Si Kribo Prawan Tua

Si Kribo Prawan Tua
Part 34


__ADS_3

“Kau mau kemana? Acaranya baru akan mulai” Rey menarik tanggan Ana “Kau itu aneh sekali, kau bilang kau adalah fans Casper tapi kenapa kau sepertinya tidak tertarik dengan workshop yang dia adakannya?”


"aku ingin ke kamar mandi! apa tidak boleh? " tanya Ana dengan kesannya


"jangan lama-lama, cepat kembali" Rey melepaskan gengamannya, membiarkan Ana untuk pergi


"hem" Ana beralu dari sana


Ana pun segera menuju kamar mandi dan menuntaskan hajatnya, setelah ia selesai dan kembali dari kamar mandi Ana tidak sengaja melihat Dara sedang berbicara dengan seseorang pria. sepetinya pria itu salah satu panitia workshop terlihat dari pakaian seragam yang ia kenakan


Ana yang berdiri tidak jauh dari sana tidak sengaja mendengar percakapan mereka, Ana mendengar Dara memohon-mohon kepada orang itu untuk memberikannya pekerjan, namun orang itu menolaknya bukan karena tidak ingin membantu Dara melainkan rumor Dara yang memukuli Rival saningannya sudah tersebar luas dan beberpa perusahan engan untuk menerima Dara sebagai keryawannya


karena reputasinya itu lah Dara sedikit kesulitan diterima kerja dimana pun


Ana terkeujut saat Dara menangis sambil bersimpu memohon, begitupun dengan lawan bicara Dara ia juga terkejut sekaligus bingung harus menolak Dara bagaimana lagi, ia pun malah pergi meninggalkan Dara menangis terisak


Dara menangis sejadi jadinya, dirinya seperti orang yang putus asa, Ana ikut prihatin dengan nasip Dara yang seperti itu. Setelah Dara tenang ia menghapus air matanya dan mulai bangun, hendak pergi dari sana. namun saat Dara berdiri ia sempat melihat sempintas bayangan Ana berdiri tidak jauh darinya


Ana menjadi tidak enak hati karena telah ketahuan melihat Dara dalam keadaan seperti itu, jantungnya semakin berpacu cepat tatkala Dara berjalan memdekat ke arahnya


“Apa kau senang sekarang melihat ku seperti ini?” tanya Dara sinis dengan air mata yang terus berlinang deras membasai pipinya


“Ee..maaf..a-aku tidak bermaksud melihat mu seperti ini” ucap Ana terbata-bata


“itu semua gara-gara kau! Aku kehilangan pekerjaanku dan kau pasti yang menyebarkan rumor jika aku menyerang mu kan? HAH!” Dara mengeluarkan semua kekesalannya kepada Ana, bagaimana ia kesulitan mencari pekerjaan gara-gara penyerangan tempo hari


“u-untuk apa aku melakukan itu?” Ana yang mulai ketakutan berjalan mundur


“Apa kau bilang?! Untuk apa?! Tentu saja untuk balas dendam! untuk menjatuhkan ku! Karena kau tidak suka pada ku!” triak Dara dengan emosi yang tidak terkontrol


Dara melayangkan tangannya ke atas, sementara Ana sudah memejamkan matanya sambil beriap-siap untuk menerima tamparan dari Dara


Satu dau tiga detik Ana tidak kunjung merasakan panas dipipinya, lalu Ana memberanikan diri membuka matanya. Ia melihat tangan Dara masih melayang di udara


“tenang saja aku tidak akan memukul mu! Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal pada mu!” Dara pun meninggalkan Ana begitu saja


Ana bingung dengan sikap Dara yang tidak seperti dulu lagi, sikap yang trempamental. tapi kenapa sikap Dara kali ini sangat berbeda?

__ADS_1


jika memang benar Ana adalah penyebab utama Dara kesulitan mendapatkan pekerjaan, pasti saat ini Dara akan sangat mengamuk dan marah-marah namun kali ini kenapa Dara menahan amarahnya dan lebih baik pergi meninggalka Ana?


“selamat tinggal? Dia berpaitan untuk pergi dari tempat ini atau dia berpamitan untuk pergi dari dunia ini?” batin Ana


Ana juga merasa bingung dengan sikap Dara, terlebih Ana melihat Dara berjalan dengan tumbuh sempoyongan


Ana menjadi sangat khawatir dengan Dara, Ia akhirnya menyusul dan mencari keberadaan Dara sebelum Dara berfikiran sempit untuk mengakhiri hidupnya


Ana sudah mencari keseluruh lingkungan area workshop namun tidak ada satu pun orang melihat Dara, satu-satunya tempat yang belum sempat Ana cari adalah atap gedung, Ana takut jika Dara mengakhiri hidupnya dengan loncat dari sana


Ana segera masuk kedalam lift dan memencet lantai paling atas, syukurlah tidak ada tanda-tanda Dara ada di sana


Ana sudah frustrasi mencari Dara namun tidak kunjung ia temukan sampai akhirnya ia mendapatkan sebuah ide, Akhinya Ana kembali ke masuk kedalam lift dan menekan tombol lantai satu


Ana kembali lagi ke masuk ruangan workshop mencari orang yang tadi di ajak bicara oleh Dara. Dari situ Ana jadi tahu bagian defisi apa yang dilamar oleh Dara


Dara melamar sama seperti defisi yang sebelumnya yaitu Deal maker, kali ini untuk seponsor novel Casper. Karena banyaknya peminat seponsor yang ingin menseponsori buku dari penulis terkenal itu namun sayangnya Casper sampai sekarang masih engan untuk membuka seponsor untuk bukunnya


Saat Ana sedang sibuk mengobrol dengan pria itu tiba-tiba Rey dari belakang Menepuk Pundak Ana


“kau mengagetkan saja!” Ana memengangi dadanya yang tetkejut


Pandangan mata Rey tertuju pada lawan bicara Ana, ia menaatapnya dengan tajam seolah-olah ia tidak suka jika orang itu dekat dengan Ana


“siapa dia?”


“Ee..dia panitia acara ini, aku tadi kesasar jadi aku tanya Japan kepadanya” bohong Ana


Lebih baik Rey tidak mengetahui jika baru saja ada Dara di sini “terima kasih mas sudah menunjukkan jalan” pamit Ana mengandeng Rey untuk menjauh dari sana


“Kau itu seperti orang aneh”


“Aneh? Aneh bagaimana?”


“seperti ada yang kau sembunyikan”


“hahaha” Ana tertawa kaku “tidak, tidak ada yang aku sembunyikan" Ana berusaha tidak gugup di hadapan Rey

__ADS_1


"bicara yang jujur! "


"aku sudah bicara jujur, tidak ada yang aku sembunyikan"


"jika benar kau tersesat di sini, kenapa kau membutuhkan waktu satu jam untuk kembali lagi kemari?" Rey merasa curiga dengan sikap Ana


jika benar Ana tersesat dan meminta bantuan panitia untuk mengantarkan ke tempat acara pasti tidak akan membutuhkan waktu satu jam


Rey sudah menunggu ada di acara itu dari mulai sampai acara workshop itu selesai namun Ana tak kunjung datang


"jujur pada ku, sebenarnya apa yang kau sembunyikan? " tanya ulang Rey


"sebenarnya aku tadi melihat Dara"


"Dara? "


"Iya, dia kemari meminta temannya untuk mencarikannya pekerjaan untuknya"


"lalu? "


"tapi teman itu tidak bisa membantunya, perbuatannya tempo hari yang membuat perusahaan-perusahaan tidak ingin menerimannya"


"Bagus, dia patut mendapatkannya"


"kenapa kau kejam sekali? "


"itu perbuatannya sendiri pasti dia sedang di hukum atas perbuataanya"


"Dara adalah singel Mom dia harus membesarakan seorang anak sendirian, dengan tidak memiliki pekerjaan bagaimana dia bisa menghidupi dan memenuhi semua kebutuhan anaknya? apa kau tidak merasa kasihan? "


"untuk apa aku kasian? lagi pula kenapa kau sangat perduli kepadanya?"


"dia adalah teman ku"


"setelah apa yang dia lakukan pada mu, kau masih menganggapnya seorang teman? "


"mungkin kau tidak tahu, bagaimana tadi dia menangis memohon meminta pekerjaan kepada temanya. pasti orang yang melihatnya tidak akan tega melihatnya " cerita Ana panjang lebar menceritakan kondisi Dara saat ini, Rey yang awalnya tidak peduli ikut iba saat mendengar cerita dari Ana

__ADS_1


__ADS_2