
2 tahun kemudian
Jerman
di salah satu gedung pencakar langit di Jerman, nampak seorang pria keluar dari mobil berwarna hitam. pria itu nampak gagah dengan setelah jas berwarna silver, kakinya yang panjang melakah tegap masuk kedalam gedung perkantoran. pria itu berjalan dengan gagahnya sembari membenarkan kancing baju jas nya yang terlepas, terlihat sekitar empat orang berjalan mengikutinya dari belakang
pria itu masuk di salah satu ruang rapat, dia sangat marah karena keuangan kantornya turun dua peresen. pria itu murka, dia membuang semua berkas yang menurutnya tidak akan memberikanya keuntungan. dia memarahi semua orang karena tidak pecus bekerja
"satu jam lagi laporan kalian harus ada di atas meja ku! " titahnya, sebelum ia keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju ke ruanganya sendiri
pria itu adalah pimpinan perusahaan mereka yang terkenal tegas, disiplin dan juga pintar mangatur strategi. semua strateginya mampu membuat keuntungan perubahan naik lima kali lipat dalam jangka waktu dua tahun saja
dulu dia pemegang orang terkaya se-Asia Tenggara namun berkat ke jeniusan strateginya, kekayaanya menikat darstis. ranking kekayaanya sudah masuk ke dalam sepuluh besar dunia dalam waktu singkat. selain dia jenius paras rupanya juga sangat menwan, para kaum hawa tergila-gila dengan wajah tampan itu tetapi sang pemilik wajah engan untuk memulai hubungan lebih serius
mungkin wanita luar negeri lebih berani, merka sampai menawarkan dirinya sendiri demi memiliki benih, bibit unggulan sepeti itu. untungnya pria itu tak mudah untuk di rayu, bahkan sulit untuk di dekati. sampai orang-orang mengira Jika dia adalah gay
"kenapa kau ada di sini? " tanya pria itu kepada asistennya yang malah mengikutinya masuk kedalam ruanganya
"Nyona besar menitip pesan kepada saya, agar anda pulang lebih awal"
"Ck, apa bedanya aku pindah ke Jerman jika Mom Zanna selalu saja mengikuti ku! " kesal Rey mengebrak meja
"itu sangat wajar bagi pewaris tunggal Isaac Group, Tuan" goda Jay sambil cengegesan
"Kau! bisa diam tidak?! "
"maaf Tuan" nyali Jay langsung ciut, dia segera menundukan kepalanya takut
"apa ada pesan lagi dari Mom Zanna? "
"tidak ada tuan"
"kalau tidak ada, kanapa kau masih disini? cepat keluar! "
"ba-baik Tuan"
Jay terburu-buru keluar ruangan sampai ia tidak sengaja menabrak karyawati yang hendak masuk ke dalam ruangan Rey
__ADS_1
"Awww...kalau punya mata lihat-lihat dong! " kesal Jay karena pantatnya mencium lantai
"Ma-maaf Tuan, Maaf " ucap Karyawati itu memunguti berkas yang terjatuh karena tabrakan tadi
Jay mengambil salah satu berkas tersebut, ia merasa tidak asing dengan domumen itu
"dapat dari mana dokumen ini? " tanya Jay sudah berdiri dari jatuhnya
"baru saja aku mendapatnya dari email tuan, dan saya mau memberikannya kepada Tuan Rey"
"jangan berikan kepadanya! jangan pernah taun Rey melihat ini..."
"dokumen apa yang tidak boleh aku lihat? " tanya Rey tiba-tiba, muncul dari belakang
"Ee.. ee.. bu-bukan bu-bukan apa-apa" Jay telihat gugup, membuat Rey semakin curiga
"apa yang kau sembunyikan?"
"Eee... "
Rey dengan tidak sabaranya mengambil, berkas itu dari tangan Jay. kemudian dia membacanya dengan seksama, Rey pun terkejut. itu terlihat jelas saat pupil mata Rey bergetar membaca deretan tulisan itu
"saya baru saja mendapatkanya lewat email, Tuan. karena ini project besar saya ingin memperlihatkannya kepada Anda namun di cegah oleh tuan Jay" adu karyawati itu
Rey kemudian menatap Jay dengan tatapan tajam, sampai Jay kesulitan menelan silivanya sendiri
"sa-saya hanya tidak ingin Anda ketemu nona Ana lagi tuan" alibi Jay
"sejak kapan kau mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan?" sinis Rey "informasi ini sangat penting, ini adalah project besar. setelah sekian lama Casper akan mengungkap identitasnya, pasti ini akan sangat viral, kita bisa memanfaatkan untuk penjualan produk kita. kita harus mendapatkan procejt ini, ini akan bagus untuk mengangkat nama perusahaan lebih tinggi lagi"
"ta-tapi Tuan... "
"tidak ada tapi-tapi, siapkan semua perlengkapan ku untuk pergi ke Paris"
"baik Tuan"
...***...
__ADS_1
Hotel Plaza Atenee, Prancis
Acara pembukaan sponsor Casper di adakan di dekat Hotel Plaza Atenee. Casper masih menjadi media populer bagi para pembisnis untuk mepromosikan perusahannya. dia adalah penulis novel yang sangat legendaris, indentitasnya yang misterius membuat semua orang penasaran dengan indentitas aslinya. kali ini Rey ingin bekerja sama dengan Casper sebagai seponsor utama, dia yakin Stateginya ini akan meledak di pasaran karena Casper akan mengungkap identitas aslinya pasti akan menyita perhatian dunia
pukul tujuh malam Rey dan Jay sudah berada di hotel, mereka siap -siap untuk chek in. namun sayang informasi ini sudah tersebar luas sehingga banyak perusahaan lain yang ikut serta. mengakibatkan kamar hotel sudah terboking semua. hampir saja Rey dan Jay tidak kebagian kamar, beruntung mereka masih bisa menginap di sana meski dengan kualitas kamar yang paling rendah
"yang tersisa ini Tuan, kita terpaksa tidur satu kamar" ucap Jay memberikan kunci kamar hotel
"mau bagaimana lagi? pasti kamar hotel di dekat sini sudah terisi semua, sebentar lagi juga malam lebih baik kita istirahat terlebih dahulu "
"baik Tuan"
Jay membawakan koper Rey menuju kamar mereka. suasana di dalam kamar sangatlah canggung, bisa kalian bayangakan bagaimana dua pria dewasa saling membagi ranjang? mereka saja melihat tubuh satu sama lain saja sudah geli apa lagi harus berbagi ranjang?
"kau tidur di bawah " printah Rey
"Apa? tapi Tuan... "
"Ck, jangan membatah! besuk kau cari saja hotel yang lain"
"baik Tuan" Jawab Jay patuh, sebagai bawahan seperti dia tidak ada gunanya membatah atasan
"apa agenda besok? "
"besok kita akan mendaftar, selepas itu akan ada selesksi dan ....." Jay membacakan semua agenda besok pagi. namun satu kata saja Rey tidak memperhatikan, setelah mendengar kata pendaftaran. pikiran Rey langsung memutar masa lalu, dimana waktu itu dia juga mendaftar untuk sponsor Casper bersama Ana. mereka bahkan sampai berdesak-desakan demi mendapatkan satu lebar formulir
"Tuan... Tuan... apa Anda mendengarkan ku? " Jay melambaikan tanganya ke wajah Rey " Tuan! " triak Jay membuat Rey tersentak terkejut
"kau! kau bikin kaget saja!" kesal Rey, karena kenangan indah bersama Ana terpaksa bubar gara-gara Jay
"ya lagian Anda malah bengong, saya sudah membacakan agenda untuk besok pagi"
"kau urus saja semuanya"
"apa? tapi tuan? "
"kamar hotel, formulir pendaftaran, berkas,dll. aku serahkan urusan itu kepadamu! itu sebagai hukumannya karena kau sudah membuatku terkejut"
__ADS_1
"Tu-taun... " Jay terkulai lesu, ia tahu betul besuk sesibuk apa dirinya