Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Detail Kecil, Keberangkatan


__ADS_3

Membenahi kepalaku yang masih sedikit berasap atas apa yang Yuma katakan. Aku kembali memfokuskan diri pada dua orang di hadapanku sekarang, pihak yang nantinya menjadi perwakilan Toko Potchi untuk berhubungan denganku secara konstan.


Yaa, mereka adalah orang yang bersama dengan Yuma sebelumnya. Dan untuk masalah yang mungkin akan muncul karena Edenwood, aku akan menyerahkannya pada diriku di masa depan.


Mereka berdua adalah manusia. Ya, kurasa itu telah jelas meskipun penampilan mereka saling bertolak belakang.


Satu adalah orang yang tampak seperti apa yang akan orang pikirkan saat mendengar kata butler. Tampak berusia di rentang lima puluh tahun dengan ciri yang mirip dengan Yuma —memiliki mata jade dan rambut coklat kebiruan.


Mungkin dia berasal dari Keluarga Botin, ya? Apalagi dia adalah orang duduk bersama dengan Yuma tadi.


Sedangkan yang satunya lagi, dia adalah seorang pemuda. Cukup tinggi dan atletis dengan mata hitam, benar-benar hitam dengan rambut pirang cerah pendek dengan kulit kuning langsat. Yaa, dia tampak seperti seorang blasteran asia-eropa.


Dan juga ... oke, aku tidak tahu namanya. Tapi, dialah orang pertama yang menahan serangan Melg (atau Spenta yang merasuki tubuhnya) kala itu. Aku tidak tahu alasan mengapa dia juga berada di sini tapi mungkinkah ini seperti semacam promosi jabatan?


Yaa, dia sendiri terlihat cukup gugup hingga berkeringat dingin. Mungkin karena tidak terbiasa dengan ini.


"Baiklah Nona Dirae. Saya, Hold Botin berharap untuk dapat menjaga hubungan baik dengan Anda."


"Saya juga."


Dan ...


"S-saya Tian Rinum akan menjaga Anda Nona Dirae!"


... Dia akhirnya memperkenalkan dirinya. Yaa, dengan gugup. Sangat gugup.


"Yaa, kamu tidak perlu terlalu khawatir bukan?"


"B-baik."


Tidak. Kamu masih sangat gugup dan kaku tahu.


Yaa, kami membahas beberapa hal kecil, lebih berperan sebagai basa-basi sebelum dia menyerahkan sebuah benda padaku.


Itu cukup tipis. Mungkin hampir sama dengan kartu yang berisikan status Melg sebelumnya tapi, sepertinya ini bukan sesuatu seperti itu.


"Ini adalah kartu kontrak dari Keluarga Botin. Anda dapat menunjukkan kartu ini bila terjadi sesuatu yang melibatkan Toko Potchi untuk kedepannya. Dan bila terdapat hal yang mendesak, Anda dapat menghubungi kontak yang tertera di sana," jelas Hold.


Yaa, dari fungsinya tampaknya ini dapat menjadi bukti bahwa aku memiliki hubungan dengan keluarga Botin dan ... baik, ini juga dapat menjadi sesuatu semacam ponsel bukan?


Apa zaman pencerahan telah mencapai tahap ini?!


Selain itu, tampaknya Hold akan menggantikan posisi Melg untuk mengurus toko di cabang Kota Houra. Dan yaa, menurutku alasan kenapa seorang anggota keluarga Botin sampai mengurusi cabang di kota kecil ini sendiri adalah keberadaan kami, para pemain (indestructible).


Dengan jumlah pemain baru yang terus bertambah seiring dengan popularitas EFO, kepentingan yang terdapat di kota awal pun menanjak naik. Yaa, tidak hanya antar sesama pemain tapi juga di mata Penghuni.


Seperti bagaimana sebuah Familia yang aktivitasnya semakin masif untuk merekrut anggota baru.


Baik itu Familia yang didirikan oleh pemain (didominasi oleh klub profesional dari dunia nyata) maupun Familia yang dimiliki Penghuni. Yaa, bagaimanapun, seorang pemain dapat terus melakukan misi berbahaya tanpa khawatir akan nyawa mereka.

__ADS_1


Sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh para Penghuni dan hal ini tentu adalah sumber daya potensial.


Dan dengan sistem Familia yang mana sebuah Familia tidak hanya dapat diketuai atau didirikan seorang pemain tapi juga Penghuni, hal ini juga mendorong kompetisi ke tingkat lain. Yaa, Familia sendiri adalah konsep yang telah ada sejak awal di EFO jadi itu wajar.


Yaa, aku tidak ingin terikat oleh apa pun untuk sekarang. Hanya ingin bermain sesuai dengan apa yang aku inginkan saja jadi aku tidak tahu secara rinci tentang bagaimana Familia bekerja.


Kemudian—


"N-Nona Dirae. Mulai sekarang izinkan saya akan menjaga Anda,” kata Tian tegas.


"Eh?" Kenapa ini dapat terjadi? Dan juga— "Kurasa ini tidak diperlukan, ya?"


"Jika Anda berkata seperti itu mungkin Tian akan dirumahkan. Untuk alasan apa pun, kami tidak dapat membuat dia bertahan di posisinya karena telah mengarahkan pedang pada seorang manajer yang seharusnya dia lindungi."


"Yaa, apa bahkan kasus sebelumnya tidak masuk ke pengecualian?"


"Sayang sekali tidak,”tandas Hold. ”Untuk rekannya yang lain mungkin masih dapat bertahan, tapi untuk dia yang segera bertindak tanpa ragu. Mereka memutuskan untuk tidak mempertahankannya."


Uhh, apa ini alasan mengapa dia sangat gugup hingga berkeringat dingin? Bukan karena promosi jabatan tapi Karen resiko dia dirumahkan (dipecat) sesuai dengan keputusanku?


Oke, karena apa yang aku raih karena aku dapat bertahan hidup dari sebelumnya, maka—


"Baiklah. Tian, kamu dapat bekerja untukku."


"Te-terima kasih, Nona Dirae."


Yaa, apa pun itu, ini hanya balasan dariku. Aku tidak ingin berbahagia di atas penderita orang lain oke? Terlebih jika dia adalah orang yang telah membantuku.


Yaa, sekali lagi. Tian relatif dapat dikatakan tampan hingga beberapa orang yang didominasi pemain wanita sesekali meliriknya, tapi ... kenapa dia hanya mengawasiku dari jauh? Mungkin berjarak 100 meter?


Kamu tahu, aku lebih merasa dia bertindak layaknya seorang penguntit daripada penjaga, oke?


Yaa, kalau begitu lebih baik ke rumah Ova sekarang. Pikirku saat berbelok. Tentu Tian mengikutiku dan—


Brak!


Aku membantingnya ke lantai segera setelah masuk.


"Apa yang terjadi?!"


"Tidak. Itu hanya ulahku tapi kamu terlalu gugup dan kaku bukan?"


"I-itu ...."


Baiklah. Aku bertanya dan meminjam sebuah ruangan pada kakek Ova sebelum menyeret Tian bersamaku. Menyuruhnya duduk di lantai sementara aku pun mengambil sebuah kursi dan mengamati dia sekali lagi.


"Tatap aku," kataku sedikit dingin (meski nada suaraku benar-benar tidak berubah).


Membuat Tian menurut segera sebelum dia kembali memalingkan wajahnya dengan keringat dingin yang terus bercucuran. Bahkan tubuhnya kini mulai gemetar walau dia tampak berusaha menyembunyikannya.

__ADS_1


Jadi—


"Katakan saja apa yang kamu pikirkan tentangku."


Yaa, kurasa tingkah geraknya selama ini jelas bukan karena sekedar gugup tapi ....


"Apa kamu takut denganku?"


Tepat sasaran 'kah? Pikirku saat melihat gerak kecil yang dia buat. Sepertinya aku tidak salah untuk hal ini.


"Apa yang dapat membuat dirimu setakut itu denganku?" tanyaku secara langsung.


Tapi sebelum itu, apakah terdapat alasan tepat untuk takut denganku?


Yaa, aku bukan sosok menyeramkan ... oke, lupakan. Aku memiliki Title Little Monstrosity yang menyatakan aku sebagai monster kecil.


Meski begitu, setidaknya aku tidak pernah bertindak aneh atau menakutkan ... atau mungkin tidak? Saat aku berbicara dengan Megaera Mungkinkah aku terlihat berbicara sendiri, ya?


Tidak. Tidak. Tidak. Tidak!


Aku benar-benar normal menurut standar yang ditetapkan oleh diriku sendiri jadi itu salah. Hahahaha, itu salah, 'kan?


Aku terus memberinya tatapan tajam dan tidak membiarkan dia lari sementara aku secara mental terus jatuh. Tolong segera beri tahu aku alasannya.


Dan akhirnya ...


"Sayap."


... Dia mengeluarkan kata pertamanya.


"A-Anda. Nona Dirae, Anda bukanlah seorang People bukan?"


Hoo. Jadi itukah alasannya?


Sebelumnya aku sedikit penasaran siapa yang membawaku ke ruang perawatan karena seharusnya dia akan tahu tentang sayap yang kumiliki. Namun, kabar tentang hal itu belumlah menyebar hingga kini.


Aku tersenyum. Memikirkan beberapa hal kecil sebelum sedikit melebarkan dua pasang sayap di punggungku. Memperlihatkannya.


Yaa, keduanya cukup kecil tapi itu berhasil membuat pupil Tian menyusut dengan cepat. Apakah itu karena terkejut, takut atau emosi lainnya aku tidak tahu secara pasti.


Namun terdapat satu hal yang jelas.


"Kamu benar, Tian. Aku bukanlah seorang People."


"L-lalu apa Anda ..." Tian menahan napasnya sementara detak jantungnya bahkan dapat kudengar. Berdetak dengan cepat sebelum berkata—


"...Monster."


———

__ADS_1


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?


__ADS_2