
Aku menatap Megaera dengan tatapan 'jelaskan maksud dari semua ini'.
Melihat tatapanku, Megaera pun berkata, "Asal dirimu tahu, Ratfolk itu bukan berasal dari mutasi alami."
Lalu apa maksud dari itu? Aku masih butuh penjelasan lebih lanjut, ya.
"Yaa, jadi apakah mungkin itu semua disebabkan oleh apa yang terlihat sebagai bangunan aneh di tengah itu?" balasku dengan nada sedikit bercanda. Namun ...
"Sungguh tak terduga ternyata dirimu telah menduganya, kalau begitu semua akan menjadi lebih singkat."
... Megaera mengiyakan jawabanku.
Hei, apa yang kukatakan dengan bercanda itu benar adanya?!
"Tunggu dulu, jelaskan semua dari awal, ya. Dan bangunan aneh itu, apa itu sebenarnya?”
Megaera menunjukkan nada tertarik dengan pertanyaanku, aku tidak dapat melihat wajahnya —karena topeng— tapi kurasa dia tengah tersenyum main-main.
"Bukankah itu sudah sangat jelas, Murid. Itu Dungeon."
Oke, yaa, aku masih memerlukan penjelasan lebih. Sejauh ini kata mutasi, alami, dan Dungeon adalah kata yang sepertinya menjadi penting mulai sekarang. Tapi itu jelas belum lengkap, itu masih kekurangan satu keping yang menghubungkan mereka semua jika diibaratkan dalam bentuk puzzle.
"Aku bertanya bagaimana itu bekerja, ya. Bukan tentang apakah itu Dungeon atau tidak. Hubungan, aku perlu tahu apa korelasi di antaranya."
"Hmm ... kurasa dirimu benar juga. Bahkan jika dirimu dapat memahami itu berasal dari Dungeon, sebab apa itu terjadi sangat tidak mungkin diketahui oleh diri seseorang yang bahkan tidak memahami aura."
Ugh. Yaa, aku dapat mendengar salah satu suara hatiku yang berteriak kesakitan karena menangis tahu. Apa sebegitu senangnya kamu menggangguku?
"Dirae."
"Ya," jawabku tegas secara refleks, ini adalah kali pertama Megaera memanggil namaku.
"Apakah dirimu sadar mengapa monster yang berada di dalam Dungeon lebih kuat daripada monster yang berkeliaran bebas?"
Yaa? Aku bahkan belum pernah memasuki Dungeon selama bermain, tapi jika disuruh menerka maka ...
"... Yaa, itu karena mutasi, 'kan?" jawabku ragu. Hanya itulah yang dapat kupikirkan dari poin-poin penting yang dapat kutangkap dari Megaera tadi.
"Untuk kali ini, diri ini akan memberi dirimu satu tepukan tangan. Itu benar, konsentrasi mutasi di dalam Dungeon melebihi tingkat wajar bagi makhluk apa pun dan tidak dapat secara tetap ditinggali."
"Yaa, kalau begitu kenapa para monster itu malah lebih sering tinggal di sana?"
__ADS_1
"Apakah dirimu sungguh bodoh? Dengarkan dulu penjelasan diri ini."
Yaa, yaa, itu salahku.
"Sebenarnya para monster itu hanyalah bentuk mutasi dari makhluk lain. Tapi karena campur tangan sejumlah besar Kutukan itu dalam diri suatu makhluk, bentuk kehidupannya menjadi tidak stabil dan apa dirimu tahu apa yang akan terjadi setelahnya?"
Megaera melihat diriku dengan mata tertarik, aku tahu dia sengaja mengulur tapi itu tetap berhasil membuat napasku tertahan. Yaa, sembilan dari sepuluh itu karena dia menyebutkan Kutukan.
"... Itu memaksa makhluk-makhluk itu mengalami lompatan evolusi," tandasnya.
"Bahkan jika makhluk setelahnya amat tidak stabil, itu bukan masalah. Setelah evolusi, para monster itu menjadi lebih kuat sehingga dapat bertahan, dan juga memiliki kemampuan baru untuk menyesuaikan diri agar dapat menopang tubuh baru mereka.
"Namun, itu juga bukan berarti tanpa biaya. Asal dirimu tahu, mutasi memang membuat diri monster-monster itu semakin kuat. Tapi itu juga bukan berarti tanpa balasan sama sekali.
“Tidak seperti mutasi alami yang berubah secara perlahan tahap demi tahap, mutasi dalam Dungeon yang terjadi begitu cepat membuat fisik satu makhluk berubah begitu sering. Dan tentu saja, organ pengendali dari seluruh tubuh, otak, juga mengalami perubahan besar.
"Hmm ... bagaimanapun juga, itu membuat monster berperilaku sangat berbeda dari sebelumnya. Semua dikarenakan mereka mengalami beberapa keadaan. Tidak hanya perubahan secara fisik karena keberadaan anggota tubuh baru, tapi yang terjadi sebenarnya lebih dari itu.
“Kondisi mental mereka juga telah sangat terganggu. Kebingungan parah dan kesulitan berpikir. Juga kekacauan dalam berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi. Itu membuat mereka mengalami halusinasi, delusi, perubahan perilaku, dan berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar.
"Secara singkat, mereka— monster hampir tidak dapat membedakan kenyataan dan pikiran mereka sendiri."
Entah kenapa itu terdengar seperti gangguan mental yang amat parah. Sebelum itu, apa penyakit mental telah ditemukan di dunia EFO? Yaa, aku masih belum tahu juga sih. Tapi ...
"Hmm? Apa tadi dirimu menyebut nama diri ini secara langsung? Diri ini akan berbaik hati dan mengabaikannya kali ini."
Jadi dia masih sangat perhatian akan hal itu, ya?
"Itu karena diri ini telah melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri, tentang bagaimana seseorang mengalami perubahan karenanya. Um, seseorang ...."
"Yaa?"
Aku ingin bertanya lagi. Namun, yaa, sepertinya Megaera telah memasuki fase aneh jadi ... Baik. Lepaskan saja sekarang, lagi pula dia akan berbicara lagi nanti.
"Apa dirimu telah memahaminya?" tanya Megaera padaku setelah pulih.
"Aku mengerti. Tapi jika itu dalam Dungeon, mengapa para Ratfolk itu berada di luar?"
"Hmm? Diri ini rasa diriku melewatkan hal itu."
Yaa, kamu memang melewatkannya, tahu.
__ADS_1
"Diri ini telah mengatakan bahwa monster hampir tidak dapat membedakan mana kenyataan dan mana pikiran mereka sendiri bukan?"
Megaera melirikku yang memberi anggukan kecil sebelum melanjutkan penjelasannya.
"Itu adalah dasar mengapa para monster yang terlahir di dalam Dungeon tidak dapat keluar masuk dengan bebas. Pikiran mereka telah kacau, dalam kebingungan semacam itu, diri ini rasa mustahil mereka dapat menemukan jalan keluar kecuali keberuntungan berpihak pada mereka."
Apa itu dasar dari mekanisme di mana monster tetap berada di dalam Dungeon dan tidak lepas keluar?
"Namun, ada satu bentuk pengecualian," kata Megaera mengusik. "Itu adalah saat monster jenis baru tidak terbentuk lagi untuk jangka waktu tertentu dan keseimbangan tercipta. Mungkin memang butuh waktu lama, tapi monster akan saling berkembang biak secara alami dan setelah ratusan atau mungkin menyentuh ribuan generasi, saat itulah pikiran mereka lebih jernih dan tidak asal mengamuk liar.
"Itulah yang menyebabkan para monster keluar dapat dari Dungeon dalam skala besar. Dalam istilah umum yang mungkin dirimu sering dengar, ini disebut Overhelm.
"Karena itu pula jika sebuah wilayah menemukan Dungeon, mereka dituntut untuk membersihkannya secara berkala demi keamanan. Meskipun semakin tinggi tingkat suatu Dungeon kemungkinan Overhelm terjadi semakin rendah, tapi jika itu benar-benar terjadi, itu hanya bencana.
"Jujur saja. Diri ini berpikir jika tidak adanya material berharga yang lebih cepat terbentuk di dalam Dungeon, para bangsawan itu tidak akan mau repot-repot mengurusinya dan pasti organisasi seperti Alliance di permukaan tidak akan terbentuk secara sukarela."
Aku merasa Megaera telah membahas banyak hal penting dari sudut pandang dunia ini. Namun, prioritasku masih belum berubah banyak.
"Jadi, maksudmu para tikus itu adalah generasi di mana mereka memasuki fase Overhelm?"
"Seperti yang diharapkan, dirimu memahaminya segera. Meski mereka belum memasukinya, mereka akan. Tapi itu sama saja berbahaya jika dibiarkan, jadi dirimu tidak perlu ragu untuk membantai mereka semua. Mereka hanya akan menjadi masalah serius jika tidak segera dibersihkan."
Ugh, dia melihatnya. Yaa, aku memang agak ragu untuk menyerang, hati nuraniku tidak membiarkannya
Kamu tahu, meski aku sadar bahwa mereka (Ratfolk) dianggap sebagai monster Demi-human. Tapi ya, saat melihat mereka membentuk sebuah pemukiman selayaknya manusia— People dalam EFO. Itu masih mengusikku.
Aku bukan seseorang berhati batu, ya. Justru sebaliknya, hatiku sangat lembut seperti tahu. Eh, tahu kenyal bukan lembut. Ice cream sajalah, itu lembut tapi juga dingin. Apa akh berhati dingin?
Ugh, aku malah menjadi lapar saat membahas makanan.
"Kalau begitu, aku akan melakukannya seperti keinginanmu."
Sepertinya aku harus melepas mentalitas ini untuk sementara waktu, pikirku serius selagi masih melayang, membayangkan beberapa jenis makanan lain.
"Baiklah. Kalau begitu, diri ini akan bergerak lebih dulu dan Murid, tetaplah di belakang dan dukung diriku."
Agak tidak biasa Megaera memilih muncul dari depan, tapi iyakan saja permintaannya.
———
Hah ... akhirnya selesai juga ini Chapter. Ini telah tertunda cukup lama karena saia sedikit sentimen kepada para tikus. Mereka telah menjadi karakter favorit kedua (sejauh yang telah saia tulis) setelah Reena. Megaera? Dia masih di belakang jauh di belakang tikus :|
__ADS_1
Yaa, hanya dalam EFO oke, bukan di real. Bagaimanapun, ini perlu jadi apa boleh buat.
Jadi tinggalkan like, komen agar terus semangat, share dan favoritnya jangan sampai ketinggalan. Oke.