Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
Last, Pembunuhan


__ADS_3

Bos Monster. Yaa, jika seseorang ditanya tentang apa yang mereka pikirkan ketika mendengar ini, aku yakin 8 dari 10 akan menjawab 'mereka adalah jenis lawan terkuat'. Bahkan jika terdapat jawaban lain, itu tidak akan jauh-jauh dari kata 'kuat' atau 'besar'.


Jika benar seperti itu, apa tipe Bos Monster paling merepotkan?


Mereka yang memiliki HP dalam jumlah luar biasa sehingga membuatmu putus asa untuk menguranginya? Mereka yang memiliki kekuatan kasar terkuat sehingga dapat merobohkanmu dengan satu pukulan? Mereka yang tidak perlu bergerak untuk membunuhmu dan hanya perlu menjadi menara tetap?


Semua itu negatif. Bagiku itu semua salah, yang paling merepotkan adalah mereka yang memiliki nalar.


Yaa, tipe monster Bos paling umum adalah jenis monster tanpa nalar. Mereka bangga akan kekuatan yang mereka miliki dan terus mendorong hingga akhir.


Memang, mereka memiliki naluri yang memperingatkan mereka. Namun, dibandingkan nalar yang menimbang baik, buruk, dan melihat sekeliling secara objektif dan secara sadar diterima oleh orang itu sendiri, yaa naluri jauh lebih buruk karena terkadang tidak disadari.


Dan dalam EFO, di mana karakter non pemain, Penghuni — khususnya ras cerdas— mampu membuat penalaran setara manusia nyata, hal ini semakin memberikan pengaruh besar.


Augusta adalah Vampire, dia adalah ras cerdas yang memiliki kemampuan menilai sesuatu dengan sehat —selama tidak dikendalikan oleh emosinya. Dengan begitu, sesudah menilai bahwa kondisi semakin tidak menguntungkan lagi, Augusta membuat sebuah keputusan.


Lari.


Itu bukan keputusan yang salah. Bahkan jika itu aku, kemungkinan aku akan melakukan tindakan serupa. Walau kini aku kalah, cukup kumpulkan informasi serta kekuatan yang cukup jika benar-benar ingin membalasnya, seperti itulah pikiran seseorang yang sehat (pendapat pribadi). Dan Augusta telah membuat keputusan yang sangat masuk akal ini.


"Karena itulah dia tipe yang merepotkan."


Bahkan jika pun dia melemah hingga dapat dibunuh, saat dia lolos maka penaklukan sama dengan gagal. Terlebih, Augusta termasuk orang yang emosional sehingga acara balas dendam dipastikan akan datang, ya. Bagiku, Itulah Bos paling menakutkan.


"Kuharap Pasukan Kota Houra dan para pemain tidak akan gagal menghentikannya," harapku cemas.


Harapanku sendiri tidak hanya harapan kosong. Aku yakin pemain Kota Houra juga memiliki Quest tersendiri, dan itu ditujukan dalam menaklukkan Augusta. Yaa, mereka juga tidak ingin Questnya gagal sehingga mereka akan berusaha menghentikan Augusta sekuat mungkin.


Aku memang ingin mencoba kartu yang kumiliki, tapi itu tidak mungkin berhasil jika harus mengimbangi pergerakan Augusta.

__ADS_1


"Itu terjadi lagi," kataku.


Tubuh Augusta mulai memancarkan cahaya abu-abu kebiruan. Memacu akselerasi terbangnya lebih dan lebih lagi, menjadi sangat cepat hingga sulit diikuti dengan mata telanjang.


"Retention of the Holyland!"


Si pendeta —yang kesusahan mengikuti Augusta— melepaskan mantranya. Cahaya terang terkumpul, menyembul keluar dari tanah dan menciptakan sebuah medan area khusus yang menahan Augusta, memaksanya jatuh ke tanah —yang kini sedikit tenggelam—terlepas dari kecepatan sebelumnya.


"Light Boundary! Area Heal!" lanjut mantra yang dia lepaskan berturut-turut.


Sepertinya pendeta itu lebih berspesialisasi dalam bidang support daripada serangan langsung. Itu menjelaskan kenapa dia tidak melawan Augusta secara langsung sebelumnya padahal memiliki mantra dengan atribut lanjutan Holy.


Kesempatan ini tidak dilepaskan oleh para pemain, mereka berbondong-bondong memberikan hujan Art's dan Spells yang memiliki efek kontrol pada Augusta. Bahkan jika kerusakan yang ditimbulkan tidak layak dilihat, itu menakutkan hanya untuk dilihat.


Sebanyak apa pun August coba melawan, efek kontrol tidak pernah meninggalkan tubuhnya. Entah itu perlambatan, knock back, maupun root. Jumlah Stun yang diberikan relatif sedikit, mungkin karena kemampuan pemain belum pada tahap untuk ditunjukkan pada Bos? Atau mungkin resistensi Augusta yang tinggi terhadapnya? Bagaimanapun, itu satu dari dua kemungkinan tersebut.


"Kalian semua, jangan biarkan Vampire itu lolos! Tactics : Charge."


"Sepertinya cukup banyak dari diri mereka yang mengawasi dirimu." Megaera muncul, memperingatkanku secara tiba-tiba tapi dengan informasi padat dan merepotkan.


Yaa, aku sudah menduga akan ada tindakan penanggulangan atas tindakanku yang sempat mendeorganisir para pemain. Bahkan jika mereka akan hidup lagi dan hampir tanpa kehilangan, akan terdapat jeda sebelum kebangkitan ulang. Sehingga, dalam Quest seperti sekarang, hal itu sangat dihindari karena dapat menimbulkan kegagalan apalagi dengan percepatan waktu enam kali lipat.


"Beast Least!"


Sementara aku memikirkan cara mengatasi para pengamat yang memperhatikanku, Augusta berteriak, meledakkan cahaya ke sekujur tubuhnya. Asap putih mengepul bersama tetesan darah yang mengalir di kulit putihnya. Bola kabut terlontar keluar, tentu saja itu adalah Augusta yang melarikan diri dari gempuran serangan.


"Tanpa diduga dia memiliki sarana untuk lepas dari kontrol sebanyak itu."


Aku sedikit penasaran dengan bagaimana susunan Skill Augusta hingga dapat mengatasi hampir segala situasi. Bahkan jika Art's (?) itu juga melukai tubuhnya, untuk dapat lepas dari semua jenis kontrol seperti itu tentu adalah bayaran yang dapat diterima ya.

__ADS_1


Namun, itu tidak dapat ditolong, sejauh ini belum terdapat kasus di mana pemain dapat melihat status keseluruhan Penghuni.


Pria sebelumnya, si petarung tangan kosong (Kafar) berusaha menahan Augusta kembali. Tidak membiarkannya kabur untuk kedua kalinya. Kali ini dia tidak sendiri, ksatria yang hampir tewas sebelumnya juga masuk. Menahan Augusta dengan kerja sama apik yang ditunjukkan.


Yaa, aku benar-benar kagum pada sihir, pemulihan sejenis itu, yang benar-benar tidak masuk akal dapat terjadi. Aku juga ingin mengalaminya di dunia nyata. Tapi bagaimanapun juga, pertempuran di depan mataku kini akan menjadi habis-habisan dan itulah prioritas saat ini.


Tidak seperti sebelumnya, di mana rotasi akan terjadi jika salah seorang tumbang agar dapat menjaga ritme, kali ini semua sumber daya dikerahkan. Dalam kata yang mudah dipahami, keadaan telah mencapai tahap kritis.


Apakah pelarian Augusta akan berhasil atau justru pasukan Kota Houra lah yang berhasil. Aku hanya berharap mereka akan sama-sama hancur, ya.


Namun, dengan keadaan sekarang itu tidak mungkin terjadi. Tangan tak terlihat (ulahku) juga tidak mungkin dapat dilakukan dengan keberadaan para pramuka yang mengawasiku, ya.


Yaa, sekarang aku hanya perlu memulai persiapkanku sendiri.


Ini akan memakan waktu lama, jadi untuk sekarang berpura-pura menyerang Augusta agar tidak ketahuan bahwa akulah penyebab kerusakan sebe—


Slash!


Dan Megaera menyelamatkanku dari lintasan cepat sebuah belati yang mengarah ke leherku.


"Ternyata semua ini ulahmu Keturunan Vampire!"


"...."


.... Aku membuka dan menutup mulutku beberapa kali tapi tidak ada kata yang berhasil keluar, ya. Bahkan meski aku telah menyusun apa yang ingin kukatakan, itu tidak berhasil keluar.


... Oke, yaa ... dasar aura sialan nan keparat ...! Apa di atas kepalaku benar-benar terdapat plang nama yang menunjukkan aku adalah keturunan Vampire?!


———

__ADS_1


Tinggalkanlah like, komen agar saia terus semangat. Dan jangan lupa share dan fav bila suka ya.


__ADS_2