
Aku hanya dapat tertawa mendengar apa yang Tian katakan.
Apa aku monster? Yaa, itu pertanyaan yang tidak dapat kujawab secara pasti. Sebelum itu, apa sebenarnya standar yang jelas untuk seorang monster?
Apa itu sesuatu dianggap sebagai monster karena memiliki bagian tubuh yang tidak manusia miliki? Yaa, tapi kalau begitu kenapa seorang Beast-kin, yang memiliki telinga berbentuk hewan dan ekor dianggap sebagai People?
Ahh, atau mungkin itu karena para monster tidak memiliki akal? Dan jika memang begitu, kenapa Vampire yang tentunya adalah ras cerdas justru dianggap sebagai monster?
Jadi—
"Kamu cukup lucu, ya," gumamku.
"Tapi aku lebih penasaran kenapa kamu tetap merahasiakan masalah ini."
Secara logis. Jika dia memberi tahu orang lain, apa pun kontribusi yang telah kuberi sebelumnya, sekarang aku akan diburu.
"I-itu ... itu karena Anda adalah orang baik bahkan jika Anda adalah monster."
Tidak. Kamu salah. Aku sama sekali bukan orang baik tahu.
Sebut saja fakta bahwa aku telah membunuh banyak orang agar dapat selamat dari pengepungan sebelumnya, tentu termasuk Penghuni yang mana mereka tidak dapat hidup kembali. Atau aku yang membantu Ova karena dasar balas budi saja.
Selain itu—
"Aku bukanlah monster," kataku. Aku sama sekali tidak menganggap diriku sendiri sebagai monster. "Yaa, pada akhirnya 'monster' hanyalah kata untuk mendeskripsikan keberadaan yang kalian takut, bukan?"
Bagiku, ini adalah penjelasan paling mungkin untuk mendeskripsikan apa itu monster. Monster hanyalah kata untuk menjelaskan sosok ketakutan.
"Yaa, meskipun dari sudut pandang umum. Aku mungkin memang dapat disebut sebagai keberadaan yang kamu anggap monster,” sambungku. “Tapi itu tidak sepenuhnya benar sebab di satu sisi, aku juga dapat dianggap sebagai People. Dan sekali lagi, hal itu tidak sepenuhnya benar pula."
"Ja-jadi ... apakah Anda—"
"Mix Blood."
Itulah aku. Seorang darah campuran antara sosok yang dikenal sebagai monster, Vampire, Twilight Vampire. Dengan sosok yang dikenal dekat dengan alam, Elf, Dari Elf.
Aku berdiri, mendekati Tian yang masih terduduk dengan kaku di lantai.
Yaa, aku sudah agak bosan melihat wajah takutnya itu, tapi lebih daripada itu—
"Apa kamu mau menjadi pengikutku?"
"Kalau saya menolak apa yang akan Anda lakukan?"
"Tidak ada. Yaa, aku melakukan hanya karena ini menarik tahu."
Tian, dia sendiri telah berusaha untuk menghadapiku di tengah ketakutannya. Dan itu cukup menarik, sebagaimana hal itu cukup untuk menjadi alasanku bermain EFO.
Yaa, aku masih agak ragu dengan alasan kenapa dia memilih merahasiakan tentang sayapku, begitu pula dengan statusnya dengan toko Potchi dan Keluarga Botin. Namun itu dapat kupikirkan kembali nanti.
"Kamu dapat menjawab hal itu kapan pun. Namun untuk sekarang." Aku menarik tanganku yang terulur dam menunjuknya. "Jangan bersikap layaknya seorang penguntit, oke?"
Ya! Itu benar! Inilah alasan utamaku menyeretnya.
"Baik, Nona Dirae!"
“Dan juga, jangan terlalu kaku atau formal padaku."
__ADS_1
Bagaimanapun, aku tidak menakutkan, ya. Sekali lagi, benar-benar tidak menakutkan.
Meski, aku juga diam-diam meminum darah tapi hal itu dapat diabaikan. Itu hanya cara menaikkan level Bloodsucking. Bukan sebuah hobi, ya.
"Selain itu, kalian dapat keluar tahu." Aku berkata lantang dan tak lama kemudian Ova bersama kakeknya pun masuk dengan ekspresi malu.
"Bukankah tidak sopan menguping pembicaraan orang lain?"
"Hanya saja Nona tiba-tiba saja datang bersama seorang pria jadi aku hanya sedikit penasaran."
"Yaa, apa pun itu. Karena kalian telah tahu siapa aku, apa yang harus aku lakukan?" kataku sedikit bercanda tapi itu membuat mereka melangkah mundur.
"Mungkinkah kalian berminat berada di bawah naunganku?"
"A-aku ... itu ...."
Ova tergugup, kesulitan menghadapi tekanan yang kuberi.
Tapi, yaa itu bercanda, benar-benar bercanda. Tidak ada gunanya memaksakan kehendak pada orang lain. Apalagi itu hanya demi kepentingan egoisku.
Tapi—
"Izinkan kami berada di bahwa naungan Anda, Nona Dirae."
"O-Ova?!"
"Eh? Apa yang kamu katakan?"
"Aku dan Kakek bersedia berada di bawah naungan Anda."
"Apa yang kamu katakan Ova?!"
"Yah, kamu benar akan hal itu, tapi ..." Kakak Ova menghela napas panjang setelah melihat wajah penuh keyakinan dalam ekspresi cucunya sebelum menyerah dan menatapku. "Jadi mohon bantuannya, Nona."
Apa ini benar-benar berhasil?
[Ova Mondo dan Jiza Mondo berhasil direkrut]
Dan panel itu muncul seolah meyakinkanku.
"Kalau begitu aku ingin menanyakan satu hal, Ova."
Yaa, Ova sekarang berada dalam pengawasanku jadi aku perlu tahu masalah yang dia miliki. Mungkin saja aku dapat memberi sedikit bantuan padanya dan ya, persoalan ini telah agak menggangguku.
"Aku sebelumnya mendengar bahwa mereka kerap mengganggumu, apa mereka yang kamu maksud adalah Light ... Lightning Familia?"
"Iya. Itu mereka tapi yang benar adalah Lighthunder Familia."
"Apa pun itu. Apa yang sebenarnya mereka lakukan padamu?"
"Mereka ... mereka ...." Aku merasakan emosi gelap tengah berputar di sekitar Ova, sesaat sebelum dia berkata, "Mereka membunuh orang tuaku!"
"Tenanglah Ova."
Yaa, tampaknya aku telah memancing sisi yang agak terlalu emosional darinya. "Ova, kenapa kamu tidak memperbaiki baju yang kupesan karena kamu tahu aku memiliki sayap sekarang?"
"Tapi—!"
__ADS_1
"Ova, dengarkan Nona untuk sekarang."
"Baik ...," balasnya lemah sebelum pergi.
"Terima kasih atas itu."
"Tidak apa-apa.” Sebagian juga salahku. ”Tapi kenapa dia bisa sampai seperti itu?"
"Nona, kamu tahu 'kan bahwa kebiasaan Ova memberikan Item pada orang lain adalah ajaran orang tuanya?"
Aku mengangguk jelas. Itu telah dia beri tahukan padaku sebelumnya.
"Masalah ini terjadi karena hal itu pula. Saat itu, Ayah Ova, yang adalah seorang Dwarf memberikan sebuah pedang pematik pada orang lain seperti biasanya. Tapi, ternyata orang itu tergoda untuk mendapatkan barang lain setelah mengetahui kualitas senjata yang menantu bodoh itu buat.
"Orang itu datang pada kami untuk mendapatkan peralatan lain, tapi tidak dengan cara yang baik. Dia tidak merasa berkewajiban membayar karena telah mendapatkan senjata secara percuma dan itu menyulut kemarahan dari orang lain, pelanggan lainnya karena takut akan membuat menantu bodoh itu pergi. Dan dalan kemarahan mereka, dia pun terbunuh.”
Yaa, dengan sistem EFO di mana barang yang bisa didapatkan dari membunuh monster hanya berupa bahan, kurasa usaha untuk mempertahankan seorang pekerja produksi, terlebih yang mahir cukup wajar. Walau untuk tindakan semacam itu kurasa terlalu ekstrem.
"Namun, masalah ini belum berakhir,” sambungnya. “Orang itu ternyata adalah adik dari Lighthunder Familia. Membuatnya marah pada kami dan mulai menekan kami dengan pengaruh mereka dan ... membuat menantu dan anakku menjadi budak hutang, menyiksa hingga tewas."
Lalu kenapa Ova sampai semarah itu karena hal ini, ya?
"Dan anak itu, Ova harus melihat apa yang kedua orang tuanya alami."
Pandanganku seketika menjadi gelap saat mendengar ini.
Pantas saja ... tapi ya, bukankah tindakan semacam itu sedikit keterlaluan?
Meski aku tidak dapat menyatakan siapa yang lebih bersalah. Keduanya sama-sama memiliki kesalahan tapi melibatkan seorang anak kecil tentu bukan pilihan yang benar.
"Aku akan berusaha membantu kalian menyelesaikan masalah ini.”
"Terima kasih."
“Tidak apa.”
Jika ini terus berlanjut, aku juga akan mulai terganggu karena keduanya kini berada dalam naunganku.
[Quest Khusus telah dipicu]
[Restore a Relation
Kesulitan : ??? (Tidak dapat dipastikan)
Kamu harus membantu hubungan antara Ova Mondo dan Jiza Mondo dengan Lighthunder Familia.
Kondisi penyelesaian : ???
Kondisi Kegagalan : ???
Hadiah : ???
Hukuman : Larangan log in selama 7 hari (waktu nyata), Statistik Charm -50%.
*Hadiah terkait tingkat keberhasilan Quest dengan penilaian yang berasal dari kedua belah pihak]
[Quest Khusus, 'Restore a Relation' secara paksa diterima]
__ADS_1
———
Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?