
"Daddy sudah pulang dari Amerika? " tanya Ana memeceh keheningan
"kau tidak pantas memanggilku dengan sebutan itu! "
Deg
hati Ana rasanya berhenti, Ada apa dengan Dad Alvan? kenapa Dad Alvan berbicara septi itu? bukankah beliau sendiri yang memperbolehkan Ana memanggilnya Dad?
"apa maksudnya Daddy.. eh.. maksudku Tuan? "
"sejak kapan kalian membodohi kami?! "
betapa terkejutnya Ana saat mengetahui Dad Alvan hubungan palsunya dengan Rey?
"Da-dari ma-mana Tuam tahu? " tanya Ana gemetaran karena takut
"memangnya aku ini bodoh? aku kenal baik bagaimana sifat anak ku, dia tidak mungkin menyukai wanita seperti mu! kemarin aku sengaja pergi ke Amerika menemui ayah mu langsung untuk menyelidikinya dan benar dugaan ku kau tidak menceritakan hubungan mu dengan Rey!" ucap Dad Alvan berapi-api, beliau sangat marah karena sudah dibohongi
"Maaf tuan, maaf... saya tidak bermaksud untuk membohongi Anda" Ana menangis tersedu-seduh bsambil bersimpuh meminta pengapunan Dad Alvan
"berani! beraninya kau menipu keluarga Mizxan?! " bentak Dad Alvan mengira jika Ana sengaja melakukan hubungan palsu karena kekayaan Rey
Ana tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak mengkhawatirkan nasib hubunganya dengan Rey tapi Ana mengkhawatirkan keadaan ayahnya yang jauh di sana, di datangi oleh Dad Alvan pasti membuatnya sangat shok
"aku tidak mau tahu, kau harus memutuskan hubungan mu dengan Rey, setelah putus jauhi Rey! oh, iya satu lagi...jangan sampai istriku tahu tentang masalah ini cukup kita berdua saja yang tahu! " ucap Dad Alvan tegas, pergi meninggalkan Ana yang masih duduk bersipu
Dad Alvan bersikap tegas bukan tanpa alasan, selain wanita-wanita yang mendekati putranya adalah wanita mata duitan. Dad Alvan juga takut, bisa saja salah satu wanita itu adalah suruhan musuhnya yang ingin menghabisi Rey
berkaca pengalaman yang sudah-sudah, Dad Alvan hampir kehilangan Rey kecil, membuat Dad Alvan selalu melindungi Rey. tanpa sepengetahuan Rey
Rey adalah setengah nyawa wanitanya, jika terjadi sesuatu kepada Rey maka Mom Zanna sudah seperti orang gila dan Mom Zanna bagi Dad Alvan adalah nyawanya, Mom Zanna adalah hidupnya, Mom Zanna adalah nafasnya, Mom Zanna adalah segalanya jika Mom Zanna sakit pasti Dad Alvan akan ikut sakit
Rey dan Dad Alvan adalah nyawa Mom Zanna, Mom Zanna tidak bisa kehilangan salah satunya. maka dari itu Dad Alvan berusaha untuk menjaga kekuatan wanitanya itu tetap utuh
__ADS_1
Dad Alvan sengaja tidak menceritakan perihal hubungan palsu Rey dan Ana kepada Mom Zanna karena Dad Alvan ingin memberikan satu kesempatan terakhir kepada Rey untuk memilih pasangan hidupnya sendiri
karena balik lagi kebahagian Rey adalah kebahagian Mom Zanna, jika Wanitanya bahagia pasti Dad Alvan juga bahagia, begitu juga sebalikannya jika Mom zanna sedih Dad Alvan juga akan bersediah
...***...
sepanjang malam Ana menangis, dia mengunci diri di dalam kamar. bebrapa kali ponsel miliknya berbunyi ada keterangan ayah di layar. mungkin ayahnya menelfon untuk meminta penjelasan tetapi Ana egan untuk mengangkatnya, Ana belum siap, apa yang harus ia ucapkan pada ayahnya
sekian kalinya Mama Iren mengetuk pintu kamar Ana, telinga beliau sudah di bikin panas karena suaminya dari tadi menelfonya hanya untuk memintanya berbicara dengan Ana, namun Ana yang masih bingung harus memulai menjelaskan dari mana memilih untuk diam dan tidak berani membukakan pintu. paling tidak untuk sementara ini, Ana akan tetap mengunci dirinya di dalam kamar, sambil ia memikirkan jalan keluar yang tepat agar ke dua belah pihak tidak merasa tersakiti
semalam Ana tidak tidur, matanya sudah seperti mata panda. Ana lupa jika jadwalnya hari ini adalah rapat sponsor untuk Casper di Hotel sahid
sepeti biasa Ana mengunakan angkutan umum untuk pergi ke sana, Ana menyandarkan kepalanya di salah satu tiang halte bus. dia ingin sebentar saja menaruh kepalanya yang terasa berat karena banyaknya masalah
Ana sudah bingung, tidak tahu harus berbuat apa lagi, tatapan mata Ana kosong. Ana sungguh tertekan
tin tin
sebuah mobil suport mewah berhanti tepat di depan Ana. Rey yang melihat raut wajah kelelahan Ana berinisiatif untuk mengajak Ana ke Hotel bersama
"tidak, terima kasih, aku naik bus saja" tolak Ana, masing ingat jelas permintaan Dad Alvan yang memintanya untuk menjauhi Rey
"Tempat Tujuan kita saja, jadi naik lah! "
"aku lebih nyaman menggunakan bus"
Reu yang sebenarnya tidak tega melihat kondisi Ana yang seperti Zombe, langsung turun dari mobilnya dan menarik Ana untuk masuk
"Rey! kau itu apa-apan?! " berontak Ana
"kau itu yang apa-apan! sudah jelas tujuan kita sama kenapa harus jual mahal segala! "
Ana yang moodnya buruk membuang mukanya ke arah jendela, Ana tidak mungkin turun dari mobil yang berjalan, karena setelah Ana masuk Rey memerintahkan Jay untuk menjalankan mobilnya
__ADS_1
Rey yang melihat Ana sangat trempemental, tidak ingin mendebat Ana
"kemarin kau cuti setengah hari, Apa kau sedang punya masalah? " tanya Rey perlahan-lahan "ceritakan pada ku barang kali aku bisa membantu"
Ana yang awalnya menatap ke acara jalan, berbalik arah menatap Rey dengan sangat tajam
"membantu? sumber masalah sesungguhnya itu kau! aku sudah berusaha menghindari masalah tapai kau malah membuat hidupku tambah bermasalah! " suara batin Ana
Rey yang di tatap Ana seperti itu merasa terintimidasi, dia sampai kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri
"coba ceritakan masalah mu, aku pasti akan membantu " Rey berusaha tetap Cool meski di dalam hatinya dia ketakutan setengah mati
"Diam! Diam mu sudah sangat membantu ku! " ketus Ana membuang mukanya kembali ke arah jendela mobil
"brengsek!" umpat Rey dalam hati
ingin rasanya Rey menjitak kepala gadis tidak tahu di untung itu, Rey sudah baik hati menawarkan bantuan eh malah jawabanya tidak meng-enakkan hati
jika tidak mengingat Ana dalah seorang perempuan dan di sana juga ada Jay sudah pasti, Rey akan mengajak ribut
setelah menempuh perjalanan lima belas menit sampailah mereka di tempat tujuan. Ana langsung turun dan menutup pintu mobil dengan di banting menbut Jay dan Rey kaget berjamaah
"sialan! barani sekali wanita itu membanting pintu mobil kesayangan ku!" Rey segera turun dari mobilnya
"Terima kasih" triak Rey keras menyindir Ana yang tidak mengucapkan terima kasih setelah dia di antarkan sampai tujuannya
"apa dia sendang PMS? kenapa moodnya buruk sekali" tanya Rey pada Jay
"maaf Tuan saya kurang tahu" jawab Jay jujur
"sudahlah, tidak perlu di bahas lagi!! oh iya bagaimana dengan tugasmu kemarin? sudah kau dapatkan informasi tentang pria itu? "
"sudah tuan, saya sudah mengirimnya lewat email"
__ADS_1
"bagus"