Soul Monarch : Eclipse Feast Online

Soul Monarch : Eclipse Feast Online
The Evil, Serangan


__ADS_3

Tubuhku berguling di tanah, berusaha meminimalisir kerusakan kala terpental oleh ledakan tersebut.


Uhh, poin HP-ku berkurang cukup banyak atas ledakan tersebut. Aku berpikir demikian saat segera bangun, bergerak di dalam kepulan asap untuk menghindar dari kerusakan langsung lain tapi—


BOOM!


Ledakan lain segera tercipta. Membuat beberapa batuan terpental dari tempatnya, memotong jalur yang hendak kugunakan dan membuat langkahku terhenti.


"Siapa itu?!" Aku berteriak lantang sebelum—


"Great Light."


Ledakan cahaya membengkak, memerangi kegelapan area ini dengan cahayanya. Yaa, membuat tubuh Sile seolah menjadi matahari kecil, mengusir kegelapan yang selama ini berdiam di tempat ini.


Mataku menyipit, berusaha menurunkan sensitivitas mataku akan cahaya sembari menelisik di manakah pihak yang melakukan ini. Dan ...


[Night Vision telah sukses berkembang menjadi Dark Magic Eye]


... Pemberitahuan tersebut terdengar.


Eh? Apa aku hanya perlu melakukan ini?! Pikirku kacau. Bukankah tugas ini terlalu mudah?!


Namun—


Slash!


Lintasan dari sebuah mata pisau dingin cukup untuk mengembalikan pikiranku.


"Mega!" teriakku. Membuat Deira berubah menjadi bentuk sabitnya. Menahan lintasan itu dan membuat percikan api timbul.


Untung saja aku masih sempat menahan serangan tersebut. Dan ya, jangan membiarkan pikiranku berlarian ke mana-mana, diriku.


Mengaktifkan Dark Magic Eye untuk meningkatkan penglihatanku. Aku melihat beast-kin, sosok yang menyerangku itu sekali lagi.


Dia memiliki wajah yang cukup cantik dengan kacamata bulat tersemat dan tinggi badan sekitar 170-an cm. Selain itu, dari rupa fisiknya dia adalah beast-kin jenis rubah dengan warna rambut keemasan.


Yang lebih menjadi perhatianku adalah—


Boing.


Uhh. Tidak, tidak, tidak, bukan dadanya yang besar itu, diriku. Tapi senjata yang dia gunakan sama denganku (atau Megaera), Scythe (sabit).


Aku belum pernah melihat orang lain yang menggunakan sabit selain diriku. Terlebih dia telah memiliki Title Killer Scythe, menunjukkan bahwa kemampuan cukup baik hingga dapat menyabet Title tersebut, ya.


Meskipun begitu, kurasa dia tidaklah sendirian dan orang yang membuat ledakan sebelumnya adalah orang lain.


"Un, saya tidak menyangka akan ada orang yang benar-benar datang kemari seperti yang pendeta katakan." Dia berkata dengan sedikit bergumam.


Yaa, apa pun itu.

__ADS_1


"Apa kamu tahu jalan keluar dari sini?" tanyaku.


Aku benar-benar hanya ingin segera keluar dari lembah ini, ya. Meskipun dia adalah seorang di sisi Evil, aku rasa aku masih memiliki kesempatan untuk bicara baik-baik ...


"Un. Kalau begitu, aku hanya akan membunuhmu seperti yang pendeta perintahkan."


... Sampai dia berkata demikian dan segera menyerangku.


Sabit di tangannya itu berayun dengan cepat, berusaha memukulku sebelum kutahan dengan Deira. Membuat sabitnya menerima gaya reaksi dan terpental ke belakang. Jika itu aku, aku akan membutuhkan beberapa waktu lagi sebelum dapat mengayunkan sabit kembali, tapi dia tidak.


Dari pada memilih menerima gaya reaksi itu, sabit di tangannya tetap berayun mengikuti. Memberi serangan lain padaku, lebih, lebih, lebih, lebih dan ya, lebih cepat seiring dengan pertahanan yang kuberi.


"Seperti inilah cara yang benar untuk menangani sebuah sabit, Dirae," kata Megaera.


Baik. Yaa, aku tahu bahwa cara dia menangani sabit itu benar-benar berada di ranah lain dari apa yang mampu 'tuk aku lakukan.


Dan meski dia terlihat melakukan teknik mikro ini dengan mudah, aku tahu hal itu tidaklah semudah itu, ya.


Secara naluriah kamu akan mencoba menahan sesuatu yang terasa ingin terlepas dari tangan dengan cepat daripada mengikuti arah ke mana itu ingin terlepas. Dan juga, faktor seperti keseimbangan pun masih perlu diperhatikan.


Terlebih, yaa, sepertinya dia juga belum menggunakan Art's apa pun.


Suara logam terus berdentang saat sebagian besar pukulan sabit berhasil kutahan. Sementara beberapa di antaranya tetap berhasil memberiku kerusakan meski dapat kutahan.


"Higher Magic, Target Mark." Aku merapal mantra sebelum lusinan tombak kabut mana kulepaskan. Memberi peluang bagiku untuk mundur dengan bantuan Mana Board.


"Strengthen Damage, Mana Bullet," rapalku saat menembakkan peluru mana. Membuat rubah itu harus bertahan.


Yaa, kurasa aku akan dapat mengatasi ini. Pikirku.


Namun—


BOOM!


Ledakan lain segera tercipta di dekatku. Membuatku terbatuk dan menutup visiku dalam kepulan debu.


Ya, yaa. Jelas ini bukan sesuatu yang mudah untuk ditangani.


Aku menghubungkan visiku dengan Sile sebelum segera beranjak. Melepaskan rentetan bola kabut mana secara acak, berusaha untuk mengenai orang yang melepaskan ledakan ini.


Dari bentuk dan pola ledakan, kurasa ini adalah ledakan jenis fisik jadi kurasa dia tidak akan berada terlalu jauh dari tempat ini. Yaa, kurasa aku dapat yakin akan hal itu.


Namun, rubah itu segera menutup jarak denganku, sepertinya dia dapat mengabaikan kerusakan yang kuberikan, ya?


Meluncur dengan cepat, sabit di tangannya segera berayun, mengincar leherku dan—


"Mana Layer!" Aku berteriak, mendirikan penghalang tipis sebelum segera mundur.


Sementara itu, rubah tersebut meningkatkan sedikit kekuatan yang dia berikan pada sabit di tangannya. Menjadikan penghalang itu sebagai tumpuan hingga dapat mengangkat dirinya ke udara.

__ADS_1


Hei! Apa-apaan dengan kemampuan atletis tersebut?! Yaa, aku juga ingin dapat melakukannya. Sesuatu seperti itu.


Memutar tubuhnya sedikit, dia mengayunkan ujung tajam sabit itu ...


"Dissect Cut!"


... Dengan sebuah Art's yang digunakan, mata bilah dingin itu mengarah padaku.


"Increase Speed, Mana Board," ucapku seketika. Menginjak papan-papan mana yang ada dan membuatku menjauh dari serangannya.


Setidaknya, dia akan tertahan di sana untuk sesaat. Pikirku sebelum serangan lain segera datang padaku, tentu dari beast-kin rubah tersebut.


Ya? Bagaimana dengan efek Root yang seharusnya terjadi setelah menggunakan Art's?! Apa yang dia katakan sebelumnya hanya untuk membohongiku? Tapi kilauan cahaya sebelumnya jelas tidak dapat dipalsukan, ya!


Uhh. Aku benar-benar kacau sekarang. Aku berpikir demikian saat melepaskan bola-bola kabut mana secara panik, mencoba menahannya.


Mengangkat bilah sabit —yang tentu cukup lebar— dia menjadikan bilah itu sebagai sebuah perisai. Menahan seranganku.


Dan meski terlihat tidak terlalu efektif, aku tetap melanjutkan serangan, berusaha menahannya. Sampai dia tiba-tiba berada tepat di depanku dan mengayunkan sabitnya.


Apa itu Skill Blink? Aku hampir tidak mendengarnya mengatakan apa pun ... Uhh. Segera tahan serangan itu dan balas dengan mengayunkan Deira.


Namun, seolah dapat membaca apa yang akan kulakukan, dia menghindari seranganku dan dengan segera memberi serangan balik. Mengoyak punggungku, membuat darah tersebar sesaat sebelum menguap menjadi kabut.


Lebih baik segera mundur sebelum serangan lain terjadi. Tapi ... aku juga tidak dapat terlalu jauh atau serangan ledakan itu akan mengarah padaku tapi jika terlalu dekat pun kurasa dia dapat mengejarku segera dengan Skill blink tersebut.


Yaa benar-benar kondisi yang sulit.


"Un. Kamu benar-benar cukup hebat hingga dapat bertahan dari kami."


Yaa, itu tidak terasa seperti pujian, rubah! Terlebih dengan apa yang barusan dirimu lakukan, apa yang dapat kulakukan benar-benar tidak sebanding dengannya!


Baik, tenanglah diriku. Pikirku saat mengambil napas dalam.


Lebih baik aku memikirkan semua faktor yang ada sebelum bertindak terlalu terburu-buru seperti sebelumnya. Hal semacam itu akan terlalu mudah ditebak dan membuatku jatuh ke kondisi pasif. Sesuatu yang jelas akan membuatku tersungkur.


Dengan segera, rubah itu pun kembali bergerak. Membuatku meningkatkan kesiangan lebih tinggi atas serangan yang akan dia lakukan.


Dan ...


BOOOMMM!


... Ledakan pun segera tercipta tepat di sisiku. Sementara dia, rubah itu memilih mundur dan menanti kesempatan lain untuk menyerang.


Uhh, mana mungkin aku dapat setenang itu, diriku?!


———


Yaa, terus dukung saia dengan memberikan like dan komentar di setiap akhir Chapter. Dan untuk favorite serta bantuan sharenya jangan lupa, oke?

__ADS_1


__ADS_2