Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Restitusi, Keluarga Botin (Side)


__ADS_3

"Huh ...." Aku menghela napas setelah menyelesaikan proses panjang dari obat yang telah kubuat melalui arahan Dirae.


Sekali lagi, itu adalah sebuah bubuk obat. Sebuah bubuk obat yang dibuat dengan proses tak dapat kupercaya.


Beberapa jam sebelumnya, dia mengiyakan persyaratanku untuk memberikan bukti nyata atas proposalnya.


Satu demi satu keraguan mulai timbul dalam diriku.


Di mulai saat dia membutuhkan waktu lama, sangat lama hanya untuk mengambil bahan. Dirae mengambil dan mengamati beberapa jenis tanaman herbal seolah dia baru pertama kali melihatnya. Bahkan dia juga meminta untuk ditunjukkan tanaman beracun.


Meski penggunaan tanaman beracun untuk obat dapat dimengerti, dia melihat semua tanaman yang ada. Tentu dalam waktu lama.


Dengan tingkahnya yang seolah baru pertama kali melihat bahan-bahan ini, kecurigaan itu terus bertambah.


Kemudian aku, sebagai salah satu anggota Keluarga Botin telah mempelajari banyak cabang ilmu alkimia sejak kecil. Itu adalah dasar bagi kami dan karenanya aku akrab dengan prosedur alkimia.


Namun, dalam proses pembuatan obat kali ini, apa yang dia arahkan padaku seolah membantah apa yang selama ini kupelajari.


Kabut mana, yang merupakan dasar untuk mencampurkan bahan-bahan secara umum dalam alkimia justru tidak terlalu sering menunjukkan diri. Juga banyak teknik alkimia yang aku miliki tidak berguna dalam proses pembuatan. Paling-paling, hanya beberapa seperti penyulingan yang digunakan.


Itu pun setelah menguji coba pada sampel kecil.


Apa dia hanya coba-coba? Sejenak hal itu terbesit di pikiranku. Namun, bubuk obat di depan mataku ini telah menyelesaikan semua keraguan.


Bagaimana otaknya itu berjalan masih menjadi misteri.


Mengambil Loop of Appraisal tingkat atas dari saku, aku mengamati obat itu untuk pengecekan akhir dan informasi mengenai khasiat obat itu segera masuk ke kepalaku.


Atra Mors. Itu adalah penyakit yang Dirae katakan dirinya dapat membuat obat itu dengan segera.


Aku secara alami tidak akan percaya secara langsung karena penyakit itu tidak dapat disembuhkan oleh ramuan apa pun yang telah kami tahu itu ada. Dan secara teknis, Atra Mors lebih mirip sebuah teluh, bidang dalam Black Magic daripada penyakit.


Akan tetapi, hasil yang disampaikan oleh Loop of Appraisal membenarkan klaim Dirae. Memang ada beberapa efek samping yang mungkin timbul serta obat itu bekerja secara perlahan, tidak seketika. Membuat penderita harus mengonsumsinya secara rutin tapi itu hanya menjadi poin plus dari segi bisnis.


"Huh ...," helaku sekali lagi saat kepalaku agak sedikit kesemutan.


Aku harus memikirkan cara menjelaskan ini pada keluarga. Proses pembuatan obat ini berbeda dari alkimia yang kami tahu.


Tapi, dengan manfaat ini kemungkinan besar mereka akan setuju. Terlebih dengan pengenalan teknik baru yang perlu dikuasai dalam proses pembuatannya.


"Jadi, apa kamu telah yakin?" tanyanya.


"Baiklah Dirae, sepertinya kita dapat melangkah ke tahap selanjutnya. Kami berniat untuk mempelajari resep ini lebih lanjut dan memproduksinya secara luas. Apakah itu baik-baik saja?."


Sekarang, bagaimana kamu akan menangani ini? Pikirku menantikan reaksinya. Apa yang kuajukan hampir setara dengan penyerahan resep. Sebuah hal yang akan sangat dihindari seorang alkemis.


Namun—


"Itu baik-baik saja. Dan ya, kamu dapat membuat obat itu secara luas."


Sekali lagi dia melampaui harapanku.

__ADS_1


A-apa mengatakan ini secara sadar?


Ini setara dengan penyerahan resep yang biasanya sangat dihindari, bukan? Itu memang berguna dalam jangka pendek tapi dalam jangka panjang—


"Yaa, kalian dapat membuat obat itu secara luas dan proses pembuatannya sendiri dapat kuserahkan pada kalian," tegasnya memotong pikiranku. "Namun, resep tersebut haruskah tetap berada di bawah namaku."


Jadi begitu, ya?


Kami hanya akan mengambil hak penasaran dan produksi sementara hak cipta masih dia pegang.


"Kalau begitu, kami akan melakukan uji coba berdasar jumlah modal yang kamu beri."


Banyak teknik yang tak lazim digunakan dalam pembuatan jadi mau tak mau ini memang harus dilakukan.


"Itu baik," jawabnya sebelum aku bahkan menyelesaikan perkataanku.


Apa dia memang seyakin itu ini akan bekerja?


"Dan untuk masalah profit, kami akan memberikan 15% dari hasil penjualan. Ingat hal ini berdasarkan premis sebelumnya."


"Yaa, itu baik tapi aku ingin merundingkan beberapa bagian."


Baiklah, itu memang masih dalam harapanku. Jadi bagian apa yang dia tidak puas?


"Untuk profit aku hanya akan mengambil 7,5% saja."


Sekali lagi ... bukankah seseorang biasanya akan mengambil keuntungan lebih?


"Ah yaa, tapi ingatlah bahwa resep itu berada di bawah nama Edenwood."


"Itu dapat diterima."


Selanjutnya, kami menuju kediaman Melg dan Dirae memilih beberapa aset yang ingin dia simpan sementara yang lain mengikuti pengaturan sebelumnya. Kebanyakan adalah benda-benda yang cenderung tidak penting menurutku, tapi dia memilih untuk menyimpannya serta semua buku yang ada.


Mungkin itu hanya didasari oleh ketertarikan pribadi karena harga buku sendiri telah turun selama lebih dari setengah abad terakhir setelah mesin cetak dibuat. Jadi catat hal itu.


Dan akhirnya hari menjadi sore saat kami berpisah. Sepertinya dia ingin menuju gereja untuk mengambil apa yang pendeta itu janjikan.


Kembali ke kantor cabang Potchi yang kini tak terpakai, aku sedikit bersandar. Cukup kelelahan setelah pembicaraan panjang dengan Dirae. Ini telah berakhir tidak hanya sebagai pemberian kompensasi belaka.


Aku melihat udara di sisi kiriku mulai sedikit terdistorsi dan ...


"Terima kasih atas kerja kerasnya, Nona Yuma."


... Brim menunjukkan dirinya.


"Kamu pun." Aku membalas ringan, bersandar dan bertanya, "Menurutmu bagaimana dengan dia?"


"Apa maksud Anda Dirae, Nona?"


Aku mengangguk ringan. Brim, sebagai anggota Keluarga Scuri —yang merupakan pengawal Keluarga Botin— tentu telah bersama denganku sejak tadi. Kesanku tentang Dirae memang penting tapi aku ingin tahu bagaimana pandangan orang lain terhadapnya.

__ADS_1


Brim terlihat mengerutkan alisnya, berpikir cukup lama sebelum menjawab dengan satu kata—


"Aneh."


Yah, aku setuju dengan itu. Namun ...


"Aku merasa telah diawasi oleh sesuatu selama Anda dan Dirae berbicara. Dan perlu untuk Nona ketahui, saya rasa Dirae masih berada di langkah E dan D- adalah perkiraan titik tertingginya."


... Dia mengatakan sesuatu yang membuatku berpikir ulang.


Langkah E 'kah? Kurasa itu tidak mungkin karena Melg, si Noda itu sendiri telah berada di langkah C+. Memang dia tidak terspesialisasi dalam pertempuran, tapi untuk langkah E dapat memaksa Melg mengeluarkan Spenta Demonfall yang jelas akan membahayakan dirinya jika diketahui orang lain maka ...


"Kamu pasti berpikir terlalu jauh, kurasa tidak jika itu untuk seorang di langkah E."


... Itu tidak mungkin. Benar-benar mustahil.


"Ya. Maafkan kelancangan saya."


"Tidak apa-apa."


Aku hanya ingin menemukan sudut pandang lain. Dan pengakuan Brim bahwa dia merasa telah diawasi juga perlu mendapat perhatian. Sepertinya kemungkinan Dirae mengungkap Melg karena itu benar-benar tugas yang mereka beri cukup besar.


"Huh ... terlebih sepertinya dia adalah ras Elf," gumamku.


Berurusan dengan ras umur panjang terlalu merepotkan bagi kami, manusia yang notabene memiliki umur pendek. Memang dengan mendaki Power Level lebih tinggi itu dapat memperpanjang batas alamiah usia tapi tetap tidak layak mendorong kebencian dari mereka.


Apa yang aku baca dari sejarah Lorentz Kingdom cukup untuk mengetahui itu. Kata 'baru-baru ini' bagi mereka mungkin tetap berlaku setelah 50 tahun terlewat. Yaa, mungkin bagi manusia biasa itu seperti merasakan waktu 5 tahun?


Dan karena Dirae sepertinya bukan sepenuhnya seorang Light Elf, dari warna telinganya yang agak keunguan dia tampaknya memiliki darah dari Dark Elf. Itu hanya membuat harapan usianya menjadi lebih tinggi. Mungkin 800 tahun normal?


Namun ...


"Brim, saatnya kita pulang."


... Untuk sekarang aku harus kembali dan mengabarkan keluarga tentang hasil sebelumnya. Apa yang Dirae berikan cukup untuk membuat perubahan di bidang lain juga.


"Dan jangan lupa untuk melakukan pencarian pada apa pun yang berhubungan dengan kata Edenwood setelah kita sampai," kataku tegas sesaat sebelum kami berteleportasi, menghilang dari kantor dan kembali ke kediaman utama Keluarga Botin.


———


Penjelasan mengenai Gereja dan Kuil di EFO.


Gereja dan Kuil adalah dua sebutan umum untuk badan kepercayaan dari Dewa-Dewi terkait.


Gereja sendiri pada khususnya adalah mereka yang beriman pada Dewa-Dewi yang dipercaya berada di penjajaran baik (Good dengan pusat pada tujuh Dewa-Dewi Yang Hebat. Membuat pengaruh mereka lebih besar di dalam masyarakat umum.


Sedang Kuil adalah mereka yang beriman pada Dewa-Dewi yang dipercaya berada di penjajaran jahat (Evil) dengan pusat pada tujuh Dewa-Dewi Jahat Yang Hebat. Pengaruh mereka dianggap menyamai gereja tapi dianggap sebagai hal yang tabu.


Hubungan antara keduanya seperti terang dan gelap.


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?

__ADS_1


__ADS_2