
Aku melihat orang tua itu. Dia mempunyai tubuh tinggi besar nan kekar layaknya seorang binaragawan dan tampangnya pun cukup sangar. Yaa, bahkan dengan janggut putih tebal itu, kurasa tetap tidak cukup untuk menyembunyikan perasaan ganas yang dia miliki.
Terlebih dengan tinggi yang mungkin mencapai tiga meter, ya. Aku benar-benar terlihat kecil di sampingnya.
Namun—
"Seorang penyelamat hidupku, Kakek!"
Jawaban yang dilontarkan Ova cukup untuk mengalihkan perhatianku secara penuh.
Uhh, aku benar-benar malu mendengar hal itu.
Kamu tahu, penyelamat hidup? Hah ... aku menolongnya saja bukan murni karena keinginanku sendiri, oke? Aku hanya menganggap ini sebagai balas budiku pada Item pematik yang dia berikan sebelumnya.
... Meski Ova tampaknya lupa akan hal itu.
Aku melihat kakek itu sedikit panik sebelum bolak-balik mengamati tubuh Ova. Bahkan dia sampai mengangkat tubuh Ova demi tujuan memeriksa keadaan cucunya itu dengan cermat dan menghela napas lega saat mengetahui bahwa Ova baik-baik saja.
Yaa, sejak awal apa yang Ova katakan memang sangat berlebihan. Nyawa Ova sendiri tidak terancam karena hal sebelumnya, bukan?
"Huh ... tampaknya kamu baik-baik saja, Ova," kata Kakek itu lega.
"Aku 'kan sudah bilang itu karena Nona Dirae menyelamatkan hidupku."
"Jadi Anda 'kah penyelamat cucuku?" Kakek itu menoleh padaku dengan pandangan tajam.
"Ya, ada apa?" jawabku. Dia terasa agak menakutkan karena bentuk tubuh dan wajahnya itu. Namun—
"Terima kasih telah menyelamatkan hidup Cucuku ini."
Dia benar-benar berterima kasih padaku secara tulus.
"Uhh, tolong hentikan itu." Aku sudah tak ingin mendengarnya lebih banyak lagi. "Apalagi itu hanya dilebih-lebihkan."
"Jadi, apa yang mereka lakukan padamu?" tanya kakek itu kembali pada Ova.
Ah. Sepertinya apa yang kukatakan diabaikan, ya?
"Mereka menahanku lagi dan berniat untuk mengambil tas penyimpanan ini Kek."
"Lagi-lagi seperti itu. Apa kali ini juga ulah mereka?"
Dan Ova mengangguk akan hal itu. Apa mereka ... siapa mereka? Light ... Light ... Lightning Familia? Yaa, siapa pun itu telah menargetkan Ova beberapa kali?
"Tapi tenang saja Kek. Barang yang terdapat dalam tas penyimpangan ini tetap aman berkat Nona Dirae." Ova berkata demikian sebelum pergi ke belakang. "Jadi, aku akan membuat beberapa peralatan sebagai tanda terima kasihku dulu."
"Tung—?!" teriak ku sedikit kaget dan berusaha mengejar Ova.
__ADS_1
Tindakan semacam ini tidak diperlukan bukan? Terlebih ternyata kamu berniat membuat baju itu sendiri?!
Tapi Kakek Ova menahan diriku. "Biarkan anak itu melakukan apa yang dia mau."
"Tapi ya, dilihat dari mana pun bukankah dia bertindak berlebihan?"
"Begitukah?"
"Ya, itu benar-benar berlebihan. Apalagi sebelumnya aku telah diberikan sebuah senjata (?) pematik oleh cucumu sendiri."
Dan itu membuat kakek itu tertawa keras. "Jangan pikirkan hal itu. Ova itu memang sering memberikan Item pematik pada orang yang dia rasa pantas."
"Yaa?”
Apa ini semacam kebiasaan aneh yang dia miliki?
"Tidak. Itu adalah ajaran yang orang tua anak itu ajarkan padanya, bahwa setiap peralatan memiliki takdir sendiri." Dia berkata demikian saat mengambil tempat duduk. "Selain itu, kurasa kali ini dia tidak melakukan kesalahan apa pun."
"?" Aku memiliki tanda tanya yang melayang sekarang. Namun, kakek itu memilih tidak menjelaskan apa maksudnya lebih lanjut.
"Jadi Penyelamat Cucuku—"
"Dirae. Panggil saja aku seperti itu."
"Baiklah. Nona Dirae, Anda dapat pulang sekarang dan dapat kembali untuk mengambil apa yang akan Cucuku buat untukmu esok."
Yaa, kakek ini mirip benar-benar seperti cucunya. Dia masih menempatkan kata hormat di sana. Tidak, haruskah yang benar menjadi si cucu yang mirip kakeknya?
Namun—
"Berikan ini pada Ova. Anggap saja sebagai biaya pemesanan peralatan yang Ova buat."
Tidak mungkin aku akan menerima bantuan lebih dari saat itu dengan percuma.
Aku melihat kakek itu masih agak terkejut. Yaa, aku tidak tahu dia terkejut karena apa tapi setelah memilih beberapa aksesori, aku menyerahkan sejumlah uang lain untuk aksesori itu dan pergi sesuai apa yang dia minta.
Yaa, aku merasa telah menemukan surga tersembunyi. Selain itu, aksesori yang kubeli cukup cantik baik dari segi fisik maupun statusnya. Yang terendah saja berada di Rank tidak umum.
Saat aku berpikir demikian, kakiku telah sampai di depan Toko Potchi. Yaa, sebelumnya aku telah dipanggil dan tampaknya ini adalah waktu penentuan akan apa yang kuajukan sebelumnya akan diterima atau ditolak.
Aku diantarkan oleh salah seorang resepsionis wanita menuju sebuah ruangan. Ruang ini terlihat cukup luas, mungkin dapat menampung hingga 60-70 orang tanpa berdesakkan. Dan banyak di antara perabotan yang ada memakai unsur kayu.
Yaa, terasa cukup nyaman.
Aku menunggu beberapa saat, tidak lama, hanya satu atau dua menit sebelum Yuma datang ke ruangan ini. Namun aku memperhatikan bahwa dia tidak sendiri, dia terlihat bersama dengan tiga orang lain yang mengikuti di belakangnya.
Yuma duduk dengan anggun saat dua dari ketiga orang itu —yang semuanya pria— tetap berdiri di belakangnya.
__ADS_1
"Baiklah. Bagaimana kabarmu hari ini, Nona Dirae?"
"Yaa, baik seperti yang seharusnya. Dan bagaimana denganmu sendiri?"
Baik, itu dimulai dengan beberapa basa basi dan aku pun menanggapi seperlunya saja. Setelah beberapa obrolan lain, akhirnya ...
"Baiklah. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk membahas apa yang kamu ajukan pada kami sebelumnya."
... Kami mulai membahas pokok pembahasan pada pertemuan ini.
Pertama-tama, Yuma berterima kasih padaku atas prosedur media yang kubagikan. Yaa, tampaknya berkat itu tingkat seseorang (Penghuni) tewas karena cedera berat turun tajam.
Kemudian, dia mulai membahas tentang resep obat yang kuberi. Mereka tampaknya kesulitan untuk mereproduksi obat tersebut karena perbedaan teknik dan metode pembuatan yang ada.
Yaa, aku hanya dapat mengambil napas lega secara diam-diam saat tahu bahwa pada akhirnya mereka tetap berhasil.
Dan untuk obat itu sendiri, tampaknya khasiatnya agak turun dari apa yang Yuma buat dalam pengawasanku tapi tetap cukup untuk mengobati Atra Mors dengan peningkatan dosis.
Yaa, kurasa itu membuktikan tentang seberapa baik diri Yuma dalam alkimia. Dan aku pun sedikit memperbaiki dosis yang mereka berikan agar sesuatu yang salah tidak terjadi.
Dan akhirnya, Yuma mendorong tangan kanannya padaku.
"Saya menantikan kerja sama selanjutnya dengan kamu, Nona Dirae."
"Aku pun demikian. Yuma Botin."
Yaa, tampaknya ini berhasil.
"Mohon maaf sebelumnya, saya harus segera pergi sekarang." Yuma berkata saat tangan kami terlepas. "Sayang sekali padahal aku ingin berbicara lebih denganmu
Akhirnya dia mengakhiri percakapan formal, ya? Namun—
"Aku ingin tahu bagaimana anggota Edenwood sepertimu tetap bertahan."
Yaa?! Apakah nama Edenwood benar-benar ada di EFO?! Dan siapa mereka?!
Padahal aku hanya mengonversi nama tengahku, Bel, oke? Yaa, Bel dalam namaku sendiri akan kerap disalah artikan sebagai lonceng meski maksud sebenarnya ialah kayu suci.
Uhh. Kesalahan. Tolong beri tahu aku siapa Edenwood di dunia ini?!
Bagaimanapun, pertanyaan itu tak terjawab karena Yuma telah pergi dari tempat ini.
Dan ...
[Title Edenwood berhasil diakuisisi]
... Aku merasakan beberapa masalah akan datang karena ini.
__ADS_1
———
Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?