
Sebuah tembakan kulepaskan, mengudara dengan cepat dan berhasil mengenai salah satu kadal berkaki dua itu. Membuatnya berteriak kesakitan.
Tapi, yaa dengan jumlah ini kurasa itu tidak akan membuat sebuah perbedaan berarti.
"Appraise."
[Biveval Komodo (hitam)
Health Poin : 6.842 /6.931]
Uhh, tampaknya ini akan benar-benar menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Pikirku saat melihat hasil penilaian.
Aku berlari, menembakkan beberapa buah bola kabut mana dan jarum kabut mana untuk memberikan kerusakan pada para kadal berkaki dua itu. Melompat dan—
"Mega!" teriakku saat meminta Megaera mengubah bentuk Deira menjadi sebuah sabit. Berayun, menjatuhkan mata pisau dingin itu ke leher salah seekor kadal, menggoresnya dengan keras.
Tampaknya kadal itu cukup tangguh baik dalam jenis kerusakan tumpul maupun tajam.
"Sile, Flashlight!"
Ledakan cahaya menelan kami, membutakan pandangan untuk sesaat.
"Shaaaa!"
Teriak mereka walau tampaknya hal ini juga tidak terlalu berpengaruh pada mereka. Ngomong-ngomong, apa seekor kadal tidak terlalu mengandalkan penglihatan mereka sejak awal, ya?
Baik, tidak ada gunanya memikirkan itu terlalu jauh.
Aku membuat lebih banyak jarum kabut mana dan ...
"Higher Magic, Strengthen Damage."
... Jarum-jarum itu pun kulepaskan setelah beberapa mantra Enhancement Spells kuhibahkan. Menusuk mata dan hidung mereka, mengacaukan indra mereka.
Yaa, meski serangan ini tidak dapat memberikan kerusakan berarti, setidaknya ini dapat membuat para kadal berkaki dua itu tidak terlalu leluasa pula.
"Huuhhh." Ambil napasku dalam dan—
Slash!
Dengan langkah lebar, sabit di tanganku berayun, mengoyak urat nadi salah satu kadal itu. Dia segera terjatuh, berusaha tetap berdiri sebelum akhir tersungkur tak bernyawa dengan darah yang tercecer sesaat sebelum segera menguap menjadi kabut kehitaman.
"Shaaaaaa!" pekik salah kadal di samping dan meludahkan cairan hitam hijau pekat dari mulutnya padaku. Membuatku segera mundur sementara tempat di mana cairan hijau itu mendarat segera meleleh seperti mentega panas.
Yaa, kurasa aku akan menderita sesuatu yang hebat jika terkena cairan itu.
Aku memandang para kadal itu, jumlah mereka sepertinya berada di kisaran tiga puluhan. Namun, aku tidak tahu apakah akan ada sosok lain yang akan datang.
"Tapi, yaa sepertinya jika hanya ini aku akan dapat mengatasinya," gumamku.
Serangan dari para kadal berkaki dua itu sepertinya terdiri dari gigitan, muntahan asam (atau racun?), dan sepertinya ayunan ekor. Yaa, agak mirip dengan para tikus itu jadi kurasa aku akan dapat mengatasinya.
"Lebih baik dirimu tidak terlalu percaya diri, Dirae," ingat Megaera. "Apalagi ada beberapa hal yang mencurigakan terjadi."
"?"
__ADS_1
Tanda tanya melayang di kepalaku saat mendengar apa yang Megaera katakan. Tapi hal itu segera terhempas bersama saat seekor kadal berusaha menerkamku, membuatku melangkah mundur.
Oke, sepertinya mereka lebih lincah daripada para tikus.
Mengulurkan tanganku, aku melepaskan beberapa tembakan jarum kabut mana dengan Mana Break di sana. Membuat kekuatan mantra ini lebih tinggi bahkan tanpa Strengthen Damage. Menusuk kadal itu tapi tidak berhasil memberikan kerusakan mumpuni.
Yaa, dan sekali lagi, pertahanan mereka sepertinya juga lebih tinggi. Meski begitu, aku juga lebih baik daripada saat melawan para tikus, oke.
"Increase Speed, Higher Physical."
Aku berlari, menyiapkan sabit di tanganku dengan kuat dan mulai melapiskan mana padanya, memperkuatnya.
"Kraklararaa!" Antarea berteriak, mengikat kaki beberapa kadal berkaki dua itu dengan utas-utas benangnya. Membuat mereka benar-benar menjadi target mati yang tidak dapat menghindar.
Dan akhirnya aku pun melangkah, membentuk kuda-kuda yang diperlukan dan mengaktifkan Light Strike, memukul target mati tersebut. Membuat HP-nya jatuh dengan cepat.
"Shaaa!"
Seekor kadal menyerudukku, membuat seranganku terhenti bersama dengan efek Light Strike yang telah kadaluwarsa. Yaa, membuatku harus tetap di berada tempatku sekarang untuk beberapa detik ke depan.
"Higher Magic," kataku saat melepaskan tombak kabut mana pada para kadal itu. Menahan mereka untuk tidak terlalu dekat denganku selama efek Root berlangsung.
Bola api hitam mulai menyala di udara, mengapung, menelan cahaya itu dan ya—
"Zile, Flashdark."
Bola kegelapan itu pun meledak, menelan kami dalam kegelapan.
Aku bersembunyi, menggunakan waktu ini untuk memulihkan SP-ku. Yaa, sepertinya ini akan menjadi sesuatu yang agak berkepanjangan.
"Shaaa!" teriak kadal itu sebelum ...
"Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!" "Shaaa!"
... Teriakan-teriakan lain terdengar bersama dengan para kadal itu yang menyerangku.
Ekor mereka berayun, mengeluarkanku, mencambukku, dan mencoba menjatuhkanku dengan itu. Tidak seperti para tikus, dengan ekor kadal yang jauh lebih tebal serta kokoh, kurasa aku akan menerima kerusakan cukup besar jika menerimanya.
Selain itu, tampaknya teriakan itu adalah bentuk komunikasi, 'kah?
"Mana Layer," rapalku sembari memikirkan hal tersebut. Mendirikan penghalang tipis yang sepertinya tidak akan dapat bertahan lama sebelum runtuh.
Aku mengambil langkah mundur saat melepaskan beberapa tombak kabut mana. Membuat mereka tidak dapat mendekat. Yaa, tampaknya serangan ini jauh lebih efektif terhadap mereka.
"Kuharap jumlah mereka tidak akan terus bertambah."
Jika mereka benar-benar adalah jenis monster yang bergerombol, kurasa ini akan menjadi terlalu sulit, ya. Uhh sungguh perbedaan yang tidak masuk akal antara daerah awal dengan daerah di sampingnya.
Salah satu kadal berteriak. Nekat menerjangku di tengah gempuran tombak-tombak kabut mana yang tengah kuhujamkan, membuat nyawanya terhempas dengan cepat.
Dan ya, hal itu seolah telah menjadi sinyal bagi kadal lain. Mereka berteriak dengan suara 'shaaa' sebelum mencoba mendekatiku dengan gila. Tidak menghiraukan nyawa mereka sendiri dan seolah hanya ingin melumatku.
Apa ini adalah penerapan sebenarnya dari konsep semua untuk satu?
Semua kadal itu benar-benar tidak menganggap nyawa mereka sendiri berharga, nyawa itu patut dibayarkan selama salah satu dari mereka berhasil mencapai tujuannya, mendapatkanku. Tentu tidak dalam artian romantis.
__ADS_1
Namun—
"Ternyata benar." Sekali lagi, aku mendengar gumaman Megaera. "Diri ini rasa situasi ini terlalu aneh."
Tidak. Tolong jelaskan kenapa ini dapat menjadi terlalu aneh, Mega!
Teriakku secara internal saat mulutku sibuk merapalkan mantra.
Strengthen Damage, Higher Magic, Target Mark, Mana Bullet, Mana Bomb.
Yaa, kurasa aku telah membuang semua mantra yang kumiliki dengan panik. Berharap bahwa mantra-mantra ini dapat menghentikan para kadal itu dengan bantuan benang Antarea yang untuk saat ini tidak terlalu membantu.
Sejak awal, Antarea bukan sosok yang tepat untuk pertarungan frontal.
"Mana Board."
Aku merapal. Membuat beberapa papan mana yang segera mengangkatku saat terinjak. Membuatku dapat menghindari mulut para kadal itu untuk sementara waktu.
Yaa, aku semakin terdorong mundur.
"Dirae, diri ini rasa kejadian ini bukanlah hal yang terjadi secara alami.”
Megaera berkata, menjawab tanda tanya yang ada padaku. Sementara aku hanya dapat mendengarkannya diam dan terus melepaskan bola-bola kabut mana pada para kadal itu.
"Dirimu tahu, Biveval Komodo seharusnya bukanlah jenis monster yang akan berburu secara berkelompok apalagi dengan jumlah sebesar itu. Jadi—"
"Ada sesuatu yang mengarahkan mereka, ya?" sambungku segera.
Membuat mataku segera menelisik ke sekitar, berusaha menemukan sesuatu itu. Apa ini tindakan PK dengan memanfaatkan monster?
Namun—
Buk!
Tubuhku terkena hantaman kuat oleh ayunan ekor salah satu kadal itu, membuatku dapat mendengar suara beberapa tulang patah.
Yaa, seperti yang diduga dari pertahanan fisik yang tak dapat diharapkan.
Pikirku saat lain segera datang. Aku mengangkat pelindung lenganku dan berusaha menahannya, namun hal itu justru membuat tubuhku terpental jauh ...
Mataku terus mencari sesuatu yang dimaksud itu dengan cepat sebelum berhasil menguncinya. Mereka bersembunyi di sebuah batu, berjumlah tiga orang dengan jubah bertudung yang menutupi tubuh mereka. Menghalangi identitas mereka 'tuk dapat diketahui.
... Membuatku terjerembap, jatuh ke dalam jurang dengan kecepatan tinggi. Yaa, sepertinya aku akan mati.
Namun, upaya yang dapat kulakukan belum berakhir. Memaksimalkan kerja dari Skill Night Vision, aku meningkatkan kepekaan cahaya pada mataku hingga titik maksimal dan akhirnya, aku melihat sebuah emblem secara sekilas.
Emblem yang terasa tidak asing bagiku ...
"Lighthunder Familia."
... Aku bergumam, sesaat sebelum pemberitahuan datang.
[Kamu telah tewas]
———
__ADS_1
Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?