Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 61


__ADS_3

Rumah Ana


mobil Jay sudah terpakir di depan rumah Ana lima menit yang lalu namun Ana masih egan turun, dia tidak mau Keluarga khawatir denganya karena pulang dalam ke adaan mennagis


"sebentar Jay... " pintanya kepda Jay, agar memberikanya waktu sebentar lagi. masalahnya air matanya masih saja menetes di pipinya tanpa se-izinya, sudah sekian kalinya Ana menyeka air matanya namun air mata itu terus-terusan mengalir deras dari matanya


"silahkan nona" Jay memberikan tisu kepada Ana


"terima kasih Jay" ucap Ana mengambil tisu tersebut lalu menyeka air matanya


"menangislah sepuas Anda, saya akan menunggu di luar" Jay keluar dari mobil


Jay paham perasaan Ana sekarang. Ana sekarang ini sedang ingin sendiri. jadi Jay memberikan Ana ruang untuk menangis sepuasnya. Jay yang berdiri di membelakangi mobil sambil menyilangkan kedua tanganya di belakang dapat mendengar dengan jelas suara isak tangis Ana yang tersedu-sedu mengeluarkan semua sesak yang Ada di hatinya


*


*


sementara itu Rey mengantarkan Agela kembali ke Apartemennya. selama perjalanan Agela terus-terusan mencoba mencuri simpatik Rey bahkan sampai mobil yang mereka Kendari sudah berada di halaman Apartemen milik Agela


"Rey, seharusnya kau dengarkan ke dua orang tua mu. pasti mereka tidak akan setuju memiliki menantu seorang Janda" ujar Agela sambil menangis terisak, mengambil simpati Rey


"kau tenang saja, aku bisa mengatasi masalah ini"


"tapi Rey-"


"kau masuklah dan istirahat aku akan menyelesaikan masalah ini"


"kau yakin baik-baik saja? "


"hem" Jawab Rey singkat, lalu menatap ke arah depan


"bailah, kau hati-hati di jalan"


Cup


Agela mengecup pipi Rey sebelum ia keluar dari mobil Rey, selepas Agela keluar Rey langsung menginjak pedal gas meninggalkan lingkungan apartemen Agela

__ADS_1


Agela melambaikan tangan kepada mobil Rey yang semakin menjauh dengan senyum kemenangan


"aku tidak menyangka kau begitu mencintai ku seperti itu Rey, andai saja aku mengetahui kau adalah keturunan Mirzan pasti aku tidak akan pernah menikah dengan pria bodoh itu" ucap Agela menyeka air mata palsunya sambil menatap mobil Rey yang menghilang di balik persimpangan


Agela langsung mengambil ponselnya lalu ia menekan no yang selama ini ia pekerjakan sejak kepindahannya ke Indonesia


"Jemput Gibran pukul sepuluh, dan jaga dia seharian ini" ucap Agela melalui sambungan telefon


"baik Nyonya " sahut Babysister dari sebrang telefon


menghubungi pengasuh Anaknya sudah beres, selanjutnya Angela menghubungi teman-temannya. Agela hari ini ingin mengajak teman-temannya berpesta di Club, merasakan dirinya yang sebentar lagi akan menjadi nyonya Mirzan


"ke clup pasola" ucap Agela kepada supir taxi, Agela langsung memesan taxi tepat setelah dia selesai mengundang teman-temanya


"baik Nyonya" jawab supir taxi


...***...


Rey yang engan untuk pulang ke Mansion memilih untuk tinggal di Apartemen. setibanya di sana Rey langsung menuju kamar mandi. begitu berat hari yang di jalani hari ini, Rey ingin menyegarkan dirinya


selesai mandi Rey menuju dapur, di sana sudah tertata rapi berbagai hidangan makanan. sebelum mandi Rey sudah memesan makanannya terlebih dahulu. Rey menunangkan segelas jus lalu ia tengak sekali minum


"Nona Ana sangat bersedih, dia menangis sekitar tiga puluh menit di dalam mobil" jawab Jay


"dia akan sementara bersedih"


"tapi tuan, apa anda yakin akan melakukan rencana ini apa tidak lebih baik Anda membicarakan kepada nona Ana? "


"tidak Jay, aku tidak ingin membuat Ana terlalu lama bersedih. selagi dia bahagia dengan pilihanya aku akan selalu mendukungnya" Rey beranjak dari kursi "kau makan saja semuanya, aku sudah tidak selera makan" Ucap Rey lalu pergi masuk ke dalam kamarnya


Rey menjatuhka diri di atas tempat tidur, dia memifikirkan kembali sebab ia mengambil keputusan berat ini


flasback on


Bali


setelah membayar makanannya Rey kembali ke mejanya. Rey begitu marah karena merasa dia di bodohi oleh Zen yang memintanya untuk membayar makanan tetapi malah membawa kabur Ana

__ADS_1


Rey langsung memerintahkan Jay utnuk melacark keberadaan Ana dan Zen. sekitar tujuh menitan Rey sudah mendapatkan titik lokasi keberadaan Ana dan Zen


Rey dan Jay segera menuju kelokasi tersebut, amarah Rey semakin menjadi-jadi saat melihat Zen dan Ana sedang duduk berdua di pinggir danau. dengan langkah yang pasti Rey berjalan hendak menghampiri mereka. sayu-sayu Rey mendengar obrolan Zen dan Ana


"aku marah kepada bos mu, aku cemburu kau berada di sampingnya! dia selalu mengikuti kita! merusak semua rencana ku" ujar Zen kesal


"aku akan terus mengikuti mu dan merusak rencana mu" ucap Rey membalas perkataan Zen sambil berjalan mendekati mereka


"jadi mau kah kau keluar dari pekerjaan mu? "


"jangan harap! aku tidak akan membiarkan Ana pergi" Rey semakin mendekat


"aku tidak ingin kau dan bos mu itu berduan terus "


"cih, aku akan selalu menempel kepada Ana seperti perangko! " tinggal tiga langkah lagi Rey semakin dekat dengan Ana dan Zen


"jadi kau tidak ingin menuruti calon suami mu?"


"ca-calon suami? " Rey yang terkejut, langsung menghentikan langkahnya


Zen pun turun dari bangkunya, lalu berlutut di depan Ana sambil membawa sebuah kotak cincin ditanganya


"Ana maukah kau menikah dengan ku? "


Rey membeku seketika, saat Ana menerima lamaran Zen. Rey membalikkan badanya berjalan kemabli ke mobil Jay, dia tidak ingin lepas kontrol memukul Zen serta Rey tidak ingin hatinya hancur melihat wanitanya di cium oleh pria lain


Rey begitu sedih, sampai ia merasa marah saat melihat wajah Ana, namun amarahnya seketika hilang saat Ana jatuh pingsan. Rey selalu menemani Ana selama dia pingsan, mungkin saja ini adalah kebersamaan terekahir dia bersama Ana


"masih ada hal yang ingin aku selesaikan, mau kah kau bertahan dan tetap berada di sisih ku? " ucap Rey mengengam erat tangan Ana yang terbaring pingsang di bangsal rumah sakit


Rey yakin Ana juga mencintainya, maka dari itu Rey akan memberikan kesempatan bagi Ana. namun tebaknya meleset ke-esokan harinya Ana menghantarkan surat pengunduran dirinya beserta cincin pertunangan mereka


situasi menjadi di luar kendalinya saat Mom Zanna dan Agela yang datang keruanganya tiba-tiba, Rey harus mengambil rencana B yang berakibat dia harus kehilangan Ana


sebuah resiko besar yang harus Rey ambil, demi menjalankan rencananya tetap berjalan di sesuai keinginanya. kini keputusan sudah ia buat, resiko siap ia pikul. jadi rencananya kali ini harus sempurna


flasback off

__ADS_1


"Tunggu saja kau! akan aku pastikan kau membayar semua resiko yang aku ambil" ucap Rey dengan tatapan membuh


__ADS_2