Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
part 68


__ADS_3

"bukankah kau yang memberikan kartu kridit itu kepada ku? "


"aku tidak pernah memberikan mu kartu kridit, aku saja mencari-cari kartu kridit itu sampai-sampai aku melaporkan kehilangan "


"tapi Rey... " Agela mendekatkan wajahnya kepada Rey "aku tidak akan pernah mengambil kartu kridit mu"


"kau memang tidak mengambilnya, aku yang menaruhnya dalam dompetmu. untuk menjebak mu" bisik Rey nyaris tidak terdengar oleh Agela. mereka berdua berdua saling berbicara berbisik


"Apa? kenapa kau melakukan ini pada ku?! "Agela menatap Rey dengan tatapan tidak percaya, dia tidak menyangka jika Rey akan melakukan hal keji itu padanya


Rey tersenyum sinis mendengar pertanyaan Agela, yang menurutnya tidak perlu ia jelaskan lagi alasanya "kau pikir aku pria bodoh yang akan menerima wanita seperti mu? apa kau pikir aku tidak mengetahui rencana busuk mu? kau takut jatuh miskin bukan? aku tidak membuat mu jadi gelandangan, aku hanya mengrimu ke penjara dan berharap kau membusuk di sini selamanya! " ucap Rey menyeringai


Agela sangat marah ketika mengetahui kebenarnya, saat ini Agela ingin sekali membunuh Rey. berutung jarak mereka sangat dekat sehingga memudahkan Agela untuk menyekik Rey


"AGhhh....!!!!! mati kau Rey!!!! " Agela menyekik leher Rey dengan sangat kaut hingga Rey jatuh kebelakang


Dektektif dan inspektur kepolisian yang berdiri di belakang seketika memisahkan tindak anarkis Agela, Agela yang sudah bisa di pisahkan oleh polisi meronta-ronta meminta di lepaskan


"Anda tidak apa-apa tuan? " Tanya Dektektif itu mengecek kondisi Rey


"uhukk.. uhukk... " Rey yang bisa bernafas lagi, terbatuk-batuk "aku tidak apa-apa" ujar Rey pura-pura lemah memegangi lehernya yang masih sakit, namun mata itu seketika berbuah saat menatap Agela, Rey sengaja memprovokasi Agela yang tidak bisa Menyentuhnya


Agela yang terpancing provokasi Rey, berubah menjadi tidak terkendali. di dalam ruangan interogasi itu Agela mengamuk sampai Rey harus di aman kan keluar dari ruangan tersebut


"AAGhhhh...! " Agela membanting, melempar semua benda yang ada di dekatnya


para polisi sampai kwalahan menghadapi Agela, Agela baru bisa di amankan saat empat polisi melumpuhkan tidak anarkis Agela. Agela di jatuhkan tengkurap dua orang polisi memengagi Agela, dua polwan yang lain mengikat Agela menggunakan tali tambang


polisi ini tidak ada pilihan selain mengikat Agela, karena tidakkan Agela bisa membahayakan dirinya sendiri dan juga polisi yang lain


setelah bisa di lumpuhkan, Agela segera di bawa ke sel tahanannya kembali. di dalam sel, dengan tangan dan tubuhnya yang masih terikat Agela menangis sejadi-jadinya. dia tidak menyangka jika ini akan menimpa dirinya

__ADS_1


sekitar tiga puluh menit Agela menangis, ia baru tersadar jika masih ada satu cara lain lagi ia bisa keluar dari sana


"Tunggu aku Rey! akan aku hancurkan kau!!! " ujar Agela dengan mata memerah penuh dendam!


keesokan paginya


"Nona Agela... silahkan keluar, ada orang yang menjenguk mu" ucap polisi itu membuka sel tahanan milik Agela


Agela sudah tidak mengunakan baju tidurnya, dia sudah menggunakan baju seragam tahanan khas Jakarta Barat. karena ini adalah kunjungan tahanan, Agela tidak akan di borgol. dia hanya perlu masuk ke sebuah ruangan besuk yang akan di jaga ketat oleh polisi, dan orang yang membesuk bisa melihat dan berbicara melalui kaca di sisi ruangan lain


"Kau?! Mau apa lagi kau kesini?!!! " Amarah Agela meledak-ledak saat bertemu dengan orang yang sudah menjebloskannya dalam penjara


"sayang... aku ini tunangan mu. tentu saja aku prihatin terhadap mu, bagaimana kau bisa tidur di dalam sana? " Rey sengaja mengejek -ejek Agela


"Berengsek!! awas saja, aku akan menghancurkan mu saat aku bebas dari sini!!! " seru Agela


"Uuu... atuttt... " Rey pura-pura ketakutan "coba saja kalau kau bisa! " ucap Rey menyeringai menatap tajam kepada Agela


Agela yang terpancing emosi, mengebrak kaca. satu-satunya penghalang antara Rey dan juga dirinya


"Nona Agela harap tenang! " dua polisi yang dari tadi menjaga di sisi Agela mulai mendekat untuk berjaga -jaga jikalau Agela berbuat anarkis lagi. namun saat ke dua polisi itu hendak mendekat Rey memberikan isarat jika dia masih baik-baik saja dan menyuruh polisi itu membiarkanya, karena Rey masih ingin bicara


"kau lihat saja! bagaimana aku akan keluar dari sini! jangan lupa aku adalah WNA, negara mu tidak akan bisa menyentuh ku! " ancam Agela


"Ya Ampun... kau benar.. " Rey berpura-pura mengintanya "haha, aku tahu kau akan melakukan ini, maka dari itu aku kemari untuk memberikan mu hadiah perpisahan" Rey menyeringai membalas tatapan tajam Agela


Agela terkejut, dengan apa yang Rey bicarakan. hadiah? hadiah apa yang dimaksud Rey?


"Apa maksudmu sebenarnya? "


"ck, tidak akan seru jika aku memberitahumu sekarang, nanti... nanti kau juga akan tahu apa yang aku maksud"

__ADS_1


"beritahu aku sekarang! " Agela yang sudah kepo maksimal, terus mendesak Rey


"hem.., jam besuk sudah selesai. jadi aku mau pergi.. bey" Rey melambaikan tanganya kemudian pergi meninggalkan ruang besuk


"Hei!!! aku belum selesai Bicara!!! " Agela mengedor-gedor kaca tersebut berharap Rey membalikkan badanya dan kembali berbicara denganya


"AGhhh....! " Braakkkk Brakkkk


Agela yang sangat frustrasi tidak tahu, apa yang Rey maksudkan. berusaha menghancurkan kaca besuk tersebut menggunakan kursi yang ia duduki, beruntung kaca itu sangat kuat dan tebal sehingga kaca tersebut tidak bergeming saat Agela melepar kursinya


"Nona Agela, harap tenang. atau Anda akan kami ikat seperti kemarin" ancam Polisi itu


"hubungi David! " ucap Agela dengan nafas tersengal-sengal setelah meluapkan emosinya


"Apa? " tanya polisi itu, tidak paham yang di inginkan Agela


"hubungi mantan suami ku David! " Agela mulai mencengkram kerah baju polisi itu "aku adalah WNA, kalian semua tidak bisa menghukum ku! " teriaknya bangga


"aku ingin kalian menghubungi kedutaan besar Amerika! " seru Agela "aku ingin melaporkan kalian semua yang sudah berbuat semena-mena kepada warga negara asing! "


"Nona Agela, silahkan ikut kami. keduataan besar Anda sudah tiba " ujar dua polwan yang datang sengaja untuk menjemput Agela


Agela tersenyum bahagia, baru saja meminta ternyata permintaannya itu langsung terkabul. Agela segera melepas cengkraman kerah baju polisi tersebut dan memilih untuk ikut dengan polwan yang bari saja datang


Agela di bawa dua polwan tadi kembali ke ruang interogasi, di sana sudah terdapat beberapa orang pria dengan setelan jas rapi. Agela tidak tahu posisi pria-pria berjas rapi tersebut namun yang pasti Agela hanya bisa mengenali kedutaan Besar Amerika dari salah satu di antara mereka


berkukit putih, berwajah bule, tinggi badanya lebih tinggi dari rata-rata tinggi pria indonesia. sudah di pastikan jika dia adalah perwakilan kedutan Amerika Serikat


sempat tersunging senyum dibibir Agela, karena sebentar lagi dia akan keluar dari sana. namun sedetik kemudian senyum itu sirna saat perwakilan duta Amerika tersebut memberikan berkas dan berkata


"Nona Agela, anda telah resmi di cabut dari status warga negara Amerika" ujarnya dalam bahasa inggris

__ADS_1


__ADS_2