
Assalamualaikum wr wb
maaf reades semua, Author menghilang selama satu minggu ini, tidak bisa update karena ada kendala teknis π ada masalah di akun Author yang tiba-tiba menghilang dan log out sendiri
Alhamdulillah sekarang sudah berjalan normal, Author sudah bisa berjumpa dan menyapa Reades setia Author β€
BTW Si Kribo prawan tua mau selesai nih ceritanya ππtapi jangan khawatir Author sudah menyiapkan cerita baru, stay di sini saja untuk info novel terbaru dari Author π
baiklah tanpa lama-lama kita lanjutkan kisah cinta Rey dan Ana. kita rampungkan duluπππ
...β€β€β€...
kini Ana dan Rey sedang duduk di bangku penumpang sebuah Taxi, mereka akan menuju mall terbesar di Itali. meski Ana saat ini sudah di ajak jalan-jalan oleh Rey namun ia tetap membuang mukanya kesal karena dia harus mengunakan baju seragam karyawan hotel dimana dia menginap. Rey benar-benar keterlaluan, dia sengaja tidak membawa barang-barangnya karena Rey berencana akan menyekap Ana selama satu minggu di kamar Hotel, melakukan apa yang di inginkan Mama Iren
"sayang... " lirih Rey berhati-hati memanggil istrinya itu yang kini sedang tubuh tanduk di kepalanya
"tidak usah panggil-panggil! aku kesal sama kamu!! " sebal Ana, yang masih marah setelah mengetahui rencana Rey yang membawanya ke Itali
Ana tidak memperdulikan Rey, sepanjang perjalanan Ana membuang mukanya ke arah jendela mobil, sesampainya di Mall Ana langsung bergegas keluar dari taxi meninggalkan Rey yang hanya bisa menatap punggung istrinya itu menghilang di balik kerumunan orang-orang
Rey menghela nafasnya panjang. di otaknya saat ini hanya satu yaitu memfikirkan cara bagaimana membujuk wanitanya itu
sementara Ana berjalan dengan senangnya. akhirnya dia bisa keluar jalan-jalan juga. Ana begitu terbuai melihat barang-barang mewah yang terpajang di etalase toko sampai-sampai dia tidak menyadari jika Rey belum terlihat di belakangnya
semenjak Ana memutuskan untuk merubah dirinya, dia sekarang lebih suka belanja barang-barang brendit. tanpa pikir panjang Ana langsung masuk ke salah satu toko brend bermerek yang terkenal mahal itu namun sayangnya kehadiran Ana di sana tidak di sambut baik oleh penjaga toko.
Ana yang saat ini sedang menggunakan baju seregam Hotel di pandnag sebelah mata oleh SPG di sana. SPG di sana mengira jika Ana hanyalah orang biasa yang tidak akan mampu membeli barang-barang mahal mereka
"Mba tolong ambilkan tas yang itu" pinta Ana kepada salah satu karyawan toko tersebut
(ceritanya Ana berbicara dengan bahasa Inggris ya Reads, karena tahu Redas Author pada cerdas-cerdas semua jadi Author terjemahin sekalian πππ)
__ADS_1
dengan tatapan tidak suka, karyawan tersebut terpaksa mengambilkan barang yang di inginkan Ana
Ana mengerti arti tatapan itu, dia sengaja menguji karyawan yang sedang melanyaninya itu untuk mengambilkan barang yang lain (barang lebih mahal). dan benar saja dugaan Ana bukanya di ambilin karyawan tersebut malah meremehkannya karena dia pikir Ana tidak mampu membayar
"Maaf Nona, ini tas edisi terbatas. tinggal satu di toko kami dan ini sudah ada pemiliknya" ujar karyawan tersebut
" aku tidak mau tahu! aku ingin tas tersebut! aku akan bayar dua kali lipat untuk harga tas itu! " seru Ana tidak mau kalah
"Maaf Nona, ini sudah ada yang punya " ucap karyawan itu dengan nada yang meremekan
Ana sudah naik pitam, dia sangat marah di permalukan seperti itu. Ana hendak mencari kartu kard-nya namun sialnya ia baru sadar jika dia tidak membawa apa pun, ponsel, dompet, kartu identitas, baju saja dia tidak membawanya! Rey benar-benar sudah menculiknya
melihat kebingungan Ana membaut karyawan itu semakin yakin jika Ana hanya berpura-pura ingin membeli tas mahal tersebut.
karyawan tersebut berfikir jika Ana adalah sindikat pemalsuan barang brendit, mereka berpura-pura menayakan barang bermerek hanya untuk melihatnya lebih detatail tanpa membelinya dan membuat yang palsunya. karyawan tersebut memberikan kode kepada sekurity untuk menangkap Ana
"Hhee! apa-apan ini?! " bentak Ana terkejut karena dua sekurity itu mengandenganya dari sisi kanan dan kiri
"silahkan ikut kami ke kantor polisi"
"lepaskan! lepaskan!! " Ana memberontak, dia merasa tidak bersalah
"Ada apa ini?! " terdengar suara barito menghentikan langkah dua sekurity itu
"lapor Tuan, Nona ini hendak mencoba melakukan pemalsuan tas " lapor sekurity tersebut kepada Manajer Mall
"Apa?! untuk apa aku melakukkannya?! aku bisa membeli semua toko mu itu! "
"apa benar nona? " tanya Manager itu
"tentu saja! tapi saat ini aku tidak mebawa uang, aku kemari dengan suami ku. dia yang membawa semua uangku! "
__ADS_1
"dimana suami Anda? "
"dia... dia...aku tidak tahu dia sedang dimana" Ana bertambah malu karena dia baru sadar jika Rey tidak bersamanya
"silahkan ikut kami Nona" seru Manajer Mall itu
"aku tidak mau! aku tidak salah!.. " Ana masih membela dirinya sendiri "pinjamkan ponsel mu akan aku hubungi suami ku" Ana meminjam ponsel milik sang Manager. sudah jatuh ketimpa tangga pula, Ana tidak ingat No ponsel milik Rey. mau tidak mau Ana harus mengikuti manager tersebut ke ruanganya untuk di mintai keterangan
Ana merutiki kesialan yang terjadi padanya. baru juga kemarin Ana bahagia sebagai pengantin baru tapi sekarang dia harus berurusan dengan pihak berwajib
Ana di minta untuk masuk ke ruangan Manager, disana nampak ada seseorang yang sednag menunggu di dalam sana, secara postur tubuh Ana mengenalinya. saat Ana membuka pintu ruangan tersebut, Ana terkejut karena Rey sedang duduk manis di sana sambil meminum secangkir kopi
"Rey?? " ada banyak pemikiran di benak Ana saat ini
"sayang... aku ini dari mana saja? aku mencarimu kemana-mama?! " Rey menghampiri Ana kemudian memeluk wanitanya itu
"kau, kanapa bisa di sini? " Ana bertanya-tanya kenapa Rey bisa berada di rauangan Manager
"aku kehilangan jejak mu tadi, jadi aku kemari meminta bantaun David untuk mencari mu"
"David? "
"iya, kenalkan ini David temanku sekaligus Daddy-nya Gibaran"
"perkenalan saya David, maaf atas kejadian tadi" David mengulurkan tanganya
"Ee.. iya tidak apa-apa" Ana tersenyun nyengir, masih bingung, dia belum paham dengan apa yang terjadi sebenarnya
"terimakasih Tuan David sudah menemukan Istri saya" Rey menyela jabat tangan Ana dan David. Rey merasa tidak suka jika wanitanya di pegang oleh laki-laki lain selain dirinya
"iya tidak masalah Tuan Rey" David menyengir tidak enak "Oh iya Anda silahkan belanja di mall kami, akan kami beri diskon tiga puluh persen sebagai ucapan permintaan maaf kami atas kesalah pahaman tadi"
__ADS_1
"benarkah?! "tanya Ana dengan mata berbinar-binar
"iya Nyonya " jawab David dengan tersenyum ramah