
dua minggu kemudian
Rey memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing, sudah hampir lima belas hari Rey mencari Ana, namun belum Ada kemajuan. seolah buntu, Ana tidak meninggalkan satu jejak petunjuk pun
"apa kau masih belum menemukan kabar tentang Ana? " tanya Rey
"belum tuan... " jawab Jay menundukkan kepalanya, merasa bersalah belum bisa menemukan wanita Bos nya itu
"Ana sebenarnya kau dimana? " lirih Rey menjatukan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya
"Tuan, setengah jam lagi akan ada acara penyambutan Casper"
"kau keluar lah terlebuh dahulu, aku akan menyusul mu lima menit lagi"
"baik tuan"
dua minggu terakhir ini tenaga dan fikiran Rey terkuras. sebagai seorang yang perfectsionis dia tidak ingin kehilangan kerja sama dengan Casper, Rey juga tidak menghentikan pencarian Ana. Rey selalu membagi waktu antara pekerjaan dan mencari Ana, sungguh tubuhnya dan pikiranya saat ini sangatlah lelah Rey ingin memejamkan matanya sejeank, dia hanya ingin beristirahat sebentar sebelum dia menghadiri acara penting
...***...
di jalanan ramai kota paris nampak seorang wanita mengendarai mobil Ferrari berwara merah menyala, atap mobil sengaja ia buka. wanita itu ingin menikmati hembusan angin malam menerpa kulit putihnya
wanita itu menyetir dengan coolnya, terkadang sesekali ia melihat ke arah kaca sepion untuk sekedar melihat riasaanya atau membenarkan riasanya. wanita itu berkendara membelah jalanan kota paris
tidak lama wanita itu telah sampai di sebuah gedung pencakar langit, dia segera turun dari mobilnya, nampak kaki jenjang nan putih wanita itu menyita pengunjung lain yang kebetulan berada di sana
"selamat malam Nona" sapa salah satu staff, menyapa wanita itu
"parkirkan mobilku di tempat yang aman" ucap wanita itu memberikan kunci Mobil kesayanganya Kepada staff, hanya menggunakan satu jari telunjuk tanganya
Wanita itu masuk kedalam gedung dengan anggunya, sepatu heels dua belas cm yang ia kenakan saat ini menambah tinggi badanya di tambah dress panjang menjuntai ke bawah sampai di atas lutut berwarna perpaduan biru dan putih, rambut ikal bagian depan ia sengaja ikat kebelakang, wanita itu sengaja memperlihatakan telinganya yang menggunakan anting panjang sampai bahu, tas gengam bermerek mahal yang ia bawa mempermanis penampilan sempurnanya. ia terlihat seperti seorang putri putri raja
mata kagum semua pria tertuju kepadanya, wanita itu semakin percaya diri dengan penampilan sempurnanya. namun saat ia hendak keluar dari lift suatu hal tidak terduga terjadi
ada seorang yang sedang terburu-buru keluar dari lift, tanpa sengaja menyenggol bahu wanita itu sampai dia hendak terjatuh
"excuse me... " panggil wanita itu karena, si pria begitu saja pergi meninggalkannya tanpa ucapan minta maaf
*
__ADS_1
*
acara Casper sudah berlangsung satu jam yang lalu, Jay menengok ke kanan dan ke kiri mencari Tuan nya. katanya lima menit, Rey akan menyusul tapi acara sudah berlangsung satu jam batang hidung Rey belum juga muncul
"Maaf... Aku ketiduran " Rey duduk di sebelah Jay
"Tuan? " Jay terkejut tiba-tiba Rey berada di sebelahnya
"kenapa kau menatap ku seprti itu? " tanya Rey heran
"Anda berkeringat " jawab Jay sambil tersenyum canggung. tidak biasanya Rey yang selalu berpenampilan sempurna tidak membiarkan satu tetes keringat berada di wajahnya, terutama saat acara penting seperti ini
"sial, semua ini gara-gara wanita itu! "
"wanita? "
"saat aku keluar dari litf ada wanita aneh yang mengejar ku, saat aku tanya balik 'ada apa' dia malah diam saja seperti patung! buang-buang waktu saja! tetpaksa aku tadi sedikit berlari menuju kemari" jelas Rey sambil mengelap keringat yang ada di dahinya dengan tisu
"Anda sangat lucu tuan... " Ceplos Jay tanpa sengaja tersenyum lebar
"Apa? "
"Jay apa kau ingin mati? " ucap Rey menyeringai, mengambil garpu di meja kemudian menusukkannya ke paha Jay
"Aaapppp.... " suara teriakan Jay terbungkam dengan tangannya sendiri, dia tidak ingin menjadi pusat perhatian gara-gara triakannya "maaf tuan, maaf... " mohon Jay
"jaga ucapan mu.. "Rey melepaskan siksaanya
"baik Tuan.. "Jay hanya bisa merintih kesakitan tanpa berani mebalas perbuatan Rey
"baiklah kita sambut sekarang juga Casper...! " Dara yang menjadi MC di acara itu, memanggil Casper untuk masuk ke dalam ruangan
mata semua orang tertuju kepada pintu masuk, mereka semua begitu penasaran dengan wajah Casper. apa dia seorang wanita atau seorang pria, identitasnya yang misterius membuat semua orang menebak-nebak sendiri
tak lama seorang perempuan datang masuk kedalam ruangan tersebut, sejenak semua orang menatapnya dengan kagum, mereka melupakan jika yang dia tunggu-tunggu ini adalah Casper
wanita itu terus saja berjalan samapi ke tengah panggung dengan di iringi sorot mata se-isi kedung tersebut, dia di berikan Mix oleh MC dan muali memperkenalkan dirinya
"Perkenalkan saya Casper, nama saya yang sesungguhnya adalah Vika. senang bisa bekerja sama dengan kalian semua... " sapa wanitu dengan senyum ramahnya, memperlihatkan deretan gigi yang rapi sempurana
__ADS_1
"Apa? Dia.. Dia.. "
"Ada apa tuan? Anda mengenalnya? " tanya Jay
"aku pernah bertemu sebelumnya? "
"bertemu? "
"Aaa.. aku ingat sekarang, dia adalah wanita aneh yang membuatku berlari kemari! tidak aku sangka dia bintang acara ini!"
Jay hanya bisa melihat kekesalan di wajah Rey, tanpa harus tahu berbuat Apa
sekitar sepuluh menit, mendengar presentasi dari Casper mengenai pekerjaan akhirnya tiba saatnya acara bebas. Casper berbaur dengan para seponsor untuk memperkanalkan diri, dan mendekatkan diri kepada Rivalnya. satu per satu Casper mendatangi meja para sponsor kali ini gilaran meja Rey. Rey dan Jay berdiri dari duduknya untuk menyambut Casper
"terimakasih atas kerja samanya tuan Jay, saya pastikan Anda tidak akan menyesal bekerja sama dengan saya... " sapa ramah Vika mengulurkan tanganya
"terimakasih nona... " balas Jay menyambut uluran tangan Vika
"dia...?" Vika melihat ke arah Rey yang hanya menatapnay terus dengan tatapan intens
"oh.. ia perkenalan dia CEO kami, Tuan Rey"
"Oo...Tuan Rey senang bertemu dengan mu"
"ini bukan pertama kalinya kita bertemu " ujar Rey tanpa memutus kontak matanya, dia malah menahan tangan Vika yang hendak Vika tarik kembali
Vika kesulitan menarik tangannya kembali, dia kebingungan dengan respon Rey yang seperti itu
"Eee... Tuan saya pernah ketemu anda sebelumnya "
"Apa? Benarkah? " Vika menjadi gugup
"iya, saat kalian menuju kekamri kalian sempat bertemu di luar"
"Aa... benar! maaf atas kesalah pahaman tadi"
setelah Vika mengatakan maaf, Rey melepaskan tanganya. namun ia tidak melepas tatapan matanya
karena merasa canggung di tatap seperti itu Vika memutuskan untuk pergi dari sana, melanjutkan menyambut sponsor yang lain "kalau begitu saya permisi dulu.... " pamit Vika
__ADS_1