Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Tensi, Bos War (Side)


__ADS_3

Sinar cahaya terkumpul, menjadi satu menjadi kilauan sihir yang khas. Aku melihat empat orang penyihir (Penghuni) yang masih terus merapalkan mantranya. Itu bukan mantra tunggal seperti yang selama ini kulihat dalam EFO, tapi semacam mantra ritus.


Mereka menggabungkan beberapa sihir menjadi satu lewat sebuah metode tak diketahui, berusaha tidak terganggu oleh dunia luar. Meski aku sama sekali tidak memahami bagaimana itu sihir, aku dapat tahu bahwa proses ini telah mencapai titik kritis.


"Manusia ...!"


Ramber menggeram, menatap tajam ke arah para penyihir itu. Mungkinkah dia merasakan bahaya darinya?


Bagaimanapun itu, aku masih melanjutkan perintah yang diberikan padaku. Terus lepaskan tembakan pada Ramber dengan interval tetap, berusaha menjauhkannya dari para penyihir. Lialia sendiri meningkatkan kecepatan seranganku, itu banyak membantu meningkatkan akurasi busurku.


Namun, Ramber menerobos semua itu. Dia melewati pengeboman kami, Spells yang dilepaskan oleh para pemain dan beberapa anak panah tidak dapat membantu menghambatnya.


"Claw Strike!"


Cakar Ramber, Vampire itu memanjang menjadi sekitar setengah meter berusaha memotong para penyihir. Namun ...


"Lion Grasp."


... Kafar menangkap serangan itu dengan ganti tangannya, darah menyembur dengan hebat sebelum berubah menjadi kabut putih. Ini adalah perbedaan paling mudah untuk membuktikan bahwa seseorang itu monster atau people.


"Tuan Fiman!"


"Lights Boundary!"


Fiman, si pendeta menyelesaikan mantranya, membuat lingkaran di sekitar Ramber dan Kafar, menekan mereka berdua agar tidak bergerak sama sekali. Darah Kafar menyembur lebih hebat, namun dia tidak memperdulikannya.


Prajurit dan pemain yang berkumpul di sekitar mereka segera masuk, ikut menekan Ramber agar tidak terbang kembali dan meringankan beban Kafar.


Penggunaan Art's dan Spells di tahan, berusaha menurunkan tingkat Friendly Fire yang terus meningkat mengiringi ritme pertarungan. Aku pun menurunkan busurku sejenak. Mengambil Small Stamina Potion Tingkat Rendah dan menenggaknya, memulihkan staminaku yang terkuras.


"Ini lebih besar dari pada dugaanku."


Aku bergumam, berusaha agar suara ini tidak didengar siapa pun. Mau berapa kali pun aku melihatnya, EFO benar-benar berusaha menjadi dunia kedua.


"Semua orang yang berada di sekitar target mundur!" teriak Sir Yohanes yang suaranya bergema langsung di kepala kami.


Para pemain dan prajurit yang berada di sekitar target, Ramber si Vampire segera mundur. Akhirnya ...

__ADS_1


"Glimpse of Purgatory."


... Mantra ritus, hasil pengerjaan para penyihir terbang ke tempat Ramber berada.


Bola api, bentuk dari mantra ritus melesat dengan kecepatan tinggi, menjadi sesuatu seperti komet kecil yang menghantam Ramber secara langsung.


"Menakjubkan ...," gumam Lialia yang terpesona oleh mantra itu.


Yah, bukan hanya dia. Aku dan para pemain lain pun ikut terpukau. Itu adalah pemandangan indah, tapi mulai di sini efek mantra yang sebenarnya terlihat.


"ARRRRGGGGHHHH ...!"


Ledakan tercipta. Berpusat di Ramber dan api menyebar, mulai membakar tubuhnya dari dalam keluar, membuat tubuhnya berbalut api panas.


—Vampire itu seperti sesosok iblis yang keluar dari neraka.


Aku membacanya tanpa sadar. Tulisan dari seorang pemain dalam Tread yang kini sunyi, terdiam oleh kekuatan mantra ini.


Ramber, bersama dengan sayapnya yang terbakar oleh nyala api benar-benar mencerminkan bayangan iblis dalam hati setiap orang. Namun, api itu menghancurkannya, tidak melindunginya. Kulitnya melepuh, meneteskan gumpalan daging bakar yang masih terus hangus oleh nyala api.


Serangan dilanjutkan, para Rearguard yang telah tersadar mulai merapalkan mantra terkuat mereka. Berusaha memberikan Burst Damage selagi Ramber dalam posisi empuk.


Ramber berteriak. Menurunkan tetesan demi tetesan air, mungkin mengandung racun dari namanya. Namun, itu tidak ditujukan pada orang lain melainkan pada dirinya sendiri dan pasti mengurangi HP-nya lebih jauh bersama gempuran kami, tapi itu membuat waktu efek mantra ritus menjadi jauh lebih singkat.


"Lialia, berapa jumlah HP-nya sekarang?" tanyaku pada Lialia. Aku tidak memiliki Skill Basic Appraisal jadi aku tidak dapat memastikannya sendiri.


"Itu berkurang lebih dari setengahnya! Sekitar 30% sekarang!"


"Uhhh."


Aku menyerngit. Ini akan lebih alot daripada apa yang diduga siapa pun.


Sembari aku memikirkan itu, api yang membalut tubuh Ramber akhirnya menghilang. Dia menatap kami dengan tajam, bahkan hingga saat ini sisa dari kondisi terbakar besar —dari yang terlihat oleh hasil penilaian Lilia— masih terus berlangsung. Tapi dia telah menahan semua itu.


"Kalian. Kalian. Kalian. Kalian ...! Dasar manusia rendah!" Ramber terus berteriak marah.


"Sampai di sini saja!" Namun, Kafar sekali lagi maju. Menghadapi Ramber secara langsung, menggenggam, membanting, dan akhirnya mengunci tubuhnya. Membuat Ramber sekali lagi tidak dapat bergerak.

__ADS_1


Aku menyiapkan busurku kembali, sedangkan para pemain dan prajurit yang berada di dekatnya sekali lagi berusaha masuk. Namun ....


"KAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK!"


.... Teriakan tinggi menggema. Membuat gerakanku serta yang lain goyah saat berusaha menahan rasa sakit dari telinga kami yang mulai mengeluarkan darah.


Aku melirik bar HP-ku dan melihat bahwa itu terus berkurang. Kafar, yang berada dalam jarak nol dari sumber teriakan tersebut akhirnya terdorong mundur, terkena serangan lanjutan Ramber dan akhirnya tumbang, jatuh berlutut tak mampu menahannya lagi.


Membawa kembali kesempatan bagi Ramber untuk kembali ke langit.


"Kalian benar-benar membuatku marah sekarang dasar manusia rendah!" Ramber, yang telah kembali terlepas dari jangkauan serang berteriak lepas. Benar-benar melepaskan kekesalan yang dia pendam. "Ini semua karena Dhampire itu ...!"


Namun, aku dan pemain lain tak menggubrisnya. Kami melancarkan serangan sekali tapi ...


"Ahool Being • Form II."


... Perubahan pada diri Ramber pun terjadi.


Aku melihat Ramber sekali lagi. Tato aneh pada dirinya menjalar lebih jauh. Entah berhubungan atau tidak, tapi bulu, yang sebelumnya hanya mencapai pundak menjalar lebih jauh ke lengan dan pipinya.


Sayap Ramber berubah, dia menumbuhkan sepasang sayap kedua. Berukuran kecil jika dibandingkan, mungkin hanya 1 meter yang menjadi semacam sayap sekunder. Namun, sayap utamanya berubah banyak.


Sudut pada sayap, yang sebelumnya hanya berupa taji tulang kini berubah menjadi sebuah telapak tangan lengkap dengan jari-jemari yang berupa cakar. Selain itu juga terdapat persediaan baru, menjadikannya dapat berfungsi sebagai sebuah lengan secara sempurna tanpa kendala saat sayap itu ditutup.


"L-Leml, HP Vampire itu terus pulih selama berubah ...." Lialia gemetar, memberitahukan hasil penilaiannya padaku.


Ramber, yang gigi taring memanjang lebih jauh tersenyum sombong, menunjukkan taringnya pada kami. "Babak pembasmian untuk kalian telah dimulai tahu."


Bersamaan dengan pernyataan itu, bersama dengan rasa intimidasi yang Ramber keluarkan. Dia pun menghilang dari tempatnya, hanya menyisakan lintasan cahaya merah darah yang dapat kami tangkap saat para pemain dan prajurit dalam lintasan itu terbunuh.


———


Penjelasan Title, Noble Born Vampire : Baronet.


Ini adalah Title milik Ramber Von Augusta, didapat setelah dia menjadi Noble Born Vampire. Pada awal masa setelah dia berubah menjadi Noble Born Vampire, Title ini berupa 'Noble Born Vampire : Knight', yang merupakan pangkat terendah dari Noble Born Vampire (terlepas dari Klan).


Baru setelah dia diakui sebagai seorang Baronet dalam Dawnbreak Vampire, title ini berubah menjadi seperti sekarang bersama sebuah title baru.

__ADS_1


Efek yang dimiliki title ini adalah peningkatan pesona (rendah) dan peningkatan statistik (rendah).


__ADS_2