
setelah insiden penendangan tadi kini Ana di hukum Rey untuk bekerja lembur. waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam semua karyawan sudan pulang, di kantor hanya menyisakan Rey dan Ana
Ana di perintahkan membuat surat untuk casper, namun sudah ke sepuluh kalinya Ana membuat surat di sobek oleh Rey, tidak ada satu pun surat yang di terima oleh Rey
atau Rey sengaja hanya ingin mengerjai Ana?
"ini Tuan" Ana menyerahkan surat itu ke meja kerja Rey
"Ulangi" printah Rey tanpa membaca terlebih dahulu surat itu, matanya sedang sibuk membaca buku-buku Casper yang tadi ia beli
"tapi Anda belum membacanya"
"aku tahu jika surat mu akan di tolak oleh Casper" ucap Rey dengan teganya, menyulut emosi Ana
Brakk!!
Ana mengebrak meja sangat keras, meluapkan semua kekesalannya. Rey pun sampai loncat karena terkejut
"kau ingin aku hukum lagi?! " Rey memegangi dadanya yang hampir saja loncat keluar
"beri tahu aku, surat seperti apa yang kau mau?! " Ana berucap sambil menyeringai, mukanya sudah merah padam karena marah
Rey yang belum pernah melihat Ana semarah itu, kini menjadi gugup.
"a-aku ha-hanya i-ngin su-rat yang ter-baik un-tuk Casper" ucap Rey berusaha Cool menutupi kegugupanya
"terus sampai kapan aku membuat surat-surat tidak penting itu?!"
"sampai hati ku merasa puas dengan surat mu" Rey pura-pura membaca surat yang tadi Ana bawa, Rey ingin memalingkan matanya dari melihat mata Ana. amarah Ana terlihat jelas di matanya, Rey berusaha untuk menghindari kontak mata langsung
"kau tambahkan saja beberapa bait keunggulan project kita" Rey mengembalikan surat itu kepada Ana, sepertinya Rey akan menyudahi hukuman Ana
Ana mengambil surat itu dengan kesalnya, lalu berjalan kembali ke ruangannnya. Rey yang melihat kepergian Ana kini sudah bisa bernafas lega
satu ruangan dengan Ana yang marah bisa membuatnya sesak nafas, untung Ana tidak berbuat anarkis seperti tadi siang. bisa-bisa masa depannya hilang jika Ana menendang lebih tinggi lagi
""hufftt... seram juga kalau dia marah" Rey bergedik ngeri sendiri
__ADS_1
Rey kembali melanjutkan membaca novel milik Casper, entah mengapa sejak membuka novel Casper mata Rey tidak ingin berhenti untuk terus membacanya
Sepuluh menit kemudian Ana sudah menyelesaikan apa yang di minta Rey, Ana langsung saja masuk kedalam ruangan Rey
Rey tengelam dalam novel-novel milik Casper sehingga ia tidak menyadari kehadiran Ana di hadapannya
“Tuan, suratnya sudah siap” Ana berdiri tepat di hadapan Rey namun tidak ada jawaban dari orang itu, kemudian Ana mulai mendekat “Tuan, suratnya sudah siap!” Ana berbicara dengan sedikit menaikkan nada namun lagi-lagi Rey tidak mengubrisnya
Ana sudah mulai kesal, ingin ia segera pergi dari sana. Ana bisa saja menaruh berkas itu di depa meja Rey kemudian pergi, Tetapi jika ia pergi dari sana dan Rey menyangka Ana belum menyelesaikan tugasnya bisa kena hukuman lagi Ana
“Tuan...!!” Ana mengoyangkan bahu Rey agar mendapat perhatian.
Rey yang sedang khusuk membaca berteriak karena terkejut, Ana pun juga ikut terkejut dengan reaksi Rey sampai ia menjatuhkan berkas-berkas ke lantai
“kau itu suka sekali membuat orang lain terkejut!” kesal Rey, dirinya lagi terbawa suasana novel tiba-tiba Ana mengejutkannya
“aku sudah memanggil Anda beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. makanya aku mendekat”
“mau apa kau kemari?!”
“aku mau memberikan surat....”
Ana menaruh suart itu di atas meja sesuai perintah Rey, namun sebelum pergi Ana memberekskan terlebih dahulu berkas yang tadi terjatuh sambil mengumpati bosnya dihadapannya langsung, meski Ana mengumpatnya di dalam hati
“dia baru Pms? Atau salah makan sih? Sikapnya aneh baget...Ee.. gak aneh sih emang dia dari awal sudah aneh. dasar bunglon!, kadal ijo! orang aneh!” grutu Ana dalam hati
Rey yang kembali terhanyut dalam cerita novel, sampai tidak menyadari jika air minumnya habis. Setelah menyelesaikan membaca satu Bab Rey hendak mengambil Air minum yang terletak di ujung ruangannya
Rey tidak mengetahui jika Ana masih di bawah sana memunguti berkas, Rey terus saja berjalan dan tanpa sengaja menabrak Ana
...🍂🍂🍂...
Mom Zanna yang khawatir kepada Rey karena sudah larut malam Rey belum pulang juga, memutuskan untuk pergi mencari Rey. informasi yang Mom Zanna dapat dari Jay, jika Rey sedang bekerja lembur bersama dengan Ana di kantor, dengan di dampingi oleh Jay mom Zanna pergi ke kantor
Sesamainya diruangan Rey, Mom Zanna dan Jay di buat bingung karena tidak ada satu pun orang di dalam sana, Ruangan Rey terlihat sepi
"kau yakin Rey ada di sini? " tanya Mom Zanna memastikan
__ADS_1
"sangat yakin nyonya, lampu ruangannya saja belum di matikan" ucap Jay yakin jika tuan mudanya itu tidak meninggalkan rungannya
“lalu dimana dia?”
“mungkin Tuan berada di ruang istirahatnya Nyonya”
Mom Zanna dan Jay berjalan disudut ruangan, dimana disana ada ruang peristirahatan Rey yang Rey gunakan saat Rey lelah dengan semua rutinitasnya, namun saat pintu itu hendak di buka mom Zanna terdengar suara gaduh dari dalam sana
“Aaaaa...Rey sakit!!” teriak Ana dari dalam
“Sabar sebentar..”
“Rey sakit! aku sudah tidak tahan lagi..”
“tunggu dulu, sedikt lagi keluar.. ”
Mom Zanna dan Jay saling memandang bingung mendengar percakapan antara Rey dan Ana di dalam sana
apa yang sudah mereka perbuat di dalam sana? pikiran Mom Zanna dan Jay sudah melayang kemana-mana. mereka pikir jika Ana dan Rey sedang melakukan tidak asusila
Tanpa pikir panjang Mom Zanna langung memerintajkan Jay untuk mendobark pintu itu
"Jay! dobarak pintunya! "
"tapi Nyonya? " Jay sedikit engan menuruti perintah Nyonya nya itu. bayangkan saja jika ia mendobarak dan melihat hal itu secara live apa kabar nasip adik kecil Jay yang masih jomblo?
"Dobrak! " perintah Mom Zana tegas. mau tidak mau Jay melaksanakan perintah Mom Zanna yang ternyata pintu itu tidak di kunci
“Aaaaaa. .!!!!!” teriak Rey dan Ana terkejut secera bersamaan namun atas sebab yang berbeda
Jika Rey terkejut dengan kehadiran Mom Zanna dan Jay yang tiba-tiba masuk, sedangkan Ana terkejut karena wajahnya tempat menghadap kupunyaan Rey
“Apa yang kalian lakukan?!” tanya Mom Zanna juga ikut rekejut melihat posisi aneh Rey dan Ana yang tidak biasa
posisi Rey sedang berdiri membuka ritsleting celannya sementara Ana duduk berjongkok menghadap kepemilikan Rey
tentu saja posisi seperti itu, sudah cukup membuat pikiran Jay treveling kemana-mana. berkhayal sesuatu yang indah-indah
__ADS_1
"Mom! ini bukan sepeti yang mom bayangkan" sangkal Rey "Rey bisa jelaskan"