera melamar Ana menjadi istrinya setelah bertemu dengan ayahnya, terlebih Ana yang sudah lama menjomblo sampai-sampai menduduki pringkat prawan tua, pasti hatinya saat ini berbunga-bunga mendengar itu


"kapan Ayah mu akan pulang? " tanya Dad Alvan kepada Ana. namun bukanya menjawab Ana malah melamun, masih terpesona dengan ucapan Rey


ucapan Rey sangat terngiang-ngiang di telinga Ana sampai dia tidak mendengar pertanyaan dari Dad Alvan


"Ana!... " triak Mama Iren, menyadarkan Ana dari lamunannya


"Ee... i-iya ada pa?" tanyanya terkejut


"ck, kau itu ditanya calon mertua malam melanun!" omel Mama Iren


"Ee.. i-iya om eh Dad? tadi tanya apa?" tanya balik Ana kepada Dad Alvan


"Daddy tanya kapan ayah mu kembali ke Jakarta? karena beliau ingin bertemu " terang Rey


"Ha? bertemu untuk apa? " tanya Ana polos


"tentu saja melamar mu" ucap Rey


"Apa? bukanya hubungan kita hanya samp-.... " ucapan Ana terhenti saat mulutnya di bungkam oleh tangan Rey


"i-iya Maaf" balas Ana dengan tatapan matanya juga


"Ee... ayah akan segera pulang setelah urusan di Amerika sudah selesai " ralat Ana, mengoreksi jawabanya tadi. setelah Rey melepaskan tangannya


"ayah mu bekerja di perusahaan apa? " tanya Dad Alvan


"beliau bekerja di perusahaan Walmart Dad, yang mengurusi perdagangan pasar dunia" jawab Rey


"siap Nama ayah mu" tanya Dad Alvan lagi


"Edwin Louis om.. eh.. Dad"


"segera hubungi Daddy setelah ayah mu kembali ke Jakarta" ucap Dad Alvan dengan ekspresi yang tidak bisa terbaca


"baik Dad"


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...

__ADS_1


setelah pertunangan, tidak ada yang berubah di kehidupan Ana dan Rey. mereka masih bekerja seperti biasanya kegiatan makan siang dan makan malam berduan masih Rey dan Ana jalankan sperti biasnya (tapa sepengetahuan karyawan lain tentunya kecuali Jay yang memang dari awal sudah mengetahui hubungan palsu bosnya itu)


"kau ingin nonton akhir pekan ini? " tanya Rey saat Ana berada di mejanya untuk memberikan laporan bulanan


"boleh "


"kau suka genre horor? "


"aku suka semua genre"


"Tuan.. Tuan... " panggil Jay tergopoh-gopoh masuk ke dalam ruangan Rey


(Dasa Jay! tidak tau situasi, Rey kan lagi mau ngajak Ana nonton bareng.. eh.. malah datang! Dasar perusak suasana saja!)


"Ada Apa?! datang-datang main nyolong saja, ketuk pintu duku kek! " kesal Rey


"Hot news Tuan, Hot news" jawab Jay sambil tersengal -sengal. nafasnya habis karena berlari


"Hot News Apa?! "


"Hot newa tuan, Casper telah membuka sponsor untuk loncing buku barunya" Jay memberikan Ipead kepada Rey, di sana terdapat artikel berita tentang pengumuman pembukaan sponsor untuk buku Casper yang terbaru


pertama kalinya dalam sejarah Casper membuka sponsor bukunya, tentu saja berita itu menjadi treanding satu di segala media sosial terutama di kalangan pembisni-pembisnis seperti Rey


"apa aku bilang, cepat atau lambat dia akan membuka sponsor. dugaan ku benarkan? tidak salah aku kemarin membeli semua buku -bukunya" ucap Rey tersenyum senang


"bagaimana bisa? ini pertama kakinya Casper membuka sponsor " tanya Ana


"tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, cepat kalian susun rencana terbaik agar perusahaan kita bisa bekerja sama dengan Casper" Rey memerintahkan Ana dan Rey untuk kembali bekerja


"baik Tuan" jawab Ana dan Rey compak lalu keluar dari ruangan Rey, mereka kembali ke ruanganya masing-masing


Ting


baru juga Ana duduk,dia sudah mendapatkan suara notifikasi pesan di poselnya. tertera jelas nama dari si pengirim pesan


...'kita majukan saja acara nonton kita, tunggu aku di bioskop nanti sepulang kerja'...


...---Rey...

__ADS_1


Rey yang mengirim pesan itu, Ana langsung menatap ke arah ruangan Rey. meskipun Ana tidak bisa melihat Rey karena terhalang kaca satu arah namun Rey bisa sangat jelas melihat ekspresi Ana


__ADS_2