
"saat kita bertemu pertama kali di acara perkanalanmu, aku rasa pernah bertemu dengan mu. tapi aku tidak ingat pernah bertemu dimana dan kapan, wajahmu sangat familiar namun aku hampir saja tidak bisa mengenalimu karena kau mengubah total penampilanmu"
"Lalu? bagaimana bisa kau tahu kalau aku Ana? "
"waktu itu kau sedang berbicara dengan Dara, kau akan megajak para sponsor mu makan di sebuah restoran dan kau berpesan agar tidak ada menu makanan yang mengandung kacang wijen atau semua olahannya. dari sini aku mulai curiga "
"Maaf, gara-gara aku tidak teliti. ada seseorang yang mengubah menu makananya sampai kau seperti ini " sesal Ana
"apakah yang menganti menunya Zen? "
"dari mana kau tahu?"
Rey tersenyum "aku yang melakukannya? "
"maksudnya? "
flasback on
waktu itu di acara perkenalkan Casper, Rey mendekati Ana yang sedang berbicara dengan Dara. selain Rey mendengar pembicaraan mereka mengenai menu makanan yang tidak boleh menggunakan kacamg wijen, Ana memberikan Alasan yang membuat Rey semakin yakin jika Vika adalah Ana, Ana beralasan jika ada salah seorang seponsornya yang alergi kacang wijen. Vika juga terlihat gugup dan engan menatap mata Rey saat mereka berbicara
"Tuan Anda di sini? " Jay berdiri di samping Tuannya
"Jay, hantikam pencarian Ana" perintah Rey tanpa memutus tatapan matanya kepada sosok Vika
"kenapa Tuan? Anda sudah menemukannya? " Jay begitu penasaran dengan apa yang di lihat Rey, dia pun mengikuti arah pendang Rey
"belum, tapi aku yakin dia adalah Ana"
"Casper? "
"iya... segera hubungi Zen aku ingin bicara dengannya mengenai Ana, akan aku kirimkan alamat tempat kita bertemu nanti "
"Apa rencana Anda tuan? "
"aku akan membuat Vika, mengakui jika dia adalah Ana, dari mulutnya sendiri, segera laksanakan tugas mu"
__ADS_1
"baik Tuan"
Rey sudah menyurvai Restoran yang akan di adakan pertemuan oleh Vika nantinya. Rey juga sudah mencari informasi mengenai makanan di sana. Rey sengaja mengajak Zen untuk makan di sana terlebih dahulu sebelum acara rapat Casper
Rey sengaja menjebak Zen agar memesan, hidangan yang mengandung olahan wijen. dan membuat Zen berjanji jika mereka ke sana lagi Zen akan memesankan makanan itu untuk Rey nantinya
Acara rapat Sopsor
sebagai seorang yang sempurna, Rey memastikan jika Zen menepati janjinya, dia mengecek apakah Zen mengubah menu makananya atau tidak. dan benar saja semua berjalan sesuai rencana Rey. Zen memesan udang panggang minyak Wijen
setelah rencananya berjalan lancar Rey sengaja menghadang Ana saat dia ingin ke toilet, Rey ingin memberikan kesempatan kepada Ana untuk mengakuinya tetapi Ana terus saja membantahnya
"ingat ya Tuan Rey! jika Anda seperti ini lagi. memeluk saya tanpa izin! saya akan mencabut Anda dari sponsor utma! " ancam Ana, kemudian pergi masuk ke dalam toilet
Rey yang melihat punggung Ana menghilang di balik pintu tersenyum sinis
"bersiaplah... " perintahnya di sambungan telepon. kemudian Rey kembali masuk ke dalam ruang rapat
di dalam ruang Rapat sebenarnya Rey tidak memakan udang itu. Jay lah yang memakannya dan menaruh bekas piringnya di tempat duduk Rey, agar orang-orang berfikir Rey lah yang memakanan makanan tersebut. kemudian Rey pamit untuk pergi duluan
"pasti... aku sangat yakin jika dia adalah Ana"
benar saja dugaan Rey, tak lama Ana
"Bingo... lihat dia langsung menelfon saat aku tidak terlihat " ujar Rey dengan senyim kemenangannya
"Anda benar Tuan... "
"jawab telefonya dan jalankan sesuai rencana"
"baik Tuan"
sampailah Rey di rumah sakit, Rey sudah mempersiapkan segela sesuatunya seperti ruang inap, alat pendeteksi jantung dan juga dokter gadungan yang akan mendiaknosa Rey tidak akan hidup lebih lama lagi, tinggal menunggu mangsa masuk perangkap
saat Ana datang mata Rey pura-pura terpejam, setelah kedatangan Dokter memeriksa dan Dokter itu mnegatakan jika Rey tidak akan bertehan, Rey sengaja melepas kabel yang megarah ke alat pemicu jantung sehingga di saan tidak terdeteksi detak jantung hanya ada garis lurus yang terlihat. itu sudah cukup membuat Ana histeris dan mengakui semuanya
__ADS_1
flasback off
"jadi ini semua rencanamu? " kesal Ana memukul-mukul dada bidang Rey
"tidak hanya kau mengaku sebagai Ana, tapi kau juga mengakui cinta mu kepada ku"
"Eeg.. itu.. itu..." wajah Ana menjadi memerah seperti tomat karena malu saat dia tidak bisa lagi mengelak
"lihat wajah mu memerah, Apa kau malu? " goda Rey
"Kau...! lepaskan aku ingin pergi" Ana memberontak namun Rey tidak membiarkan Ana pergi dia malah mengunci tubuh Ana di didalam dekapanya seperti guling
"Rey! " Ana masih saja berusaha memberontak karena saat ini dia merasa tidak nyaman tidur berdua di atas bangker rumah sakit, jantung semakin bedetak kencang saat Rey memeluknya semakin erat seperti itu
"Rey lepaskan! bagaimana jika ada suster atau dokter yang melihat? " Ana mendongakkan wajahnya menatap Rey
"tidak akan! aku sudah memerintahkan Jay untuk tidak ada yang boleh masuk setelah kau datang"
"Apa? "
sejenak kedua manik mikik Rey dan Ana saling beradu, mereka bedua saling menyelami satu samalain. mata Rey semakin turun, dia mengincar benda merah yang dari tadi ingin ia icipi. dengan keberanian penuh Rey mulai menundukkan wajahnya mengapai bibir merah Ana
Cup
Rey mencium bibir Ana dengan lembut, Rey perlahan -laham melamut bibir yang menurutnya sangat manis itu. mereka berdua sangat menikmati ciuman itu bahkan mata mereka saling terpejam menikmatinya. Ana yang juga menginginkannya membalas ciuman Rey, dia bahkan memeluk tubuh Rey dengan eratnya meluapkan kerinduan masing-masing selama dua tahun terakhir ini. entah berapa lama Mereka berciuman, yang pasti bibir Mereka saat ini sudah sangat kebas namun mereka Berdua engan untuk melepaskanya karena kerinduan selama dua tahun ini belum juga sirna
setelah sekian lama, mereka berdua melepaskan tautannya. setelah terlepas Rey langsung mengotrol nafasnya, namun berbeda dengan Ana yang masih saja memejamkam matanya. Rey sangat khawatir jikalau Ana pingsan kehabisan oksigen saat mereka berciuman karena Mereka berciuman cukup lama, sampai bibir Keduanya membengkak
"Ana... Ana... " panggil Rey menepuk nepuk pipi wanitanya namun tidak ada respon
Rey sangat panik, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Ana? Rey hendak berdiri dari tidurnya mencari bantuan namun saat dia hendak pergi, Rey mendengar suara nafas yang teratur dari Ana. ternyata Ana tertidur
hati Rey seketika lega, Rey mengulas senyum. menurut dia ini sangat lucu, baru pertama kali ada wanita saat berciuman malah tertidur. kemudian Rey membersihkan bekas silivanya yang tertempel dibibir Ana menggunakan ibu jarinya
"kau sangat manis Ana... " bibir Rey tidak henti-hentinya mengulas senyum. dia sangat bahagia bisa bertemu dengan Ana kembali
__ADS_1